fitrianifakhrizal fitrianifakhrizal

102 posts   116,097 followers   1,315 followings

Kita, Berteman 🌸  Hatimu, Jaga Baik-Baik 💖

Berkemas-Kemas

Beberapa bulan terakhir aku seperti menutup mulutku sendiri untuk berbicara kepada banyak orang

Yang kulakukan adalah membuka telinga dengan seluas-luasnya untuk mendengarkan cerita dari beberapa orang

Kemudian memberi jarak kepada orang-orang yang mungkin bila terus berdekatan aku akan mengingat kejadian yang pernah paling menyakitkan

Ternyata, move on dari perasaan diri kita sendiri itu sulit sekali ya

Ternyata, menghadapi masalah sendirian itu berat sekali ya

Ya, itulah kata-kata yang paling sering kuucapkan akhir-akhir ini

Disatu sisi, aku memiliki keinginan yang banyak untuk bangkit, bangkit dari rasa trauma yang membuat perasaanku menjadi sakit

Pada luka-luka yang masih terasa aku tetap berusaha mengobatinya
Menghirup udara segar
Pergi ketempat yang lebih luas
Atau menangis saja mengeluarkan kesedihan-kesedihan

Ya, ternyata aku bisa meredakan perasaan yang hampir berantakan itu dengan tetap merasa baik-baik saja

Ada kesadaran besar yang kutemui
Sadar akan kesalahan-kesalahan dimasa lalu yang tak ingin kuulang kembali

Bahkan kini, aku lebih sering bercermin, melihat keadaan diriku sendiri kemudian memperbaikinya lagi dan lagi

Duhai Hati, Mari bangkit ❤

Set Gamis By @Galerifindi

Bangkit, 17:47

Bulan Dua Belas

Ya,

Kamu tidak perlu kembali, kembali seperti baru saja, seperti pesan berisi maaf dan ingin kembali yang baru saja sampai

Jangan, jangan kembali
Ya, begitulah kataku

Kamu, jangan sesekali kembali
Dan jangan pernah kembali, kataku lagi

Karena aku ingin kita hanya seperti ini, aku, kamu dengan tiada cerita tentang kita dimasa depan lagi

Kamu berbahagialah
Seperti aku yang berbahagia dengan menjadi diriku sendiri dan berhasil melanjutkan hidup dengan lebih baik, kini

Jangan kembali menjadi huruf pertama didalam setiap tulisan-tulisanku lagi

Karena aku sudah memulainya dari huruf Y sekarang bukan dari huruf A lagi

Aku hanya ingin menuliskan apa yang kurasakan saat ini, dengan ketulusan, dengan penuh perasaan

Bukan hanya sekedar menyatakan bahwa aku baik-baik saja dengan terus berpura-pura, seperti saat aku mengirimu sebuah pesan yang berisi emotikon senyum saat itu padahal aku hanya ingin kamu mengerti bahwa air mataku sedang jatuh dengan sangat deras

Atau aku yang mengirimimu pesan singkat tentang ucapan selamat pagi yang diakhiri dengan bunga berwarna pink yang sangat segar padahal waktu itu bunga yang ada genggamanku sudah menguning dan layu

Ya, pergi saja seperti saat itu
Pergilah melangkah yang jauh tanpa satu tatapanpun kearahku yang tepat dibelakangmu kala itu

Kamu tahu ?
Kita sudah tidak ada

Karena aku tidak menginginkan kita berada pada satu percakapan-percakapan panjang atau membahas siapapun dalam bentuk apapun

Cermin, 15:21

Tidak Ada

Aku baru saja ingin membicarakan perihal rindu

Rindu-rindu yang bertujuan sebagai namamu

Belum lama saat pena kusandingkan dengan buku tiba-tiba namamu menghilang begitu saja diperempatan waktu

Ada yang tidak kulakukan kali ini

Aku tidak mengejarmu sejauh yang kubisa

Aku juga sedang tidak terlambat, karena apa yang memang untukku akan selalu datang dan tepat waktu

Dan aku juga tidak akan menyimpan bayangan dan kepedihan tentang kepergianmu sebagai hadiah

Aku tak akan memintamu datang kemudian menghatur sembah agar kamu tetap disini

Tak akan kutagih kata-kata berupa janji

Didalam hati, kini aku membuat kesepakatan bahwa aku akan mengambil pelajaran dari hal ini

Kita berhenti
Kita sama-sama tak ingin kembali, kini

Set gamis ( Set Aiisha ) By @tabiya.syari

Tulisan Senja, 12:20

Terbaperkan

Alhamdulillah hujan sudah mulai turun diawal bulan Desember

Begitu sejuk ya
Tidakkah kamu ingin menikmati hujan itu sendirian ?

Ada yang harus selalu kita pelajari

Belajar tentang bagaimana menahan segala keinginan-keinginan kita yang datangnya begitu tiba-tiba dan sangat berlebihan

Kita harus bertanggung jawab kepada diri kita sendiri

Karena begitu banyak orang yang masih belum bisa move on terhadap perasaannya sendiri

Sebenarnya tidak ada yang perlu ditangisi, kecuali menangis saat-saat dimana kita benar-benar memohon ampunan
Semuanya, segalanya harus di syukuri

Tapi hari ini aku terbaperkan

Bawa perasaan karena aku sadar bahwa tugas kita sebenarnya hanya memperbaiki diri lagi dan lagi ❤

Khimar By @falbashopy

Hai Teman, 17:25

Ulangan Tulisan

Hari ini, sedari pagi hujan tiada berhenti

Pada hari yang libur, ini suasana yang sangat indah sekali

Hati, bersediakah untuk sebentar saja kamu berbicara denganku dari hati ke hati ?

Kesedihan yang membuatmu hilang nafsu makan hingga yang terasa hanya berdedar dan menggigil saja

Kesedihan yang membuatmu tak bisa hanya sekedar tersenyum

Kesedihan yang merenggut hari-hari cerahmu hingga yang terasa hanya gelap dimana-mana

Habisakan saja sayang, habiskan kesedihanmu untuk hari ini, habiskan kesedihan ini untuk yang terakhir kalinya disebabkan oleh seseorang itu

Air mata yang kamu tangisi dikarenakan oleh seseorang itu jadikanlah sebagai air mata terakhir yang kamu jatuhkan untuk meratapi kepergiannya

Tidak apa-apa, sungguh tidak apa-apa
Setelah ini kamu akan belajar tentang banyak hal
Karena sebenarnya kamu sedang tidak terluka tetapi sedang dalam tahap belajar

Hati, adukan segala perasaanmu kepadaNYA

Mulai hari ini kamu harus belajar menggunakan waktu yang biasa kamu gunakan untuk menanti telefon dan berbalas pesan dengannya untuk kamu jadikan sesuatu yang lebih bermanfaat untuk dirimu sendiri, yaitu dengan meminta pengampunan dariNYA, mendekatiNYA dengan cara yang paling bisa membuatmu lupa kepada dunia dan seisinya

Hati, mungkin ini salah satu peringatan dari ALLAH disebabkan kita masih terlalu berharap kepada manusia

Sambutlah panggilan dariNYA, sambutlah dengan sebenar-benar perubahan dalam kebaikan

Pada hari berikutnya, teruslah belajar, teruslah berdo'a agar ALLAH melapangkan hatimu

Beranjaklah dari ruangan gelap yang sempit itu hati
Pergilah melangkah ketempat yang tak seharusnya kamu kebasahan dikarenakan hujan yang tidak pada musimnya

Kemudian, kembalilah kedalam rumahmu hati
Rumah yang selalu memberimu kasih sayang tetapi kamu lupa mensyukuri keberadaan mereka karena fokusmu hanya kepada seseorang itu saja

Mari hati, mari kita menangis bersama-sama

Agar esok hari kita kembali bahagia dengan keadaan hati yang penuh legawa

Kepada Hati Kita, 19:05

November Indah, Ya

Baru saja
Tapi aku lupa menghitung tepat pada menit keberapa persisnya

Hmm, ya
Senja sangat menawan kali ini

Kamu tahu hati ?
Kemarin aku menyaksikan seseorang yang terpuruk dan sering bersedih begitu sangat bergembira menyambut datangnya pagi
Meski matanya masih sangat sembab

Kulihat kesedihan dan kemarahan ataupun hal-hal yang membuatnya susah bernafas sudah saling berdamai
Tentu saja, ia hidup pada malam dan siang dengan rasa syukur pada tiap detiknya

Kemudian, secara tiba-tiba rindu yang amat menyiksanya berubah menjadi keadaan yang paling peka

Persis seperti pohon yang rindang, lengkap dengan buah yang lebat, bunga yang indah dan daun yang satu persatu jatuh menghiasi bagian bawah pohon tersebut, subur dan terawat

Sama seperti laut yang dipenuhi air, biru, bersih dan juga kehidupan didalamnya sangat sejahtera

Iya hati, seperti kita saat ini
Aku dan kamu dipertemukan

Kita berbahagia menjalani hidup dengan restu dariNYA

Kita, Sakinah, Mawaddah, Warahmah bersama ALLAH

Indah ya ❤

Tulisan Aku, Kanay dan Senja, 18:00

Terwakilkan

Aku tersenyum dengan begitu terkembang
Akan kuukir banyak kerutan-kerutan yang akan mulai berbekas pada usiaku yang tak lagi terhitung muda nanti
untuk senyuman-senyuman yang berbahagia ini, kataku pada diriku sendiri yang sedang berdiri didepan cermin

Ya, aku menyiapkan cermin yang berukuran besar didalam sebuah ruangan yang dimana aku selalu mengajak diriku berbicara sepersekian menit dalam seminggu

Karena kurasa jika aku melihat diriku sendiri aku tidak akan lagi berpatokan bahwa kebahagiaan adalah ketika aku berusaha menjadi sosok yang lain

Senja yang cerah dihari-hari terakhir bulan november yang dihiasi musim hujan dan panas

Akan kusirami kata-kata ini dengan benang-benang kasih sayang yang diciptakan oleh keadaan hati yang tenang

Ya, ketenangan hati yang kurasakan ketika aku mengikhlaskan segalanya, apapun, dihidupku ini

Tentunya nikmat ini terasa ketika aku benar-benar menyerahkan hidup dan matiku hanya kepada ALLAH

Bukan berukuran seperti kotak besar yang berhadiah barang mewah dan juga bukan pula tentang kebahagiaan ketika aku bahagia melihat seseorang hancur, bukan, bukan itu, tetapi aku menanggilnya sebagai bahagia, kusimpan dalam-dalam, disini

Ya, tentu saja
Tak ada lagi ketakutan-ketakutan
Segalanya menjadi indah ketika aku bersungguh-sungguh menerima takdirNYA

Dan, terimakasih kepadamu, Seseorang

Terimakasih telah mempercayakan aku untuk percaya kepadamu dan kita meminta restu bersama-sama kepada Ibumu

Hari-hari selanjutnya mari kita lebih memperbaiki diri kita, menerima perjalanan hidup yang berwarna-warni

Hanya itu saja dariku, Terimakasih

Hai Bahagia, 16:59

Untuk Hati Kita

Disaat jatuh banyak sekali cara yang digunakan oleh orang-orang untuk bangkit dan tetap merasa lebih baik, atau lebih tepatnya melanjutkan hidup yang baru dengan bahagia tanpa mengingat masa lalu

Ketika jatuh biasanya orang-orang suka menyalahkan dirinya sendiri, karena ia tahu menyalahkan orang lain ia tak mampu, Aku misalnya

Kinilah waktunya untuk bertindak tegas kepada diri sendiri dengan cara tidak mempermainkan perasaan kita sendiri

Kinilah waktunya melakukan hal-hal terbaik untuk mengembalikan keadaan menjadi lebih baik dengan segera

Dengan meminta nasihat, dengan membuat penegasan untuk dirinya sendiri agar ia lebih bersemangat, dengan membaca buku yang ia pilih kemudian menemukan pembelajaran disana, Silaturrahmi ketempat-tempat , teman, keluarga yang mungkin ada kita disana dulu

Barangkali itu juga sebagai anestesi untuk segala sakit yang sedang kita rasakan

Tapi, seketika kita tersadar bahwa selagi kita percaya kepada ALLAH kita akan baik-baik saja

Dan kita akan tetap kuat selama ALLAH masih memberi kekuatan untuk tetap berada di jalanNYA

Semangat, Sayang ❤

Khimar By @kaysha_katalog

Itu yang Nay katakan padaku, 19:27

Tersampaikan

Senja ini indah
Disini juga sedang sangat indahnya, suasana hati ini

Untuk kesekian kalinya
Aku menangis
Tiada henti aku bersyukur

Tiada mengira bahwa aku sampai pada hari dimana aku bisa bernafas tanpa perlu merasa sesak ataupun mendengar namamu seketika harus menangis

Tepatnya kini, aku sudah biasa saja
Kesakitan itu kujadikan bahan cerita untuk membuatku lebih bersemangat lagi

Senja ini, segala kata-kata sudah tersampaikan

Hanya satu yang tidak boleh kulupakan

Bahwa akan ada kefanaan dunia ini
Aku hanya tidak boleh menyia-nyiakan hari yang akan kulalui
Karena itu sangat amat berharga pada setiap 7 hari 24 jam nya

Aku berjanji pada senja yang hampir memasuki akhir november

Akan kugunakan waktu yang ada untuk belajar dan memperbaiki diriku lagi

Manset Jempol By @kaysha__id

Tentang percakapan kita, Aku dan Nay, 19:05

Memilih

Tadinya kerumitan perasaan yang disebabkan belum rukunnya hati dan fikiran ingin membuatku menangis saja

Bagaimana tidak, aku sudah menyiapkan serangkai bunga yang masih kusimpan kemudian akan kuberikan kepadanya diawal desember mendatang

Tapi, alih-alih merasa kecewa dan bersedih aku malah tersenyum bahagia saat ini, betapa aku sukses untuk menahan segala keinginan-keinginan untuk memilih bersedih

Ya, sepertimu yang sedang berbahagia, akupun sekarang sangat bahagia menjadi diriku sendiri

Kini, tentang apapun aku tidak serta merta membawa perasaan, kuhadapi dengan biasa-biasa saja

Dan iya

Hai bahagia, tetaplah ada dihati-hati kita hingga nanti kita tidak lagi ada

Baik-baik ya, Bahagia ❤

Khimar By @aliyaah.hijab

Tulisan, Aku, Nay, dan Senja, 10:49

Hati Kita

Awan berarak dengan indah, belum ada tanda cuaca akan mendung

Sementara itu, gadis itu kini berbahagia tanpa henti

Hingga hari ini ia banyak sekali mendapat pembelajaran

Yang selalu ia ingat adalah bahwa ia tidak boleh lagi mencintai seseorang dan menggantungkan harapan kepada manusia

Ia juga tak ingin terluka parah seperti yang pernah sudah

Cukup, secukupnya saja
Wajar, sewajarnya saja

Ia kini tegas kepada dirinya sendiri dan tidak lagi mau mempermainkan hatinya sendiri

Semoga bahagia dihati kita ❤

Khimar By @rahmihijab.store

Tulisan, Aku, Nay Dan Senja, 14:45

Hai, Hati

Hati,
Tak rindukah kamu kepada dirimu yang dulu ?
Kamu yang tidak pernah bersedih berlebihan seperti ini

Kamu terlalu lama menghukum dirimu sendiri
Sudah sangat lama sayang

Tidakkah kamu ingin kembali seperti semula ?
Seperti bayi yang baru dilahirkan ?
Suci dan tanpa kesalahan apapun

Manusia memang tempatnya khilaf dan dosa

Hanya satu,

Istighfar, bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat dan niatkan dengan penuh kesungguhan didalam hatimu bahwa kamu akan sembuh dari luka-luka yang kamu rasakan
Mintalah pertolongan dari ALLAH ya sayang

Dengarlah,
Setidaknya kamu tidak lagi perlu berhubungan dengannya, tentangnya letakkan saja, apapun yang menyangkutnya letakkan saja, entah itu kesukaannya, teman-temannya, media sosialnya, apapun yang mungkin akan membuatmu ingat kepadanya

Tidak perlu menyalahkan dirimu terus sayang, kamu akan mendapat banyak pelajaran dari ini
Karena tidak mungkin bila kamu menghabiskan waktumu hanya untuk terluka saja, beranilah, hadapilah apapun yang terjadi

Jadikanlah perubahan pada dirimu sayang, jadikanlah dirimu lebih baik dari hari ini

Jadikan ragamu setegar dan sekokoh yang sekarang

Jadikan hatimu itu hati yang tiada henti bersyukur kemudian hati yang begitu ikhlas

Biarkanlah saja ya

Kamu tidak ingin melihatnya menyesal karena sudah meninggalkanmu dengan begitu tega

Tapi, kamu ingin ALLAH meridhoi hidup dan juga matimu

Kita, sama-sama untuk mengingat nya ya sayang ❤

Pesan Nay Pada Waktu Itu, 19:21

Most Popular Instagram Hashtags