[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

fanfiction.afgan.rossa fanfiction.afgan.rossa

2094 posts   11682 followers   107 followings

Fanfic Afross Lover 

#FROM_THE_BEGINNING (HOPE)
πŸ“· As marked
Part 341

First Phoenix 8 end
Tak ada yang meragukan kehangatan dan hujan cinta keluarga Pramudya untuk Rossa malam itu. Apalagi ketika Afgan mengajak Pak Tanto dan Bu Nani turut ke atas panggung dan mengenalkan nya sebagai Papa dan Mama mertua berikut dengan ucapan yang menyentuh. Ditambah Desy
Mungkin Rossa pernah hancur ketika vonis dokter menyatakan dia lumpuh permanen. Pernah terpuruk di titik terendah. Pernah menangis ketika kehilangan pria yang dicintai, pernah meratapi perpisahan orangtua yang ada di depan mata, pernah mempertanyakan kenapa saudara tak bisa ada satu untuk yang lainnya. Acap bertanya adakah pria yang menerima dan mencintai dia dengan kekurangannya
Tapi seperti Phoenix yang hancur dan terbakar untuk lahir kembali. Rossa pun sama. Dia memang masih di atas kursi roda. Tapi dia lahir kembali dari kehancuran. Kali ini. Lebih kuat. Lebih indah. Lebih matang. Bukan hanya keutuhan keluarga yang kembali. Keluarga baru merengkuhnya. Bersatu dengan belahan jiwa dan cinta sejati. Kehidupan baru tumbuh di rahimnya Rossa teringat mendiang sang Mama
Mama. Ocha bahagia. Sangat bahagia
Revand mengukir senyum dari kejauhan meski batinnya teriris. Dia pun bermonolog
Karena Rossa adalah wanita yang istimewa. Tanpa harus berdebat tentang apa itu definisi sempurna, kamu pasti setuju dgn pendapatku Re. Dia istimewa krn hatinya, pikirannya, semangatnya. Karenanya dia akan dipertemukan dengan seorang pria yang tak kalah istimewa untuk menjaga dia. Tepatnya untuk saling menjaga. Seperti seleksi alam. Kamu tidak lolos untuk itu Re. Kamu tidak cukup istimewa utk menjaga Rossa. Pria itu. Bukan kamu orangnya, tetapi dia. Afgan. Lihat dia sekarang Re. Begitu cantik. Begitu berpendar. Seperti Phoenix

#FROM_THE_BEGINNING (HOPE)
πŸ“· As marked
Part 340

First Phoenix 7
Afgan duduk dengan kedua lututnya. Di sebelah Rossa. Sejenak dia hanya diam. Meresapi binar mata Rossa yang terpancar penuh cinta untuknya. Menggenggam tangan sang istri.
Afgan : Satu lagi. Wanita hebat dalam hidup saya. Yang membuat jantung saya selalu bertalu talu. Yang membuat saya selalu bersyukur karena Allah mengirimkan dia untuk saya. Menjadi teman hidup saya. Istri saya. Apapun dan bagaimanapun awal yang membuka jalan kami. Saya sangat mencintainya. Hanya dia. Dan akan selalu dia. Sebentar lagi kebahagiaan kami akan semakin lengkap. Menunggu kehadiran buah hati kami yang telah tiga bulan lebih dalam kandungannya. Rossa Afgan Pramudya
Tepuk tangan kembali riuh. Sejak sebelumnya pun mata Rossa telah berkaca kaca. Berdiri di depan banyak orang. Dan pria yang kita cintai mengungkapkan betapa berharganya kita. Tak ada yang dapat melukiskan perasaan Rossa saat ini. Amazing. Hanya pelukan erat untuk Afgan ketika Afgan mengecup keningnya lembut dan dalam di depan semua orang. Tepukan semakin menggema. Banyak di antara hadirin yang ikut menitikkan air mata. Ikut bahagia dengan pasangan di depan mereka
Afgan : Hei, lihat airmatamu
Rossa mengerjabkan mata basahnya dan tersenyum
Afgan : Say something please
Afgan mendekatkan mic-nya
Hadirin menunggu. Apa tanggapan Rossa yang dicintai Afgan. Berapa banyak wanita yang ingin di posisinya. Seorang CEO yang jelas kaya, tampan dan tentu banyak penggemar wanita
Afgan : Ayo sayang
Rossa : Saya. Sa .. ya
Sebenarnya ingin teriak sekencang kencangnya untuk mengikrarkan cintanya pada Afgan
Rossa : Sa .. ya
Afgan mengerti. Dia pun tak memaksa. Namun
Rossa : Dia. Dia yang akan senantiasa ada di mata saya, di hati saya, di relung jiwa saya, di hembusan nafas saya, di detak jantung saya, di langkah saya dan di doa terdalam saya. Semoga Allah selalu melindungi dan menjagamu suamiku. love you. I love you so much
Afgan merengkuh Rossa
Afgan : Love you too. Kalimat favorit kami berdua
Hadirin riuh menggoda. Rossa tersipu malu dan bersembunyi di dada bidang Afgan. Rossa mendongak
Rossa : Buat Papa Irwan, Mama Rena, Anya. Ocha sayang banget. Love you too

#FROM_THE_BEGINNING (HOPE)
πŸ“· As marked
Part 339

First Phoenix 6
Ucapan terimakasih atas kedatangan tamu undangan. Menceritakan perjalanan Pramudya Group yang dirintis sejak mendiang Kakeknya dan terus berkembang hingga sekarang. Semakin besar
Afgan : Alhamdulillah. Pramudya Group bisa seperti sekarang. Tak akan bisa tanpa kerja keras dan peran pegawainya yang luar biasa. Yang berdedikasi tinggi demi memajukan perusahaan. Mulai dari office boy, office girl, karyawan, manajer hingga direksi. Tepuk tangan yang meriah untuk mereka semua
Tepuk tangan riuh terdengar. Juga untuk kerendahan hati seorang Afgan. Tahu jika dia adalah salah satu CEO terbaik. Malah mengedepankan para karyawannya
Afgan : Saya tidak sendiri. Ada keluarga hebat yang ada di samping saya. Tak henti mendukung dan menyemangati saya. Tanpa meraka, saya tidak akan bisa berada di sini sekarang. Pertama. Wanita super yang telah melahirkan saya ke dunia dengan taruhan nyawa. Wanita yang menyuapi saya dengan tangan beliau, menjaga saya tak kenal lelah, mengajari dari A sampai Z. Banyak sekali. Mama saya tercinta. Mrs Renata Irwan
Tepuk tangan untuk Bu Rena. Wanita yang masih sangat cantik di usia yang tak lagi muda itu melemparkan senyum dan memeluk Afgan
Bu Renata : Anak laki laki saya satu satunya. Waktu kecil nakal. Maksud saya. Banyak akal
Afgan : Jangan buka kartu Ma
Bu Rena : Sekarang buat Mamanya speechless
Afgan mencium punggung tangan sang Mama tanda hormat
Afgan : Saya tak bisa berkata apa apa lagi kalau sudah menyangkut sosok yang satu ini. Guru saya, idola saya sekaligus Papa saya. Irwan Pramudya
Tepuk tangan untuk Pak Irwan
Pak Irwan : Waktu Afgan lahir, dia membuat saya terharu. Sekarang dia melakukannya lagi. Jadi Papa memang pengalaman yang luar biasa. Yang mau nikah cepat nikah ya. Tapi yang belum punya pasangan ya di cari dulu
Yang hadir tergelak mendengar banyolan Pak Irwan. Afgan melakukan hal yang sama lalu beralih ke Anya
Afgan : Ini yang waktu kecil selalu merengek minta saya gendong. Adik saya yang kolokan tapi membuat kakaknya selalu kangen. Sekarang sudah besar dan sangat membantu saya. Anya
Anya langsung memeluk manja Kakaknya
Anya : Tetap manja nggak papa kan Kak?

#FROM_THE_BEGINNING (HOPE)
πŸ“· Owners. Edited As marked
Part 338

First Phoenix 5
Suguhan yang manis untuk hubungan Putri dan ayahnya. Afgan mengangkat Rossa dan mendudukkannya di kursi yang telah tersedia. Pemandangan yang sederhana mungkin. Tapi bagi beberapa atau banyak orang malah sangat menyentuh. Apalagi yang baru melihat atau baru tahu jika istri Afgan memang tidak bisa berjalan. Kagum akan detailnya seorang Afgan memperhatikan istrinya. Sang pembawa acara membuka malam itu. Afgan selaku CEO berbisik mesra ke Rossa sebelum memulai pidatonya
Afgan : Sedikit nervous sayang
Rossa : Karena mereka?
Afgan : Karena kamu melihatku. Seperti ABG yang jatuh cinta. Grogi begini
Rossa menyunggingkan senyuman. Afgan selalu bisa membuatnya merona dan merasa penting sekaligus. Di ballroom yang luas dan terang benderang. Ada Arletta. Ada Revand bersama sang Mama. Ada Karin dan Aldi. Ada Tom yang masih kepikiran Anya. Dan tamu undangan yang berjubel. Semua mata tertuju ke panggung. Menunggu Afgan membuka suaranya
.
.
.
Maaf Kak. Ada penggantian sub judul. Untuk Who really you are, Lisa hapus dulu termasuk part Arletta. Rencana awalnya, sesuai prolog. Phoenix muncul sekali. Tapi Lisa berubah pikiran jadi muncul dua kali. Dan ini adalah First Phoenix. Who really you are akan muncul setelah sub judul ini selesai yang bakal mengupas rahasia Dokter Arletta. Thank you

#FROM_THE_BEGINNING (HOPE)
πŸ“· As marked
Part 337

First Phoenix 4
Tom : Kalau penampilan? Kakak gagah kan? Kakak rajin nge-gym Lo. Perut Kakak ini udah kotak kotak kalau kata orang
Anya : Kotak kan? Asal jangan limas atau kerucut aja Kak. Aneh jadinya
Tom : Bukan. Prisma bentuknya. Sikap Kakak pada wanita?
Anya : Kakak nggak dingin kayak CEO CEO yang pernah Anya kenal. Kakak sebaliknya. Sangat hangat kalau menyapa orang. Kakak juga nggak kaku macam kanebo kering. Kakak supel dan gampang membuat orang tertawa. Anya suka
Deg
Anya : Eeh. Maksud Anya. Suka kalau bergaul dengan orang seperti itu Kak
Cepat Anya meralat ucapannya. Entah kenapa dia bisa keceplosan kalau dia suka. Apa memang dia suka?
Tom : Kamu bilang yang baik baik terus
Baru ngeh. Dari tadi Anya memuji Tom
Tom : Ah. Kakak lega. Setidaknya Kakak tidak akan mengecewakan wanita yang dijodohkan dengan Kakak nanti
Gleg
Tak sadar Anya memegang dadanya. Kenapa rasanya sakit ketika Tom bicara tentang perjodohan
Tom : Anya? Are you OK?
Anya : Ya
Tentu tak baik baik saja. Sampai di ballroom pun Anya diam seribu bahasa. Tom jadi garuk garuk kepala. Kesambet jin mana Anya. Perasaan dia nggak lewat tempat yang seram seram tadi. Anya memisahkan diri dari Tom dengan ucapan terimakasih yang sedikit ketus. Berjalan ke tempat Afgan
Afgan : Tom menepati janjinya
Anya : Anya nggak suka Kak. Jangan lagi tinggalin Anya bareng Kak Tom
Afgan : Dia memaksa Kakak buat ngantar kamu
Anya : Maksa?
Ah pusing Anya memikirkannya
Rossa ceria menyambut keluarganya
Rossa : Terimakasih pulang lebih awal dan bisa datang
Desy : Tak akan aku melewatkan undangan Kakakku
Rossa : Oleh olehnya?
Desy : Ada semua. Nggak ada yang ketinggalan
Rossa : Besok aku ambil di rumah ya
Desy : Aku tunggu. Plus puding Daisy nya
Bu Nani : Acaranya udah mau mulai Cha. Pergilah dengan suamimu sayang
Rossa : Nanti Papa, Mama dan Desy juga naik panggung. Harus. Nemenin Ocha rame rame
Pak Tanto : Tentu Nak
...
Satu persatu naik ke panggung. Acara akan segera dimulai. Pak Irwan menggandeng Bu Rena meniti anak tangga kecil. Makin berumur makin romantis. Mungkin itu julukan yang tepat. Lalu balik lagi dan menjemput Anya dengan tangannya. My litle princess.

#FROM_THE_BEGINNING (HOPE)
πŸ“· As marked
Part 336

First Phoenix 3
Pikirannya sih coba ngeles tapi kok tangan Anya udah yang gerak gitu. Begitu melihat, Anya buru buru menarik tangannya lagi
Anya : Apaan sih Kak
Tom : Nggak. Kakak cuma bercanda ha ha. Tapi tadi kayaknya ngarep banget bisa meluk Kakak ya? Tangannya udah begini. Kayak bilang. Kakaaaak sini Anya peluk
Ciuuut
Anya menyubit lengan Tom sekuat tenaga
Tom : Aduuuuuh. Aduuuh
Anya : Biar berhenti goda Anya. Permisi. Anya mau berangkat. Loh. Mana mobil Papa sama Kak Afgan? Kok ilang
Tom : Iya ya. Kok ilang? Apa ada maling? Masak maling nyuri mobil sak orang orangnya?
Tom memasang senyum miring. Merasa menang
Anya : Anya serius nih Kak
Tom : Mencari mobil mereka? Tidak akan ada. Kakak udah minta mereka pergi duluan
Anya : Terus Anya?
Tom : Jangan bingung. Apa nggak lihat cowok baik baik dekat dengan kamu sekarang? Kakak akan ngantar kamu
Anya : Malas
Tom : Gimana? Kakak juga bisa lo jadi bodyguard sewaan atau pacar sewaan
Anya membelalakkan matanya
Anya : Pacar sewaan? Yang bener aja Kak?
Tom : Benar. Bayaranya tinggal potong persentase keuntungan kerjasama perusahaan kita. Praktis kan?
Anya : Ih sorry aja. Masak pacar aja pake di sewa. Emang Anya nggak laku amat apa?
Tom : Percaya deh Kakak. Anya emang kembangnya di keluarga Pramudya
Anya : Nah gitu kan enak di dengar Kak
Tom : Soalnya anak gadisnya kan memang cuma satu. Ya otomatis lah kamu kembangnya. Masak kamu kumbangnya
Duarrr
Anya : Kak Tommmm. Awas ya
Tom : Udah Anya. Nanti terlambat pestanya. Ayo bareng Kakak. Kakak udah janji dengan Afgan mau bawa kamu
Anya : Ayo Kak
Anya nyelonong menuju mobil Tom
Tom : Ah. Anya memang gadis unik. Sangat ceria dan tidak gampang marah. Apa aku sedang memuji Anya?
Di dalam mobil. Suasana santai dengan musik fav Anya mengalun. Anya menggoyangkan kepalanya sambil bersenandung
Tom : Jujur Anya. Bilang Kakak. Kakak ini cowok kayak apa?
Anya : Kayak apa gimana?
Tom : Hemm. Wajah Kakak gimana?
Anya : Ganteng kok. Lumayan. Sebenernya kalau jadi foto model, Kakak juga cocok. Good looking. Meski masih ganteng Kak Afgan sih
Tom mencibir
Tom : Di sogok berapa kamu sama Kakak kamu itu?
Anya terbahak

#Repost @bigapplemusicawards_official (@get_repost)
・・・
Congratulations to Rossa on her "Best Indonesian Act Award" πŸ†πŸ‘πŸ™Œ #bigapplemusicawards2017 #newyork πŸ—½ #music #award #winner #ceremony #celebrity
.
.
Alhamdulillah. Proud of you Teh Ocha

#Repost @anugerahplanet (@get_repost)
・・・
#APM2017: Tahniah kepada Afgan dan Sonaone atas kemenangan lagu X dalam kategori Kolaborasi Terbaik (Artis) #GilerTakGerek?!
.
.
Selamat Kak Afgan
Proud of you

#FROM_THE_BEGINNING (HOPE)
πŸ“· As marked
Part 335

First Phoenix 2
Rossa mengambil mawar di jas Afgan
Rossa : Well. Mawarnya cantik
Baru sadar
Afgan : Aapa? No. Mawar sesungguhnya ada di depanku. Seluruh bunga di dunia. Jika dikumpulkan jadi satu. Tak ada yang melebihi cantikmu sayang
Rossa : Boleh aku tersanjung?
Afgan : Cha, aku tidak mau mengajakmu ke pesta. Aku benar benar ingin menculikmu sekarang. Just the two of us. Aku ada dimana sekarang? Kenapa aku bisa melihat bidadari di hadapanku. Dan beruntungnya aku karena bidadari itu adalah istriku
Afgan melihat Rossa dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tak berkedip. Otomatis salah tingkah Rossanya
Rossa : Eeh. Kenapa ngeliatin aku sampai segitunya?
Afgan : Wajah kamu, mata kamu, hidung kamu. Everything'. All of you. Segala di dirimu mengalihkan duniaku. Tapi yang paling membuat jiwaku menghangat adalah. This. See. Perutmu yang mulai membuncit
Rossa : Buncit dan gendut
Afgan : Aku tambahkan. Buncit, gendut dan sangat seksi
Rossa terpekik ketika tiba tiba Afgan menggendongnya menuju mobil
Rossa : Afgaaaan. Pelan pelan
Afgan : Sorry. How do i look ? Aku agak minder bersanding denganmu sayang. Baru kali ini seorang Afgan Pramudya minder. Jika kamu mau tahu
Rossa : Kamu pria, suami dan calon Papa yang paliiiiiing tampan dan paliiing sexy buat aku
Afgan : Feel better. Ready for the party?
Rossa : Asal sama kamu. Siap aja
Dan ballromm menanti kedatangan mereka.
Tinggalah Anya gigit jari. Sambil komat kamit bilang. Jangan baper jangan baper. Suara mengaduh seseorang mengejutkannya
Tom : Aduh. Kenapa harus ada pintu di sini sih?
Memang pintunya ada di situ sejak kemarin kali
Anya : Kak Tom? Ngapain di sini? Bukannya di London?
Tom : . Kenapa kamu nggak bilang kalau hari ini ultah Pramudya Group. Baru saja Kakak landing di London. Belum juga mengistirahatkan pantat Kakak yang panas karena kelamaan di pesawat. Udah di suruh Mama balik lagi kesini untuk mewakili perusahaan. Kamu pikir Kakak ini robot apa? Kakak benar benar geram Anyaa
Anya : Maaf Kak
Tom : Peluk Kakak. Cepat. Obat lelah
Anya : Apa?

#FROM_THE_BEGINNING (HOPE)
πŸ“· As marked
Part 334

First Phoenix 1
Pramudya Group hari itu sangat berbeda. Gedung di hias sedemikian rupa. Megah itu menyediakan sebuah ruangan yang luas. Ballroom. Ya. Ulang Tahun Pramudya Gruop nanti malam. Dipastikan akan banyak kolega bisnis yang akan datang. Anya sibuk memaksa Rossa ke butik, ke salon, perawatan dan sebagainya
Rossa : Jangan yang itu Anya. Mahal banget bajunya
Anya : Mahal? Ini murah lagi Kak. Udah pake ini aja. Biar Kak Afgan yang bayar he he. Sekalian sepatu sama asesorisnya. Kakak sebagai istri CEO harus tampil maksimal, paling bersinar. Kakak akan jadi ratunya malam ini.
Rossa : Tapi
Pak Irwan : Anya benar. Malam ini kesempatan yang bagus buat mengenalkan kamu sebagai menantu keluarga kami Cha. Papa menunggu saat seperti ini
Bu Rena : Sudah. Papa sana saja dengan Afgan. Ini urusan kami para wanita
Pak Irwan memang pergi, tapi lebih dulu mencium pipi istrinya. Rossa sih baper nggak papa. Nah Anya. Cuma nyengir kuda
Rossa : Makanya cepat cari pasangan. Nikah sekalian Anya
Anya : Pengen sih. Tapi nggak ada yang mau Kak
Rossa : Jangan merendah. Rahasiamu ada di Kakak. Afgan cerita. Berapa banyak cowok yang ngedekatin kamu. Kamunya aja yang gimana
Anya : Belum ketemu yang klik di hati Kak. Ganteng punya. pendukung ganteng juga ada. Tapi kalau nggak klik kan susah. Anya mau cari yang klik. Meski lama nggak papa. Meski agak berliku kayak Kakak dan Kak Afgan juga nggak papa
Rossa : Kakak doain cepet ketemu
...
Pak Irwan dan Afgan pun tampil maksimal. Afgan memakai tuxedo, dasi kupu kupu dan setangkai mawar dia sematkan
Pak Irwan : Siap menjemput wanita spesial kita Nak?
Afgan : Siap Pa
We are ready. Teriak Anya membuka pintu. Woowww
Pak Irwan mengambil tangan Bu Rena dan menciumnya

Lagu lama Eric Clapton. Wonderfull tonight. Lagu kenangan mereka saat muda
It's late in the evening
She's wondering what clothes to wear
She puts on her make-up
bla bla
Bu Rena : Do I look all right?
Pak Irwan : Oh Yes. you look wonderful tonight
Pak Irwan bersenandung terus di telinga istrinya. Menyanyikan lagu Eric Clapton

Giliran Afgan yang terpesona melihat Rossa malam itu. Sampai nggak bisa ngomong apa apa

Most Popular Instagram Hashtags