herrynurdi herrynurdi

1,021 posts   9,084 followers   585 followings

Herry Nurdi  just with my handphone

Bulan Quran, dekatkan diri selama bulan ramadhan dengan al Quran...

Mendapat kehormatan melayani Pak @mardanialisera melaksanakan perjalanan ibadah umrah. Ngobrol seru tentang berbagai hal, terutama tentang masa depan Indonesia di Masjid Nabawi sambil saling belajar. Termasuk bercerita tentang serunya hastag #2019gantipresiden Pertemuan siang itu kami tutup dengan berdoa, agar Indonesia menjadi negeri yang diberkahi dan diampuni, serta dipimpin oleh seorang pemimpin yang beriman. Amin....

Buka di Masjid Nabawi, selalu menggetarkan!

Memilih Teman ke Tanah Suci
.
Dulu, perjalanan ibadah haji ke tanah suci adalah usaha besar. Karena banyak sekali daerah yang disinggahi. Bahkan bukan saja singgah, para calon hujaj ini kadang malah bekerja, menyiapkan bekal, belajar, berguru di wilayah tertentu dalam perjalanannya ke tanah suci. Bukan sehari dua mereka singgah, tapi bisa berbulan-bulan, bahkan lebih dari setahun mereka singgah.
.
Itu pula yang tergambar dari perjalanan haji yang dilakukan oleh dua orang sahabat, Raden Paku dan Sunan Bonang. Dalam sebuah buku kuno dengan judul Sajarah Banten, dikisahkan dua orang sahabat ini berangkat berhaji, dari Gresik di Jawa Timur pada awal-awal tahun abad ke-16. Keduanya singgah di Pasai, selama setahun tinggal di sana, berguru pada seorang ulama bernama Abdul Isbar, sebelum melanjutkan perjalanannya.
.
Raden Paku adalah nama lain dari Sunan Giri, satu dari sembilan wali atau walisongo yang menjadi pemeran penting dalam dakwah di Nusantara. Sunan Giri secara wilayah kini lebih di kenal dengan daerah Gresik. Dulu Gresik adalah salah satu pelabuhan dagang ternama. Sunan Giri, salah satu babad menyebutkan silsilahnya tersambung sampai pada cucu baginda nabi, Hussain bin Ali ra.
.
Sementara sahabatnya, Sunan Bonang, juga satu dari sembilan wali. Sunan Bonang adalah putra dari Raden Rahmat, Sunan Ampel yang makamnya berada di Surabaya. Sunang Bonang memiliki nama asli, Raden Maulana Makdum Ibrahim. Bonang adalah nama satu wilayah di dekat Rembang, perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah di bagian Pantai Utara.
.
Kisah ini kami tuturkan kembali, untuk mengingatkan bahwa perjalanan ke tanah suci adalah perjalanan besar dalam buku Nusantara Berkisah. Baca dan gali kisah-kisah yang akan memperkaya pemahaman sejara Anda tentang perjuangan dan perjalanan dakwah di Nusantara dalam buku Nusantara Berkisah.
.
Keterangan gambar:
1. Profil ulama dalam ilustrasi zaman kolonial. Peran dakwah yang dimainkan para alim zaman itu, luar biasa.
.
2. Lawang Agung, gerbang utama Masjid Ampel yang diambil gambarnya pada tahun 1920-an

Foto ini adalah rekaman peristiwa jamaah haji yang berangkat pada tahun 1948 dari pelabuhan Tanjung Priok. Luar biasa pengorbanan dan tirakat yang dilakukan. Kisah perjalanan haji di masa lalu sungguh dahsyat. Salah satunya saya kisahkan kembali dalam buku Nusantara Berkisah:
.
Kisah ini terbetik dalam penuturan Achmad Djajadiningrat, seorang bupati di zaman Belanda. Beliau pernah bertugas menjadi bupati di Serang, menjadi bupati Pandeglang, bupati Batavia dan menjabat sebagai Volksraad, semacam lembaga perwakilan rakyat di zaman Belanda.
.
Saat beliau menjadi bupati, seorang rakyatnya yang sangat miskin datang kepadanya. Saat itu bupati adalah petugas yang berwenang mengeluarkan paspor untuk berangkat berhaji. Penduduk miskin ini memperlihatkan tabungannya, tapi tabungan itu tak cukup jumlahnya untuk mendapatkan paspor haji.
.
Biaya paspor haji ditetapkan oleh pemerintahan kolonial Belanda sebesar 500 gulden besarnya. Tabungan bapak ini tak cukup untuk membayar biaya sebesar itu. Padahal dia sudah menabung selama 25 tahun lamanya. Tabungan itu dia tanam di tanah kebunnya, berbentuk mata uang sekelip atau setara dengan 5 sen dan juga seketip, 10 sen.
.
Sefakir itu, seberat itu, selama itu dia menabung, mengumpulkan uang, ditanam di tanah entah karena alasan apa, semua dilakukannya untuk mewujudkan cita-cita. Pergi ke tanah suci untuk berhaji.
.
Puji syukur pada Ilahi Rabbi, Alhamdulillah. Hari ini tidak seberat dulu. Hari ini tidak sesusah dulu. Dan hari ini rezeki Allah terasa lebih mudah dan melimpah. Semoga Allah memudahkan dan memampukan kita semua untuk pergi ke tanah suci, menggenapkan rukun Islam yang kelima. Menunaikan ibadah haji yang mulia.
.
Ingin baca kisah-kisah lain yang menginspirasi tentang perjalanan dakwah di Nusantara, ikuti kisahnya dalam Nusantara Berkisah. Online Order: harga buku 100 K (silakan tambahkan ongkir) bonus audiobooks selama persediaan masih ada. Kirimkan bukti transfer ke 0812 9000 7720

Sebuah Rezeki Besar
.
Hari ini saya mendapatkan rezeki besar. Sejak menulis dan terbit buku Nusantara Berkisah, saya banyak mendapatkan data, bahan, dan kisah tambahan yang sangat kaya. Bertemu dengan orang-orang baru, yang memiliki garis turun dari nama-nama yang saya kutip dan sebut kisahnya di dalam Nusantara Berkisah. Salah satunya adalah Ibu Sri Wahjuni.
.
Hari ini kami bertemu dan bercengkerama. Ibu Sri memberikan saya sebuah buku kecil, tua dan berwarna kuning karena usia. Isinya luar biasa, dalam bahasa Jawa. Sedang saya pelajari.
.
Lajang Wasijat (Layang Wasiat yang berarti Surat Wasiat) ini ditulis oleh kakek beliau, Ki Ngabehi Gondosabdono. Berisi tentang nasihat agama.
.
Ada yang juga sangat menarik selain Lajang Wasijat ini, dan itu adalah Ibu Sri Wahjuni sendiri. Ibu Sri adalah putri dari Ibu Moedjani, salah seorang anak dari Ki Ngabehi Gondo Sabdono. Ki Gondo adalah putra dari Kiai Burhan, Ponorogo. Kiai Burhan adalah putra dari Kiai Besari, Nglames Madiun. Kiai Besari adalah salah seorang guru mengaji dari Raden Ronggowarsito yang terkenal itu. Ke atas beliau adalah putra dari Kiai Sarijo, Ponorogo, kakeknya Kiai Nurijo Setono, buyutnya adalah Kiai Sorijo, ke atas lagi ada Kiai Muhammad Pakih Ponorogo, lalu Kiai Mursid Ponorogo, lalu Kiai Tuan Ponorogo, lalu Kiai Mirah, ayahnya bernama Kiai Ageng Gribig Malang II anak dari Nyai Ageng Gribig Malang I.
.
Dan Nyai Ageng Gribig I adalah salah seorang putri dari Sunan Giri, atau Raden Paku, atau Djoko Samudro. Ayahnya Maulana Ishaq dan Ibunya adalah Dewi Sekardadu. Kini, Ibu Sri berumur 77 tahun. Jadi beliau adalah keturunan yang ke-16 dari garis Sunan Giri yang menjadi cikal bakal kekuatan Islam di Nusantara. Begitulah kisah nusantara pada sore ini....

Teman-teman, dengan segala kerendahan hati kami menyediakan kembali Nusantara Berkisah. Bagi yang berkenan silakan memesan, 50 PO Pertama, bonus audiobooks Nusantara Berkisah. Jangan lupa tambahkan ongkir dalam transfer, dan kirimkan bukti transfernya. Semoga bermanfaat dan berkah ilmu yang ditulis dan dibaca. Happy shopping ya gaes.... #NusantaraBerkisah

Ojo Gelo Dadi Wong Tani. Belajar bertani dari Joglo Tani, lebih dari sekadar menanam dan menuai, tapi lebih dari itu belajar filosofi sebagai seorang yang diamanahi Allah menjaga tanah dan hasil bumi...

Malu saya sama Bu Suminten. Sepagi itu beliau sudah mencuci benih padi untuk dibawa ke sawahnya yang sudah memasuki masa tandur. Selepas subuh, beliau sudah mencuci bibit padi Ciherang yang akan beliau panen 90 hari ke depan. Betapa sabarnya. Kesabaran yang sudah tipis saya miliki, tergerus kehidupan model instant. Sehat banget tubuhnya. Kuat tenaganya. Dan tak ada keluhan yang keluar dari lisannya. Semua percakapan diawali Bu Suminten dengan kalimat, alhamdulillah....

Nusantara Berkisah!
Hari ini saya meguru, berguru pada pak TO. Suprapto di Joglo Tani, Godean, Jogja. Dari beliau saya belajar tentang teknologi pertanian, terutama proses menanam padi yang berdasarkan dari ajaran Sunan Kalijogo yang mengajarkan cara menanam pagi dengan sangat detil dan penuh hikmah, menjaga keselarasan dan kebaikan alam dan dituturkan dalam tembang dhandanggulo. Luaaar biasaaaa! Nah ini cuplikan kecilnya.

Yang sebelah kanan, guru saya yang mulia dan sangat saya cintai, Ust Hussein bin Hamid al Attas. Yang tengah, adalah Pak Afif Hamka, salah seorang putra Buya Hamka yang mulia. Dan yang paling kiri, seorang murid yang nggak pinter-pinter, dan seorang yang lemah dan banyak salah.
.
Dari Buya Hamka saya mencintai sejarah. Dan Pak Afif kemarin menuturkan kisah-kisah paling intim tentang Buya Hamka yang membuat saya merasa semakin dekat dengan beliau. Saya bersahabat dengan salah satu cucu Buya Hamka, Ibu Irma namanya.
.
Sementara bersama Ust Hussein, saya menimba banyak ilmu pengetahuan, terutama tentang al Quran. Dari beliau saya belajar banyak tentang adab dan akhlak dalam kehidupan. Beliau satu dari sedikit orang yang kalimatnya selalu saya taati. Maklum, kebandelan saya membuat saya susah diatur.
.
Semoga Allah merahmati beliau berdua. Saya numpang saja, berharap kecipratan rahmat-Nya. Numpang juga promosi buku Nusantara Berkisah #nusantaraberkisah

Cuman sebentar, hanya sesaat, paling sebentar lagi pulang. Nggak lama kok, saatnya akan tiba. Apa yang dicari saat ini, akan menentukan dimana kita nanti. Semoga kita pulang dengan segulung senyuman....

Most Popular Instagram Hashtags