gentakiswara gentakiswara

1,962 posts   82,857 followers   1,643 followings

Genta Kiswara  Pada Sebuah Kata Pergi | Evolusi Rindu | Nelangsa ———————————————————————— Cp : +6281328094274 (Tri Prasetyo)

Spoiler dikit untuk lagu selanjutnya.
Kali ini bareng @bemandry .
Lagunya sudah kelar, tinggal proses clipnya. Ditunggu, ya.

Namanya Judith Chung. Wanita yang kukenal dengan milyaran batu di kepalanya ini sungguh langka dan berbeda (menurutku). Aku mencintai apa yang ada dalam dirinya; sudut pandanganya yang berbeda beserta semua hal yang mungkin saja tidak disukai orang-orang terhadapnya.

Diamnya adalah bising yang tidak ingin kudengar. Marahnya adalah hobi yang kusenangi. Dia punya skill yang cukup langka, yaitu; kalau makan dan minum tidak pernah habis.

Sudah ya, males panjang-panjang, aku tidak ingin kamu jatuh cinta sama dia. Dia milikku, aku juga miliknya. Bhay :p

Aku telah mengenal banyak patah hati, mencumbui banyak luka, menidurkan banyak rindu dan mempelajari puluhan kepergian. Nyatanya memang; Kesedihan hanya mendapatkan sedikit tempat pada telinga orang lain dan luka-luka yang kita miliki adalah tanggungan yang harus kita tunggangi. Kadang aku bingung, mana yang lebih bahagia antara kesepian atau keramaian? Nyatanya dua hal tersebut hanyalah kepura-puraan, sebab pada setiap ramai; aku menemukan banyak sepi di mulut orang-orang yang berbincang.
— gentakiswara

Rasa cinta paling kuat ialah; ketika sepasang anak manusia terpisah oleh takdir, namun di sepertiga malam, kerasnya doa mereka menggema serupa takbir di Ramadan akhir.
— gentakiswara

Cinta adalah suatu hal yang tidak dapat dipaparkan secara panjang lebar. Cinta juga tidak bisa diuji melalui nalar, tidak bisa dikaji secara mendasar dan tidak bisa diukur untuk mengetahui seberapa kecil atau seberapa besar. Jika seseorang mencintaimu dan kemudian kamu mempertanyakan; kenapa, atas dasar apa, mengapa bisa dan bersumber dari mana? Yakinlah, tidak akan pernah kamu menemukan jawaban yang konkret atas pertanyaan tersebut.
Kenapa bisa ?
Karena dalam cinta, kita tidak sedang mengkaji kebenaran, kita tidak sedang memecahkan suatu misteri atau membuat suatu rumusan. Kita hanya sedang meyakini bahwa kita adalah ‘manusia’ yang memiliki; perasaan, empati, ketertarikan, kesedihan dan kebahagiaan untuk kemudian melahirkan harapan dalam memanusiakan dan berbagi dengan manusia lain.
— gentakiswara

Mencintaimu, aku kehilangan kata-kata. Aku tak pandai lagi membedakan antara indahnya samudera dan teduhnya senja. Adanya dirimu, menggantikan segalanya; semoga kelak hingga ujung usia.
— gentakiswara

Seseorang bisa saja membunuh kau dari kehidupannya, tapi tidak akan bisa membunuh kenangan hidup kau bersamanya.
— gentakiswara
.
Shoes by : @pkpkstore

Ketika aku melihat rekah senyum di bibirmu, aku membayangkanmu seekor burung Nuri yang dibebaskan oleh sangkarmu sendiri.

Ketika aku melihat airmata di pipimu, aku membayangkanmu serupa air terjun yang teramat indah, namun berada jauh di dalam hutan belantara yang begitu sulit untuk ditempuh.

Ketika aku mendengar kesedihanmu, aku membayangakanmu serupa beranda rumah tua yang pudar dan rapuh. Kamu menjadi saksi bisu untuk semua hadir yang tidak menjadi takdir—dalam dirimu sendiri.
— gentakiswara

Andai membuka hati semudah memutar kunci, mungkin perpisahan tidak lagi ditakuti. Jika kembali mencinta sesederhana melangkahkan kaki, mungkin tidak terlalu sulit untuk melupakan kejadian-kejadian indah yang mustahil untuk diulang lagi. Begitulah sekiranya, berhenti bersedih tidak segampang mengakhiri hubungan pada kata sudah
— gentakiswara

Kalau saja ilmuan tidak menciptakan kamera, betapa malangnya nasib momen berharga yang harus menerima realita bahwa ingatan juga akan melemah seiring usia yang menua.
—gentakiswara
.
Selamat Pagi
.
On Video : @boycandra @triprasetyotp @dekysae

Ketika kamu mendengar namaku, apa yang ada dibenakmu?
Sejak kapan kamu tahu aku? Dari siapa?
Menurutmu aku ini bagaimana?
.
Tolong dijawab ya, kawan-kawan. Tulis jawabannya di ruang komentar.

Kata mereka, aku beruntung dipilih oleh seorang perangkai kata. Pula tidak tahu bahwa, aku menuliskanmu dari kata pertama hingga entah akan berakhir pada kata keberapa. Tidak apa, aku tidak butuh disebut sebagai pujangga. Aku hanya ingin mereka mengenalku sebagai wanita yang setiap hari, jatuh cinta. Tentu, padamulah seluruh rima bermuara - Judith Chung
/
Berhenti mendengarkan kata-kata, sebab kata bisa menjelma muslihat belaka. Kita tahu cara berbahagia seperti apa, tak perlu mendengarkan komentar mereka - —Genta Kiswara

Most Popular Instagram Hashtags