herrynurdi herrynurdi

938 posts   8,962 followers   654 followings

Herry Nurdi  just with my handphone

Penjaga Harta Karun Umat Islam.
.
Perkenalkan, beliau berdua orangtua saya yang jasanya barangkali tidak pernah tercatat, tapi sumbangannya bisa jadi pernah mencerdaskan antum semua. Kaum Muslimin Indonesia.
.
Pernah dengar nama penerbitan Bulan Bintang? Hampir semua aktivis, sarjana dan kaum intelektual Muslim tidak ada yang tidak pernah bersentuhan dengan karya-karya yang diterbitkan oleh Penerbit Bulan Bintang. “Kini Bulan Bintang mungkin tinggal kenangan,” kata Ibu Yanti.
.
Bu Yanti dan Pak Buang, keduanya kini menjaga Penerbitan Bulan Bintang yang nyaris hilang bersama zaman. Penerbitan ini, sekarang hanya dijaga oleh beliau berdua. Pak Buang sudah mengabdi lebih dari setengah abad, sejak tahun 1967 beliau sudah bekerja di Bulan Bintang.
.
Sementara Bu Yanti mengabdi di Bulan Bintang sejak tahun 1976. Bu Yanti sudah mengajukan pengunduran diri tiga kali, tapi akhirnya beliau memutuskan untuk tetap menjaga Bulan Bintang. Begitu juga Pak Buang, sempat pensiun, lalu kembali menjaga mutiara Muslim Nusantara ini. Saya bersahabat dengan keduanya, terutama dengan Bu Yanti yang rumahnya di Kalibata. Pak Buang rumahnya di Perumnas Bekasi.
.
Usia Pak Buang sudah lebih dari 70 tahun. Bu Yanti sebentar lagi menyusul. Mohon doanya untuk kedua orangtua saya ini. Jasa beliau berdua, barangkali mengalir dalam aliran intelektual kita semua. Al Fatihah....
.
Siapa yang punya kenangan dengan buku terbitan Bulan Bintang? #nusantaraberkisah

Inspirasi ke Tanah Suci @silaturahimtravel

Sowan Kanjeng Sunan Drajat
.
Dalam struktur para wali, Sunan Drajat punya tugas yang sangat unik: memangun reseping tyas marang saksomo. Tugas beliau adalah membahagiakan hati manusia, siapa saja, tidak kenal strata sosialnya. Setiap orang selepas bertemu beliau, menjadi lebih bahagia dan berlapang dada. Dan itulah yang saya rasakan ketika sowan ke Dusun Ndrajat, di Lamongan.
.
Gambar pertama dan kedua adalah komplek makam Sunan Drajat, meski di luar sangat terik dan kering karena kemarau panjang, di dalam komplek sejuk dan tenang.
.
Gambar ketiga adalah kursi goyang, tempat Sunan Drajat me time, sambil memikirkan cara menyenangkan manusia. Mungkin dari atas kursi ini lahir berbagai inspirasi berbagai permainan anak yang beliau ciptakan.
.
Foto keempat adalah Serat Ambiyo, sebuah manuskrip yang sayangnya tidak cukup terawat berisi kisah para nabi tulisan para sunan yang dikumpulkan. Serat Ambiyo adalah Kisah-kisah para Anbiya.
.
Foto kelima Blandar Bayang, ditempat ini dulu para sunan dan wali berkumpul dan bermusyawarah di bawah pohon beringin yang teduh dan rindang dengan sulur-sulur menjuntai ke tanah.
.
Foto keenam, ketujuh, adalah gapura menuju rumah beliau yang tak jauh dari makam, sekitar 500 meteran. Di rumah ini kami disambut oleh Pak Eddy Santoso, keturunan Sunan Drajat yang ke-14. Kami bercengkerama, akrab seperti saudara. Padahal baru sekali berjumpa. Beliau menuturkan falsafah bunyi-bunyian neng nung ning gung. Yang artinya heneng, henung, hening untuk yang maha Agung.
.
Foto kedelapan adalah padhusan kanjeng sunan. Tempat beliau bersuci, bebersih dengan amalan doa yang cukup panjang dalam berserah diri. Numpang mandi di sini, sejuk sekali. Luar biasa sekali pelajaran yang didapatkan diri.
.
Foto terakhir adalah penampakan utuh rumah kanjeng sunan yang sekarang digunakan sebagai TPA Sunan Drajat. Ada yang mau ikut tanggal 13-14 oktober nanti? #nusantaraberkisah

Ngampel!
.
Kami menyebutnya begitu, Masjid Sunan Ngampel. Beliau adalah putra dari Syaikh Ibrahim Asmoroqondi. Menilik dari namanya, beliau dari ufuk yang jauh di seberang, Negeri Samarqand. Selain Raden Achmad Rachmatullah atau Sunan Ampel, anak lelaki lainnya adalah Sayyid Ali Murtadho. Beliau lebih dikenal dengan sebutan Sunan Gresik. Atau untuk warga Madura, Kangean, Bali, Nusa Tenggara, Bugis, Makassar sampai Indonesia Timur beliau dikenal dengan nama Raden Santri atau Sunan Murtolo, karena zaman itu nama Mustadlo sangat asing rasanya di lidah Nusantara. Tapi para sunan dan wali ini, tak pernah mempersoalkan dengan nama apa mereka dipanggil, yang penting risalah dibumikan di Nusantara.
.
Sebetulnya ada satu nama lagi, yang melengkapi beliau menjadi tiga serangkai. Raden Abu Hureroh (Raden Abu Hurairah) sepupu dari Sunan Ampel dan Sunan Gresik ini mendapatkan tugas dakwah di sebelah selatan dan tengah Jawa, beliau berjuluk Sunan Mojoagung. Kelak tugas dakwah beliau ini melahirkan kawasan yang disebut Jombang, lumbung para ulama dan pejuang. Selain bertugas membumikan dakwah di bagian tengah Jawa, beliau bermukim di Mojoagung karena ibu beliau telah menjadi kerabat dari Kerajaan Majapahit. Demikian sekilas oleh-oleh dari Ampel pagi ini.
.

Foto di atas adalah rekaman sejarah, yang pertama di rekam pada saat khaul Sunan Ampel pada tahun 1898. Seluruh masyarakat turun dan turut bergembira.
.
Foto kedua, tak jelas tahun berapa ketika para Sayyid dan keturunan Arab memperingati Maulid Nabi di masjid Sunan Ampel.
.
Foto ketiga, jejak jalur trem yang melintas menara Masjid Ampel di zaman Kolonial.
.
Foto keempat, gambar tempo doeloe yang menunjukkan pintu gerbang Gubah yang sampai saat ini menjadi pusat perdagangan di Masjid Ampel.
.
Foto terakhir, suasana jalan Panggoeng tempo doeloe. Sebuah kawasan di sekitar Masjid Ampel.

Berkunjung ke dapurnya Surabaya. Jika sahabat semua berada di Surabaya, terutama selepas maghrib, berkunjunglah ke Jalan KH. Mas Mansyur, atau orang Surabaya lebih senang menyebutnya Sasak. Dari ujung ke ujung, tersedia kulinari yang dahsyat di sini. Yang legend adalah, Martabak Bang H. Alimun, ini martabak sejak saya kecil masih ada hingga kini. Kami dulu bertetangga dengan pembuat martabaknya. Kalau saya main ke rumah Bang Haji Alimun, rumahnya beraroma daun bawang.
.
Ada juga hidangan Hadramaut, al Mutlik. Menu andalan di sini, Kambing Oven yang dioles dengan madu, moise and tender, nikmatnya sampai ke hati. Dan menu kesukaan saya sejak kecil, Gulai Kacang Ijo, nikmatnya nggak bisa diceritakan. Karena setiap suapannya terasa memanggil-manggil masa silam.
.
Di dekat RS Al Irsyad, ada STMJ susu kambing, sadis enaknya. Cobain sendiri, datang ke dapurnya Surabaya, sambil berziarah ke Raden Rachmat, Sunan Ampel yang mulia...

Masih punya stock furniture antik semacam ini, hasil mengumpulkan masa silam...

Sepasang suami istri pelayan rumah Allah, Pak Fatkhurahman dan Ibu Rukhayyah. Beliau dua pengurus dan memakmurkan masjid al Muqarrabin di Komplek TNI AU Jariwaringin.
.
Tapi yang menarik adalah, silsilah yang dimiliki Ibu Rukhayyah dari sebelah ayah. Beliau masih keturunan Kiai Kasan Besari, Tegalsari. Seorang ulama besar tanah Jawa, guru mengaji untuk segenap bangsawan Jawa dan pesantrennya, Tegalsari, melahirkan banyak sekali ulama besar.
.
Tegalsari, pada zamannya adalah sebuah kawasan atau wilayah penerapan syariat Islam bahkan sebelum ada negara yang bernama Indonesia.
.
Salah satu murid dari Kiai Kasan Besari adalah seorang sastrawan besar tanah Jawa, pujangga Raden Ngabehi Ronggowarsito.
.
Kiai Kasan Besar adalah tokoh yang memulakan tradisi membaca maulid dan barzanji di Masjid Keraton Surakarta. Rupanya darah dan gen mengurus masjid dan memakmurkan masjid-Nya ke anak cucunya seperti Ibu Rukhayyah. Semoga Allah merahmati semua pendahulu kita, al Fatihah....

Buat bekal malam mingguan: Kisah Kasih di Zaman Revolusi
.
Siti Hartinah baru sembuh dari sakit malaria. Sudah sebulan malaria menyerangnya. Akibat sakit itu pula kulit Siti Hartinah nampak kuning karena kebanyakan minum obat atebrin. Selepas sembuh, Siti Hartinah mendapat kabar ayah dan ibu dari seorang pemuda bernama Soeharto akan datang bertamu.
.
Upacara ini disebut dengan nama Nontoni. (Kalau zaman hijrah sekarang disebutnya taaruf) Pertemuan dua keluarga. Pertemuan dua calon mempelai untuk pertama kali. Soeharto muda tak kenal perempuan, dia siswa HIS Muhammadiyah. Dan hari itu Siti Hartinah tampil anggun dengan baju warna hijau yang menawan hati pemuda Soeharto. Keduanya kontan jatuh hati.
.
Siti Hartinah kelak menggambarkan perasaan ini dengan mengutip kalimat Buya Hamka dalam roman Tenggelamnya Kapal van Derwyck. “Tuhan yang Maha Kuasa menciptakan matahari dan diberikan sinar. Menciptakan bunga mawar dan diberikan wangi. Menciptakan hati dan diberikan cinta.”
.
Setelah itu memang Soeharto muda datang beberapa kali menemui Siti Hartinah. Tapi mereka tak dibiarkan duduk berdua. Orangtua Siti Hartinah selalu menyiapkan saksi untuk menjadi orang ketiga dalam pertemuan mereka. Seorang paman datang sebagai teman. Dan Siti Hartinah hanya berani mencuri pandang pada pemuda gagah yang ada di hadapan. Akhirnya, Soeharto dan Siti Hartinah kemudian menyatukan cinta dalam pernikahan yang dilangsungkan pada 26 Desember 1947. Siang mereka menikah, dan setelahnya langsung disambut dengan pemberlakuan jam malam oleh Belanda. Demikian sekelumit kisah kasih di zaman revolusi.... #nusantaraberkisah

Filosofi Tjangkoel Sunan Kalijogo #nusantaraberkisah mengumpulkan kearifan masa silam
.

Salah satu ilmu yang diwariskan oleh Raden Syahid atau Sunan Kalijogo adalah ilmu pengelolaan sumber pangan. Mulai dan peternakan, perkebunan, pertanian, perikanan, hingga budidaya.
.
Dalam ilmu pertanian, Sunan Kalijogo menitipkan filosofi yang sangat dalam pada setiap alat produksi, mulai dari Luku sampai Cangkul. Nanti di bagian terpisah akan saya kisahkan tentang Luku. Sekarang, Cangkul dulu.
.
Dalam alat produksi bernama Cangkul atau Patjoel ada tiga bagian yang tergabung di dalamnya. Pertama, Patjoel sendiri bermakna, ngipatake kang moentjoel. Membuang yang muncul ke permukaan, seperti godaan, rintangan atau pengalih perhatian dan kesulitan-kesulitan.
.
Bagian kedua dari cangkul adalah Bawak, menurut Sunan Kalijogo bawak artinya obahing awak. Badanmu harus bergerak, kamu harus bekerja mewujudkan kebaikan dan cita-cita. Jangan berpangku tangan, karena akan dijadikan bantal oleh setan.
.
Dan bagian yang ketiga adalah, Doran. Bagian dan kata ini, doran memiliki arti dedungo marang pangeran. Memanjatkan doa kepada yang Maha Kuasa. Tak hanya memohon dan berharap, tapi juga memuji dan bersyukur, berterima kasih dan berbaik sangka pada Allah Taala. Demikian sepetik filosofi di balik tjangkoel dari Sunan Kalijogo....

Muhammad Ali akhirnya mencicipi bagaimana rasanya naik becak. Setelah sesi latihan di Jakarta, menjelang pertandingannya dengan Rudi Lubbers di Stadion Utama Senayan (GBK).
.
Rudi Lubbers adalah petinju Juara Kelas Berat Belanda, yang bertanding ditantang oleh Muhammad Ali. Mereka bertanding pada 20 Oktober 1973, pukul 21.00 dengan partai tambahan petinju Indonesia Nurhasyim melawan petinju Filipina, Orlando Habierto.
.
Pertandingan ini didominasi oleh Muhammad Ali. Rudi Lubbers kalah dalam perhitungan point. Salah satu yang menarik adalah harga tiket nonton Muhammad Ali vs Rudi Lubbers. Tempat duduk ring side A dijual seharga 27 ribu rupiah dan kursi tribun dijual hanya seharga 1.000 rupiah. Ali merasa bertanding di tengah-tengah saudaranya sendiri karena didukung oleh seluruh rakyat Indonesia yang Muslim. Demikian sekilas kisah....

Bagi yang sering lewat Glodok, mudah-mudahan pernah perhatian sama gedung yang satu ini. Sekarang diberi nama Pantjoran Tea House.
.
Gedung itu dulu namanya Apotek Chung Hwa. Milik seorang Kapiten Tionghoa bernama Kapiten Gan Djie dan istrinya. Meskipun apotek, penduduk sekitar lebih mengenal gedung ini dengan sebutan Pertekoan!
.
Kenapa disebut Pertekoan, karena istri Kapiten Gan Djie setiap hari menyediakan enam teko teh yang disiapkan untuk para pedagang dan orang yang lalu lalang di pintu masuk Glodok. Ini adalah salah satu bentuk dari hubungan yang sangat baik dan jiwa yang mulia dari para pedagang Tionghoa zaman itu.
.
Salah satu foto menunjukkan suasana Aptek Chung Hwa di era setelah kemerdekaan dan suasana Glodok dan Pecinan di zaman itu. Apotek Chung Hwa memang sudah tidak ada yang memelihara dan sudah tidak digunakan.
.
Lama terbengkalai sampai akhirnya ada yang melihat potensinya untuk dihidupkan kembali pada zaman now.
.
Sekarang Apotek Chung Hwa yang dulu terbengkalai dipugar kembali dan dijadikan Tea House. Namanya Pantjoran Tea House dan diajukan sebagai International Heritage ke PBB. Lokasinya tepat setelah jembatan Glodok, dan nampak indah menghiasi sudut kota.

Most Popular Instagram Hashtags