gpjakarta gpjakarta

108 posts   2,134 followers   43 followings

GEMA Pembebasan - Jakarta Raya  Official Account GEMA Pembebasan - Jakarta Raya | BERSATU, BERGERAK, TEGAKAN IDEOLOGI ISLAM | PW Mudakir Daman +62 857 7523 3398

Radikalisme (Islam) Mengancam Kampus?
Oleh : Muhammad Harun Fattah

Akhir-akhir ini berkembang isu bahwa paham radikal masuk kedalam kampus. Sayangnya, isu radikal ini (sengaja atau tidak) seringkali dikaitkan dengan dakwah Islam, sehingga menjadi ambigu ditengah mahasiswa. Kata-kata radikalisme dan radikal menjadi sesuatu yang mengerikan, sehingga banyak sekali upaya “proyek” deradikalisasi yang menyasar kepada mahasiswa Muslim.
Sebelum membahas lebih dalam, ada baiknya kita mengetahui makna kata radikalisme. Radikalisme berasal dari kata Radikal – radix. Radix sendiri berasal dari bahasa latin yang berarti akar. Sementara radikal, menurut KBBI memiliki 3 makna, yaitu;1 secara mendasar(sampai kepada hal yang prinsip):perubahan yang--; 2 pola amat keras menuntut perubahan(undang-undang, pemerintahan);3 maju dalam berpikir atau bertindak. Sementara Radikalisme bermakna;1 paham atau aliran yang radikal dalam politik;2 paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis;3 sikap ekstrem dalam aliran politik.

Bila kita memaknai kata tersebut sesuai dengan pengertiannya, maka akan banyak orang yang sebenarnya radikal dan penyebar paham radikalisme. Presiden Sukarno bisa dianggap radikal, karena ideologi Pancasila-Marhaenisme yang ia emban, berbeda dengan paham Penjajah Belanda. Para pahlawan perjuangan kemerdekaan Indonesia juga radikal, karena menginginkan perubahan politik yang drastis. Para penyuara ide-ide liberal bisa juga di cap sebagai kelompok yang radikal, karena mau mengubah kebiasaan masyarakat. Bahkan, para aktivis ’98 pun bisa dilabelkan sebagai pergerakan radikal karena mau mengamandemen Undang-Undang Dasar 1945.

Dari penjelasan diatas, seharusnya makna dari radikal atau radikalisme itu sendiri adalah sebuah istilah yang netral. Namun, kata ini sering menjadi negatif tergantung dari tiga hal, yaitu siapa yang menggunakan, siapa sasaran yang akan dilabelkan, dan apa latar belakang istilah ini digunakan. Inilah fakta yang terkadang dilupakan masyarakat awam akan pentingnya memahami istilah, sehingga ketika sebuah berita yang sengaja “dikemas” untuk mengkriminalkan sesuatu, Lanjut ⬇️

73 tahun sudah negeri ini 'merdeka', tepatnya 17 Agustus 2018 nanti. Euforia dalam menyambut hari bersejarah ini selalu nampak diperlihatkan anak-anak bangsa. Namun, melihat realitas hari ini, patut kiranya bertanya, hakiki-kah kemerdekaan yang diperingatkan setiap tahunnya?
Secara fisik dan pengakuan dunia mungkin negri ini telah merdeka, tidak ada lagi perampasan maupun penindasan yang secara langsung dan terang-terangan di lakukan oleh suatu bangsa/negara asing kepada kita.

Namun, amat disayangkan pula bila kemerdekaan hanya dipahami semata-mata hanya sebagai keterbebasan negeri ini dari penjajahan secara fisik. Akibatnya, penjajahan non-fisik (yakni penjajahan pemikiran/ideologi, politik, ekonomi, sistem sosial dan budaya) yang berakar pada Kapitalisme global sering tidak disadari sebagai bentuk penjajahan.
Padahal penjajahan non-fisik—dalam wujud dominasi Kapitalisme global—ini tak kalah berbahaya daripada penjajahan fisik. Penjajahan non-fisik, karena tidak secara langsung merampas, menindas bahkan memakan korban jiwa, kesannya tidak se'kejam' penjajahan fisik. Padahal jika kita renungkan, penjajahan non fisik dalam wujud dominasi Kapitalisme global ini juga telah menimbulkan penderitaan yang luar biasa bagi bangsa ini, termasuk secara tidak langsung memakan korban jiwa secara perlahan.

Untuk itu perlu kiranya kita menjernihkan pandangan. Sebagai muslim, dalam pandangan Islam, kemerdekaan hakiki terwujud saat manusia terbebas dari segala bentuk penghambaan dan perbudakan oleh sesama manusia. Dengan kata lain Islam menghendaki agar manusia benar-benar merdeka dari segala bentuk penjajahan, eksploitasi, penindasan, kezaliman, perbudakan dan penghambaan oleh manusia lainnya.

Islam datang untuk membebaskan manusia dari segala bentuk penghambaan kepada sesama manusia sekaligus mewujudkan penghambaan hanya kepada Allah SWT. Islam datang untuk membebaskan manusia dari kesempitan dunia akibat penerapan aturan buatan manusia menuju kelapangan dunia (rahmatan lil alamin). Islam juga datang untuk membebaskan manusia dari kezaliman agama-agama dan sistem-sistem selain Islam menuju keadilan Islam. Lanjut di komentar 👇

Isu radikalisme yang dikatakan terpapar pada beberapa kampus di Indonesia serta rencana pemerintah untuk memonitoring, dengan mendata no ponsel dan akun media sosial dosen serta mahasiswa merupakan teror terhadap civitas akademika.

Upaya-upaya pemerintah melalui kemenristekdikti tersebut disinyalir merupakan bagian dari upaya rezim untuk memperkuat posisinya ditengah kritisme publik yang begitu besar, tak terkecuali sikap kritisme dari tokoh dan golongan Islam.

Pasalnya isu radikalisme yang digulirkan pemerintah tak terdefinisi secara hukum, sehingganya tak dapat dipungkiri bahwa isu tersebut, merupakan isu #politik yang digunakan untuk membungkam suara-suara kritis dari tokoh dan golongan Islam.

Pada kenyataannya pun demikian terlihat tuduhan radikalisme tersebut hanya menyerang komponen umat Islam saja, baik ASN, mahasiswa maupun lembaga keislaman dikampus. Korbannya misalnya Prof. Suteki, seorang Guru Besar Undip yang disanksi karena hadir sebagai Ahli yang dihadirkan HTI dalam sidang gugatan di PTUN. Juga #mahasiswa di Sulawesi yang diskorsing karena dituduh radikal dan lembaga keislaman di beberapa kampus yang dibekukan bahkan dibubarkan.

Padahal sikap kritisme tokoh dan golongan Islam tak lain hanyalah dakwah guna mewujudkan keshalihan sosial seperti, generasi bangsa yang terbebas narkoba, seks bebas, bahaya sekulerisme, serta terbebas dari bahaya neo-liberalisme dan sebagainya, termasuk pula mewujudkan maslahat pada negara.
[Tio, PW Gema Pembebasan Jakarta]

KLARIFIKASI @ustadzabdulsomad
dimana banyak orang berlomba lomba ingin mencalonkan diri, padahal tidak punya kemampuan, tidak mampu amanah, hanya di”endorse” partai tertentu, sengaja demi mendapatkan nikmatnya dunia

Walaupun kalau serius terjun, bisa saja kemenangan di depan mata, Justru Beliau tawwadu memberikan kesempatan kepada siapapun yg dirasa lebih pantas asal yg terbaik untuk ummat

Inilah adab orang berilmu, yg hanya berharap akan ridha Allah subhanahu wa ta'ala

Yuk doakan kesehatan dan ke istiqamahan untuk beliau. Aamiin

Supoort terus keputusan Pak “Cawapreees” di hatinya kita 🤣 yaa. Gmn pun juga kayanya mantabs nih julukan cawapres utk ustadz 😊 Jangan pada serius2 yuk ngopi dulu

#masyaallahtabarakallah
#kamibersamauas

Dari @ariekuntung

[ Dokumentasi ]

Sabtu 28 July 2018, Pukul 20.00 WIB. Gerakan Mahasiswa Pembebasan (Gema Pembebasan) Wilayah Jakarta Raya, bersilaturahmi dengan pengurus wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Tangerang Bung Fajri.

GEMA Pembebasan yang diwakili oleh Tio Wibowo, bersama Bung Fajri berdiskusi tentang dunia perpolitikan dan peran pergerakan mahasiswa. Bung fajri mengemukakan keprihatinannya terhadap kondisi Indonesia saat ini, tak terkecuali isu radikalisme yang berkembang saat ini di Indonesia termasuk dikampus-kampus.

Bung Fajri mengatakan bahwa isu radikalisme yang berkembang saat ini hampir mirip dengan masa kolonial Belanda dahulu. Isu tersebut tak lain guna menjauhkan umat dari agama dan ulamanya. "Dulu ketika masa kolonial Belanda narasi radikalisme dimainkan belanda untuk menyerang pangeran Diponegoro, tujuannya tidak lain adalah untuk menjauhkan umat dari agama dan ulamanya. Jadi narasi radikalisme hari ini tak lain hanya pengulangan sejarah saja guna menjauhkan umat/rakyat dari ulamanya dari agamanya," Ucapnya.

Bung Fajri pun mengatakan bahwa radikalisme itu positif, sebab bangsa ini merdeka karena radikalisme bangsanya. Sehingga masyarakat khususnya mahasiswa muslim di Indonesia tidak perlu resah dengan tuduhan tersebut. "Jadi tidak usah khawatir di katakan radikal, sebab negara ini tak akan merdeka kalau bangsanya tidak radikal," pungkasnya.

Rencana pemerintah menyelesaikan negosiasi kontrak tambang Freeport bulan ini dengan membayar sekitar US$ 3 miliar hingga US$ 4 miliar untuk divestasi 51% (tepatnya sekitar 41,64%, karena saat ini Indonesia telah memiliki 9,36%) saham Freeport McMorant. Jika hal tersebut terlaksana, maka Indonesia akan menjadi pecundang karena bersedia membayar sesuatu yang jauh di atas nilai wajar, sebab pada dasarnya sebagian besar aset yang dibayar tersebut adalah milik negara dan bangsa sendiri.

Pemerintah seharusnya tidak boleh lupa, bahwa barang tambang di Papua itu milik negara. milik rakyat Indonesia. Freeport itu hanya ngontrak. Masa kontrak itu bakal habis tahun 2021. Nah, mestinya setelah kontrak habis, barang tambang itu kembali ke negara dan bangsa Indonesia. Sebab negara dan bangsa Indonesia ini juga butuh.

Jadi apa yang harus ada khususnya di pemerintah, juga rakyat, untuk menghentikan Freeport?

Pertama harus ada sikap dasar. pemerintah, demi kepentingan seluruh rakyat Indonesia, berkehendak untuk mengelola barang tambang yang ada di Papua. Sikap dasar ini harus disampaikan secara tegas dan terbuka, disertai dengan seruan kepada seluruh rakyat, khususnya rakyat di Papua, polisi dan tentara, anggota Parlemen, dunia usaha, tokoh masyarakat dan birokrat untuk mendukung keputusan ini.

Kepada rakyat juga harus dijelaskan bahwa barang tambang yang jumlah kandungannya sangat melimpah seperti yang saat ini dikelola Freeport adalah milik rakyat. Dengan penjelasan itu, insya Allah rakyat pasti mendukung perjuangan untuk mewujudkan pengelolaan barang tambang itu dan kekayaan alam lain secara benar. Dengan dikelola secara benar, kekayaan alam negeri ini yang begitu melimpah akan mampu menyejahterakan rakyatnya.

Selanjutnya, dilakukan persiapan-persiapan secara teknis, ekonomi, yuridis dan politis untuk pengambilalihan itu agar operasi di sana tetap bisa berjalan meski di awal pengambilalihan agak tersendat. Secara yuridis harus dikaji agar tidak mudah bagi siapapun untuk mempersoalkan secara hukum. Secara ekonomis harus diperhitungkan biaya yang diperlukan dan berapa lama keadaan bisa normal kembali. Lanjut dikolom komentar ⬇️⬇️⬇️

Sadar ngk sih kalok harga telur naik?

8 Kelelahan yang disukai Allah & Rasul-Nya:

1. Lelah dalam jihad (9: 111)
2. Lelah dalam dakwah (41: 33)
3. Lelah dalam ibadah & amal sholih (29: 69)
4. Lelah mengandung-melahirkan-menyusui (31: 14)
5. Lelah mencari nafkah (62: 10)
6. Lelah mengurus keluarga (66: 6)
7. Lelah belajar (3: 79)
8. Lelah dalam susah, miskin, & sakit (2: 155)

@DakwahSulsel
#DakwahSulsel
#Dakwah #Sulsel
#Allah #Rasul
#Quran #Lillah #Lelah
#InilahMomenHijrahku
#IslamRahmatanLilAlamin

[OPEL 131]
.
Pemerintah melalui kementerian pertanian mengeluarkan kebijakan terbaru mengenai impor beras sebanyak 500.000 ton di akhir Januari ini. Melalui Bulog, tender dilakukan sesuai arahan kementerian peerekonomian, Darmin Nasution. Dengan gelontoran dana sebesar 15 Triliun, Bulog dituntut untuk menyegerakan tender impor beras dengan Thailand dan Vietnam. Impor beras sendiri diasumsikan pemerintah sebagai upaya untuk membantu menurunkan harga dipasaran dengan logika kenaikan volume penyediaan beras dan menghindari kelangkaan beras untuk menstabilkan harga beras dipasaran. Saat ini harga beras terhitung pada bulan Desember 2017 berkisar 8.600-9000 menjadi 9450 untuk beras medium sedangkan untuk beras premium berkisar 12.800 menjadi 14.000. Asumsi tersebut diiringi dengan waktu panen raya pada bulan februari-maret mendatang. Sehingga, kebijakan tersebut difungsikan untuk menjaga stok beras selama masa tunggu panen dimana saat ini Stok beras terhitung sebesar 930.000 ton dibawah batas aman (1jt ton).
Beberapa pihak menuturkan bahwa kebijakan impor beras merupakan kebijakan yang terlambat jika upaya stabilisasi harga adalah tujuannya. Pasalnya, lonjakan harga beras sudah terjadi di bulan November 2017, dan disaat yang sama kebijakan impor beras tidak dilakukan dengan asumsi pemerintah, bahwa ketersediaan beras dalam keadaan surplus. Terlalu terlambat pula untuk memposisikan impor beras sebagai langkah untuk menunggu panen raya, padahla hanya menunggu beberapa hari saja menuju panen raya dibulan februari-maret. Besar stok beras 930.000 cukup dapat memberikan ketersediaan pangan masyarakat. Lalu, dimana persoalan urjensi akan kebijakan impor beras ini dan bagaimana ketersediaan beras lokal sehingga dapat memenuhi kebutuhan pangan Nasional?
Bukan tiba-tiba pasokan beras menurun dan hampir-hampir terjadi kelangkaan yang menyebabkan harga naik. Hal ini tentu saja berakar dari buruknya kebijakan pemerintah dalam mewujudkan politik pertanian.

Selengkapnya di FB Fanspage GEMA Pembebasan Jawa Barat

ORASI BELA UST. ZULKIFLI M ALI, POLA KRIMINALISASI ULAMA SEGERA HENTIKAN!

Sistem sekuler menjadikan rakyat semakin sengsara!

Orasi Ricky Fattamazaya | Aksi Pendampingan dan Pengawalan Ust. Zulkifli M.Ali | 18 Januari 2018 | Siber Bareskrim Mabes Polri

_Media Oposisi ✊

"Di Aksi Bela Ustadz Zulkifli, Aktivis Ini Ungkap Mengapa Banyak Ulama Cepat Dikriminalisasi"

Most Popular Instagram Hashtags