khofifah.ip khofifah.ip

419 posts   14431 followers   1 followings

khofifah indar parawansa  Menteri Sosial Republik Indonesia Ketum PP Muslimat Nahdlatul Ulama

(22 Mei 2017)
Disela-sela kunjungan kerja di Kab.Tuban, Jawa Timur, Mensos Khofifah melakukan ziarah ke makam Sunan Bonang.

Ziarah dilakukan usai meninjau proses pencairan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Pendopo Kabupaten Tuban, Senin (22/5) yang berlokasi sekitar 500 meter dari komplek makam sunan bonang.

Komplek makam Sunan Bonang ini merupakan salah satu destinasi unggulan wisata di Jawa Timur. Semua fasilitas dan pelayanan tersedia. Mulai dari pedagangnya, area pejalan kaki yang lebar dan teduh, area parkir yang memadai, tempat istirahat, tempat makan, tempat salat semuanya nyaman dan bersih, semua ditata dengan sangat baik.

Sunan Bonang adalah salah satu walisongo yang merupakan putra Sunan Ampel buah perkawinannya dengan Nyai Ageng Manila, seorang putri dari Arya Teja, salah seorang Tumenggung dari kerajaan Majapahit yang berkuasa di Tuban. Sunan Bonang sangat menjaga toleransi, budaya, dan kearifan lokal dalam menjalankan dakwah.
Hal ini dibuktikan dengan salah satu warisan budaya yang dibawa oleh Sunan Bonang adalah prasasti Kalpataru yg menunjukkan kearifan lokal. Pada saat itu ada komplek sekitar alun alun dimana berbagai agama Samawi dan agama lokal bisa hidup berdampingan secara damai. Khofifah Berharap kita semua belajar dari para wali seperti Sunan Bonang.

Lagu : Cak Nun dan Kiai Kanjeng - Tombo Ati

(Bandung, minggu, 21 Mei 2017)
Ribuan tamu undangan memadati Gebyar Imtihan Seabad Pondok Pesantren Sukamiskin, Bandung. Dalam kesempatan tersebut Mensos Khofifah mengingatkan agar Pondok Pesantren menjadi pusat pembelajaran dan penguatan hubbul wathon minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman). Dengan demikian, penguatan pelajaran agama Islam akan berseiring dengan penguatan cinta tanah air.
Khofifah menuturkan, kekuatan semangat bela Islam hendaknya seirama dengan semangat bela negara. Jika Metode ini diterapkan maka dinilai dapat menderadikalisasi paham-paham yang berseberangan dengan Pancasila.

Cinta NKRI harus tegak lurus dan Ponpes punya peran penting pada masa perjuangan dan revolusi kemerdekaan , maka ponpes memiliki kemampuan sekaligus kepentingan untuk menjaga keutuhan NKRI.
Peran Ponpes sangat besar dalam perjuangan mewujudkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Setelah merdeka, perannya bertambah karena juga bertugas membentuk karakter bangsa, dengan latar belakang keberagaman etnis dan kemajemukan keyakinan.

Menerima penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2017 yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) di Gelora Joko Samudro, Gresik, Sabtu malam (20/5). Program kementerian sosial yang berhasil meraih penghargaan yakni Rehabilitasi Sosial Luar Panti bagi Gelandangan dan Pengemis di Masyarakat (RISOL GEPENG MAS). Program ini diprakarsai Panti Sosial Bina Karya Pangudi Luhur Bekasi yang merupakan UPT di bawah Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial.

Inovasi yang dilakukan Kemensos ini menjadi cara untuk mendorong percepatan pembangunan secara efektif dan efisien, khususnya dalam upaya menyelesaikan berbagai permasalahan sosial kemasyarakatan.

Program inovatif “Risol Gepeng Mas” merupakan alternatif untuk memberikan jawaban terhadap terbatasnya daya tampung pelayanan dalam panti yang dapat diberikan Kementerian Sosial kepada gelandangan dan pengemis.
Program inovatif ini juga dinilai berhasil meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dan pemerintah daerah dalam menyelesaikan permasalahan sosial gelandangan dan pengemis. Permasalahan sosial tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah, butuh peran serta swasta dan masyarakat.

Kementerian Sosial bekerja sama dengan Tahir Foundation membangun gedung Pusat Penelitian dan Pelayanan Anak Jalanan senilai total Rp 100 miliar di tiga lokasi yakni Jakarta, Surabaya dan Medan. Penandatanganan kerja sama oleh Mensos Khofifah dengan Pendiri Tahir Foundation Dato' Sri Tahir berlangsung di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial, Jumat.

Penanganan anak jalanan merupakan tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemerintah baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, maka Kementerian Sosial menyambut baik langkah positif dari Tahir Foundation.

Pembangunan Gedung Pusat Penelitian dan Pelayanan Anak Jalanan ini sejalan dengan program Indonesia Bebas Anak Jalanan 2017 yang telah dicanangkan Kementerian Sosial. Program ini merupakan upaya yang terus menerus perlu dilakukan agar anak jalanan tidak lagi melakukan aktifitas ekonomi dan atau hidup di jalan.

Lagu : Nidji - Laskar Pelangi

Mensos Khofifah Membuka Rapat Koordinasi Nasional PKH 2017 wilayah Indonesia bagian barat di Jakarta, Kamis (18/5). Rakornas tersebut diikuti 409 peserta mewakili 21 propinsi.

Pemerintah di tahun 2017 mengalokasikan anggaran senilai Rp147 triliun untuk bansos yang masuk dalam 7 program prioritas nasional. Antara lain, Program Keluarga Harapan (PKH), Rastra, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Indonesia Pintar (PIP), Program Indonesia Sehat (PIS) dan Subsidi Energi (Listrik BBM, LPG) .

Jika semua bansos dapat terintegrasi penyalurannya maka setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan memperoleh bansos sekitar Rp. 750.000 / bulan atau memperoleh tambahan sekitar 40% dari pengeluaran minimal konsumsi per keluarga per bulan (Rp 1.835.000). Artinya nilai tersebut dapat memberikan jaminan untuk percepatan KPM dapat keluar dari perangkap kemiskinan selama ini dengan waktu yang lebih cepat

Kalau dulu jalan sendiri-sendiri, sekarang seluruh bansos akan terintegrasi dalam satu kartu yang memiliki banyak fitur. Lebih efektif dan efisien. Integrasi bantuan sosial (Bansos) pemerintah sangat efektif dalam menekan angka kemiskinan.

Lagu: Jangan Menyerah - d'masiv

(Merangin, 15 Mei 2017) Mensos Khofifah meresmikan Rumah Pintar bagi Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Sialang, Kecamatan Pamenang, Kabuparen Merangin. Rumah Pintar itu dibangun Kementerian Sosial bekerjasama dengan Pemda Merangin dan Satuan Brimob Polda Jambi. “Saya minta rumah pintar ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya agar saudara kita terutama anak- anak dari Suku Anak Dalam juga bisa mengakses pendidikan dengan baik,” tutur Khofifah.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah yang hadir bersama Gubernur Jambi Zumi Zola dan Bupati Merangin Al- Haris mengucapkan terimakasih atas peran serta Brimob Polda Jambi yang telah membantu terselenggaranya pendidikan bagi anak-anak Suku Anak Dalam. "Tidak sekadar menjaga keamanan, namun anggota Brimob ini juga mengajarkan anak-anak Suku Anak Dalam agar cakap membaca, menulis, dan berhitung," ujarnya.

Khofifah sempat melakukan tes kemampuan membaca huruf abjad dan angka, serta pemahaman anak-anaK SAD perihal binatang dan buah-buahan melalui alat peraga yang ada di dinding rumah pintar itu.

Rumah Pintar ini juga dilengkapi panel surya sebagai sumber energi listrik untuk penerangan. Beragam buku bacaan pun disediakan guna merangsang dan menumbuhkan semangat gemar membaca kepada anak-anak SAD.

Salah seorang anak, Janah (13) merasa gembira dengan keberadaan rumah pintar tersebut. Ia berjanji akan lebih giat lagi belajar demi menggapai cita-citanya menjadi seorang guru.

SAD di Kabupaten Merangin merupakan bagian dari 2.271 jiwa yang tersebar di 8 Kabupaten di Propinsi Jambi.

Lagu : Mari Membaca - Miqdad Prakoso

Sedikitnya 23 rumah kepala keluarga (KK) Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Pulau Lintang, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun, dan 18 KK SAD Desa Sialang, Kabupaten Merangin, Jambi kini dapat menikmati aliran listrik.
Energi yang berasal dari pembangkit listrik tenaga surya (solar cell) tersebut memiliki daya sebesar 400 Volt Ampere. Alat yang dipasang di setiap rumah itu mampu bertahan hingga 10 tahun. Listrik yang dihasilkan tidak akan membebani keluarga karena menggunakan cahaya matahari. Tidak perlu membayar setiap bulannya.

Kementerian Sosial menargetkan sebanyak 500 rumah Suku Anak Dalam teraliri listrik dalam program "Terangi Suku Anak Dalam, Orang Rimba, dan Komunitas Adat Terpencil" yang diinisiasi musisi AKON bersama Yayasan Dwiyuna Jaya Foundation.

Saya berharap masuknya listrik ke pemukiman mampu meningkatkan kesejahteraan warga SAD. Utamanya bagi anak sekolah yang bisa memanfaatkannya untuk belajar di malam hari.

Peringatan hari lanjut usia nasional (HLUN) 2017 di Kab.Merangin, Provinsi Jambi berlangsung semarak. Dalam peringatan ini saya mengingatkan bahwa Indonesia menuju negara  dalam kelompok berstruktur lansia (ageing population) sehingga harus disiapkan langkah-langkah strategis untuk antisipasi seiring dengan semakin meningkatnya populasi lansia.
Mengutip data dari Badan Pusat Statistik pada 2015 jumlah populasi lansia di Indonesia mencapai 25,48 juta jiwa setara dengan 8,03 persen dari seluruh penduduk Indonesia. Diperkirakan pada tahun 2025  jumlahnya akan mencapai 36 juta jiwa. Ini jumlah yang sangat besar.

Peningkatan jumlah lansia menunjukkan bahwa usia harapan hidup penduduk di Indonesia semakin tinggi dari tahun ke tahun. Karenanya, Kementerian Sosial melakukan sejumlah upaya untuk memberikan perlindungan sosial kepada lansia.

Salah satu upaya yang ditempuh adalah disahkannya Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Ramah Lanjut Usia. Dalam peraturan tersebut disebutkan tentang kriteria kawasan ramah lansia dari sisi ruang terbuka dan bangunannya, transportasi ramah lansia, pekerjaan ramah lansia, pelayanan kesehatan, serta perlunya pemda memiliki kebijakan kelanjutusiaan.

Meskipun Indonesia saat ini tengah menikmati bonus demografi, tetapi setiap tahun sekitar 2 ,3 juta penduduk masuk dalam struktur tua. Dengan struktur penduduk yang mengarah ke struktur tua maka hal-hal yang terkait perlindungan lansia, sarana dan prasarana yang ramah lansia harus disiapkan dari sekarang.

Berbagai persoalan bangsa dan perbedaan pendapat yang akhir-akhir ini mengemuka baik di media sosial maupun dalam kehidupan sosial politik kebangsaan memerlukan keikhlasan semua pihak agar dapat saling menghargai, menghormati, dan memperkuat persaudaraan agar tidak terjadi perpecahan.

Bangsa Indonesia menjadi besar seperti sekarang karena keragaman atau kebhinekaan yang kita jaga dan kita tempatkan sebagai potensi efektif bangsa. Dari dulu sampai sekarang perbedaan itu ada dan menjadi bagian dari kekayaan kearifan bangsa. Suku, agama, warna kulit, tradisi, bahasa dan perbedaan pendapat satu kelompok dengan yang lain dapat berjalan secara harmoni.

Mari perkuat persaudaraan dalam Islam dan perkuat persaudaraan kebangsaan. Serta persaudaraan sesama warga bangsa. Jangan mudah terprovokasi lantas mudah marah dan tersinggung. Jangan sampai khusnudzon (prasangka baik) tergeser menjadi suudzon (prasangka buruk). (Harlah Muslimat NU ke-71 di Mojokerto, Minggu, 14 Mei 2017)

Most Popular Instagram Hashtags