[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

kangrendy kangrendy

667 posts   20084 followers   4935 followings

Rendy Saputra  KeKe Group - Executive Producer Film Cinta Dua Kodi - Owner Inspira Pictures - Social Activist - manager : 081290995464 (Rangga)

http://www.keke.co.id/

Influence...

Adalah Wiwin Supiyah. Wanita yang ditakdirkan langit untuk membersamai sosok Dewa yang penuh badai ujian.

Adalah Wiwin Supiyah. Wanita yang diperankan semesta untuk menjalani apa yang tidak akan pernah dibayangkan oleh seorang wanita.

Adalah wiwin Supiyah. Sosok wanita yang kemudian menjadi teman batin seorang Dewa. Yang penuh gundah, penuh guncangan, penuh cobaan, penuh terpaan.

Ada sejuta alasan bagi Wiwin untuk meninggalkan Dewa.
Ada setumpuk pembenaran bagi Wiwin untuk berpisah dengan suami "junior" yang penuh badai ini.
Ada sekuintal data riset ilmiah, yang menunjukkan bahwa masalah keuangan yang dihadapi Dewa tidak akan ada solusinya.

Tetapi seorang Wiwin memilih untuk tetap tegar.
Tetapi seorang Wiwin memilih untuk tetap bersama.
Tetapi seorang Wiwin memilih untuk menerima.

Itulah Bidadari untuk Dewa. Bukan cuma pada maslaah keuangan, Saya menjadi saksi mata tentang bagaimana Wiwin berjuang menemani kesembuhan Dewa saat terkena GBS.

Berbulan bulan di Rumah Sakit tentu tidak mudah bagi seorang Wiwin. Tidur di lorong rumah sakit. Harus keluar masuk ICU ketika Dewa kritis. Menemani Dewa cuci plasma. Dan tagihan rumah sakit yang menembus angka lebih dari setengah miliar.

Bidadari ini terus berdoa, terus menemani. Wiwin menelpon satu demi satu Sahabat Dewa saat beliau kritis. Saat itu Saya berada di Canbera, hanya mampu mendengar isak tangis seorang Bidadari yang memohon doa dan maaf bagi sang Suami. Dramatis banget.

Itulah Wiwin Supiyah. Bidadari yang kini secara sederhana mendampingi seorang sosok yang hari ini telah mencapai apa yang dahulu Saya pun tidak membayangkan.
Klasik memang : disamping sosok yang besar, ada seorang wanita kuat yang menemani. ***** Kisah mereka kemudian dinovelkan. Gak sembarangan, yang menulis adalah seorang Novelis hebat Asma Nadia. Dan konon, ini Novel paling tebal yang pernah ditulis oleh Mbak Asma. Nampaknya, seorang Asma pun harus terbawa dalam kisah epic sepasang insan ini.

Saya meyakini, bahwa hadirnya Novel ini di kehidupan Anda bukanlah sebuah kebetulan. Bagi Saya, hadirnya Novel ini di kehidupan adalah jawaban dari berbagai doa yang Anda panjatkan.

Teruntuk para suami... #ParaIstriDilarangBaca

Ada kalanya memang, terkadang yang kita lakukan selalu salah. Rasanya kita sudah melakukan yang terbaik, tapi ujungnya salah lagi... salah lagi... Ada kalanya perjuangan yang kita lakukan sepi apresiasi. Bukannya diapresiasi, malah mungkin di kritisi tanpa amnesti. Awalnya sakit sekali... lama kelamaan tidak berasa lagi... karena lukanya sudah tembus jaringan epidermis.. hahahaha... Ada kalanya keputusan yang kita ambil diungkit salahnya. Padahal waktu itu dia bilang "terserah". Disitulah kita merasa ingin lari pantai kemudian berteriak sepi. Gaduh. Pecahkan saja gelasnya. Biar ramai.

Ada kalanya kalanya bilang gemukan dianggap salah lihat, bilang kurusan dianggap tidak memperhatikan dengan baik. Hahaha... lalu kita diminta merancang sebuah jawaban moderat atas pertanyaan dirinya tentang kondisi tubuh... sungguh repot... Ada kalanya.. ada kalanya.. ada kalanya... kita sebagai suami diminta meningkatkan dosis sabar hingga melebihi ambang batas saturasi. Abaikan sudah jenuh, abaikan endapan yang ada. Tambah terus sabarnya.

Sahabat suami se Nusantara....ketika hal tersebut terjadi... Ingatlah ketika dia menerima kita apa adanya, sebuah keputusan beresiko diambil, memilih kita untuk menjadi Imam mereka, dikala portofolio hidup kita masih mengkhawatirkan. Ini seperti membeli saham perusahaan yang masih kandas berhutang, terpuruk di lantai bursa.
Ingatlah ketika dia bersabar memahami kekurangan diri kita. Bersabar atas rumah kontrakan yang tidak proper. Bersabar atas kendaraan terbuka yang ramah angin dan hujan. Bersabar atas uang belanja yang naik turun menukik seperti roller coaster.
Ingatlah ketika tubuhnya harus menjadi tempat tumbuh anak tercinta. 9 bulan gak enak perasaan. Gak enak tidur. Gak enak makan. Gak enak bergerak. Sementara kita bisa mendengkur pulas terbius total tanpa terganggu apapun. Gempa 11 skala richter pun nampak tidak sanggup menjeda pulas.

Ingatlah ketika dia bersabar menunggu di rumah, memasak makanan yang akhirnya kita tidak habiskan, gegara kurang ini dan itu. Ingatlah ketika ia harus berjibaku dengan cucian segunung jaya wijaya, mencuci dan mensetrika, seakan tiada habisnya.

Memilih sosok yang kuat memerankan Bunda Tika. Dari awal Saya sudah cocok dengan sosok Acha. Pembawaan karakternya yang kuat, apalagi kalo sudah acting ngamuk.. terasa banget ke hati. Itu yang Saya rasakan pada film Sabtu Bersama Bapak.

Tetapi proses pemilihan pemain berkata lain. Saat story ini didevelop, Acha menikah di Sidney. Konon, Acha sudah tidak lagi bermain film. Ingin fokus ke keluarga. Job shooting pun memang sudah di off.

Saya dan tim pun berkelana ke beberapa artis wanita papan atas yang setara dengan acha. Jadwalnya liar biasa susah. Si A bisa, tapi si B sebagai aktor gal bisa. Begitu seterusnya.

Hingga keajaiban terjadi. Acha dan Ario sama-sama menyanggupi shooting di sebuah lini tanggal yang sama. 15 hari reading + 15 hari shooting... sebuah proses ajaib yang menurut Saya terencana langsung dari langit. Kami gak begitu banyak campur tangan.

Cinta itu diperjuangkan... Namanya juga hubungan sepasang manusia, pastilah terkadang terjadi salah faham, perselisihan dan ketidak sesuaian rasa.

Keharmonisan bukan paket hadiah yang otomatis turun dari langit, ia adalah sesuatu yang harus diperjuangkan.

Ini mirip seperti ujian tingkat pada proses pendidikan, ketika bisa dilalui, maka akan naik tingkat... terus dan terus... Sebuah keluarga harmonis dan produktif adalah hasil dari perjuangan.

Perjuangan untuk saling memahami.
Perjuangan untuk sama-sama saling menekan ego diri.
Perjuangan untuk terus memaafkan.

Iya.. perjuangan.. Rumah tangga itu isinya ujian rasa...
Rumah tangga itu isinya ujian sabar...
Rumah tangga itu isinya ujian berlapang dada... Dan kesemua itu membutuhkan energi berjuang... Sahabat, janganlah lelah berjuang untuk mengusahakan cinta. Janganlah lelah berjuang untuk memgusahakan terjalinnya rasa. Jangan pernah menyerah untuk terus menyayangi, terus menghargai, terus mencintai... ***** Perjalanan cinta Bunda Ika Kartika dan Ayah Fahrul Farid bukanlah sebuah perjalanan yang mudah.
Bunda Tika yang super keukeuh harus berpadu rasa dengan Ayah Farid yang sangat toleran dengan keadaan.

Kadang Bunda Tika merasa Ayah terlalu toleran dengan target, sedangkan Ayah sering merasa Bunda terlalu ngotot.
Seakan saling bertolak belakang, tetapi mereka tidak permah menyerah. Puluhan tahun bersama mereka lalui dalam membangun cinta.

Ada tangis, duka, nestapa... namun... sabar membiaynya menjadi tawa, suka dan bahagia... Atas kesabaran juang mereka berdua, Bunda Tika dan Ayah Farid berhasil membangun KeKe Busana. Jutaan pcs produk keke sudah hadir ke masyarakat Indonesia.
Atas perjuangan merka berdua, Bunda Tika dan Ayah Farid berhasil menjadi jalan rizky bagi puluhan vendor, ratusan jejaring distribusi dan puluhan karyawan KeKe.

Atas keteguhan cinta mereka berdua, hari ini banyak manfaat yang dapat dirasa oleh masyarakat. Alhamdulillah.

Penuh Cinta,
Rendy Saputra
Owner Inspira Pictures

Klik bit.ly/masukzidclub - bergabunglah untuk mengikuti perkembangan jadwal launch Film Bunda 'Cinta Dua Kodi'

Pagi ini fisik Saya mulai sedikit memanja. Setelah jeda roadshow di hari senin kemarin, per selasa pagi ini Saya harus sudah ada di Bandara Soetta lagi. Berangkat dari rumah dini hari, untuk mengejar firat flight ke Jambi.

Sementara senin kemarin, jadwal teramat padat. Diawali first flight Jogja - Jakarta, lalu menuju Bogor Berdaya untuk mengajar Porter Strategy di Bogor Berdaya, berlanjut mendengarkan sesi abah Iwan Kurniawan, kemudian kajian senin malam jam 20 sd 21, dan pamungkasnya adalah meeting tim inti KSN jam 21.30 sd 23.30.

Istirahat sebentar, lalu diri ini harus bergerak lagi.

Pekan ini, untuk pertama kalinya Roadshow nonstop. 6 kota dalam 6 hari. Dimulai selasa ini di Jambi, Rabu di Tangerang, Kamis di Tasikmalaya, Jumat di Semarang, Sabtu di Jember dan Ahad di Balikpapan. Hadir ya.... daftar via kopdarsaudagar.com/jadwalrsn

Ketika lelah ini menerpa, Saya jadi teringat perjuangan Bunda Tika. Beliau yang dahulu harus rutin menempuh jadwal kerja dan jualan baju dalam 1 hari. Jam 03.30 bangun, tepat setelah subuh langsung meluncur ke stasiun Bojonggede, 08 sd 17 kerja kantor, jam 17 sd 24 mengurus jualan baju, jam 24 kembali ke bojong. Begitu seterusnya.

Pernah suatu saat, Bunda sampai pingsan di kereta. Hehehe... epic banget ya.

Akhirnya kita bisa ambil kesimpulan, terkadang kita harus berusaha sekuat tenaga, hingga menyentuh batas-batas insani. Disanalah bukti bahwa kita telah berusaha maksimal.

Semangat dan inspirasi kisah dari perjalanan juang Owner KeKe, akan segera terlukiskan di layar lebar pada Januari 2018. Semoga Saya bisa bawa program nonton bareng ke kota Anda. Sila follow info kegiatan Saya di bit.ly/masukzidclub

Penuh Cinta,
Rendy Saputra
Owner Inspira Pictures

Suatu hari Saya harus menjalani meeting dari jam 21.00 sd 02.00 dini hari. Karena hari sudah malam, Saya akhirnya menginap di kamar tamu.
Ketika subuh hari, dalam keadaan sedikit greges-greges, saat Saya melintas sehabis shalat, Bunda Tika sudah kerja lagi di meja kerjanya. Beliau mengecek ketersediaan bahan dan mendesain pola padan atas bahan-bahan yang ada.

Saya cuma melintas terus tidur lagi. Gak kuat. Jujur aja deh. Malu. Tidur habis subuh.

Jam 8 bangun, Bunda Tika sudah siapin sarapan, kami lanjut aktifitas lagi. Dalam hati Saya, "ini emak-emak kapan isitirahatnya?". Bagi KeKe People yang pernah bersentuhan dengan Bunda Tika, pasti menyadari dan faham cara kerja Bunda.

Kalo Bunda sudah mau, berarti harus cepat.
Kalo Bunda sudah bilang "Kerjakan", ya berarti harus sekarang, kalo berani menunda, bakalan kena HairDryer Alex Ferguson.

Kalo Bunda pancang program, udah kacamata kuda, terus terabas, mau hambatannya sekokoh benteng Rotterdam, kami kesebelasan KeKe harus bekerja tanpa amnesti dan tanpa musyawarah, memporak porandakan market share lawan.

Pekerja Keras. Pekerja Tekun. Detail dan Konsisten. Itu yang Saya rasakan dari Bunda Tika. Saya pun sampai hari ini masih terus belajar.

Inilah yang sebenarnya Saya ingin hadirkan ke dunia edukasi bisnis teman-teman UMKM : Teladan yang Nyata.
Bunda Tika ini Walk The Talk. Melewati hampir 20 tahun perjalanan bisnis yang konsisten. Saya sudah sering maksa Bunda Tika sharing di publik. Hadir sebagai teladan untuk UMKM, tetapi Bunda Tika memang kurang menikmati untuk hadir ke publik.
Akhirnya Saya menulis Buku Dua Kodi Kartika. 40 kisah kebersamaan Saya dengan Bunda Tika, Saya bukukan. Dari buku ini, karakter dan spirit Bunda Tika mulai menjalar dan dapat difahami teman-teman. Tulisan di Dua Kodi Kartika seakan nyata disimak oleh teman-teman.

Dari Buku Dua Kodi Kartika, mbak Asma Nadia akhirnya menulis kisah Bunda yang lebih novelis pada Novel Cinta Dua Kodi. Alhamdulillah.

Dari kesemua itu, insyaAllah Film Bunda - Cinta Dua Kodi, sudah selesai Produksi sejak April kemarin, dan akan tayang insyaAllah pada Januari 2018.

Rendy Saputra - Inspira Pictures

Setelah menyelesaikan menulis pengalaman Saya dididik di KeKe Busana, tahapan berikutnya adalah mencari judul untuk buku tersebut.
Pelajaran terbaik yang Saya dapatkan dari Bunda Ika Kartika sang founder KeKe adalah... ia memulai semua ini dari empat puluh (40) potong baju. Pencapaian penjualan jutaan pcs selama belasan tahun, dimulai dari kesederhanaan, dimulai dengan apa yang ada, dimulai dengan apa yang bisa dilakukan.

Akhirnya, Saya menyadari, bahwa hasil yang besar dimulai dari langkah kecil YANG DIKERJAKAN. Bagi Saya, semangat 40 potong baju menjadi jangkar pengingat, bahwa mulailah... bekerjalah... lakukanlah... walau terlihat kecil dan tidak signifikan.

Semangat ini kemudian Saya jadikan judul buku ketiga Saya : "Dua Kodi Kartika". Bagi Saya, "Dua Kodi Kartika" adalah simbol semangat memulai, simbol semangat bersyukur dengan apa yang ada, simbol semangat perjuangan, simbol cinta seorang ibu krpada keluarganya, simbol kerja keras.

Saya tidak memilih judul sejuta potong baju... atau 10 juta potong baju... saya memilih judul yang bersahaja... judul yang apa adanya.. judul yang mewakili kita semua.. bahwa hari ini... kita memiliki sumber daya yang terbatas.. modal terbatas.. kekuatan yang terbatas.

Sahabat... mulailah kerja baik hari ini.
Sahabat... gunakanlah apa yang ada hari ini.
Sahabat... lakukanlah apa yang bisa dilakukan.

Perjalanan ribuan mil diawali dari 1 langkah setengah meter.

Semoga bermanfaat... Foto dibawah ini adalah foto adegan Film Bunda - Cinta Dua Kodi, diperankan oleh Acha Septriasa sebagai Bunda Tika, insyaAllah trailernya akan diluncurkan di malam Kopdar Saudagar Nusantara, 28 okt 2017.

Alhamdulillah Mbak Acha baru saja melahirkan, semoga bisa membersamai kita semua di malam peluncuran.
Gabung ke grup WA jejaring Zid Club untuk mendapatkan info film Bunda - Cinta Dua Kodi. Klik http://bit.ly/masukzidclub

Penuh Cinta,
Rendy Saputra

Salah satu kebaikan dari berumah tangga adanya sikap untuk saling mendukung dan bekerjasama. Terlebih lagi jika punya aktivitas bisnis yang sama. Berarti kemana-mana hampir selalu bersama.

Selama Saya di KeKe Busana, Saya banyak melihat pasangan suami-istri yang berbisnis bersama, pencapaiannya baik. Mungkin karena dkerjakan bersama dan saling membatin.

Pemilik KeKe Busana, Bunda Tika dan Pak Farid memutuskan untuk berbisnis bersama membangun KeKe. Begitu juga distributor jabar, ada Bu Tina dan Pak Anjar. Di Jakarta ada Bu Desi dan Pak Arlan. Di Bekasi ada Bu Emi dan Pak Faif. Mereka kompak dan hasil bisnisnya mengesankan.

Tidak mudah memang, ketika suami dan istri beraktifitas bersama. Harus ada usaha untuk saling memahami. Harus ada kerja untuk saling mengerti. Harus ada langkah untuk menurunkan ego diri. Tetapi, walau sulit, bukan berarti tidak bisa dilakukan.

Inilah makna dari Keluarga Berdaya. Saling mendukung, saling menguatkan, saling mencintai.

Paska badai krisis moneter yang menyapu negeri di 1998, Ayah Fahrul yang berperan sebagai Suami Bunda Tika, memutuskan untuk mendukung penuh istrinya. Bagi Saya secara personal, Ayah Fahrul merupakan teladan kami di KeKe Busana. Sosoknya sabar, tenang, apa adanya. Energi cintanya pada Bunda Tika juga sangat terasa. Ayah Fahrul dukung Bunda 100%. Sekali lagi tidak mudah. Tidak mudah bagi seorang suami untuk kemudian membersamai Istri yang notabene menginiasi sebuah bisnis terlebih dahulu. Tapi inilah cinta, tapi inilah makna kasih sayang.

Suatu hari ayah Fahrul memegang kontrak kerja ratusan dollar per hari dalam sebuah survey geologi, tetapi Ayah Fahrul memilih berkubang dengan tumpukam kain, ketimbang kubangan data-data sample batuan di alam lepas.

Inilah bukti Cinta seorang pria kepada istrinya. Sebuah keputusan membersamai. Sebuah keputusan penjagaan. ***** Ario Bayu akan memerankan Fahrul Farid dalam Film Bunda - Cinta Dua Kodi. Doakan film ini bisa menjadi energi cinta dan pemberdayaan untuk keluarga Indonesia. Semoga berkenan menyalurkan energi ini dengan membagikan tulisan ini.

Bersamai informasi film ini di http://bit.ly/masukzidclub

Rendy Saputra
Ekskutif Produser
Film Bunda - Cinta Dua Kodi

Akhirnya 40 kota

Tjokroamninoto dan Soekarno

Sebuah masalah. Sebuah kesempatan. Membaca data. Memakna keadaan.

Most Popular Instagram Hashtags