fitrianifakhrizal fitrianifakhrizal

70 posts   108,140 followers   1,199 followings

πŸ’Ž  Hatimu, Jaga Baik-Baik πŸ’–

Coba, Bacalah

Sekali-kali pada waktu-waktu yang sibuk seperti ini kita memulai percakapan-percakapan kita

Kamu, tak perlu berbicara banyak
Cukup, apa adanya, sederhana dan biasa-biasa saja
Kamu juga tidak perlu meninggikan suara dan merasa kesal kepadaku

Karena aku memintamu dengan diam-diam
Mendoakanmu dalam-dalam
Pada perasaan-perasaan yang tidak pernah bisa untuk padam

Lalu aku mulai menggoreskan pena diatas kertas berwarna kuning bersampulkan sebuah kulit buku berwarna hitam yang bertuliskan namaku, aku ingin sekali menuliskan namamu juga diatas sebelah kanan disetiap lembar buku, Aku meminta izin, apa kamu mengizinkannya ?
Rasaku menuntut banyak tanya
Tapi kamu tenang saja ya karena rasa yang kupunya tak pernah menuntut sebuah balas

Aku sering mendengar orang-orang berbicara tentang cinta sejati dan sebuah kesetiaan
Disekitaran, orang-orang terdekat maupun tulisan-tulisan yang pernah kujumpai

Cinta sejati dan kesetiaan itu apa satu paket ?
Atau mungkin cinta sejati dan kesetiaan selalu beriringan ?

Ya, aku sedang bertanya-tanya
Tapi, inilah hatiku
Ia tidak berukuran besar
Sekedar cukup untuk kita berdua
Ia juga tidak terbuat dari bahan-bahan yang manis dan ditambah perisa gula didalamnya
Ia hanya kububuhi dengan penuh cinta, ketulusan juga debar-debar yang selalu kurawat hanya untukmu

Kurasa kau akan tersenyum kepadaku saat ini
Apa pendapatku benar ?
Kamu berumah saja dihatiku
Bagaimana menurutmu ?

Sepatu, Jade With Maroon By @93.shop

Masih, Kamu 12:13

Dihantam Kepergian

Apa kau juga menyukai senja ?
Aku sangat menyukainya
Karena pada senja sudah banyak kutemui berbagai peristiwa
Tentang ikrar disenja pertama hingga tentang sebuah peluk yang dilepas dengan sengaja hingga menjadi bukan siapa-siapa

Aku juga menyukai senja
Karena ia tidak hanya perihal pintu-pintu kayu kecil yang menghiasi beranda segera tertutup, bukan pula pelita-pelita yang mulai dinyalakan orang-orang dan segala apa saja yang pernah kutulis dalam sebuah keheningan berupa kata-kata yang diam

Tapi senja ini aku masih kebingungan
Menunggumu sembari duduk termangu didepan pintu
Apa kau akan pulang lagi untukku ?

Sepeninggal pergimu itu, apa kau tahu ?
Aku seperti kesusahan menghela nafasku sendiri
Langkah-langkahku seperti berantakan
Tangisan yang keluar dari pintu mata sudah berserakan menggenangi jalan

Banyak rindu-rindu yang kutikam hadirnya hingga ia harus rela kututup rapat-rapat

Kulihat, begitu banyak orang-orang yang kembali, tapi bagaimana denganmu ?
Apa kau akan menjauh kemudian hilang ?
Coba lihat aku disini, sebentar saja
Jangan, jangan meninggalkanku dengan tatapan kosong
Jangan, jangan pergi dengan sebuah kebisuan
Kau lihat aku ? Aku menjadi beku

Betapa banyak tajuk berupa kenangan yang harus kuhapus satu-persatu, dengarlah ini begitu sulit, ini terlalu tidak mudah untuk kulakukan

Iya, aku seperti ini, dan rasanya aku sesulit itu
Tapi untuk luka ini aku suka merawatnya kubiarkan rasa menjadi sebuah rahasia

Lalu apa kabar dengan kita
Apa kau sudah senang sekarang bila aku sudah jauh darimu ?

Gamis Hitam By @ins.collections_

Tuan Berhati Dingin 17:05

Berupa Pesan Cinta

Terkadang, Allah memberi sakit terlebih dahulu, memberi rasa sedih terlebih dahulu, agar kita menemukan hikmah didalamnya

Jika sampai saat ini kita belum paham akan maksud Allah, maka sakit itu akan terus menerus berkelanjutan

Maka, berhenti sejenak lalu introspeksi diri sangatlah dibutuhkan ketika kita mungkin merasa sedih, selalu merasa sakit

Mungkin, kita belum paham pesan cinta apa yang Allah berikan kepada kita

Dan Allah mungkin belum akan mencabut rasa sakitnya sampai kita benar-benar paham dan mengerti apa hikmah dibalik semua ini

Allah hanya rindu kita yang kembali kepadanya

Selamat Move On 17:11

Menangisi Rindu

Senja ini kakiku yang berjalan gontai mencoba bangkit dari derasnya rebas air mata

Air mata yang menggenang bagaikan pelangi yang memancarkan binar-binar kian hari kian berjatuhan perih

Senja yang ranum dimataku bagai bermuram durja
Sinarnya yang menyilaukan mata seperti membawaku pada sebuah kesakitan yang amat dalam

Bahuku yang ringkih ia tindih lagi seolah-olah menggerakkannya saja aku kepayahan

Hatiku terluka, seperti disayat dengan sembilu
Rasa seperti ini sangat ngilu

Bagaimana bisa aku yang percaya padanya tapi ia yang membuat kepercayaanku tak ada ?
Bagaimana mungkin ia yang kutunggu tapi aku malah ditipu?

Bagimana mungkin aku yang tulus tapi aku yang di khianati ?

Bagaimana mungkin ia yang memelukku tapi disisi lain ia juga menggenggam tangan orang lain ?

Setidaknya hari ini aku sudah membuka mata
Meski ketika mata kubuka disekujur tubuh hanya ada lebam dan luka

Entahlah, entah sampai kapan rindu akan menyerah kepada waktu

Tapi senja ini, Aku berterimakasih kepada luka yang telah menyelimuti hatiku sehingga ia terasa mati

Aku bersyukur, Tuhan selalu menciptakan ketinggian berbentuk sebuah kesunyian
Hingga aku selalu bisa menempatkan hati meski patah tapi aku percaya bahwa aku bisa melangkah kembali

Masker Twotone By @ayumylumstore

Bangkit Lagi 17:19

Tak Jua Lerai

Pernah suatu ketika seseorang yang mencintai orang yang dicintainya ditikam hingga ia tak berdaya oleh cintanya

Sendiri, menyepi, melihat guyonan-guyonan dunia yang penuh dengan topeng berhiaskan luka dari sudut nestapa

Mengapa orang-orang begitu pandai membungkus lukanya dengan megah padahal mereka berdarah-darah ?

Setiap orang memiliki tempat untuk menepi, sekedar untuk melepaskan tangis atau hanya berjuang agar terlihat tetap baik-baik saja

Seperti aku yang berada dibilik paling sunyi
Tempat menaungi luka, meredam air mata, meminum derita, menghirup aroma kecewa bahkan rindu-rindu yang tak bisa terkendali

Seperti terlelap dimata tetapi terombang-ambing dan dibawa-bawa

Rasa seperti ini entah berujung apa
Ia menyuguhkan luka bagai racun yang mematikan raga

Iya inilah aku yang tak tahu siapa
Meski luka lalu dan lalang tak peduli malam ataupun siang
Namun nyatanya aku adalah hati yang setia menunggunya untuk pulang

Hingga aku kehilangan tanpa pernah memiliki

Rasa sepertiku, Apa kau pernah merasakannya ?

Reina Dress by @officialdearfatimah

Dirasa 17:11

Disudut Latar

Di rebas-rebas air mata kupinang namamu dengan kemegahan yang kunamai sejuta ikhlas

Hari ini, Jangan terlalu lelah kataku, iya pesan singkatku berbunyi seperti itu
Selang beberapa menit berlalu ia pun membalasnya, Bagi seorang laki-laki letih itu adalah penghargaan, jika aku hanya duduk dan diam saja, nanti kita mau makan apa ?

Tiba-tiba aku merindukannya
Air mata yang sedari tadi kutahan berhasil tumpah dan ruah memenuhi sudut yang paling sakit

Tiba-tiba aku merindukannya
Tubuhku yang sigap seketika menjadi seperti renta, bagai terombang ambing kesana dan kemari
Entahlah, aku merindukannya, Sore ini

Rasanya aku terlalu sepi untuk berdiri
Terlalu takut untuk berjalan
Dan pada akhirnya aku jatuh dan mati

Hei, Apa kabar ?
Bagaimana senjamu ?
Mengapa diammu seolah-olah mematikan ragaku, menjalar dingin hingga ke ubun-ubun

Mengapa kau berlalu begitu saja ?
Mengapa tak menimang rasa dan asaku ?

Kini surat-suratku melayang-layang dipelataran senja
Ingin kutulis betapa berdarahnya aku ketika ingin mendekati
Betapa tertamparnya aku ketika aku tahu nyatanya aku kau lupa

Setiap orang memiliki namanya masing-masing
Lantas, kita, kunamakan apa ?

Khimar Zhara Series by @inory_shop

Hei Kamu 17:12

Merebutmu Dengan Caraku

Apa kau tahu ?
Setiap petang aku duduk termangu menunggumu pulang lalu duduk pada beranda sembari memahat kata-kata
Nyatanya senja kali ini amat ranum
Berlatar awan biru yang berwarna syahdu

Seperti biasa, aku selalu bersembunyi ketika aku sedang merindukanmu, tidak aku tidak menghilang, aku sedang memperhatikanmu dibalik bias sembari melihat gerak-gerikmu agar aku tahu permohonan seperti apa yang harus kulangitkan agar kau tetap terjaga

Aku tahu, diluar sana, selepas senyummu yang jatuh dan terkembang ada berjuta pasang mata yang jatuh kepadanya, termasuk aku, misalnya

Tetaplah tenang, karena doaku tak pernah macam-macam meski selalu dalam

Bila mereka ingin memilikimu, aku hanya ingin melihatmu berbahagia, Ini serumpun berupa kawalan-kawalan doa untukmu, terimalah

Bila mereka ingin merebut perhatianmu, aku hanya mampu menempatkan dalam kata-kata paling layak kemudian menulismu didalam diksi-diksi berupa puisi, ketika segalanya telah sudah, semoga nanti kau mau membacanya untuk sejenak

Aku hanya pandai mendoakanmu
Lewat suara bernadakan pinta
Menggilir tabah bertahta di kalbu
Dan aku ingin bertahan
Kelak semoga rasamu menjadi sungguhan

Lalu, bolehkah bila aku tetap merebutmu dengan caraku seperti ini ?

Sepatu Juno Shoes by @aaliesha.shoes

Inspirasi dari Fiersa Besari - Garis Waktu

Kamu 17:03

Sebagai Salam Terakhir

Kadang-kadang ada orang yang mencintai tetapi sayangnya ia dikhianati

Kadang-kadang ada orang yang menunggu tetapi ia ditipu

Kadang-kadang seperti itu bahkan seringnya kadang-kadang
Kita saling pernah sepintas merasakan hal yang sama ditempat yang berbeda

Sama seperti sebuah cerita yang selalu kuceritakan tentang perempuan itu
Kini ia terlihat baik-baik saja, wajahnya yang murung kini sudah berseri-seri

Ia berkata : Aku sudah memaafkan segalanya, semuanya tanpa tekecuali, apapun yang sudah kamu lakukan aku sudah memaafkannya, jangan khawatir, aku benar-benar memaafkanmu

Kamu tentu tahu bukan ?
Hatiku tidak langsung sembuh begitu saja setelah dilukai
Sama seperti pohon yang kamu tancapkan paku diatasnya, Meski pakunya sudah tercabut, tapi ia masih meninggalkan bekas bukan ?
Dan mungkin, aku butuh waktu untuk meredamnya

Aku juga ingin memohon, untuk pergi sajalah seperti yang kamu mau dulu, kamu tentu ingin melihatku bahagia bukan ? maka pergilah, menjauhlah dariku, beri aku ruang untuk berjalan sendirian
Kita biarkan hati memilih jalannya masing-masing
Meski terasa asing, tapi aku bahagia seperti ini

Dan untuk istikharahku yang kesekian kali, mungkin berjauhan dengan jarak akan membuat kita lebih memahami hidup ini dan saling memperbaiki diri

Kita akan menjadi teman yang baik, lepaskan aku dengan baik

Aku juga ingin mengatakan, biarkan aku menenangkan perasaan ku sendiri, dan semoga kamu juga mendapatkan apa yang kamu butuhkan
Jika kamu membutuhkanku, jangan, jangan pernah berkata seperti itu karena kita hanya butuh Tuhan untuk menerima dan memaafkan diri kita

Kubiarkan mataku menangis menatap takdir dariNya meski nanti genangannya akan tumbuh menjadi hutan belantara

Kubiarkan senyumku terkembang menghadapi ketetapanNya

Karena jika tidak ada DIA, tidak ada kisah ini dan cerita yang akan berlalu menjadi sepi

Sore ini aku mendengar perempuan itu juga berkata :

Disaat sudah ikhlas seperti ini,
Kamu tidak akan kehilangan harga dirimu
Kamu tidak akan kehilangan egomu
Dan kamu juga tidak akan kehilangan ambisimu
Tapi, kamu kehilangan aku

Aku seikhlas ini
Apa kau pun sama ?

Goresan Akhir Maret 17:25

Jatuh Sendirian

Ternyata luka memang menempati posisi pertama dihatiku
Menggelayut mesra disenda kecewa
Berkabut pilu dipintu mata

Pada senja aku gemar meratapimu disinggasana doa-doa
Memintamu sebagai permohonan terpanjang

Kini aku memelukmu dengan sejumput harapan yang perlahan samar
Mengumpulkan rintik-rintik yang melahirkan mendung paling tabah

Kini ragaku melayang-layang diudara
Hendak berkirim pesan kepadamu tentang betapa patahnya aku

Dan kubiarkan jika memang harus terjatuh
Kubiarkan jika memang harus terluka
Kubiarkan jika memang harus hancur dan berserakan

Karena pada batas ini aku seperti mati
Tak merasakan apa-apa lagi
Bisakah kau menolongku untuk kembali berdiri ?

Tepat dititik ini, Air mata menjadi teman paling sepi

Meski patah, aku masih saja mengunjungimu dalam ketidakberdayaanku, aku seperti ditiadakan tetapi apakah boleh bila aku masih bertahan ?

Ruffle Bag Grey By @vanillahouse2

Tak Terlupa 17:25

Mati Rasa

Nyatanya aku tidak ditenggelamkan, tapi aku sedang menenggelamkan diriku sendiri diranah kefanaan kehidupan

Begitu banyak hal, banyak sekali yang sedang aku takutkan
Tentang rasa, mimpi, harapan, impian, kebahagiaan dan kedamaian

Atau apakah aku saja yang memilih bilik sepi sebagai tempat berlindung ?

Maaf bila telingamu lelah mendengar celoteh dan printilanku yang tak berguna dan entah tertuju kemana

Seperti botol yang berisi berjuta harapan dan mimpi-mimpi besar yang terombang-ambing ditengah lautan yang bertujuan atau terdampar entah dipulau mana

Maaf bila puisiku bernada lirih yang tak pernah bijaksana dan hancur berantakan

Tapi sungguh, Tuhan mencipta air mata karena DIA tahu ada luka yang tak mampu diterjemahkan oleh kata

Namun sungguh, didalam keadaan tergopoh-gopoh seperti ini aku tidak tahu harus bagaimana

Tadi, perempuan yang kau patahkan hatinya itu tak menangis sedikitpun, Ia hanya tak mau makan, tak mampu berkata, tertunduk lemas seharian, Sendirian

Jika benar tak sekedar singgah
Tolong bantu ia
Bantu ia untuk percaya, Lagi

Milea Bag Chocolate by @vanillahouse2

Batas 17:30

Abangnda

Seperti bersenyawa
Terjadi ikatan lebih dari persahabatan
Aku hanya memberi syarat agar kau merasa
Merasakan apa yang kurasa dalam hidayah dari Tuhan ku

Menyatu, diatas ridho, bertumbuh dan menjadi satu nyawa
Mendekat dan mendekap dalam kasih Ar-Rahmaan
Sang pemilik jiwa hingga akhir dunia

Mawaddah, Diatas ridho, bertumbuh dan menjadi satu nyawa
Mendekat dan mendekap dalam nuansa cahaya

Warahmah, bersama, kita berdua menyertakan Allah tak pernah akan keliru

Yang bahagia dari Allah
mengarungi bahtera dengan Al-qur'an dan sunnah
Beralaskan taqwa dan kesabaran

Inilah Abangnda
Firasat hati ketika kita belum disatukanNya

Kuselipkan doa pada sebaris kata
Iba dan gundah menjadi kaya ketika senja bercerita
Menyatu dan berpadu didalam mahabbah rindu

Inilah Abangnda
Inilah untaian kata ketika senja dikala jauh

Seperti senja lalu, yang diam akan selalu lebih berarti
Tak lupa kuselipkan pinta dipenghujung doa

Semoga kita berdua disatukanNya

Sajak Bernyawa 17:55

Cara Terbaik Untuk Mengikhlaskan

Tunggu Sebentar, Aku ingin mengajakmu berbicara, Berdua saja

Sewaktu-waktu pernah tidak terbersit dalam fikiranmu untuk mencapai hari ini, hari yang kamu tunggu datangnya
Hari yang menjadi apa yang dulu kamu inginkan

Tidak hanya berbicara tentang perasaan tapi tentang menjadi apapun yang kamu harapkan, tidak perlu menjadi ini dan itu seperti apa yang kamu mau dulu
Kamu yang sekarang adalah kamu yang begitu kamu harapkan, baik secara pribadi, hubungan, keluarga bahkan hal-hal kecil yang dulu kamu resahkan, hal yang dulu kamu pertanyakan bisa atau tidakkah menjalaninya, dan hari ini kamu menjalani dengan baik apa yang dulu kamu inginkan

Kini kamu belajar menjadi jujur, ketakutanmu tentang penolakan orang lain, masa lalumu, kekuranganmu dan hal-hal yang ada dalam dirimu ternyata tidak terjadi sama sekali, kekhawatiranmu tentang masa depan yang dulu begitu penuh tanda tanya ternyata juga tidak terjadi

Hari ini kamu baik-baik saja, banyak yang tidak lebih beruntung darimu bukan ? Mengapa masih tidak bersyukur ?

Percayalah, adanya kita berpisah adalah jawaban termudah untuk mempelajari segala hikmah

Aku belajar dari semesta, bahwa ada banyak segala pinta yang pada akhirnya menjelma menjadi segala apa yang aku perlu

Aku percaya kamu mendapatkan hal yang sama, aku juga percaya bahwa segala bentuk perasaan jika tidak bermuara pada kebenaran ia akan menimbulkan keraguan
Termasuk kita, aku, kamu dan kini

Surat Cinta Nay - Masgun 19:29

Most Popular Instagram Hashtags