kmlcom_9293 kmlcom_9293

34 posts   324 followers   15 followings

❤ Kemillovers  · I ❤ U KevinjuliojessicaMila ·

Bagian 28
"Hati-hati ya sayangnya Daddy," ucap Kevin mengusap kedua rambut twinsnya. Mila tersenyum dan mengecup pipi Kevin. "Aku pergi dulu, aku akan pulang secepatnya,"ucap Mila mengusap lengan Kevin. "Iya sayang aku juga ga lama kok perginya." Mila mengangguk dan meninggalkan Kevin.
Kevin sendiri sekarang berada di tempat kerjanya dulu, karena sekarang Kevin sudah tidak kerja atas permintaan Mila. "Pagi," sapa Kevin kepada mandornya. "Kevin, udah sehat kamu?" tanya mandor Kevin. "Puji Tuhan sudah Pak, bahkan lebih dari sehat," jelas Kevin. "Alhamdulillah kalau gitu." "Ya udah Pak, saya mau ketempat Rico dulu," ucap Kevin. Sang mandor tersenyum dan mengangguk.
*****
"Daddy!!" teriak Mila tersenyum saat melihat Kevin sedang berada di ruang tamu. "Jangan lari-lari ah bie, nanti kamu jatuh," omel Kevin. "Maaf-maaf," ucap Mila nyengir. "Kok kamu cepet banget perginya?" tanya Mila lagi. "Heem, aku cuma ketemu Rico mau ngembaliin uang yang pernah aku pinjam ke depannya," jawab Kevin mengelus pipi Mila. "Kamu ngembaliin pake uang apa?" "Aku ngembaliin pake gaji aku selama ini sebelum aku keluar dan mencari pekerjaan yang lebih layak agar kedua twins kita gak malu. Karena aku takutnya twins akan malu saat teman-temannya tahu jika ayahnya kedua twins kita hanya seorang buruh kuli bangunan," ucap Kevin yang membuat hati Mila mencelos. Mila memeluk Kevin. "Aku tidak pernah mengajarkan kedua twins kita seperti itu. Mereka akan menerima keadaan kamu apa adanya, tapi ada benernya kamu berhenti menjadi buruh bangunan karena pekerjaan itu berbahaya. Oh ya bukannya aku malu memiliki lelaki yang hanya buruh bangunan, tapi aku tidak mau kamu kenapa-kenapa karena aku cinta kamu. Di saat kamu sakit aku akan ikut merasakan kesakitan itu," jelas Mila menatap dalam Kevin. Mereka saling menatap hingga kedua daging kenyal itu menyatu menciptakan decapan panas yang berakhir di ranjang.

Next(?)

Suka sama cerita ini, konfliknya gak terlalu berat dan tetap bisa diterima pembaca dengan baik. Bahkan pembaca bisa menghayati banget. semangat terus👍#giveawayKemil #giveawaySabila

Hallo? Gimana kabarnya? Ada yg kangen? To the point aja ya, sebenernya gue ndiri udah enggak dapet feel cerita yang ada. Gimana sih kalau buat yg baru aja? Pada setuju?

Bagian 27 "Pagi Daddy," sapa riang kedua twins Kevin yang membuat Kevin tersenyum begitu lebarnya. "Aduh twins Daddy udah cantik-cantik, mau kemana sayang?" tanya Kevin. "Calleta sama Lesa mau sekolah Daddy di antel sama pacal Mommy," ucap Carreta sedikit menggoda Kevin. Kevin sendiri sedikit mengerut mendengar jawaban Carreta yang menggodanya. "Apakah anak Daddy ini sedang mengerjai Daddy? Kalau iya jawabannya untuk sekarang Daddy tidak bisa bermain dengan kalian dulu karena kaki Daddy belum sembuh, jadi tunda dulu ya sayang untuk menggoda Daddy," ucap Kevin. Twins tertawa mendengar jawaban Kevin yang begitu aneh di telinga mereka berdua. "Oho sepertinya Mommy melewatkan sesuati yang penting dari kalian bertiga apakah itu?" tanya Mila yang tiba-tiba datang. "Mommy kepo deh," ucap Carresa. "Biarin dong sayang," ujar Mila. "Mommy bikin kita bikes deh," ucap twins. "Bikes?" tanya Mila dan Kevin bingung. "Bikin kesel!" Mila melongo mendengar jawaban twinsnya. "Kalian tau dari mana ucapan itu sayang?" tanya Kevin yang mengerti kekagetan Mila. "Itu Daddy nonton televisi, nonton sinelton," jawab Lesa. "Sayang kalian itu belum boleh nonton sinetron yang aneh-aneh," jelas Kevin. "Karena tidak baik untuk kalian," lanjut Kevin. "Kan enggak sengaja liat Daddy," ucap Leta cemberut. "Sengaja atau enggak tetep nggak boleh ya sayang, sekarang kalian berangkat ya. Hati-hati di jalan ya," ucap Kevin mengecup pipi kedua twinsnya. "Kamu enggak ikut?" tanya Mila kepada Kevin. Kevin menggeleng. "Aku ingin mengunjungi temanku sepekerjaanku dulu," jawab Kevin. "Ya udah hati-hati. Langsung balik jangan lama-lama." Kevin mengangguk dan mengecup kening Mila.

Bersambung...

Bagian 26 "Tidak penting kamu sekaya dulu dan sekaranv kamu hanya seorang buruh bangunan yang aku butuhkan darimu adalah hatimu, bukan yang lainnya," jawab Mila mengecup telapak tangan Kevin yang ia genggam dengan sayang. "Tapi aku sangat malu denganmu dan anak-anak kita," jelas Kevin. Mila tersenyum. "Kenapa harus malu, heum? Kita jalani semuanya dengan ikhlas dan aku yakin dua twins kita tidak malu memiliki kamu. Apalagi mereka sangat dekat denganmu sebelumnya dan aku yakin mereka sangat senang memiliki Daddy sepertimu," jelas Mila. Kevin membawa Mila ke pelukannya dan menghujami Mila dengan kecupannya. "Kamu tahu, kamu itu adalah wanita sempurna yang harusnya mempunyai lelaki sempurna tidak sepertiku..." ucapan Kevin terhenti begitu saja saat Mila membungkam bibirnya dengan lumatan bibir mungil Mila. "Apapun yang kamu ucapkan semua itu tidak berguna sama sekali, karena aku yakin Tuhan sudah mengatur semua takdir kita. Apapun yang terjadi aku akan selalu mencintai kamu karena kamu adalah priaku, napasku, jantungku, dan seluruh jiwaku. Hanya kamu yang bisa membuat aku jatuh cinta semakin dalam. Kamu harus tahu, banyak pria di luar sana memang mau bersamaku, namun tak ada yang bisa mendapatkan aku karena posesifnya kedua twins kita sepertimu," jelas Mila. "Satu lagi, aku sangat bersyukur bisa bertemu kamu kembali padahal aku tidak yakin bisa bertemu kamu kembali dan memiliki kamu seutuhnya sekarang," lanjut Mila. Mata Kevin berkaca-kaca. "I love you bie," ucap Kevin. Mila tersenyum. "I love you too," balas Mila bersamaan dengan penyatuan daging kenyal nan lembut menghantarkan kerinduan yang begitu besar dua insan yang terpisahkan beberapa tahun ini.

Next(?)

Bagian 25 "Kenapa bie? Apa kau memang sudah tidak mencintai aku lagi? Apa kamu punya yang lebih baik dari aku bie?" tanya Kevin pelan. "Ak-" Mila tak bisa melanjutkan kata-katanya. "Sudahlah bie tidak usah di jawab sepertinya memang seperti itu, kamu memiliki penggantiku dan aku ikut senang jika begitu. Kamu akan bahagia dengan penggantiku daripada aku yang hanya buruh bangunan yang tidak memiliki uang banyak," lirih Kevin. "Hei." "Sudah tidak papa Mila, lebih baik kamu pergi dari sini daripada nanti lelakimu tahu. Aku tidak enak, aku tidak sebanding dengannya dan kamu." "Kamu ngomong apa?" tanya Mila lembut. "Sudahlah Mila, aku malu," lirih Kevin. Mila memeluk Kevin dengan kasih sayang. "Kamu ingin aku pergi di saat kita memiliki ikatan yaitu dua putri kembar kita, iya?" tanya Mila mengusap pipi Kevin. "Mak-," Kevin bingung dengan ucapan Mila hanya menatap Mila bingung. "Mereka," Mila menunjuk twins yang sedang tertidur. "Mereka adalah putri kita," ucap Mila mengusap pipi Kevin. "Jadi selama ini-," Kevin tak kuasa menahan tangisnya, ternyata selama ini Mila berjuang membesarkan anaknya sendiri. Astaga dosa besar dirinya dan akhirnya ia mendapatkan karma dengan kehilangan apa yang ia miliki dulu. "Sudah bie, ini adalah jalan Tuhan," Mila merengkuh Kevin ke dalam pelukannya. "Maafkan aku!" "Kamu tidak salah, hubungan kita yang salah," ucap Mila lembut. Kevin menggeleng. "Hubungan kita tidak ada yang salah bie, namun keadaan yang salah. Aku mencintaimu bie," lirih Kevin. Mila mengangguk. "Aku benar-benar mencintaimu," ucap Kevin sekali lagi. Mila mengangguk. "Mila, aku benar-benar mencintaimu," ucap Kevin kesal. Mila tersenyum. "Iya bie enggak usah di ulangi juga. Aku selamanya mencintai kamu," jawab Mila. Kevin tersenyum bahagia, akhirnya ia bisa bertemu dengan Mila dan di tambah selama ini ternyata ia telah dekat dengan putri kembarnya yang sangat menggemaskan. "Senyum mulu, awas kesambet baru tahu rasa," canda Mila. "Aish!! Sudahlah bie, aku sangat mencintai kamu." "Aku lebih cinta kamu, puas?" tanya Mila. Kevin mengangguk. "Tapi.." "Tapi apa bie?" "Tapi aku tidak sekaya dulu, bahkan sekarang aku miskin dan tak bisa membahagiakan kamu," jls Kevin.

Bersambung.

Bagian 24
#Skip
"Bagaimana dokter dengan keadaannya?" tanya Mila to the point. Dokter tersenyum. "Untungnya kakinya yang terkena bukan tubuhnya yang lain. Jika yang terkena bagian tubuhnya yang lain mungkin akan lebih parah. Saya jelaskan, kaki retak karena tertimpa kayu itu sehingga membuat Pak Kevin harus bedrest," jelas dokter membuat Mila tersenyum lega. "Luka di keningnya dok?" "Tidak ada masalah apapun Bu Mila, jadi ibu dan anak-anak tenang saja. Malah Pak Kevin sekarang sudah sadar." "Puji Tuhan, syukurlah," ucap Mila bersyukur. "Mari bu, saya duluan." "Terimakasih dok," ucap Mila. "Sayang, kalian pindah di dalem ya kalau masih ngantuk," Mila mengusap pipi twins dengan lembut. "Eegghh... Mommy gendong," ujar Carresa manja. Mila hanya mengangguk dan menggendong Carresa, sedangkan Carreta sendiri memilih berjalan sendiri dengan mata yang setengah tertutup membuat Mila tersenyum geli. "Kevin," panggil Mila lembut. Kevin menatap Mila tak percaya, air matanya begitu saja keluar. Mila menaruh Carresa ke sofa dengan pelan. Ia lalu menghampiri Kevin dengan mata berkaca-kaca. Ia sangat merindukan lelakinya dan sekarang lelakinya ada di depan matanya. "Ini kamu bie?" lirih Kevin memegang pipi Mila pelan. Mila mengangguk. "Ini aku." "Aku merindukanmu bie," Kevin menarik Mila dalam pelukannya dan mengeratkan pelukannya."Aku juga merindukanmu bie,""kenpa kau meninggalkan ku?," tanya Kevin sambil mngelus punggung Mila yang sedikit menindih tubuhnya.Mila melepaskan pelukannya dan menatap manik hitam, tajam laki-laki yang sangat ia cintai ini."aku tidak meninggalkan mu,tapi?" "Tapi apa bie?," Mila berdiri dan menundukkan kepalanya." Kau yang membuat ku meninggalkan mu," ucap Mila pelan.Kevin kembali menarik Mila dlam pelukannya."maafkan aku bie,sungguh maafkan aku," "sssttttt, aku sudah memaafkan kamu bie, aku sudah memaafkan mu dari dulu,""aku sangat mencintaimu,"ucap Kevin kembali, Mila hanya diam dalam pelukan Kevin melihat Mila tidak merespon apa-apa Kevin melonggarkan pelukannya menatap Mila." Knapa?" tanya Mila."kau tidak mencintaiku lagi?" tanyanya. Mila hanya diam dan menatap Kevin dalam. "Kenapa bie? Apa kau memang sudah tidak mencintai aku lagi?" Bersambung...

Bagian 23 "Ayolah Mommy sekarang kita belangkat," ujar twins menarik tangan Mila. "Sebentar sayang, Mommy ambil dulu pesenan kalian," ucap Mila. "Ayo Mommy cepetan, Callesa udah enggak sabar," rengek Carresa. Mila hanya menghela napas. "Ya udah ayo," ajak Mila membawa twins masuk ke dalam mobil.
"Kevin!" "Ya Rik ada apa?" tanya Kevin bingung. "Dicariin tuh sama dua anak, kayaknya sih kembar," ujar Riko. Kevin mengangguk-angguk. "Makasih ya Rik," ucap Kevin. Ia langsung berjalan mencari twins. "Carreta," panggil Kevin lembut. "Uncle Kev!!" teriak Carreta berlari menghampiri Kevin. "Dek awas!!" teriak orang yang di atas. Kevin menatap atas dan ada sebuah serpihan kayu penyanggah yang akan terjatuh. Ia menatap Carreta dan kembali ke atas lagi. "Carreta awas sayang!!" teriak Kevin berlari menghampiri Carreta sebelum kayu besar memghantam tubuh mungil Carreta. Bugh!! "Uncle Kev," teriak Carreta histeris melihat tubuh Kevin tergeletak tak sadarkan diri. Mila yang mendengar teriakan Carreta langsung berlari menghampiri Carreta dengan Carresa. "KEVIN!!" teriak Mila. Carresa dan Carreta saling berpelukan. "Kevin, bangun Kev!" Mila memangku kepala Kevin dan mengusap darah yang keluar dari kening Kevin. "Bie bangun bie!" teriak Mila. Semua orang berkumpul. "Bawa dia ke rumah sakit!!" teriak Mila panik. Beberapa orang menggotong Kevin masuk ke dalam mobil Mila. "Pak, cepetan langsung rumah sakit!!" isak Mila. "Mommy, Uncle Kev enggak papa kan Mom?" isak twins. "Berdoa untuk Daddy ya sayang," ucap Mila pelan. "Dad-dy?" "Iya sayang, ini Daddy, Uncle Kev adalah Daddy twins," jelas Mila menatap wajah Kevin yang pucat pasi. "Jadi Uncle Kev itu Daddy twins," ucap twins berkaca-kaca. "Paman cepeten, Calleta ndak mau Daddy kenapa-kenapa. Ayo paman ngebut," ucap Carreta menatap sopir kesayangannya. "Iyo nona, paman sudah ngebut. Nona berdua berdoa ya untuk keselamatan ayah kalian." "Kita beldua selalu beldoa untuk Daddy, ayo paman cepat. Twins enggak mau Daddy kenapa-napa," rengek twins. "Bie, aku mohon kamu bangun. Tatap mata aku bie. Ayo mau bie," isak Mila mengusap pipi Kevin.
Bersambung...

Bagian 22 "Mommy!!" "Hallo twins, itu dicariin Kiya," ucap Mila mengecup pipi twins bergantian. "Mama sama Papa ke sini?" tanya twins girang. Mila mengangguk dan tersenyum. "Papa kan emang di sini terus nak, Mama yang baru dateng sama Kiya sayang," jelas Mila. "Iya Mommy, Mommy tellalu celewet," kesal Carresa menggemaskan. "Astaga anak Mommy pinter banget sih," ucap Mila. Twins tertawa. "Kan kita sekolah Mommy jadi pintel," ujar Carreta. "Oh ya Mommy tadi twins ketemu om ganteng, namanya uncle Kev," sahut Carresa. "Uncle Kev?" tanya Mila terdiam. "Iya dan sepeltinya cocok menjadi Daddy twins." "Kamu ngomong apaan sih sayang, mending twins masuk dan main-main sama Mama dan Kiya," ucap Mila. "Ayo Mommy kapan-kapan ketemu Uncle Kev ya, Uncle Kev baik dan ganteng," ujar Carresa. Mila mengangguk. "Emang Uncle Kev kerja dimana sayang?" "Di sana Mommy," Carreta menuju tempat pekerjaan Kevin. "Uncle Kev tulang bangunan sayang?" tanya Mila tak percaya. "Sepeltinya Mommy, kalena Uncle Kev bilang seperti itu," ujar Carreta. "Ya udah kapan-kapan kita kesana ya, ngasih makan siang untuk Uncle Kev," ucap Mila. Twins mengangguk dengan gembira. "Hole makasih Mommy." Mila hanya bisa tersenyum dan membawa kedua kesayangannya ini untuk masuk ke dalam rumah.
********
Hari berikutnya adalah hari yang cerah, Kevin memulai harinya dengan bekerja. Seperti biasa ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. "Weh udah dateng aja lo Kev," ucap Riko. Kevin tersenyum. "Lo kenapa sih Kev? Enggak kayak biasanya," ujar teman Kevin lainnya. Lagi-lagi Kevin hanya tersenyum. Entah mulutnya hanya ingin berdiam dan tak mau bergerak. "Sengklek nih bocah kayaknya emang," kesal Riko. Kevin tersenyum dan melenggang mulai bekerja.
Sementara itu Mila dan twins memulai harinya dengan sarapan bersama. "Mommy jangan lupa dengan janjinya ya," ujar Carreta. "Iya sayangnya Mommy nanti Mommy siapin, sekarang anak Mommy sarapan dulu ya," jelas Mila. "Ih kalian belisik, Lesa makannya jadi enggak khusyukkan," bibir Carresa sudah manyun lima centi. Mila dan Carreta hanya tersenyum geli. "Ayolah Mommy sekarang kita belangkat," ujar twins menarik tangan Mila.
Bersambung...

Most Popular Instagram Hashtags