[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

khofifah.ip khofifah.ip

551 posts   38936 followers   1 followings

khofifah indar parawansa  Menteri Sosial Republik Indonesia Ketum PP Muslimat Nahdlatul Ulama

Hari ini saya bertemu dengan pengurus Forum sosial Napza di Kantor Kementerian Sosial, Rabu (18/10). Sebuah forum sosial yang dibentuk khusus membantu masyarakat dalam mencegah meluasnya peredaran narkotika sekaligus wadah komunikasi seluruh Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) tempat dimana korban penyalahguna narkoba direhabilitasi. Saat ini terdapat 160 lembaga IPWL di Indonesia.

Sebelumnya, pekan lalu di Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian - Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK - PTIK) Jakarta saya diundang oleh Organisasi BERSAMA untuk menjadi pembicara sekaligus membuka Seminar Gerakan Nasional Perang Melawan Narkoba. Dua agenda yang berbeda, namun punya semangat yang sama yakni mengangkat bendera perang melawan narkoba yang telah menjerat anak bangsa. Jangan sampai negara kalah dengan narkotika.

Tidak jarang, ada yang menganggap bahwa untuk apa Kemensos repot-repot mengurusi korban narkotika. Padahal, menurut UU No.35/2009 tentang Narkotika dan PP Nomor 25/2011 tentang Pelaksanaan Wajib Lapor Pecandu Narkotika jelas disebutkan bahwa Kementerian Sosial bertugas melakukan rehabilitasi sosial kepada mereka para pecandu, dan penyalahguna narkotika. Rehabilitasi yang dimaksud adalah proses pemulihan yang dilakukan secara terpadu baik secara fisik, mental maupun sosial agar bekas pecandu narkotika dapat kembali melaksanakan fungsi sosial dalam kehidupan masyarakat. Jadi, jangan sampai mereka (korban narkotika) terus menjadi pesakitan seumur hidup. Dan jangan sampai negara kalah melawan narkoba.

Muslimat NU inilah organisasi dimana saya digembleng kehidupan keagamaan, kemasyarakatan, dan kebangsaan dalam satu nafas pengabdian.

Sejak tahun 1992 saya mengawali mengabdi sebagai ketua bidang ekonomi dan koperasi. Saat ini saya mendapat mandat sebagai ketua umum Pimpinan Pusat Muslimat NU.

Bagi saya, Muslimat NU lebih dari sekedar organisasi sayap perempuan Nahdlatul Ulama, namun juga gerakan moderat perempuan Islam berbasis akar rumput dan massif.
Muslimat NU merupakan wadah perempuan Islam Indonesia agar produktif, mandiri, sejahtera dengan semangat religiusitas penuh persaudaraan. Perempuan akar rumput jangan terjebak dalam kesibukan-kesibukan pekerjaan domestik saja tetapi juga memiliki ruang untuk mengembangkan potensi, bakat dan minat yang dimiliki di ranah yang lebih luas yakni publik.

Kini, Muslimat NU menjelma menjadi "organisasi perempuan Islam terbesar di dunia" dengan jumlah anggota lebih 22 juta. Terdapat 34 Pimpinan Wilayah, 495 Pimpinan Cabang; 5224 Pimpinan Anak Cabang dan 36.000 Pimpinan Ranting.

Sabtu lalu (14/10) saya melantik lima yayasan yang dikelola Muslimat NU. Yaitu Yayasan Kesejateraan Muslimat NU (YKMNU), yang saat ini mengelola 74 rumah sakit dan klinik serta 154 panti asuhan. Saat ini yang cukup menonjol adalah klinik hemodialisis. Selanjutnya Yayasan Pendidikan Muslimat NU (YPMNU), yang saat ini mengelolah PAUD sekitar 6800 dan hampir 10 ribu TK dan RA serta 15.653 Taman Pendidikan Al- qur'an; juga Yayasan Haji Muslimat NU (YHMNU) yayasan Himpunan Daiyah yang saat ini mengelola lebih 56 ribu majelis ta'lim serta Koperasi An Nisa' yang saat ini telah menjadi satu dari empat induk koperasi perempuan di Indonesia. Saya bangga ikut tumbuh dan jadi bagian dalam barisan perempuan-perempuan NU yang selalu bekerja keras penuh ihlas melayani komunitas.

Tak ada hal yang paling membahagiakan bagi penyandang disabilitas rungu wicara selain bisa mendengarkan sekaligus me responnya seperti masyarakat lainnya. Harapan inilah yang coba diwujudkan Kementerian Sosial bersama Posko Perjuangan Rakyat (Pospera). Senin subuh (16/10) saya bertolak menuju Makassar guna memberikan 425 buah alat bantu dengar kepada para penyandang disabilitas rungu wicara. Dan akhirnya, senyum bahagia terpancar dari seluruh penerima bantuan. Tidak ada yang bisa menyembunyikannya.

Terima kasih kepada Pospera yang sudah menginisiasi program berbagi alat bantu dengar di berbagai daerah. Bantuan ini sangat bermanfaat mengingat keterbatasan kemampuan APBN menyediakan alat bantu dengar bagi penyandang disabilitas rungu wicara di Indonesia. Bayangkan saja, data Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015 menyebut ada 6,9 juta penyandang disabilitas rungu sedangkan kemampuan APBN hanya cukup 12.000 setahun. Data survey agustus 2017 baru 9 % yang terakses alat bantu dengar. Solusi efektif adalah dengan bergotong royong melalui alokasi anggaran propinsi dan kabupaten/kota serta melibatkan private sektor. Secara husus saya ingin mengajak kita semua memberikan akses dan kesetaraan perlakuan bagi penyandang disabilitas. Mereka tidak butuh belas kasihan tetapi mereka butuh kesamaan kesempatan dan kesetaraan perlakuan.

Untuk kesekian kali, saya ziarah ke Makam Bung Karno di Bendogerit, Sananwetan, Kota Blitar, Minggu (15/10).
Saya punya tradisi ziarah ke makam Bung Karno saat ada agenda di Blitar. Saya juga pernah diundang memberikan sambutan haul Bung Karno di gedung kompleks makam Bung Karno.

Bagi bangsa Indonesia Bung Karno lebih dari sekedar proklamator kemerdekaan Indonesia, Bung Karno merupakan sosok pemimpin yang sangat kuat mengobarkan semangat serta menyatukan tekad rakyat untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

Bung Karno mengajari bagaimana cara merajut ke-Indonesiaan ditengah berbagai perbedaan. Bung Karno juga lah yang mencontohkan bagaimana seharusnya seorang pemimpin bersikap dan berperilaku sehingga disegani oleh kawan maupun lawan. Lebih dari ini semua, bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai para pahlawannya. Itu pula yang menjadi dasar mengapa saya sering menerima kunjungan mahasiswa atau pelajar di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama.

"Menuntut ilmu boleh sampai ke ujung dunia, tapi jangan lupa pulang untuk mengabdikan dan mendedikasikan kompetensi kita untuk membangun Indonesia ". Ini adalah pesan saya kepada mahasiswa penerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan yang Kamis pagi (12/10). Sengaja saya menerima kedatangan mereka di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta. Di Kalibata, mereka melakukan tabur bunga di sejumlah makam pahlawan.

Saya menitipkan banyak harapan di pundak mereka sekembalinya ke tanah air nanti. Saya ingin mereka mengabdikan ilmunya kepada bangsa dan negara dengan sepenuh hati. Ikut berpartisipasi membangun Indonesia agar makin berdaya saing diantara negara lain di dunia dengan setumpuk ide, gagasan, dan inovasi di berbagai bidang. Selamat belajar wahai kusuma bangsa. Semoga sukses mencapai cita-cita mulia.

Lagu : Tanah Airku - Ibu Sud

Dalam berbagai kesempatan, saya kerap mengatakan bahwa miskin dan serba kekurangan bukan halangan untuk berprestasi dan sukses. Monica anak dari Ibu Purwati "Penjual Kopi Keliling" membuktikan hal tersebut. Asal semangat terus terjaga, prestasi bukan hal yang tidak mungkin untuk dicapai. Dan, Rabu kemarin (11/10) saya bertemu langsung dengan Ibunda Monica di RPSA Bambu Apus milik Kementerian Sosial.

Monica sendiri adalah anak ketiga Purwati. Bocah itu lulus seleksi untuk berangkat ke Kanada setelah mengirimkan artikel tentang mengakhiri kekerasan anak. Monica mendapat undangan pertemuan The WHO 8th Milestone of Global Campaign for Violence Prevention, di Ottawa, Canada pada 19-20 Oktober 2017. Pertemuan itu akan dihadiri oleh perwakilan anak, pemerintah, NGO (non-governmental organization/lembaga swadaya masayarakat) sedunia. Keren bukan ? Ayo tetap semangat dan kerja keras untuk meraih sukses di masa depan.

Butuh perjuangan lebih untuk bisa mencapai titik bencana longsor di Desa Kalijati, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran. Saya harus berganti mobil double cabin sampai akhirnya jalanan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.

Oleh Kapolsek Sidamulih, saya dibonceng menggunakan motor dinas trail miliknya. Jalan yang dilalui cukup terjal, licin, dan sempit. Alhamdulillah, akhirnya saya dan rombongan dapat menemui masyarakat terdampak longsor. Kedatangan saya juga untuk menyampaikan santunan kematian bagi empat warga setempat yang meninggal dunia.

Secara pribadi, saya ikut berbelasungkawa atas kejadian tersebut. Semoga korban meninggal diberikan tempat terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran,  kekuatan dan ketabahan. Aamiin... Dan, bagi masyarakat Pangandaran Ayoo segera bangkit dan membangun kewaspadaan mengingat beberapa wilayahnya memang potensi terkena banjir dan longsor. Insya Allah, akan selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian. Mari terus berbenah dan saling menyemangati menatap masa depan dengan penuh harapan.

Bulan September - Oktober merupakan Bulan Bakti Karang Taruna. Sayapun menghadirinya di beberapa daerah, antara lain saat Jambore Karang Taruna di Lapangan Sambungrejo Kecamatan Sukodono Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (7/10). Kesempatan tersebut saya gunakan untuk memompa semangat pemuda pemudi yang berhimpun dalam Karang Taruna untuk ikut ambil bagian dalam perubahan sosial.

Karena bagi saya, tidak ada alasan pemuda untuk duduk diam, bermalas-malasan, dan sekedar menjadi penonton dalam pembangunan du daerahnya. Sebaliknya, pemuda, hususnya Karang Taruna harus menjadi pelopor sekaligus motor penggerak pembangunan daerah. Termasuk di tingkat pedesaan. Ayo, saatnya pemuda Indonesia beraksi. Karena masa muda waktunya berkarya, waktunya bergerak. Dalam pergaulan global, jangan pernah merasa minder dan takut bersaing. Selalu tampil percaya diri sehingga mampu memenangi peradaban dunia.

Masih ada orangtua yang menganggap memasukkan anak ke PAUD cuma pemborosan. Mereka belum mengetahui bahwa usian 0-5 tahun merupakan masa emas atau dikenal golden age. PAUD dapat memberikan manfaat yang nyata terhadap perkembangan kecerdasan dan karakter serta akhlak anak. Lewat PAUD, anak-anak diajarkan kejujuran, disiplin, cinta sesama, toleransi, juga cinta tanah air. Menurut saya, ini akan menjadi pondasi awal saat mereka mulai memasuki fase pendidikan formal dan beranjak dewasa.

Hal ini saya buktikan saat berkunjung ke PAUD An-nur Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Jum'at (6/10). Oleh karena itu, buat ibu-ibu jangan ragu untuk memasukkan buah hatinya ke lembaga pendidikan PAUD. Meskipun ibu adalah pendidik utama dan pertama bagi anak, namun apa yang diajarkan di PAUD mampu menciptakan mindset positif anak dalam berinteraksi dan membangun hubungan sosial di luar keluarga dengan baik.

Memberikan kejutan di hari ulang tahun sejumlah staf menjadi kegembiraan tersendiri buat saya. Ini bagian dari rasa terimakasih saya atas semua bantuan dan dedikasi mereka dalam bekerja. Tanpa mereka, pekerjaan saya pun tidak akan lancar dan selesai dengan baik.

Awal Oktober ini, tiga hari berturut-turut saya menyiapkan kue ulang tahun, ikut bernyanyi "selamat ulang tahun", dan menyantap kue tart bersama. Mereka adalah Candra (sespri) , Sari (protokol) Rosmini ( adc) dan Hariyanto (security). Berturut-turut tanggal 4, 5 dan 6 Oktober. Barakallah Fii Umrik... Selamat ulang tahun semua, semoga panjang umur, sehat selalu, dimurahkan rezeki, dan bahagia dunia akhirat. Aamiin

Lagu : Selamat Ulang Tahun (Youtube: Lagu Anak TV)

Hari Jum'at (6/10) kemarin saya bertemu dengan masyarakat budaya dayak perbatasan di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Di luar dugaan ternyata mereka mengenali saya sebagai Menteri Sosial. Merekapun mengalunglungkan mote has suku Dayak ke leher saya dan berpesan agar tidak dilepas sampai pesan mereka kepada Bapak Presiden tersampaikan bahwa mereka datang jauh dari perbatasan terluar ingin bertatap muka dengan Presiden. Mereka di titik terluar perbatasan Nunukan dengan Sabah - Malaysia . Luar biasa perjuangan mereka untuk bisa bertatap muka dengan Presiden @jokowi yang hari itu berkunjung ke Kalimantan Utara guna menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Sungguh antusiasme yang luar biasa ditunjukkan rakyat tapal perbatasan. Mereka inilah penjaga sipil patok perbatasan negara kita dengan Malaysia.

Lewat akun ini, saya ingin bercerita bahwa di beranda terdepan negeri, kita mempunyai banyak orang-orang yang mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi. Meskipun mereka hidup dalam kondisi serba terbatas dan kadang harus bergantung pasokan dari negeri tetangga, namun cinta mereka pada Indonesia sudah mengalir dalam darah. Bagi mereka "NKRI Harga Mati !!! Merah Putih dan Burung Garuda Selalu di Dada". Doakan tangan pemerintahan ini bisa menembus batas-batas yang selama ini belum sempat terjamah dengan maksimal.

Dirgahayu TNI Ke 72. Selamat untuk seluruh prajurit dimanapun berada. Tetap semangat menjaga keutuhan NKRI dengan memegang teguh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Semoga TNI semakin profesional, kuat, hebat, dan terus berjaya di darat, laut maupun udara. Tentunya, semakin mencintai dan dicintai oleh rakyat Indonesia. Aamiin..Terima kasih seluruh prajurit TNI yang secara profesional telah menjaga kedaulatan NKRI.

Lagu : Bagimu Negeri - Kusbini

Most Popular Instagram Hashtags