[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

hilmi28 hilmi28

1392 posts   8178 followers   134 followings

Hilmi Firdausi  Pengusaha-Da'i-Penulis-Pendidik-Founder JKH (For invt 08161174592 WAonly)

Benarlah bahwa hari ini adalah era media sosial. Era yang begitu dinamis, bisa bermuara kebaikan namun bisa juga berakibat kemudharatan bahkan bencana.

Jadi, dengan atau tanpa media mainstream, seharusnya kita tidak perlu khawatir sama sekali akan tertipu oleh pencitraan atau dibohongi oleh berita-berita settingan.

Kekuatan medsos amat sangat dahsyat hingga banyak orang kegerahan dibuatnya. Kekuatan medsos hari ini jauh melampaui media elektronik macam TV dan Radio apalagi media cetak (yang mungkin sebentar lagi akan tinggal nama). Aksi Bela Islam yang mendunia, Kemenangan Pilkada DKI oleh pemimpin muslim adalah contoh kecil dahsyatnya Power of Social Media. Jika kubu sebelah bilang angka 7 juta lebih Peserta ABI 212 adalah angka imajiner, dipastikan mereka bukanlah analisis medsos berdasarkan data dan fakta.

Kalau recehan macam saya saja terkadang postingannya bisa menjangkau jutaan orang, apalagi tokoh-tokoh hebat dan ulama-ulama hanif panutan ummat, dijamin seruan mereka di medsos akan langsung viral dan berpotensi dibaca puluhan juta netizen di negeri ini.

Dibawah saya berikan beberapa contoh postingan saya yang menjangkau jutaan netizen dan berpotensi akan bertambah terus setiap hari.

So...MCA, BEM dan teman-teman seperjuangan, jangan pernah merasa inferior dalam menyerukan yang haq dan menolak yang batil.

Muslim bersatu tak bisa dikalahkan.
NKRI jaya Komunis Kita tenggelamkan !!! #kajianhilmiyah #kanghilmi #jkh

Saya bingung sama kubu sebelah yang katanya IQnya super itu..ketika ada aksi kemanusiaan untuk saudara-saudara muslim Rohingya malah dibilang jangan goreng isu Rohingya untuk menyerang pemerintah.

Ketika kita semua mewaspadai kebangkitan neo PKI dibilang jangan goreng isu PKI untuk menjegal petahana maju lagi.

Dulu waktu memperingati kelahiran pancasila yang masih diperdebatkan tanggalnya begitu menggebu-gebu, sekarang waktu diminta memperingati kesaktian pancasila dari rongrongan komunis seperti pura-pura tidak tau.

Mbok ya sesekali kita kompakan. Ini momentnya tepat loh. Kita kan Indonesia, Kita kan Pancasila dan pastinya Kita semua anti komunis...iya kaaaan ??? Saya menunggu Mas Abu Janda, Bang DS, Pak Dosen AA, Mbok Niluh, Dek Tsamara, Dek Afi dkk...yuuk kita bersama menggelorakan...Kami Indonesia, Kami Pancasila, Kami anti PKI ! Swear...ini ga ada motif apa-apa selain mempertahankan NKRI yang kita cintai. Itupun kalau kalian benar-benar cinta... #kajianhilmiyah #kanghilmi #jkh

Numpang tanya donk... Dulu yang suka teriak-teriak Saya Indonesia Saya Pancasila pada saat Hari Kelahiran Pancasila tanggal 1 Juni (walau masih diperdebatkan tanggalnya), kenapa sekarang menjelang Hari Kesaktian Pancasila..."meneng-meneng bae" ?! Yang ramai menggalakkan gerakan nonton Film G 30 S/PKI malah dari kubu Aksi Bela Islam, sedang kubu sebelah seperti pura-pura ga tau.

Ingat ya...kalau untuk hari kelahiran pancasila tanggal 1 Juni masih diperdebatkan, tapi untuk hari kesaktian Pancasila tanggal 1 Oktober bangsa ini sudah sepakat. Dan menurut saya ini lebih esensial, dimana dasar negara Pancasila sudah teruji dari rongrongan PKI dan antek-anteknya. Ini yang seharusnya digencarkan, agar Bangsa ini tidak terjatuh ke dalam lubang yang sama..."Lubang Buaya" akibat pengkhianatan PKI dan antek-anteknya.

Ayo sahabat semua, gencarkan kampanye Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober dengan kembali mengenang sejarah kebiadaban PKI. Saya harap dari kubu sebelahpun demikian. Ingat Pancasila dan Komunis tidak bisa hidup berdampingan ! Camkan itu !

Untuk Pemerintah, saya tunggu aksi nyata membela Pancasila. Usul saya, buat kembali Pekan mengenang kesaktian pancasila 1 Oktober 1965-1 Oktober 2017. Semoga didengar... #kajianhilmiyah #kanghilmi #jkh

Bahagia itu amat sederhana...tidur nyenyak diantara tumpukan kain tatkala menemani kekasih hati mencari bahan untuk koleksi butiknya.

Foto iseng by @dindakazami 😘

Maafkan suamimu yang tidak romantis
Oleh : Hilmi Firdausi

Istriku, Aku tau kamu butuh kemesraanku, Aku tau kamu butuh kegombalanku, Aku tau kamu ingin selalu kuperhatikan, Aku tau kamu ingin Aku selalu ada buat kamu... Kata siapa Aku tidak ingin ? Aku juga ingin seperti itu cintaku. Namun apalah daya suamimu ini, terkadang untuk diri sendiripun Aku tak begitu peduli. Sungguh Aku ingin selalu membersamaimu, namun waktuku untuk bekerja demi keberlangsungan hidup keluarga kita kadang menyita waktu, energi, tenaga dan pikiran. Aku memang tak boleh mengeluh, karena itu pantang bagi seorang suami. Namun izinkanlah Aku meminta keikhlasan kamu dan anak-anak, walau raga tak selalu bersama...namun hati dan jiwa semua tertuju pada kalian.

Aku juga bukan tipe laki-laki romantis yang selalu memberikan suprise, itu memang karena Aku tidak bisa, atau lebih tepat belum bisa dan terbiasa. Aku juga ingin belajar romantis...tapi belajar dari kamu sayang. Kamu ajari Aku ya...pelan-pelan, contohkan...semoga Aku bisa belajar, walau mungkin nanti agak sedikit garing, please jangan kamu tertawakan.

Sayang...Maafkan Aku juga yang kadang menekuk muka selepas pulang kerja, Aku tau itu salah, tak selayaknya Aku membawa beban pekerjaan ke Istana kita. Istana kita cukuplah diisi dengan kebahagiaan, kesyukuran dan ketaqwaan, namun Aku manusia yang tak luput dari kelemahan, kadang tak bisa mengontrol emosi, kadang tak bisa menyembunyikan masalah yang akhirnya malah merusak kebahagiaan kita yang juga tak baik untuk psikologis anak-anak kita.
Istriku...walau jarang berkata I Love U atau minimal menulis pesan Aku Kangen Kamu... namun yakinlah, tak akan ada cinta yang lain, tak akan ada kangen untuk yang lain...karena bagiku, cinta itu adalah kamu dan anak-anak, kangen kalian adalah motivasiku untuk segera menyelesaikan semua pekerjaan dan bergegas pulang untuk memeluk kalian satu persatu.
Senyum dan pelukan kalian adalah obat mujarab bagi si laki-laki kaku dan tidak romantis ini. Tawa dan keceriaan kalian adalah kebahagiaan tiada tara buat si laki-laki dingin dan datar ini. (Bersambung) #kajianhilmiyah #kanghilmi #jkh

Istri yang terlalu menempel .. Saat tidur dia memeluk, saat duduk dia menggenggam, saat berjalan dia menggandeng.. Dan saat jauh, dia cepat merindu .. Bukan karena istrimu berlebihan pda semua situasi .. Bukan !
Bukan pula ia sedang menjelaskan kepada dunia bahwa engkau miliknya, dan dia milikmu.. Tapi cobalah perhatikan, saat dia memilih bahumu ketika hendak ingin tidur. Bukan karena bantalnya yg kurang nyaman, tapi mungkin ia ingin merasakan bersandar diatas bahu yg telah banyak memikul amanah tentangnya .. Itu kesyukurannya tentang tanggungjawabmu.. Coba perhatikan.. Saat dia memilih mengenggam & menggandeng tanganmu ketika duduk & berjalan, bukan karena ia tidak nyaman berada diantara yg lainnya.
Tapi dia ingin, saat dia berbicara dan berjalanpun selalu berada dlm penjagaanmu.. Tersebab syaitan menghiasinya langkah kakinya, dan ketika berbicarapun lisannya kadang tak terjaga.. Itu keyakinannya.. Bahwa kau mampuh menghindarkannya dari seburuk buruknya fitnah.. Ketika dia juga terlalu cepat merindu, saat baru sebentar sja kau tdk dgnnya.. Bukan karena ia tak bisa jauh jauh.. Tapi dirimu mnjadi satu satunya tempat ia bercerita.. Menghabiskan waktu utk meluapkan kekesalan, suka dukanya.. Itulah cara dia menjaga aib aibmu, dan juga aibnya agar tidak tercerita kepada mereka yg tidak amanah dalam mnjaga rahasia.. Duhai suami.. Sebenarnya istrimu bukan terlalu menempel.. Dia hanya sedang ingin berbicara mesra tentang kesyukurannya bersuamikan dirimu...Tapi kadang ia tdk tau bagaimana caranya... Nikmati...Biarkan...
Karena kelak...Masa tua, dan usia jualah yang kan menjadi pemisah... Antara sikapnya terhadapmu...dan sikapmu terhadapnya.

Copas dari WAG JKH 2.

Ilustrasi foto Ust @hilmi28 & Ummi @dindakazami

Indonesia bukan Singapura
Oleh : Hilmi Firdausi

Akhir-akhir ini kalangan yang merasa pintar dengan IQnya yang mencapai 200 (sekolam) mengangkat isu terpilihnya Halimah Yacob sebagai Presiden Singapura sebagai bahan untuk menyinyiri fenomena Muslim wajib pilih Muslim di Pilkada DKI.

Mereka nyinyir dengan menyebut "Indonesia memang bukan Singapura yang rakyatnya terpelajar, mau menerima minoritas sebagai pemimpinnya." Ada lagi nyinyir yang bilang "Karena warga Tionghoa di Singapura tidak dibohongi dengan ajaran bahwa haram memilih pemimpin muslim, Singapura kini memiliki Halimah Yacob sebagai Presiden mereka". Benar-benar cerdas ala IQ 200 sekolam, nyinyir tanpa baca, nyinyir tanpa fakta. Poko'e nyinyir poko'e nyinyir---boleh dinyanyikan ala-ala acara joget di TV. πŸ˜‚

Saya yang tadinya ga pedulipun akhirnya coba banyak cari tau tentang Konstitusi di Singapura. Saya taunya, memang Presiden di sistem pemerintahan parlementer lebih hanya kepada simbol saja, karena semua kebijakan ada di tangan Perdana Menteri, mirip kayak negara-negara Kerajaan seperti tetangga kita Malaysia dan Thailand. Akhirnya saya temukan bahwa di Konstitusi Singapura ada pasal yang isinya ;

Bila dalam lima kali pemilihan presiden berturut-turut ada ras yang tidak terwakili menjadi presiden terpilih, dalam pilpres berikutnya, jabatan presiden khusus dikompetisikan untuk ras tersebut.

Dan tahun 2017 ini adalah jatahnya orang Melayu.
Kok bisa ???? Ya eyalahhh... Lima kali pilpres berturut-turut dihitung mulai 1991, mulai diselenggarakannya pilpres secara langsung, yang terpilih menjadi presiden ialah Wee Kim Wee.
Pilpres berikutnya terpilih Ong Teng Cheong sebagai presiden (1993-1999).
Pilpres berikutnya lagi terpilih Sellapan Ramanathan, lebih dikenal sebagai SR Nathan, bahkan menjadi presiden Singapura dua periode (1999-2011).
Sekarang Presiden Tony Tan Keng Yam (2011-2017). Empat presiden ras Tionghoa dan seorang ras India. Tak seorang pun Melayu. Karena itu, sesuai dengan amendemen konstitusi, pilpres tahun 2017 jatah untuk ras Melayu.

Jelas ya...jadi kalau etnis minoritas mau menang di Indonesia, silahkan rubah dulu Undang-undang di negeri kita. πŸ˜… (bersambung)
#kajianhilmiyah

Dua hal mustahil
Oleh @hilmi28

Dear temans, ada dua hal yang menurut saya mustahil dilakukan di dunia ini, yaitu ;

1. Menyenangkan semua orang hingga semua orang menyukai kita.

2. Mencegah orang lain untuk tidak membicarakan diri kita.

Menginginkan semua orang mendukung kita adalah sebuah kemustahilan. Jadi hentikanlah berusaha menyenangkan orang seluruhnya. Fokus saja berbuat baik, berbuat manfaat, tanpa harus perlu memikirkan respon orang lain. Sahabat mulia Ali bin Abi Thalib pernah berkata ; "Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak percaya itu.” Terkadang kita ini aneh. Perhatian sekali akan hal kecil yang tidak menyenangkan diri kita, tapi melupakan begitu banyak kebaikan lain. Kita selalu menghabiskan energi untuk menghadapi 1-2 pembenci kita, namun tak peduli terhadap puluhan orang yang mencintai kita.

Pernah dalam sebuah kajian saya ambil kertas HVS putih, lalu saya beri titik hitam di tengah-tengah, saya tanya apa yang jamaah perhatikan? Lalu serentak jamaah menjawab titik hitam. Padahal itu hanya setitik. Kertas putih yang jauh lebih luas diabaikan.

Fokus terhadap para pembenci adalah kesia-siaan, menguras energi hingga kita lupa melakukan kebaikan dan menyenangkan orang lain yang mencintai kita.

Begitupun poin kedua, tak mungkin kita mencegah orang lain membicarakan kita. Imam Syafi'i Rahimahullah pernah berkata "Siapa yang berpikir dia akan selamat dari omongan manusia, maka sesungguhnya dia telah kehilangan akalnya. Allah Yang Maha Suci saja dikatakan tiga, lalu Rasul mulia dikatai Penyihir yang gila. Lalu baagaimana dengan kita yang tak sebaik keduanya?" Sudah sering kali saya sampaikan bahwa hinaan hakikatnya adalah kebahagiaan, karena pahala akan berdatangan dan dosa kita akan berguguran, tanpa perlu lelah beribadah dan beramal sholih.

Jadi tak ada yang perlu dikhawatirkan sama sekali dari omongan dan hinaan orang lain kepada. Kita yang lebih tau apakah diri kita sehina yang diituduhkan, atau malah kita lebih hina, tapi Allah membantu menutup aib kita hingga hanya sedikit saja yang tersingkap dihadapan manusia.

Semoga menjadi renungan untuk kita semua.

Siswa-siswa Sekolah kami SIT @daarulfikri Depok menggalang aksi solidaritas untuk Rohingya. Setiap hari selama sepekan, mereka menyisihkan Rp 5000 dari uang sakunya untuk membantu saudara-saudara seiman yang sedang terdzolimi.

Ini murni aksi kemanusiaan, karena sekali lagi...tak perlu menjadi muslim untuk berempati kepada muslim Rohingya. Anda cukup menjadi manusia.

#kajianhilmiyah #kanghilmi #jkh #saverohingya

Dua aksi keren untuk Rohingya.

Pic 1 :
Lamun kajadian Bobotoh meunang sanksi ti PSSI, urang rek milu patungan. Seriuss ! Mangga rekeningna ditulis dikomen.

Pic 2
Ayo para jomblo fii sabilillah yang belum juga terealisasi impiannya, coba buat nazar kayak begini, siapa tau dipercepat jodohnya. Berniat sedekah membantu saudara sekaligus mempercepat menyempurnakan agama. Dobel pahala, dobel bahagia.

#kajianhilmiyah #kanghilmi #jkh #saverohingya

Sampaikan kepada saya...pernahkah ada dalam sejarah, mayoritas muslim membantai minoritas non muslim ??? Itulah Islam...sesuai namanya, Islam adalah keselamatan, Islam adalah kedamaian, Islam adalah rahmat bagi semesta alam.

#kajianhilmiyah #kanghilmi #jkh

Emak-emak bukan Pengecut !
Oleh : @hilmi28
Sungguh, Ibunda memiliki posisi teramat mulia dalam kehidupan. Rasul bahkan menegaskan Ibumu, Ibumu, Ibumu baru Ayahmu.
Jika ingin menghancurkan sebuah negara, hancurkan akhlak para Ibu, maka akan tercipta generasi yang juga rusak akhlaknya.

Sebegitu pentingnya peran seorang Ibu, hingga Surga sang anakpun ada di bawah telapak kakinya.

Ibu memiliki segala macam kekuatan dan kelebihan hingga diposisikan sedemikian mulia dalam agama dan kehidupan.

Ibu itu lebih sabar, lebih taft, lebih ulet, lebih tekun, lebih teliti, lebih fight... walau semua dibungkus dengan kelembutan khas seorang Ibu.
Lalu apa beda Ibu dan Emak... Emak itu sisi setrong seorang Ibu. Lihat saja bagaimana ketika ekonomi sulit, harga-harga kebutuhan pokok melambung, TDL mencekik leher... emak-emak tetap berusaha survive untuk keluarganya walau budget belanja diam ditempat. πŸ˜‚

Apakah emak-emak pengecut ??? Nehi nehi... Lihat saja apakah emak berhenti memakai panci setelah marak isu bom panci ? πŸ˜‚ Apakah emak-emak berhenti berdagang onlen setelah kasus penyiraman air keras Novel Baswedan ditengarai karena persaingan jualan jilbab onlen istrinya ? Tidak... onlen shop malah makin marak dan pelakunya sebagian besar adalah emak-emak setrong! πŸ’ͺ

Emak-emak setrong juga jadi pionir utama MCA di dunia maya. Populasinya yang besar membuat lini masa dunia maya didominasi oleh aksi emak-emak, dari mulai emak-emak cyberdaster, cybergamis, cyberhijab hingga cyberniqob.
Dipenjarakannya penista agama adalah kontribusi nyata emak-emak MCA. Gaung Aksi Bela Islam yang mendunia adalah hasil kerja nyata emak-emak MCA. Kemenangan Pilkada Jakarta juga adalah andil emak-emak mujahidah. Segala macam aksi penggalangan dana untu bencana kemanusiaan juga dipelopori oleh emak-emak setrong. Kereenn kan ?! Lalu setelah isu SARACEN dan penangkapan beberapa emak mujahidah apakah emak-emak kapok ?! Big NO!!! Emak-emak akan terus berjuang menyuarakan keadilan walau sekarang harus penuh kehati-hatian. Emak-emak secara fitrah adalah para pejuang tangguh yang tidak bisa diintimidasi dan diancam. (Bersambung). #kajianhilmiyah #kanghilmi #jkh

Most Popular Instagram Hashtags