injo.id injo.id

1,085 posts   98,453 followers   778 followings

Inspiring Journal Indonesia  ๐Ÿ‘€ Melihat segala hal dari framing Inspirasi. ๐Ÿ“– Gausah di Follow, Baca-baca aja dulu :) ๐Ÿ‘‡ Video Baru

#BahasDongNjo - Capres

Kita kalau mau milih sesuatu biasanya bakal riset, diskusi dan istikhoroh kan? Ya sama lah, kamu2 yg udah punya KTP kan punya hak suara untuk memilih nih, jadi sebelum milih ya ada baiknya sih lakuin 3 hal itu.

Ngeriset capres cawapres ya bisa dari sumber2 yg kita yakini bisa di percaya. Tapi tetep.. entah baik atau buruk testimoninya kita gabole nelen mentah2 dulu. Jangan cepat menilai. Apalagi cuma 1 sumber.

Eh, klo dikaitin sama taaruf, nanya riwayat penyakit sama orang yg lagi kita deketin itu boleh loh untuk jadi bahan pertimbang kita.

Nah, ya sama tuh, kita punya hak juga kok untuk tau kelemahan2 dari capres dan cawapres yg mau kita pilih ini, tapi yg substansial yah! soal track reccord, gaya kepemimpinan, kredibilitas dsb, jangan soal fisik apalagi hanya sekedar outfit, kurang cerdas-lah untuk jd pertimbangan.

Oleh karena sebab keresahan yg membara melihat sosmed saat ini, minjo saran nih :
1. Jangan ribut di sosmed. Karna di sosmed, diskusi sama debat itu beda tipis. Semua merasa benar dan semua berusaha mempertahankan argumennya. Bantah2an dengan orang yg bahkan kita gatau siapa dia, latar belakang pendidikannya apa, tujuan dia mempertahankan argumennya apa dsb. Capek gak sih? Tp klo menurutmu ada faedahnya, ya lanjut aja pak. Ini hanya saran.

2. Klo mau cari tau lewat media2 besar, cari tau juga siapa pemiliknya, berafiliasi gak sama partai pengusung, cek presentase berita2nya, balance ga pemberitaannya? Atau malah memihak?

3. Apalagi lewat akun2 buzzer yg jelas2 belum teruji ke kredibilitasan isinya, yg isinya maen comot penggalan berita, maen potong2 video yg ada, klo mau ngikutin ya jangan sepihak, karna jelas tugas buzzer hanya meninggi2kan pilihannya dan akan berusaha membuka aib dan kelemahan kubu oposisinya.

Dan kalau semua itu terlalu ribet, ya mending jd kang nyimak aja, jangan malah ikut ngeceng2in yg niatnya seru2an tp malah terkesan menjatuhkan atau melecehkan. Nambah pinter enggak, malah bisa nambah musuh, bahkan nambah dosa. Sayang tau.

Mending ngaji yg rajin, waktunya ibadah ya ibadah, waktunya nikah ya nikah, waktunya nyoblos ya nyoblos. Hess! Haha. Wayahe.

#injodotid #injoid #injo

#ThinkAgain - Anak Masjid Beda.

Timnas sepakbola kita hari ini akan bertemu rival abadinya yaitu Malaysia di Semifinal piala AFF U-16

Mau ngecek gak betapa masih banyaknya atau malah bertambah banyaknya orang2 yang mengatasnamakan Nasionalis, Cinta Negara, Membela dan Mendukung Indonesia tapi dengan cara yang terkesan 'gak banget'?
.
Coba deh! Nanti mampir2 ke link streaming yang menyiarkan siaran langsung pertandingan itu, yang disebelah layar ada kolom komentar untuk kita mengomentari pertandingannya. Lihat dan perhatikanlah obrolan chat yang berjalan begitu cepat itu.

Kamu akan melihat betapa mudahnya umpatan, makian, kebun binatang, hingga alat kelamin disematkan di sebelah nama negaranya.

Atau coba searching juga akun2 bola yang sudah mulai memberitakan pertandingan hari ini dan coba iseng lihat2 kolom komentarnya. Miris.

Nasehatin mereka di kolom koment?
Dijamin cuma bakal jadi ajang perdebatan atau malah bakal dibilang ga cinta tanah air, gak ngerti sejarah, gak tau bola dsb.

Gak banyak yg bisa INJO perbuat, tapi paling gak nih 98rb akun yang follow INJO, atau kurang lebih rata2 ada ratusan ribu lebih orang yang menyempatkan membaca postingan2 INJO, paham lah budaya buruk itu ya ditinggalkan, jangan dilestarikan.

Mereka2 yg katanya mencintai Indonesia namun mengaplikasikannya dengan menghina negara lain lewat kata2 kotornya itu bukannya mereka malah menjatuhkan moral bangsa kita di mata negara itu ya? Gimana sih cara berfikirnya?

Iya, INJO tau kok betapa banyaknya hal yang bisa kita keselin sama case2 yang berkaitan sama negara itu, tapi come on! Bedain dong kelas kita. Apalagi para anak2 masjid yang udah dijejelin ilmu agama dr kecil, jangan sampe lah ikutan berkomentar yang sama sekali gak ada impact positifnya buat kamu.

Kata2 kasarmu gak akan ngasih dampak apa2. Serius! So.. Mendukung boleh, tapi kalau Norak sih jangan ya.

#injodotid #injoid #injo

#ckums - Menjadi 20.

Kalian tau gak sih bahwa kalian itu adalah generasi peralihan? Anak-anak yang lahir di tahun 1998-2010 sering disebut dengan Generasi Z, iGeneration, generasi net, atau generasi internet.

Kalian hampir memiliki kesamaan dengan generasi Y (lahir tahun 1977-1997) atau sering disebut juga generasi Milenial, tapi bedanya kalian cakap mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu waktu atau biasa disebut dengan multitasking.

Namun masalahnya, hal itu membuat tidak sedikit dari kalian menjadi sulit sekali fokus terhadap apa yang ada dihadapan kalian, terbukti hampir 60-70% permasalahan anak 98 yg masuk ke INJO ya ga jauh2 dari bimbang, bingung, galau dan sebangsanya.

Pemikiran anak2 98 mudah banget ke ganggu sama lingkungan sekitar, standar yang diberikan, omongan orang, dsb.

Karna kalian tumbuh bersama internet, yang memudahkan dan mensupport kalian ingin menjadi apa saja dan dengan gamblang menampilkan kesuksesan atau pencapaian seseorang, sehingga terkadang kalian melupakan fase terbesar dalam hidup yaitu "Mengenal Diri Sendiri".
.
Disebabkan terlalu banyaknya referensi, "wah jadi itu keren ya..", "wah jadi begitu enak ya.." kalian lupa, sebenarnya Kalian itu siapa? Passionnya apa? Apa yang sebenarnya harus ditekuni?

Terkadang kalian lupa bahwa setiap manusia diciptakan dengan kemampuan dan jalan hidupnya masing2. Mempelajari kisah hidup seseorang itu fine2 aja, tapi ya itu hidupnya dan kamu punya kehidupanmu sendiri.

Kalian tumbuh bersama facebook, twitter, instagram dkk, yang mana disemua platform tersebut menyediakan kolom komentar terhadap apapun yg dibagikan, tanpa disadari hal itu berpotensi besar membentukmu untuk terbiasa mengomentari sesuatu ketimbang melakukan sesuatu.

So yah.. saran Minjo buat yang baru menginjak 20, "Jangan Jadi Budak Internet!". Manfaatkanlah internet sebijak2nya jangan malah sebaliknya.

Dan memang, semua hal bisa kamu dapatkan di internet, tapi tidak untuk Pedoman Hidup! Saat kamu merasa bimbang, bingung, galau, tidak tau harus apa, mungkin kamu sudah terlalu jauh dr pedoman hidupmu.

Segera Berkaca!
Internet itu penunjang, Al Quran dan Al Hadist itu Pedoman. Jangan dibalik.

#injodotid #injoid #injo

#ZonaInspirasi - Saling Membantu.

YANG UDAH AKRAB
Mas : Eh cuy, turunin kek hijab lu, bantuin gue biar bisa jaga pandangan juga.
Mba : Yaelah, sok iye bet lu.
*Ya tetep ga diturunin

CUMA TEMEN BIASA
Mba : Mohon maaf mas, kayanya itu fotonya terlalu dekat deh sama mba-nya, mending jangan di upload mas, maaf ya mas lancang.
Mas : Iya mba, Ajkk.
*Ya tetep ga diapus

Walaupun beda case pernah ada di posisi ini gak? Posisi dimana usaha kita mengingatkan tak digubris, atau merasa diingatkan namun tak menggubris.

Agama itu Nasehat?
Hmm.. beneran? Iya, masih ada sih yg mempercayai hadist itu dan masih berusaha memperaktekkannya. Mengingatkan semampunya, menerima nasehat dengan lapang dada.

Tapi makin kesini kayanya Agama itu bukan Nasehat tapi Urusan gue. Makin gak familiar sama pertemanan2 sehat yang mengharapkan kebaikan di dalamnya.

Gak nasehatin temen kita saat dia salah tuh seolah2 malah jadi cara kita menjaga perasaan dia. Gamau pertemanannya rusak, gamau terlihat belagu atau sok paham di mata dia. Seolah2 menjunjung tinggi bahwa hal2 yg berbau dosa itu adalah hak prerogatif masing2 orang. Jadi ga perlu diikut campurin.

Sesepele cwo cwe jalan ber 5 misalnya, si cwe jalan dengan pakaian yg luar biasa menggodanya, pakaian ketat, hijab diselempangin, gitu ya si cwo gak enak mau bilang "turunin lah hijab lu, bantuin gue, lu tanpa harus begitu aja gue sulit jaga pandangan, apalagi sengaja diumbar, biar ga dosa mendosakan nih, lu dosa karna gabisa jaga pakaian lu, gue dobel karna gabisa jaga pandangan & ga ngingetin lu" hmm.

Masih ada pertemanan2 begini?
Semoga masih ada yah.

Tapi ya yang paling penting sih, INTROSPEKSI lah! Udah tau zaman skrg 'mengingatkan' itu sering dipandang 'mengoreksi', jadi ya coba sama2 sadar diri.

Udah tau budaya pacaran itu ga familiar sama kita, tp sengaja banget apa2 dipamerin di sosmed, mau ngingetin takut percuma, ga diingetin jadi dayuz, mau unfollow dikira ada masalah, jadi serbasalah.

Pada akhirnya,
1. SADAR! Jangan buat temen2 kamu ikut ketularan dosa, aib itu diperbaiki bukan diumbar.
2. Usaha memperbaiki kita hanya sebatas mengingatkan, bukan merubah. Pilih diksi yg tepat, jangan nyakitin.

#injodotid #injoid #injo

#QuoteINJO - Hmm.

Orang bisa ketipu atau diperalat sesuatu, faktor terbesarnya karna dia ga kenal sama orangnya atau sama modus dalam sebuah penipuannya.

Tapi klo orang yang udah tau klo orang itu emang tukang nipu, modus2 yang dia lakukan juga mengarah ke penipuan tapi tetep ga dihindarin malah jadi ketipu lagi bahkan berkali2, ya mungkin kasarnya kita bilang, "ya dianya aja yg bodoh". Iya gak?

Senada sama orang2 yang sering banget diperalat dunia, sering lebih belain dunianya dr pada akhiratnya, oh.. mungkin faktor terbesarnya karna belum kenal, ya belum tau dalil bahwa Dunia itu isinya hanya kesenangan, permainan dan tipuan, oke deh.

Tapi masalahnya buat orang2 yg udah kenal sama dunia, udah paham betul sama penggalan Surat Al Imron ayat 185, "Wa maal hayaatud dunya illa mata'ul ghuruuri" tapi masih aja ketipu, masih aja mati2an perjuangin dunianya ngalahin akhiratnya, apa ya kata yg lebih sopan untuk menggambarkannya?

Kenapa sih masih sering ketipu dunia padahal kita terbilang orang yg tau agama?

Sebenernya gampang kok ngecek hidayah Allah itu mengalir gak di diri kita sejauh ini, berkaca aja sama prilaku sehari-hari! Sesuai gak sama umumnya orang yg telah dapat hidayah?

Kadang kita songong sih sama predikat "orang iman" yg menempel di diri kita, yg seolah merasa itu sudah lebih dr cukup.

Padahal jelas loh, namanya aja "orang iman", klo prilaku kita ga mencerminkan orang yg mengimani Al-qur'an dan Hadist, yang jelas2 diturunkan untuk menjadi pedoman kita, trus itu orang iman mengimani siapa? Mempercayai siapa?

Dan gampang kok ngecek kita tuh orang iman sejati apa bukan, kuncinya cuma di satu dalil :
. "ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุณูุฌู’ู†ู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ู ูˆูŽุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑู"
.
Kalau ngerasa di dunia nyantai banget, enak banget, segala hal yg dilanggar tapi tetep enak dialakuin, ya mungkin dunia emang surga buatmu.

Tapi klo ngerasa semua serba dilarang, ini dilarang itu dilarang, selalu ga bisa ngelakuin hal yg enak dan menyenangkan, dikekang sama batasan2, ya mungkin surgamu bukan disini, tapi di tempat yg jauh lebih indah.

Mumpung masih di kasih kesempatan hidup, pikirin lagi deh soal ini. Jadiin hal ini bahan buat berkaca ya.

Aku Padamu.

#injodotid #injoid #injo

#KataINJO - Kenapa?

Kenapa emang kalau pendek? tidak mancung? jerawatan? tidak putih? badannya kurus? Atau gendut? Kenapa harus prihal fisik yang sempat2nya mengganggu keyakinanmu?

Memang, ganteng cantik adalah salah satu pertimbangan dari ratusan bahkan ribuan alasan kita memilih seseorang, tapi saat Mark Zuckerberg lebih memilih Priscillia Chan yg semestinya ia bisa saja mendapatkan wanita yg jauh lebih cantik dari istrinya itu, cukup menjadi bukti bahwa konotasi "cantik" di mata orang pintar itu bukan hanya terfokus soal fisik. Dan jelas, prihal cantik atau ganteng itu sendiri Relatif.

Duh, apalagi mempertimbangkan untuk mendekati seseorang hanya karna melihat postingannya di Instagram.

Gapernah terlintas gitu klo 1 foto yg di upload adalah 'foto terbaik' dari 9 bahkan puluhan kali percobaan pengambilan gambar? Gapernah terlintas gitu bahwa masalah fisik itu hal yg fana? Yg bahkan kita gatau 1 sampai 2 th lagi bentuknya bakalan begitu atau gimana?

Orang ada loh, gabisa jaga makan dikit seminggu naek 10kg? Ya gak sih?

Itu semua harusnya cukup menjadi ajakan untuk kita berfikir, come on! Memilih yg ganteng, perutnya six pack, cantik, seksi, itu manusiawi tapi janganlah itu jadi LIST UTAMA kamu memilih atau mempertahankan seseorang dong pliss.

Nabi Bersabda, โ€˜Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh kalian dan tidak pula kepada rupa kalian, tetapi Ia melihat kepada hati kalian.โ€ (HR Muslim)

Ya ini hanya sebuah usaha untuk membuka mindset bahwa setiap manusia punya kelebihan dan kekurangan.

INJO yakin, mereka yang tampan dan cantik-pun tidak ingin pasangannya memilih dia hanya karna faktor fisik yg dia miliki. Karna mereka yakin, itu semua gak akan abadi dan orang yg lebih wow dari dia pun diluaran sana lebih banyak. Nah.. apalagi kami bos! tampang pas-pasan, bahkan relatif kurang.

Oleh karena itu.. (baca di pic)

#injodotid #injoid #injo

#ckums - Jadi gini.

Lihat deh jempol kanan atau kiri kalian yang digunakan untuk men-scroll postingan ini, bayangkan jika jempol itu patah, maka saat kita merasakan jempol kita sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya, apa yg kita lakukan?

Ya rata2 kita akan segera bergegas menemui orang yg di percaya bisa menyembuhkannya entah itu dokter tulang, kang urut, dll.

Disembuhin sendiri?
Sulit, kamu dibutuhin untuk proses penyembuhannya bukan pengobatannya. Kamu diminta selalu punya suggesti positif agar bisa segera pulih. Dan tentunya, selalu menjaga anjuran dan larang2an yang diberikan agar proses penyembuhannya berjalan sesuai perkiraan.

Sampai disini paham?

Sekarang coba ganti prihal sakit yg timbul sebab patahnya jempolmu itu dengan sakit yang kamu rasakan saat kamu mencapai titik dimana km merasa "gila, dosa gue udah banyak banget".
.
Ya, kamu ga bisa sembuh sendiri.
Kamu dan dirimu sangat dibutuhkan saat pemulihan, tapi untuk pengobatan.. kamu butuh orang, kamu butuh nasehat, kamu butuh diyakini bahwa kehidupan kita di dunia ini semu, kamu harus disadari bahwa prilaku mengabaikan dosa2 yg telah dilakukan itu adalah suatu hal yang sangat berbahaya.

Nasehatnya nyinggung? nyakitin? ga enak? ya wajar.

Itu jempol kita juga klo ga patah ya malah enak saat diurut tapi klo patah, diurut? Jangankan diurut, kesenggol aja ampun2an. Sama.. nasehat tentang Riba, klo kita ga pernah ngelakuin, pas dengernya sakit ga? Ya gak kan. Tp klo hal yg nyenggol2 kita, hmmm.. mudah banget sakit hatinya.

Jadi karna ada hal yg perlu disembuhin di diri kita makanya terkadang nasehat yg menyinggung itu terkesan menyakitkan. Tapi ya klo dengan perumpaan diatas, sakitmu itu proses penyembuhan kan? Tinggal mengikuti semua perintah dan berusaha jauhin semua larangan, di dukung dengan sugesti positif untuk terus pulih. Insya Allah proses membaikmu sesuai perkiraan.

Tapi ya klo udah tau jempol patah, tapi masih suka dipake buat maen mobile lejen. ya wajar klo ga sembuh2. Sama, klo pengennya jadi pribadi yg lebih baik, tapi susah jauhin dosa2 kecil, yaaa... gatau kapan sembuhnya.

Semoga ini sedikit membantu dalam proses membaikmu. Aku padamu.

#injodotid #injoid #injo

#QuoteINJO - Luar biasa.

Sebenernya apa sih arti dari Luar Biasa?

Setelah beberapa menit mikir dan inilah arti dari kata 'Luar biasa' versi minjo, yaitu "Sesuatu yang lebih dari hal yang biasa." Iya, itu aja.

Soalnya, kadang luar biasa ini lekat banget dengan pujian terhadap sesuatu yang wah dan mengagumkan. Padahal menurut minjo saat kita melakukan hal positif apapun yang tidak dilakukan kebanyakan orang, menurut minjo itu Luar biasa.

Simple deh.
Saat kebanyakan orang sewaktu patah hati dia menangis, tapi kita malah bersyukur dan berfikir sebenernya orang yg nyakitin kita-lah yg kurang beruntung, itu Luar biasa loh.

Trus saat semua wanita membanggakan kecantikannya, menonjolkan hal2 yang tidak seharusnya ditonjolkan, tapi kita masih tetep pada prinsip ilmu yg kita yakini, walaupun terkesan cupu gak mengikuti arus zaman tapi karna itu positif dan diluar kebiasaan orang, jadi luar biasa kan?

Dan juga, saat semua orang membenci seseorang karna sifat buruknya, karna kesalahannya, karna kekhilafannya tapi kita malah berusaha menjadi teman yg baik untuknya, mencoba melihat dia dari sisi baiknya, itu juga Luar biasa loh.

So, menurut minjo, menjadi luar biasa itu gak harus hebat, wow dan mengagumkan, tapi jadi luar biasa itu bisa juga dilakukan dengan menjadi berbeda yang positif dari kebanyakan.

Itu makna Luar Biasa versi Minjo, klo versi kamu saat-saat seperti apa yang bisa dibilang Luar Biasa?

#injodotid #injoid #injo

#ZonaInspirasi - 97.

Umur 21 lagi sibuk apa?

Iya, ada yang lagi sibuk mau ngurus Ppl karna udah masuk semester 7, ada yang baru di ospek karna abis lulus gak langsung kuliah tp kerja dulu nyari biaya, ada yang lagi mondok perdalam ilmu agamanya, ada yang udah mantep kerja nyaman dengan pemasukan bulanannya, ada yang jadi mubaligh udah 3 kali ditugasin pindah2 provinsi, ada yang lagi grow up sama bisnisnya, ada yang udah punya anak satu atau dua karna abis lulus SMA udah langsung dipersunting, ada juga yang belum nemu sebenernya dia tuh mau jadi apa cobain sana sini masih belum sesuai di hati.

Banyaaaaak banget kemungkinan kalian sekarang lagi sibuk apa. Sepertinya dari hal itu aja kita bisa mengambil kesimpulan semua orang punya time zone-nya masing2. Karena definisi 'cukup' masing2 orang beda-beda kan?

Ada yg udah nyaman dengan kehidupan sederhananya, ada yang masih selalu dipusingkan walaupun pemasukan bulanannya selalu aman. Itu sebenernya udah cukup banget membuat kita bersyukur sama apa yang ada di diri kita sekarang.

Standar Indonesia kadang emang ngeselin sih, kaya umur 21 berarti normalnya udah lagi sibuk2nya nyiapin skripisi, trus mereka2 yg komunitas Masakom (mahasiswa satu koma) yg semester 7 masih dipusingin sama ngulang2 mata kuliah ngerasa tersiksa banget ngeliat temen2nya udah pada diatas dia.

Trus kaya yang udah lulus ya berarti normalnya langsung mudah dapet kerja, klo udah mantap kerjanya ya nunggu apa lagi klo gak nikah, trus klo udah nikah kenapa belum punya2 anak? Kaya semuanya harus berjalan selayaknya orang2 pada umumnya. Padahal kan gak gitu2 juga :( semua punya jalannya masing2 kan?

Yang kembar identik aja kadang pekerjaannya beda, tanggal nikahnya beda, meninggalnya juga beda-beda. Jadi apalagi kamu dengan teman2 satu letingmu. Kamu punya jalan dan waktu hidupmu sendiri.

Terlebih urusan dunia, tugasmu bukan untuk membandingkannya. Temukan tujuan hidupmu, lalu Jadilah versi TERBAIK dari dirimu sendiri!

Di apapun kesibukanmu saat ini jangan terlalu ribet sama jalan hidup orang lain, kamu ya kamu, dia ya dia, mereka ya mereka. Semangat!

#injodotid #injoid #injo

#KataINJO - Siap = Fokus

Udah luaamaaaa bgt nih ga ngomongin cinta2an yekan :3 Sekali2 bahas lah biar para usia2 nikah ini semakin tercerahkan. Wosiap.

Sebenernya apa sih kriteria seseorang yang bisa dibilang dia telah Siap Menikah? Sebenernya cuma ada 2 kriteria pokoknya, yaitu : Ia siap secara Hati dan ia pun siap secara Modal.

Modal.
Satu kata berjuta makna, modal disini jangan selalu dikonotasikan dengan biaya pernikahan, karna urusan biaya itu punya kriteria 'cukup'-nya masing2 kan?

Jadi untuk urusan modal secara materil, itu dikembalikan ke personal dan hasil diskusi kedua belah pihak sih. Cuma ya yang jelas makin kesini dengan adanya WO yang telah mempaketkan semuanya, itu seolah sudah menjadi standar.

Ya di gedung, ya makanannya enak, ya hiburannya asik, ya dokumentasinya bagus, jadi seolah2 standar resepsi yang 'layak' itu makin lama akan makin meningkat right? :) semangat.

Tapi yg amat sangat gak kalah penting tuh modal pendidikan after married-nya sih. Kita nikah sama seseorang ga dapet buku panduan gimana cara membahagiakan dia hingga ajal menjemput kan? Semua emang bener2 harus beradaptasi dan sama2 mendewasakan diri belajar memahami satu sama lain.

Nah, terus yang kedua orang dikatakan Siap Nikah itu berkaitan erat banget sama urusan Hati sih.

Kamu kalau liat yg bening di IG aja susah banget buat berpaling, berat banget tangannya ga ngasih love ga ngomentarin story2nya, itu mah namanya belum siap bosqu.

Karna menurut Minjo, orang yang siap nikah itu berarti dia siap untuk Fokus hanya kepada satu orang, mendoakan, memikirkan, mengingat dan yang jelas mencintai hanya kepada SATU orang.

Kalau masih demen liat sana sini, ya itu mah masih tahap Searching. Belum di Klik. Siap mah Fokus cuy. Ah elah lu.

Coba Tag temen kamu yang badannya udah bau KUA.

#injodotid #injoid #injo

#QuoteINJO - Dibaca bos.

Mengevaluasi itu erat hubungannya dengan tujuan yang ingin dicapai, karna dengan tujuan kita punya acuan dalam hal mengevaluasi sesuatu yg kita lakukan.

Misal, punya tujuan turun berat badan 10kg dalam waktu 7 hari, berarti kalau di hari ke 2 turun 5 kg tapi di hari ke 4 naik 8kg, kamu punya hal yg bisa kamu evaluasi. Karna kamu telah mentarget tujuanmu sebelum memulai semuanya.

Oke mari masuk ke inti dari postingan ini.

Adakah goals "ingin jadi lebih baik" dalam list hidupmu? Tidak perlu dijawab cukup perhatikan kata2 dibawah ini ๐Ÿ‘‡

Jika dalam setiap hari atau bahkan 1 minggu sekali saja tidak ada perenungan tentang segala hal yang kita lakukan selama ini, terutama yg berkaitan dengan prilaku sehari2, kemungkinanannya berarti hanya dua :
1. Apa yang kamu lakukan telah sesuai dengan goals-mu.
2. Kesalahan2mu telah membuatmu nyaman sehingga hatimu merasa tidak ada yg perlu di evaluasi.

Mari lihat aktivitias kita dari bangun tidur sampai tidur lagi, apakah ada waktu yang memang kita siapkan untuk sejenak mengingat dan mengevaluasi segala hal yg telah kita lakukan? Yang mana dari lamunan itu hatimu akan berkata, "oke.. pertahankan yang sudah baik dan segera tinggalkan yang masih buruk!"
.
Adakah waktu dalam satu hari dimana sengaja kita siapkan khusus untuk mengevaluasi prilaku kita?
Oke, tidak sehari? Bagaimana seminggu sekali? Sebulan sekali? Ada? Atau menunggu Ramadan datang sebagai moment intropeksi? Mengakui kesalahan? Merubah kebiasaan?

Gokil ya..
Dibuat anteeeng banget sama kesalahan, berusaha melindungi dengan kalimat "masih ada hari esok, Allah maha pemaaf, dosa2 kecil mudah dihapus dengan banyak istighfar" hmmm.

Jadi pertanyaan besarnya tuh : "Masih niat masuk surga ga sih?"
.
*ngomong sama kaca.

#injodotid #injoid #injo

#ckums - Baca.

Tidur untuk istirahat, makan biar nambah energi dan semangat, olahraga biar sehat, minum multivitamin biar kuat.

Membuktikan segala hal di muka bumi ini kita lakukan selalu punya maksud dan berorientasi dengan hasil. Lantas mengapa konsep ini tidak kita terapkan dalam urusan2 akhirat juga ya?

Padahal urusan dunia itu masih banyak kemungkinan lain loh. Beda sama urusan akhirat. Orang beramal baik, beribadah sesuai tuntunan Qur'an Hadist dan menjauhi perbuatan2 yg bikin kantong amalannya bocor, ya jelas balasannya Surga. Clear.

Tapi klo urusan dunia?
Orang makan walaupun tujuannya kenyang pun kadang ada kemungkinan2 lain. Bisa aja pas makan bukannya kenyang malah sakit perut, malah jadi meninggal karna keracunan, bisa aja kan?

Nah.. beramal entah baik atau buruk bisa gak sih kita selalu mengorientasikannya dengan hasil? Tanpa memikirkan kemungkinan2 lain?

Ini tulisan sengaja buat nampar diri sendiri sih, kemaren pas mau masukin duit 20rb ke kotak infak kek mikir berkali2 banget. Emang bagi anak kos 20rb itu bisa 2x makan, tp klo di ikhlasin di jalan Allah itu berkali2 lipat ganjarannya. Gak bakal bikin miskin, bahkan berpotensi diganti yg lebih banyak.

Saat kita kerja juga, walaupun sampe lembur2 kita tetep nyemangat2in karna tau bulanannya jelas. Sama sekali ga ada pikiran suudzon tuh perusahaan besok kebakaran atau tiba2 besok dia mau berangkat kerja kecelakaan, bisa sefokus itu orientasinya, tapi klo buat ngamal kok kemungkinan2 lainnya sering banget muncul sih ya ๐Ÿ˜ญ

Mudah aja gitu muncul di pikirian klo berangkat ngaji, berarti ada 1 setengah jam yg terbuang, padahal kan itu bisa dipake buat ngerjain tugas, karna besok di kumpul. ((terbuang)) loh.

Kok bisa sih orientasi kita saat beramal baik tuh gak 100% pahala dan surga, dan saat beramal jelek tuh bukan 100% dosa dan neraka? Kenapa masih ada pemakluman2 seperti, "ahh.. dosa kecil ini, masih bisa gue tobatin besok dengan istighfar2" WHY?

Kzl ini mah serius da'.
Pengen nampol diri sendiri rasanya ๐Ÿ˜ฅ

#injodotid #injoid #injo

Most Popular Instagram Hashtags