[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

kitapeduli1340 kitapeduli1340

692 posts   2063 followers   14 followings

  Yang sudah share,follow,like & komen,saya ucapkan terima kasih. Dan jangan lupa bantu share ya,jangan biarkan kebaikan terhenti padamu 😇✌

#Repost @prastika.dita (@get_repost)
・・・
""SITIP,,SUDAH RENTA,,DAN TINGGAL SENDIRIAN DIRUMAHNYA,."" Sitip hanya hidup sendirian saja dirumahnya yang terbuat dari susunan bata.

Tubuhya sudah renta dan tenaganya juga melemah.

Ia tinggal di dsn.Pagersari rt 15 rw 02 ds.Banjar kec.Panggul kab.Trenggalek.

Tidak_ada barang berharga dirumahnya itu.

Makanpun ia lebih mengandalkan pemberian tetangga karena sudah tidak_lagi bisa bekerja.
.
.
Sumber : @arifwitanto

#Repost @prastika.dita (@get_repost)
・・・
""SRIYATUN,,SERING KESULITAN MENEBUS JATAH BERAS,,MESKI CUMA SEHARGA Rp.12.000,- SAJA,,."" ""RUMAHNYA YANG RUSAK_PARAH,,ITU DIKHAWATIRKAN BISA AMBRUK SEWAKTU_WAKTU,,."" Sriyatun usianya sudah senja dan hanya hidup sendirian saja dirumahnya yang terbuat dari anyaman bambu yang sudat reot.

Rumahnya itu sudah pada rusak parah sehingga dikhawatirkan tiang-tiang penyanggnya bisa ambruk sewaktu-waktu.

Tidak_ada barang berharga dirumahnya itu,hanya dipan reot dan barang-barang yang sudah usang.

Sebetulnya ia juga dapat jatah sembako dengan harga Rp.12.000,- untuk sekali pengambilan.

Namun warga dsn.Sumbermeneng rt 004 rw 003 ds.Kuwon kec.Karas kab.Magetan ini seringkali harus pinjam tetangganya jika menebus beras jatahnya,, karena ia sering tidak mempunyai uang.
Bahkan nasi yang dimasaknya itu biasa dimakan dengan tanpa lauk.
.
.
Sumber : @arifwitanto

#Repost @faktanyagoogle (@get_repost)
・・・
Istilah “Guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa” bukan jadi hal asing di telinga kita. Dari sekolah dasar bahkan sampai ke bangku kuliahkita selalu di ajar dan di bimbing oleh guru.
.
Jasa para guru mendidik dan menjadikan para generasi bangsa menjadi pribadi yang pintar dan berakhlak mulia sungguh terhitung besarnya. Maka, pantas jika mereka kemudian dianugrahi sebutan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.
.
Seperti postingan salah satu pengguna Facebook lis Astuti. Ia sempat mengabadikan moment para guru, dalam foto yang di unggahnya nampak seorang guru yang sedang duduk termenung di antara deretan guru yang lain, sepertinya bapak tersebut merupakan guru yang paling senior di antara yang lain. Tidak diketahui apa yang sedang dilakukan para guru itu, namun melihat foto itu mengingatkan kita betapa beratnya perjuangan seorang guru.
.
Sumber: tribunnews
Follow @inovatips l @catatanfilm
Follow @video.masak l @indo_psikologi

#Repost @infoanda (@get_repost)
・・・
Disaat segelintir orang menjadikan kekurangan untuk meminta belas kasihan, sangat berbeda dengan pria ini.

Meski matanya buta, pria tersebut tak mau menjadi pengemis. Ia menghidupi diri dengan berjualan majalah.
Kisahnya dibagikan seorang netizen bernama Sherena Lee.
Lee menceritakan pria yang dipanggil 'Uncle Loke' atau 'Paman Loke' itu tidak berkeliaran di jalan raya di Malaysia.

Dengan kondisi mata yang tidak bisa melihat, dia hanya menghampiri mobil-mobil yang parkir di pinggir jalan. Lalu menawarkan majalah pada pengemudi dan penumpang.
Ia berjalan terseok sendirian tanpa pembimbing. Lee menyebutnya seorang pejuang yang mandiri.

Saat itu Lee bersama seorang teman. Mereka membeli majalah yang ditawarkan. Paman Loke menjadi gembira dagangannya laku sehingga dia pun bisa beristirahat.

Tapi melihatnya, Lee malah iba. Dia dan seorang teman mengajak Paman Loke untuk makan dan minum ke warung terdekat.
Pria itu menolak dengan alasan sudah sangat berterimakasih Lee mau membeli majalah yang dijualnya.

Ia mengatakan dia tidak lapar. Tapi Lee tetap membelikan sebab dia yakin pria itu pasti lapar.

Ia dan temannya meninggalkan makanan tersebut padanya. Ketika mereka beranjak pergi dan memperhatikan dari jauh, ternyata pria tua itu menyantap makanan tersebut dengan lahap.
Hati Lee merasa tersentuh karena Paman Loke berusaha agar orang lain tidak mengasihinya. Walaupun faktanya dia sangat kelaparan.
Pria tua itu tidak tahu jika Lee memperhatikannya dari jauh saat menyantap makanan yang dibelikan. "Terima kasih Paman Loke karena telah mengingatkan kami untuk menjadi - Seorang pejuang. Tak Peduli betapa kerasnya hidup. Kami harus berpikir positif dan terus maju. - Bersyukur atas apa yang kami punya," sebut Lee dilansir World of Buzz.
.
.
👇👇👇
Follow patner kita
@infoanda .
@infoheboh .
@hotmedsos .
@wowrame .
@viraltawa .
👇👇👇 Follow, Like, komentar dan tag temanmu untuk ikut bersama kita guys! @infoanda

#infoanda #hotmedsos #infoheboh #kabarutama #infosigap #viraltawa #wowrame #trending #amazing #indovidgram #dagelan #ngakakkocak #memecomicindonesia

#Repost @indozone.id (@get_repost)
・・・
Wajah berkeriput Sudarmi (73) berseri-seri saat seorang pengendara sepeda motor enggan menerima uang kembalian atas jasa Sudarmi memompa ban. Dia pun sempat melafalkan doa untuk si pengendara itu sebelum mesin kendaraannya dinyalakan.

Darmi, demikian dia akrab disapa, berucap syukur atas rezeki yang diterimanya.

"Uangnya Rp 2.000, padahal ongkosnya cuma Rp 1.000. Tapi saya kembalikan tidak mau, alhamdulillah terima kasih," kata Darmi.

Lapak tambal ban Darmi di Jalan Stadion Selatan, Semarang Tengah, hanya seluas sekitar 2m x 6m. Beberapa bagian bangunan berbahan kayu dan bambu itu telah lapuk.

Di gubuk itu, perempuan renta tersebut biasa duduk beralas tikar berlantai tanah, sambil menunggu orang yang memerlukan jasanya. Di hadapannya, terdapat tumpukan ban sepeda motor bekas, juga perlengkapan menambal, dan sebuah kaleng bekas berisi uang receh.

Darmi mulai berjuang seorang diri setelah suaminya wafat, empat tahun silam.

"Saya dan suami saya sudah 35 tahun bekerja di sini. Dulu waktu suami saya masih hidup, saya hanya membantu. Suami saya yang menambal," kata Darmi sambil menunjukkan KTP almarhum suaminya yang tersimpan rapi di dompet.

Kendati usianya lanjut, dia mengaku tenaganya masih kuat untuk sekadar mengganti atau menambal ban. Namun, untuk pekerjaan yang membutuhkan energi lebih dari itu, Darmi enggan memaksa.

Meski kondisinya memprihatinkan, Darmi mengaku sempat beberapa kali tak dibayar oleh orang yang telah memakai jasanya. Darmi pun mengaku beberapa kali mengikhlaskan bensin dagangannya untuk orang yang kehabisan bahan bakar.

Sebetulnya, kata Darmi, anak-anaknya telah melarangnya bekerja dan menyuruhnya beristirahat di rumah. Namun, selama dia sehat serta tenaganya masih kuat, Darmi enggan berpangku tangan.

"Daripada menganggur cuma makan dan tidur, lebih baik saya bekerja, bisa bantu anak cucu," kata dia.

Minah, warga sekitar, merasa iba melihat Darmi bekerja pada usianya yang renta. Menurut Minah, sudah selayaknya Darmi menikmati masa tuanya di rumah dan meninggalkan pekerjaan berat. Namun, di sisi lain, dia mengaku salut sekaligus terharu melihat semangat dan prjuangan Darmi untuk memperoleh rzki

#Repost @indozone.id (@get_repost)
・・・
Walaupun telah sepuh, namun ia berusaha kuat mencari pekerjaan agar memperoleh uang untuk makan setiap harinya.

“Di sini tinggal sendirian, anak sudah tidak ada, saudara juga tidak ada. Mau paksa bagaimana sudah tidak ada, ya tidak usah makan, minum air saja. Kadang makan daun saja dengan garam,” kata Nenek Julaeha saat dijumpai di rumahnya, Rabu (27/12/2017).

Nenek Julaeha berasal dari Desa Sumber Suko, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Ia ikut tetangganya ke Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, ketika tetangga mengikuti program transmigrasi pada tahun 1992.

Seiring dengan waktu, tetangganya kembali ke daerah asalnya dan meninggal. Lalu Nenek Julaeha menjadi seorang diri di Kabupaten Buton. Untuk bertahan, ia berusaha mencari pekerjaan serabutan.

Kini, umurnya sudah semakin tua, dan badannya sudah mulai sakit-sakitan, sehingga ia hanya pasrah dan terbaring di dalam gubuk miliknya yang sudah reyot di Desa Siotapina, Kecamatan Ambuau, Kabupaten Buton.

Terkadang ada warga yang mengasihaninya dengan memberikan pekerjaan mengupas ubi dan diberi uang sebesar Rp 5.000. Uang tersebut langsung dibelikan beras.

“Kehidupan sehari-hari tidak ada beras. Dikasih uang Rp 2.000 oleh orang, cuma beli kopi saja. Kalau sudah minum kopi sudah kenyang. Jadi kadang tidak makan tiga hari atau dua hari. Kalau tidak makan, saya sakit perut, tidak ada anak-anak di sini, saudara tidak ada, orangtua tidak ada juga, ya diam saja,” tuturnya

Sementara itu, Kepala Desa Siotapina, La Nelo mengatakan, sebelum mempunyai rumah, Nenek Jualeha tinggal di kebun orang setelah ditinggal pergi tetangganya.

“Kebetulan ada tanah sisa dari dari HPL transmigrasi kita programkan untuk nenek tersebut, dan hibahkan tanah seluas 25 x 20 meter,” ucap La Nelo.

Ia menambahkan, warga Desa Siotapina bergotong royong membangunkan rumah seadanya dari papan kayu dan tripleks dengan lantai rumah dari tanah. (Source: Kompas)

Follow, like, komentar dan tag temanmu untuk ikut bersama kita guys! #kamuharustau #indozone
➖➖➖
#indonesia #jakarta #medan #surabaya #bandung #jogja #makassar #bali #aceh #papua #kalimantan #sulawesi #video #indovidgram #love

#Repost @cakbudi_ (@get_repost)
SEPERTI APAKAH HARI TUA KITA KELAK? APAKAH SEPERTI NENEK INI ATAU SEPERTI APA KITA PUN TIDAK TAHU,,,,😭😭😭😭 KITA YANG MASIH PUNYA ORANG TUA, JANGAN PERNAH SIA-SIAKAN MEREKA!!
MULIAKANLAH MEREKA, KITA AKAN MENYESAL SETELAH KEDUANYA TELAH TIADA😭😭😭😭😭😭 MAK AMAH nenek renta yang hidup sebatang kara, jalanpun sudah sangat susah membungkuk dengan setengah merangkak, bicara juga susah, lengkap sudah penderitaan Mak Amah diaaat usia sudah senja tiada siapapun berada di samapingnya. ALLAH MAHA BAIK SEMOGA SELALU MEMBERIKAN NAUNGAN, SERTA KEBAHAGIAAN BUAT MAK AMAH😭😭😭😭😭
TERKADANG YANG MEREKA INGINKAN DARI KITA BUKAN BAWAAN APA-APA..MELAINKAN SECAWAN CINTA, YANG MENGHIDUPKAN SENYUM YANG TELAH LAMA TAK MENYALA..😊
#bandung
Alhamdulillah seharian menemani Mak Amah bahagia dan haru jadi satu, karena bisa melihat beliau tersenyum, semoga beliau senantiasa dalam lindungan-Nya, sehat selalu dan panjang umur, Aamiin Aamiin ya Rabbal'alamiin .
BERBUAT BAIK DAN MENOLONG ORANG ITU TIDAK HARUS MENUNGGU KAYA, BERBUAT BAIKLAH SEKECIL APAPUN SEKARANG JUGA!
JADIKAN DIRI INI LEBIH BERARTI DENGAN SELALU PEDULI TERHADAP SESAMA!
Alamat Mak Amah : Kp pamentasan, desa lebakmuncang kec ciwidey, Bandung - Jabar.

#Repost @green.rose1411 (@get_repost)
・・・
Repost @rendra_hood:
Siang ini saya berburu (Nglarisin ) wanita2 tangguh yang berjualan di Sekaten.
Saya penasaran rasanya kinang 😂😂😂 kenapa simbah2 pada nginang.
Saya cobain Rasanya GETIR iya seperti saat kamu Diemin aku dek ... 😁😁😁 Cobain bun @green.rose1411 nduk @viaeleazar biar kamu tangguh rasakan kepahitan hidup,koe juga jem @wiwinwinnie ben Bakoh ngadepi mantan ckckckck

#Repost @prastika.dita (@get_repost)
・・・
#Repost from @infocegatansolo ... SIMBAH INI TIDAK PERNAH MENGAKU MISKIN

Ketika yang lain pada berebut mendapatkan bantuan dengan berpura pura jadi orang miskin, namun di ujung timur Trenggalek tepatnya di RT.05 RW.01 Desa Sumberejo Kecamatan Durenan, mbah Sumi ini justru "nrimo ing pandum" dan tidak berharap dapat bantuan.

Simbah yang rumahnya reot ini justru menolak ketika ditawari bantuan oleh pasukan pink untuk mendapatkan haknya padahal jelas jelas simbah yang satu ini kondisinya miskin dan sangat layak untuk mendapatkan bantuan dan fasilitas seperti bedah Rumah,KIS atau kartu penjaminan Sosial.

Pasukan pink task force Gertak turun ke rumah mbah Sumi ini setelah mendapatkan laporan Warga ,menindaklanjuti dengan melakukan survey ke TKP dengan maksut nantinya akan memberikan bantuan Bedah Rumah, menguruskan Kartu Indonesia Sehat (KIS)atau memberikan biaya hidup melalui Kartu Penjaminan Sosial.
Anehnya Simbah yang sehari hari menjadi pemulung dan terkadang meminta minta ini justru menolak dengan halus.

Mungkin kejadian ini janggal terdengar di telinga kita, dimana biasanya ketika ada Bantuan dari pemerintah banyak yang mengaku miskin bahkan menyembunyikan kekayaannya agar bisa terdaftar sebagai warga miskin,dengan harapan bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Namun gaya "memiskinkan diri" ini tidak berlaku bagi mbah sumi. "nrimo ing pandum,bersyukur atas rezeki yang diberikan oleh Alloh SWT merupakan ketauladanan yang layak diapresiasi.

Apabila anda orang mampu atau kaya namun mengaku miskin dengan harapan demi mendapatkan bantuan pemerintah maka malulah pada sosok mbah Sumi ini.
"jangan ambil hak orang lain,dahulukan mereka yang paling membutuhkan diantara kita"

#taskforce
#GERTAK
#INFO_SEPUTAR_TRENGGLEK
#IKATAN_SEDULUR_TRENGGALEK

#Repost @prastika.dita (@get_repost)
・・・
""SEBAGIAN ATAP RUMAH,,KASINAH,,SUDAH AMBRUK,,KARENA LAPUK DIMAKAN USIA,,.""DIKHAWATIRKAN ATAPNYA YANG MASIH ADA,,BISA RUNTUH,,SEWAKTU_WAKTU,,."" Kasinah tinggal sendirian saja dirumahnya yang sudah reot serta sebagian atap rumahnya sudah ambruk karena lapuk dimakan usia.

Suaminya sudah lama meninggal_dunia karena usia yang sudah tua juga.

Dari perkawinannya meraka berdua tidak dikarunia anak.

Kasinah tinggal di dsn.Rukem rt 18 rw 06 ds.Bayem kec.Kasembon kab.Malang.

Rumahnya yang sudah reot itu mengkhawatirkan untuk ditinggali karena kayu_kayunya sudah lapuk semua sehingga dikhawatirkan atapnya yang tersisa juga itu runtuh sewaktu-waktu.

Apalagi saat_ini musim penghujan mulai turun.
Kasinah yang jalannya sudah membungkuk ini takut jika harus tidur dirumahnya,,sehingga jika malam hari ia harus numpang tidur dirumah tetangganya.

#Repost @prastika.dita (@get_repost)
・・・
#BANTUSHARE
#COMUNITASBERBAGI

Namanya Mbah Pupon usia 80'an. Beliau tinggal didesa Jetis Kulon RT. 03 RW. 06, Jetis, Jaten, Karanganyar. Beliau hidup seorang diri diusia senjanya. Kini pendengaran beliau sudah mulai menurun, dan nafas didadanya terasa berat. Namun langkah kaki beliau masih kuat. Beliau menumpang hidup ditempat saudaranya diruangan yang tak begitu luas. Untuk menyambung kehidupan sehari2 beliau tidak menggantungkan hidup pada saudaranya. Hanya terkadang jika beliau tidak sehat dan tidak ada bahan untuk dimasak beliau meminta pada saudaranya. Beliau begitu mandiri diusia senjanya masih bisa melakukan aktivitas sehari2 layaknya orang muda dan sehat.

Mari bersilaturahmi kegubuk Mbah Pupon, dan jadilah donatur untuk meringankan biaya hidup Mbah Pupon. Kirimkan donasi anda ke Rekening 3107-01-017219-53-8.
An Comunitas Berbagi
Semoga donasi yang anda salurkan untuk Mbah Pupon menjadi ladang amal ibadah anda. Aamiin 😊
Konfirmasikan donasi anda ke nomor wa 087736157828
#SemangatSedekah
#semangatberbagi
#pedulisesama
#sukoharjo
#karanganyar

#Repost @smart.gram (@get_repost)
・・・
Dikutip brilio.net dari viral4real, seorang nenek paruh baya di Filipina menjual ayam peliharaannya demi mencukupi kebutuhan cucunya yang masih kecil. Diketahui ayah dari cucunya tersebut sudah wafat, sedangkan ibunya pindah ke Manila untuk bekerja. Akan tetapi uang yang diberikan sang ibu untuk anaknya tidak cukup untuk membiayai hidup mereka.
Kisah perjuangan nenek yang diketahui bernama Marcela ini dikisahkan oleh seorang perempuan yang bertemu dengan sang nenek di pagi hari. Ia juga bercerita bahwa sang nenek menjual apapun untuk biaya hidup dirinya sendiri dan tentu saja cucunya.
Setiap hari, nenek Marcela berjalan dengan jarak yang sangat jauh sambil membawa buah dan sayuran. Barang dagangannya ia tawarkan ke siapapun yang ditemuinya di jalan.
Karena usianya yang sudah tua dan tidak kuat bekerja, ia juga menjual ayam satu-satunya yang masih hidup di rumahnya. Untungnya, perempuan yang rumahnya didatangi nenek tersebut membeli seekor ayam dan memberi sang nenek bahan makanan dan uang.
.
TERIMA KASIH SUDAH MELIHAT, MEMBACA & MENYUKAI :D
.
#jadingerti #info #nenek #jual #ayam #cucu #faktaunik #smart #sedih #Banyumas #Banjarnegara #kepulauanseribu #Jakarta #Tasikmalaya #Sukabumi #Depok #Cirebon #Cimahi #Bandung #Bogor #Bekasi #Sumedang #Subang #Majalengka #Kuningan #Karawang #Indramayu #Garut #Cianjur

Most Popular Instagram Hashtags