jokowi jokowi

1,052 posts   16,826,344 followers   0 followings

Joko Widodo  Akun Instagram resmi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo 🇮🇩. #MenujuIndonesiaMaju Dikelola oleh Tim Komunikasi Digital Presiden.

Selamat pagi. Selama empat tahun ke belakang, dana desa yang dikucurkan untuk sekitar 74.900 desa di seluruh Indonesia, telah menghasilkan sejumlah infrastruktur desa. Di antaranya: jalan desa sepanjang 191.000 kilometer, 58.000 unit irigasi, 8.900 pasar desa, hingga 24.000 posyandu.

Bagaimana selanjutnya? Di depan para penyelenggara pemerintahan desa di Ancol, Jakarta, kemarin saya sampaikan bahwa setelah fisik infrastruktur kita jalankan, Program Dana Desa ke depan akan digeser sedikit ke pemberdayaan ekonomi desa.

Program yang dijalankan nanti disesuaikan dengan keunggulan suatu desa. Desa yang memiliki pemandangan alam maupun objek wisata yang indah, dapat menggarap keunggulan itu untuk penghasilan desa itu sendiri.

Sejak tahun 2017 lalu, pemerintah telah mendirikan 50 Balai Latihan Kerja di sejumlah pondok pesantren. Tahun 2018, didirikan lagi 75 BLK.

Setelah dievaluasi, saya menargetkan pendirian 1.000 BLK tahun ini juga. Perjanjian kerja sama BLK komunitas tahap pertama itu sudah ditandatangani di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, siang ini antara Kementerian Ketenagakerjaan dan perwakilan lembaga penerima seperti Pondok Pesantren Ma'had Aly Raudhatul Muhibbin, Bogor dan Pondok Pesantren Al Islam Al Amin, Kediri.

Mengapa BLK komunitas ini kita butuhkan? Tahun 2025-2030 nanti, Indonesia akan menerima bonus demografi, ketika jumlah penduduk usia produktif berlimpah. Ini bisa jadi keuntungan, tapi bisa juga jadi masalah besar bila kita tidak bersiap dari sekarang.

Itulah salah satu alasan mengapa BLK di pondok pesantren sangat dibutuhkan. Para santri di 29.000 pondok pesantren di seluruh Indonesia harus memiliki keterampilan lewat pelatihan yang disediakan oleh unit BLK yang relevan dengan kebutuhan dunia industri saat ini. Santri yang ikut pelatihan IT bisa diterima di perbankan, misalnya. Kenapa tidak?

Berada di antara pekerja-pekerja industri yang tengah mengemas kopi instan untuk diekspor di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Senin kemarin.

Industri makanan dan minuman ini pertumbuhannya sangat pesat, sampai sembilan persen. Ini besar sekali, sehingga industri ini harus diberi dukungan.

Beberapa waktu lalu, misalnya, ada sedikit masalah yang dihadapi perusahaan merek Indonesia, PT Mayora di negara Filipina. Pemerintah mengirimkan tim untuk berbicara dengan pemerintah di sana agar produk-produk ini tetap bisa masuk.

Di dalam negeri, kita melaksanakan antara lain penyederhanaan regulasi untuk meningkatkan ekspor, dan kemudahan investasi bagi industri yang berkaitan dengan barang ekspor atau produk-produk substitusi impor.

Selamat pagi. Inilah Terowongan Nanjung di Kabupaten Bandung yang sedang dibangun untuk memperlancar aliran Sungai Citarum di Jawa Barat. Dua terowongan menembus tebing sepanjang 230 meter ini, jika sudah berfungsi, akan mengurangi lama dan luas genangan pada musim hujan di Kecamatan Dayeuh Kolot dan sekitarnya.

Terowongan Nanjung adalah salah satu di antara pekerjaan besar pembenahan Sungai Citarum di Jawa Barat. Sungai yang panjangnya 270 kilometer ini sudah lama kotor, penuh limbah dari pabrik, juga sampah. Ini tak baik untuk pertanian di hulu dan hilir, juga tidak sehat untuk penduduk yang memanfaatkan Citarum untuk air bersih.

Awal tahun 2018, melalui Kementerian PUPR, saya memerintahkan pembenahan besar-besaran Sungai Citarum dari hulu ke hilir dalam Program Citarum Harum. Di hulu, lahan-lahan gundul dan sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum direhabilitasi, empat anak Sungai Citarum (Sungai Cikijing, Cikeruh, Cimande, dan Citarum Hulu), Sungai Citepus, Sungai Cinambo, Sungai Cilember, dan Sungai Cibeureum dinormalisasi.

Sementara di sepanjang aliran sungai dilaksanakan pengelolaan sumber daya air, limbah cair dan padat, dan permukiman kembali masyarakat yang tinggal di bantaran maupun kawasan rawan bencana banjir. Selain Terowongan Nanjung ini, juga tengah dikerjakan sejumlah infrastruktur penanganan banjir seperti pembuatan kolam retensi Cieunteung Dayeuh Kolot, embung Gedebage, floodway sungai Ciantig–Citepus dan sungai Cisangkuy.

Pemerintah ingin Sungai Citarum kembali bersih, bisa dipakai untuk kehidupan sehari-hari warga di Jawa Barat, diolah jadi air bersih, dan bagus untuk irigasi.

Di tengah ketatnya persaingan global di banyak bidang, saya begitu bangga dengan adanya produk dengan merek asli Indonesia yang telah "menjajah" lebih dari 100 negara -- menjajah dalam pengertian memasuki pasar mancanegara. Salah satunya, PT Mayora Indah, perusahaan yang memproduksi aneka kebutuhan konsumen seperti biskuit, permen, wafer, sampai mi instan.

PT Mayora sudah mengekspor produknya ke negara-negara seperti Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, negara-negara di kawasan ASEAN, hingga negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika. Kemarin, saya menghadiri pelepasan kontainer ekspor ke-250.000 Mayora Group di pabriknya di Tangerang.

Saya dengar, ekspor PT Mayora ini sampai 2.000 kontainer setiap bulan. Luar biasa.

Selain itu, saya mengapresiasi langkah perusahaan ini yang membeli langsung bahan bakunya dari para petani lokal.

Setiap kali bertemu masyarakat dalam pembagian sertifikat tanah, saya selalu mengingatkan dua hal.

Pertama, jangan sampai sertifikat ini setelah jadi, tanahnya justru dijual untuk kepentingan-kepentingan yang gede-gede. Kalau mau diagunkan ke bank saja harus dipertimbangkan dulu, apalagi dijual.

Kedua, untuk tanah berupa sawah, jangan sampai berubah menjadi rumah-rumah. Negara kita dan generasi mendatang sangat membutuhkan peranan para petani sebagai penghasil bahan pangan untuk kebutuhan rakyat Indonesia.

Dua hal itu pula yang saya sampaikan kemarin di Lapangan Maulana Yudha Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, saat menyerahkan sertifikat untuk pemilik 5.000 bidang lahan mencakup luas 2,6 juta meter persegi tanah yang ada di kabupaten itu.

“Kalau ada gempa lindungi kepala, kalau ada gempa masuk ke kolong meja.
Kalau ada gempa hindari kaca, kalau ada gempa pergi ke titik kumpul.” Ini petunjuk menghadapi gempa bumi yang dikemas sebagai syair lagu, mudah dinyanyikan dan diingat anak-anak sekolah, seperti yang dilakukan para murid SD Negeri Panimbang Jaya 1, Kabupaten Pandeglang, Banten. Saya meninjau simulasi program Taruna Siaga Bencana (Tagana) Masuk Sekolah sebagai pendidikan mitigasi bencana ini kemarin.

Saya senang melihat para siswa yang tanggap mengikuti simulasi bencana, dan yang paling penting, pendidikan kebencanaan ini telah dimulai. Kegiatan Tagana Masuk Sekolah dilaksanakan di 55 sekolah dengan melibatkan 275 guru dan 5.500 siswa dari sekolah dasar sampai sekolah menengah.

Sebagai negara yang terletak di kawasan cincin api, kita tidak pernah tahu kapan bencana datang. Saya berharap, pendidikan kebencanaan ini terus dilakukan, terutama di daerah-daerah yang rawan bencana di semua provinsi.

Ini wajah terbaru Rumah Susun Sewa Pasar Rumput di Jakarta Selatan, di seberang sungai Ciliwung.

Dulu, Pasar Rumput berupa pasar rakyat semata-mata, yang dikelilingi permukiman padat. Tahun 2016, Pasar Rumput dibangun dengan konsep baru: gabungan antara hunian, komersial, dan pasar. Berbentuk tiga menara yang menjulang 25 lantai, Rusunawa Pasar Rumput berisi hunian sebanyak 1.984 unit dan kios 1.314 unit.

Nantinya, bagian bawah Rusunawa Pasar Rumput tetap jadi pasar seperti semula, sedangkan di bagian atas adalah tempat tinggal beserta prasarana pendidikan untuk anak-anak. Jika tak ada halangan, Rusunawa Pasar Rumput akan rampung tahun ini, dan diserahterimakan kepada Pemprov DKI Jakarta untuk dikelola lebih lanjut.

Rusunawa Pasar Rumput hanyalah satu di antara 728 bangunan rumah susun yang telah dibangun pemerintah sepanjang tahun 2015-2018, dengan total hunian 44.893 unit. Tahun 2019 ini, ditargetkan pembangunan sejumlah 137 menara lagi, terdiri atas 6.873 unit hunian.

Pembangunan rumah-rumah susun tersebut jadi bagian dari Program Satu Juta Rumah untuk masyarakat yang membutuhkan hunian yang layak. Rusunawa jadi solusi yang tepat mengatasi masalah perumahan karena semakin mahal dan terbatasnya lahan untuk lokasi pembangunan rumah tapak, terutama di kota besar.

Sebelum pukul delapan pagi ini, saya terbang dengan helikopter dari Bogor, dan mendarat di Pandeglang.

Di Banten, saya antara lain hendak melakukan peninjauan sosialisasi program Tagana Masuk Sekolah (TMS) sekaligus menyaksikan simulasi tanggap bencana.

Selamat pagi.

Sedah Mirah nyaman dalam buaian sang nenek, seusai santap siang tadi bersama keluarga di sebuah rumah makan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Hari Minggu yang indah. Saatnya berolahraga pagi, di tengah kerimbunan dan udara segar Kebun Raya Bogor.

Saya mengunjungi Desa Sumber Jaya di Kota Bengkulu, kemarin, dan melihat dari dekat proyek penataan kawasan permukiman nelayan yang sudah dimulai sejak 2016. Permukiman nelayan di Kampung Sumber Jaya menjadi lebih tertata, para nelayan pun dapat menyandarkan kapalnya dengan baik.

Desa Sumber Jaya adalah satu dari sebelas lokasi permukiman nelayan yang ditata oleh pemerintah. Sepuluh lainnya yakni Kampung Beting di Pontianak, Kawasan Nelayan Indah di Medan, Kampung Kuin di Banjarmasin, Kampung Karangsong di Indramayu, Kampung Tegalsari di Tegal, Kampung Tambak Lorok di Semarang, Kampung Moro Demak di Demak, Kampung Untia di Makassar, Kampung Oesapa di Kupang, dan Kawasan Hamadi di Jayapura.

Pemerintah akan mengupayakan agar seluruh kampung nelayan digarap dan ditata seperti di Desa Sumber Jaya.

Most Popular Instagram Hashtags