geantoo geantoo

412 posts   656 followers   404 followings

Ge Anto  Penulis amatir // Pecandu rindu.

Wanita itu duduk manis di dermaga
sabar menantikan kepulanganmu
apakah selama itu kau bertualang
Hari terus berganti
namun, hatinya tetap sama
seharian penuh ia menyepi di sana
hanya untuk menikmati senja yang membungkus sore dan melebarkan malam

Kini, kepergianmu bukan lagi yang ia tunggu
ada rindu yang melintas dalam pikirannya
untuk mengubur kisah masa lalu denganmu

Terima kasih atas kehangatannya, Efek Rumah Kaca
Setelah sekian lama, hampir enam tahun lamanya melihat dan mendengarkan band ini, akhirnya bisa menuntaskan hasrat ingin bertemu. Kesempatan kali ini pun tidak akan disia-siakan.
.
Lagu yang berjudul 'Jatuh Cinta Itu Biasa Saja' adalah lagu yang mengawaliku untuk pertama kalinya mendekap band cerdas ini. Lagu yang awalnya kukira tentang kisah klasik anak-anak muda ini, berhasil menumbuhkan ribuan rasa penasaran di dalam pikiranku. Nahasnya, ini bukan tentang cinta. Namun, entah kenapa, aku langsung takjub ketika mendengarkannya, dengan diiringi musik yang begitu lembutnya. Lagu-lagu dari ERK ini, berhasil membuatku jatuh hati
.
Bisa melihat secara langsung adalah sesuatu yang mustahil bagiku. Namun, siapa yang bisa menebak dengan jalan alam semesta. Kita bisa dibawa ke mana saja. Kurasa, ini menjadi suatu keberuntungan yang begitu berharga dalam hidupku
.
Terima kasih, ERK!

Lebaran kali ini, masih sama dengan yang sudah-sudah. Hanya saja, ini begitu istimewa. Ya, lebaran Idul Adha adalah momen di mana aku bisa dipertemukan kembali dengan makanan kesukaanku, tentu saja. Tapi, tidak dipertemukan denganmu, sayang sekali
.
Beruntung, resep dendeng kali ini dibuat oleh tangan perempuan paling spesial dalam hidupku. Biasanya, bapak yang selalu mengolahnya, namun sayang, cepat atau lambat semua harus berakhir. Dan bapak mengasih resep ini kepada ibu. Karena beliau tahu, kelak jika beliau berpulang, ada istri kesayangannya yang akan membuatkan dendeng untuk anak kesayangannya. Meski rasanya benar-benar beda
.
Aku yakin, di sana; surga. Bapak sedang bahagia melihat ibu membuatnya dengan begitu tulus. Bapak bahagia, bu. Tuhan bersama bapak. Tapi, apakah bapak akan membuat hal yang sama dengan kita di sana, entahlah
.
Kadang aku rindu dendeng buatanmu, pak

Kau
adalah nama yang selalu kutulis
kala hatiku sedang menangis
saat malam dipenuhi gerimis
dengan cerita-cerita yang begitu manis
.
Aku
adalah apa yang selalu kau napikkan
nama yang selalu kau sembunyikan
hati yang kau kubur dalam kebahagiaan
sedih yang kau bunuh ketika kesepian
.
Kita
adalah doa yang tidak pernah terhubung
nama yang tidak bisa disambung
genggaman yang penuh tanda tanya
peluk yang diiringi dengan luka
.
Cerita ini usai begitu saja di sini
tanpa sepatah kata pergi
.
.
.
.
Foto: @dekaadila
.
.
#padang
#sumaterabarat

Mungkin aku tidak pernah benar-benar berhenti menyayangimu. Aku selalu punya cara untuk melakukannya. Aku hanya akan berhenti menyayangimu, ketika aku gagal meraih cita-citaku. Karena ketika aku gagal, aku akan mengubur segala impianku. Juga diriku
.
.
.
.
#tembilahan
#riau

Kau boleh menempatkan hatiku yang kesekian di hatimu.
Aku tidak pernah merasa keberatan.
Tapi, kumohon.
Jangan pergi
dan jangan pernah ingkar janji.
Duduk manis saja di sini,
tempat di mana kita bersama-sama merajut mimpi.
Tanpa harus ada yang mengkhianati
.
.
.
.
Di foto: @julihardii

Setelah berhasil melupakanmu,
aku lupa belajar mengikhlaskanmu.
.
Kau tahu, betapa peliknya rindu yang kupendam saat ini. Tentang betapa hebatnya hatimu untuk tidak ingin pulang. Segalanya terasa sunyi, hanya ada kebisingan masa lalu yang melintas di dalam imajinasi. Aku kembali di pukul mundur oleh kenangan yang menyertakan namamu, meski sudah kupaksakan hatiku agar berhenti memikirkanmu. Namun, tetap saja namamu terasa ingar-bingar di telingaku.
.
Mungkin kau pun menyadari bahwa untuk mencari rumah terindah, mencari tempat bersandar terbaik adalah sebuah kepastian yang tidak adanya ketidakpastian. Sementara bersamaku, hidupmu hanya akan dipenuhi oleh harapan-harapan semu. Tak apa-apa, aku pun menyadari itu. Dan kehilanganmu adalah kekalahan terbesarku hingga sekarang ini. Aku tidak tahu lagi harus berbuat apa dan harus bagaimana, kini segalanya telah tiada. Harapku adalah kau pulang setelah lelah mencari seseorang yang bisa menuntunmu jauh lebih baik lagi.
.
Kini, aku hanya ingin menikmati dunia kita berdua yang hancur berkeping-keping. Walau semua yang tercipta itu adalah semu. Tapi bagiku, itu sempurna bahkan jauh lebih indah. Untuk sekarang, carilah tempat yang mampu meneduhkan hatimu. Memberikanmu sebuah kebahagiaan tanpa adanya ketidakpastian di dalamnya. Soal aku tak usah kau khawatirkan. Aku di sini baik-baik saja, berdiri dengan senyum terpahit, menyapa dengan raut yang lugu. Sekarang, aku mulai menikmati rindumu.
.
Kelak, kau akan pulang untukku, percayalah. Aku selalu percaya akan janji Tuhan. Mungkin kau pun sama. Kini, izinkan aku mencari jati diriku sendiri tanpa ditemani langkahmu. Tak mengapa, alam semesta selalu bersikap baik denganku, bagaimanapun caranya.
.
.
.
.
Foto oleh: @satriapratamajp

Tepat ketika aku membeku menjadi ribuan rasa sakit yang begitu pahit. Kau berhasil mencairkan bahagia tanpa takut bertemu lara. Di tempat yang pernah kau janjikan untuk menua bersama, aku datang bersama luka. Aku ingin meminta jawab atas harap yang kini telah terlelap. Bersama jutaaan tanda tanya yang sama sekali masih belum terjawabkan. Lepas dari semua itu, hatiku mencoba mencari ruang lebih dalam. Berharap dapat kutemukan sisa kebahagiaan yang pernah kau titipkan lalu pergi tanpa sekalipun pamitan. Lepas dari tawa itu, jiwaku mencoba merangkul bayang lebih banyak, barangkali kutemukan sisa senyummu di balik warna senja lalu hilang disapu sang malam.
.
Istirahatkanlah sejenak langkahmu untuk merangkum kesendirian. Belajarlah mengadu pada kesepian yang akan membawamu pada pendewasaan. Belajarlah untuk menghargai perjumpaan yang akan membawamu pada ketulusan. Belajarlah untuk menyayangi kenangan yang akan menemukanmu pada hidupnya kerinduan. Dan belajarlah buat melakukan penghianatan agar kau tahu bagaimana rasanya hidup dalam perasingan. Percayalah, yang patah akan berganti. Dan yang bertahan akan abadi.
.
.
.
.
Di foto: @_rnaldydwipppp

Di sini, segala sesuatu bisa kau dapatkan. Tapi, tidak dengan cara dirampas. Belantara hutan terbentang ribuan kilo di negeri ini. Sudah semestinya dirawat dengan sebaik-baiknya, bukan dihancurkan demi kesenangannya. Kau mau apa? Negeri ini punya. Kau ingin apa? Di sini semuanya tersedia. Apakah kau mau bumi di mana kau dilahirkan, kau hancurkan sendiri. Orang terdahulu juga memiliki nyawa, tapi untuk mempertahankan tanahnya, bukan merampasnya, menghancurkannya dan melenyapkannya.
.
Di dalam tanah, mereka menjerit menangis melihat keturunanya menderita, terluka, sengsara. Tanah yang mereka jaga, mereka rawat selama ini, tidak berharga sama sekali demi sebuah kesenangan orang-orang yang berada di atas mereka. Harga diri diinjak-injak. Yang tua berlutut ke yang muda. Yang tua harus menumpahkan air mata ke yang muda. Yang tua harus rela nyawanya direnggut oleh yang muda. Yang tua tidak lagi berdaya, yang tua sudah lemah. Hari yang seharusnya mereka lakukan untuk menenangkan diri, harus diusir dari tanahnya sendiri.
.
Hutan yang seharusnya dijadikan sebagai tempat di mana jiwa ini bisa merasakan tenang, harus rela dihancurkan. Ladang tani yang seharusnya menjadi tempat untuk bertahan hidup, harus dilenyapkan demi sebuah landasan. Apakah landasan di negeri ini hanya ada satu? Apakah hutan kosong masih banyak, lantas kenapa tanah warga harus diambil paksa. Pemikiranmu sudah disodomi atau apa. Mereka butuh tempat tinggal, mereka butuh sesuatu untuk hidup. Barangkali tidak ada penyiksaan dan perampasan yang mereka alami. Mereka ingin malam-malam yang indah, bukan malam-malam yang penuh dengan tragedi. Mereka butuh istirahat, bukan untuk melawanmu penjahat. Berhentilah menyiksa, lebih baik kau artikan Pancasila. Baca dan definisi dengan sebaik-baiknya.
.
Negeri ini indah jika semua damai. Segalanya sudah ada di sini. Yang kosong boleh kau isi, yang tidak berguna boleh kau lakukan pembersihan. Namun tidak dengan tanah yang telah memiliki hak. Tanah yang sudah sah untuk dijaga sehidup-semati. Di sini, cerita belum usai. Negeri ini harus dilakukan perubahan.
.
.
.
.
Di foto oleh: @_rnaldydwipppp
.
.
#jogjadaruratagraria

Aku akan selalu menggenggam erat-erat kenangan kita, sayang. Tapi, izinkan aku untuk melepaskanmu yang sudah berada di tangan yang lain. Daripada aku harus memeluk pilu, lebih baik aku berteman rindu.
.
Karena sungguh, kini tugasku hanya untuk meridukanmu dengan sebaik-baiknya. Tapi bukan lagi menjadi tempat kepulanganmu selanjutnya
.
.
.
Di foto oleh: @icanhiu

Semenjak kau hilang
soreku tak lagi terlihat menguning.
Ketika kau berpaling
senjaku menjadi hening.
Dan terima kasih
karenamu
kini kita kembali menjadi dua orang asing
.
.
.
Foto: @icanhiu
.
#tembilahan
#riau
#indonesia

Suatu saat, aku akan memenuhi janji untuk pulang. Aku akan belajar lagi caranya menghargai hadirmu—juga mencoba menempatkanmu dengan baik di sebelahku. Tidak usah khawatir dengan hatiku, selama ia tidak menghianati dirinya sendiri, ia akan tetap merasa baik-baik saja. Kelak, aku berjanji untuk menghidupi kembali janji yang sudah kita bangun selama ini. Entah sudah berapa sering wajahmu melintas di mimpiku. Betapa banyak senyummu memukul manis imajinasiku. Kini aku sadar, jika dulu aku tidak layak berdiri di sebelahmu, aku tidak pantas mengenggam tanganmu, aku tidak patut menua bersamamu. Perlahan kusadari, betapa bodohnya aku melepas sosok terbaik yang pernah Tuhan ciptakan untuk semestaku. Sosok yang mampu meledakkan jagat rayaku menjadi ribuan kebahagiaan yang tidak pernah dibagi dengan kesedihan. Kau, satu nama yang kuutus untuk merawatku. Kau, satu doa yang kutadah untuk menjagaku; kini, esok, dan nanti; saat napas kita telah kembali kepada-Nya.
.
Kesalahan terbesar manusia adalah: mereka tidak tahu dan tidak akan pernah ingin tahu bagaimana cara mengikhlas dengan baik. Tapi, mereka tahu bagaimana caranya melepas seseorang dengan sempurna. Bahkan tanpa rasa bersalah, senyum manis masih tersungging dibalik kepedihannya. Mereka memaksa diri, menyakiti hati, menghianati janji. Seolah-olah tidak ada jiwa yang merasa dikhianati. Namun, percayalah sayang. Jika aku juga salah satu dari sekian manusia memperlakukanmu dengan cara seperti itu, aku akan mencarimu dan akan pulang ke pelukkanmu. Karena, hanya dipelukmu, tangisku mampu mereda. Hanya didekapanmu, aku merasa nyaman. Dan hanya di hatimu, hatiku merasa aman. Dan yang paling penting adalah, hanya denganmu aku merasa baik-baik saja.
.
.
Foto: @icanhiu
.
#tembilahan
#riau
#indonesia

Most Popular Instagram Hashtags