fanfiction.afgan.rossa fanfiction.afgan.rossa

1909 posts   10733 followers   98 followings

Fanfic Afross Lover 

#Repost @rossaperfumeind (@get_repost)
・・・
Ayo Kunjungi booth Rossa Perfume dan Rossa Gardenia Fragrance Mist by @itsrossa910 dalam Acara Nationalisme Celebrity Bazar @mall_alamsutera, 17-20 Agustus 2017 di Lantai Ground Floor (Depan Gramedia)
.
Dapatkan penawaran harga khusus selama acara. Ayo buruan jangan sampai kehabisan yaa ...
.
#SalamWangi
.
#rossaperfume #rossaperfumeevent #rossagardenia #gardenia #RossaGardeniaFragranceMist #nasionalisme #harimerdeka #17agustus #alamsutra #mallalamsutera

#FROM_THE_BEGINNING (HOPE)
πŸ“· As Marked
Part 204

Graduation 6
Tom dan surat kaleng.Tom tahu kisah Desy dari Karin. Desy yang bermain dgn Re dan mengkhianati Rossa
Tom : Kenapa ke sini? Mereka berkumpul di sana
Desy : Aku hanya ingin mencari angin
Pak Irwan terkejut dengan kedatangan Tom
Pak Irwan : Kamu?
Tom : Mirip Papa saya kan Om? Kenalkan. Saya Tom. Thomas Louis Anderson
Pak Irwan : Oh. Putra Bapak Loius ternyata. CEO baru?
Tom : Baru belajar menggantikan Papa. Papa mau bulan madu lagi dengan Mama ke Indonesia Om. Om tdk mau bulan madu lagi dengan Tante?
Pak Irwan : Ide bagus. Akan Om pikirkan. Afgan bilang kalau kontraknya telah ditanda tangani
Afgan dan Rossa mendekat
Tom : Hei Hei. Selamat yang baru wisuda
Rossa : Thanks Tom
Tom : Om Irwan. Om beruntung sekali punya menantu sebaik dan secantik Rossa. Dia alasan utama saya menandatangani kontrak kerja sama kita
Pak Irwan : Ya?
Pak Irwan sedikit bingung
Tom : Kalau belum taken sama Afgan, Tom bakal membawanya ke rumah dan mengenalkannya pada Papa
Afgan : Jangan dengarkan Tom Pa. Dia suka bicara sembarangan
Tom pura2 tak mendengar
Tom : Kerja di tempatku Cha. Aku berikan gaji yang tentu sangat sepadan. Bagaimana
Afgan langsung meraih kepala Rossa. Reflek Rossa melingkarkan tangannya ke tubuh Afgan
Afgan : Aku tidak mengizinkannya
Tom : Kamu mengekangnya Gan
Afgan : Dia akan bekerja denganku dan untukku
Tom : Beneran Cha? Emang digaji berapa sama suamimu?
Rossa : Sangat besar. Kamu tidak akan bisa mgggajiku sebesar itu
Tom mencibir
Tom : Om Irwan. Untuk merayakan kerjasama kita plus kelulusan Rossa. Tom undang makan malam di rumah. Bisa?
Pak Irwan : Kami akan datang
Usai makan malam, Afgan menggendong Rossa ke kamar. Pak Tanto dan Bu Nani tersenyum. Melihat betapa manisnya perlakuan Afgan ke Rossa
Pak Tanto : Papa tidak salah kan, menyerahkan Rossa ke Afgan?
Bu Nani : Mama melihat ada cinta di mata Afgan setiap Afgan melihat putri kita
Pak Tanto : Juga sebaliknya
Bu Nani : Mereka saling mencintai?
Pak Tanto : Papa sangat mengenal Rossa. Dia juga jatuh cinta dengan Afgan. Semoga Rossa dan Desy bahagia
Cinta yang sama. Hanya menunggu Rossa menyadari. Menunggu kata itu terucap dari bibir Rossa. Hanya itu

#FROM_THE_BEGINNING (HOPE)
πŸ“· As Marked
Part 203

Graduation 5
Mamamu akan bangga dengan mu
Mama Nanimu tak akan beda. Ya kan Ma?
Pak Tanto menyentuh bahu istrinya. Bu Nani bahkan menitikkan air mata
Bu Nani : Selamat sayang. Kamu cantik sekali
Rossa : Terimakasih Pa. Ma. Ini untuk Papa dan Mama dan Mama Nani juga
Rossa memeluk kedua orangtuanya. Lalu bergantian Bu Rena. Pak Irwan dan Anya mengucapkan selamat. Ini harinya Rossa bukan? Pak Irwan dan Anya memberikan sebuah senyuman yang bagi Rossa adalah hadiah yang sangat berharga
Rossa : Terimakasih Om
Rossa mencium punggung tangan Pak Irwan
Om? Desy mendengarnya. Rossa Memanggil mertuanya dengan Om? Nggak salah? Satu satunya alasan yang masuk akal adalah Pak Irwan tak suka Rossa jadi istrinya Afgan. Tdk ada alasan lain. Sudut bibir Desy terangkat. Dia senang. Seperti ada sedikit celah untuk masuk. Spt dulu dia masuk ke Revand. Namun senangnya Desy tak lama. Tepat ketika kursi roda Rossa berada di depan Afgan. Afgan yang ada di sebelahnya.
Hati Rossa membuncah melihat sang suami. Kupu kupu beterbangan diperutnya. Buliran airmata menitik di pipi cantiknya. Suport Afgan yang luar biasa. Semangatnya, motivasinya dan tentu saja cintanya yang hebat.
Rossa : Terimakasih. Aku. Aku sangat bersyukur Allah mengirim kamu untukku. Terimakasih untuk semuanya. Ini untukmu Gan
Afgan merangkum wajah Rossa dengan kedua tangannya. Mengecup dahi dan kedua pipinya.
Afgan : Selamat Cha. Congratulation. I am a proud husband. I love you. Aku sangat mencintaimu
Rossa pun mencium punggung tangan Afgan dan Afgan membalas dengan memberikan pelukan hangat dan erat. Seketika hati Desy berdenyut sakit. Afgan mencintai Rossa. Sangat. Dia mendengarnya sendiri. Sama seperti sakit saat Re menyatakan cintanya pada Rossa dulu. Tdk. Ini jauh lebih sakit. Desy beranjak pergi dengan perasaan meledak ledak. Dilihatnya lagi Afgan dan Rossa dari jauh. Bahkan mereka belum melepas pelukannya.
Saking shock mendengar ucapan cinta Afgan, Desy menabrak orang
Desy : Sorry
Tom : It's OK
Tom mengernyitkan dahi
Tom : Kamu Desy kan? Adik tirinya Ocha?
Desy mengangkat wajah dan terkejut. Dia tentu ingat dengan Tom.

#FROM_THE_BEGINNING (HOPE)
πŸ“· As Marked
Part 202

Graduation 4
Rumah yang awalnya hanya berdua. Afgan dan Rossa. Berubah ramai. Keluarga Pramudya dan keluarga Rossa. Meski Desy ingin juga menginap di sana. Tapi Orangtua Re tdk enak. Dan memilih menginap di hotel. Yang pertama dilakukan Rossa ketika pertama ketemu keluarga Desy yang sempat mampir adalah memeluk dan mencium gemas Ansell
Rossa : Ansell. Kamu lucu dan tampan sekali sayang. Ini Tante Ocha. Coba Tante lihat Hemm. Tembemnya kayak Papa Re kan? Tapi hidungnya kayak Mama Desy
Ansell tak menangis, bahkan tertawa tawa di gendongan Rossa. Tangannya menggapai gapai Afgan
Rossa : Ya? Mau gendong Om Afgan?
Afgan : Sini sayang. Uuh beratnya. Berapa kilo ini?
Revand menatap haru. Bahkan Desy sekalipun. Bisa dihitung dengan jari bisa sedekat itu dengan Ansell. Meski tak mau memikirkan, penyesalan itu melintas juga. Andai Rossa adalah Mama kandung Ansell. Desy beda lagi. Andai Afgan adalah Papa kandung Ansell. Terasa sempurna
Bu Rena : Melihat kalian menggendong Ansell, Mama jadi pengen punya cucu juga
Bu Nani : Benar Bu. Saya pengen cucu dari Rossa juga
Afgan dan Rossa terbatuk. Desy malah tersedak
Afgan : Doakan saja Ma. Afgan apalagi. Bakal lengkap kalau ada Afgan atau Rossa junior. Ocha sempat bilang waktu lihat foto Ansell pertama kali. Ya kan Cha?
Rossa : Apa?
Rossa melirik Afgan. Hanya disambut dengan kerlingan mata. Alhasil, Rossa memukul pelan lengan Afgan. Gelak tawa terdengar. Kecuali dari Desy dan Re yang hanya tersenyum ala kadarnya.
Desy dan Re pun pamitan
...
Hingga esoknya, tibalah hari wisuda itu. Dengan memakai toga, Rossa nampak cantik. Yang menjadi kejutan adalah Rossa lulus dengan banyak pujian. Magna cumlaude. Hanya minus beberapa poin saja. Itupun karena keadaannya yang sakit. Afgan tak tahu. Bagian dari surprise Rossa untuknya.
Di sinilah. Setelah ceremony kelulusan selesai. Rossa mendatangi satu persatu keluarganya. Ucapan syukur kedatangan mereka. Dan haru. Pak Tanto memeluk Putri kesayangannya. Meski tak sampai jatuh, mata lelaki paruh baya itu berkabut.
Pak Tanto : Selamat Nak. Papa bangga sama kamu. Papa yakin, jika Mama kandungmu masih ada

SELAMAT HARI RAYA KEMERDEKAAN DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA YANG KE 72
INDONESIA KERJA BERSAMA .
.

#indonesia
#independenceday
#dirgahayuindonesia
#indonesiakerjabersama

#FROM_THE_BEGINNING (HOPE)
πŸ“· As Marked
Part 201

Graduation 3
Afgan merampas sedikit kasar map di tangan Tom
Afgan : Sampai di sini saja
Tom : Woooooow. Jadi suami posesif ceritanya
Afgan tak menggubris
Tom : I mean. Duet romantis
Afgan : Aku tidak tertarik
Tom : Ayolah Gan. Kamu tentu tahu betapa cantiknya permainan biola Rossa. Dan kamu juga harus tahu kalau permainan gitar elektrik ku sangat keren. Kamu harus mendengarnya
Afgan : Ocha pernah cerita kalian duet waktu SMA
Tom : Kenangan terindahku bersamanya. Hatiku kembali sesak
Afgan : Hanya duet. Tidak lebih. Aku sebagai suaminya mengizinkannya. Bukan karena kontrak itu. Tapi karena Rossa. Dia suka bermain biola. Tergantung dia. Mau atau tidak duet denganmu
Tom : Tentu saja dia mau. Apa dia bisa menolak pria se mempesona diriku. Ternyata menjadi pria tampan itu cukup merepotkan Gan. Aku merasakannya selama ini
Afgan : Aku mau ke toilet
Tom : Silahkan. Jangan ditahan. Tidak baik untuk kesehatan
Afgan : Aku hanya mau muntah
...
Di rumah Afgan. Afgan menceritakan keinginan Tom
Afgan : Kamu mau?
Rossa : Aku. Entahlah
Rossa meremas kedua tangannya. Dia gugup
Rossa : Disamping banyak mahasiswa Indonesia nantinya, tentu akan banyak orang penting yang akan datang. Aku sudah lama tdk tampil di depan umum
Afgan mengerti. Dia menggenggam kedua tangan Rossa dan menciumnya.
Afgan : You can do It
Rossa : Aku
Afgan : Kamu melakukan apa yang kamu suka. Percaya Cha
Tak sadar Rossa mengangguk mantap. Kata kata Afgan bagai sihir untuknya. Bisa meyakinkan dia
Rossa : Aku hubungi Tom dulu. Kami harus bicarakan detailnya dan tentu saja latihan
Afgan : Hanya berdua?
Rossa : Ya. Dengan siapa lagi? Mau tampil trio ya?
Afgan : Nggak
Rossa : Lalu?
Afgan : Hanya latihan. Dan aku akan mengawasi kalian
Rossa celingukan
Rossa : Kenapa harus di awasi? Aku biasa main sendiri di rumah
Wajah polos Rossa membuat Afgan gemas hingga sebuah kecupan mendarat di kening Rossa.
Afgan : You don't know?
Rossa menggeleng
Rossa : I don't know
Afgan : I am jeolous
Blush. Pipi Rossa merona merah

#FROM_THE_BEGINNING (HOPE)
πŸ“· As Marked
Part 200

Graduation 2
Re hanya bisa menghela nafas. Setelah berembug dengan orangtuanya dan konsultasi dengan dokter, akhirnya diputuskan sekeluarga akan berangkat ke London. Mama dan Papa Re cemas dengan Ansell sekalian liburan jg
...
Afgan on call dengan Pak Irwan
Pak Irwan : Bgmn dengan kontraknya? Pihak Anderson belum mau tanda tangan?
Afgan : Afgan belum menyerah Pa
Pak Irwan : Kenapa? Padahal proyek yang jauh lebih besar dari ini dulunya bisa kamu selesaikan dengan baik
Afgan : Mereka belum bilang tidak Pa
Pak Irwan : Apa kamu terlalu sibuk mengurus Rossa hingga kontrak ini saja tdk bisa kamu urus
Afgan : Tidak ada hubungannya dengan Rossa Pa. Papa tahu, Afgan sebisa mungkin menepati janji Afgan. Siap kapanpun untuk Anya. Percaya Afgan Pa
Pak Irwan : Papa akan ikut Mama mu ke London. Anya juga
Afgan : Sungguh Pa? Terimakasih banyak Pa. Ocha pasti senang sekali
Afgan tak bisa menutupi kegembiraannya
Pak Irwan : Not for Rossa. But for the contract
Raut muka Afgan sempat sedih namun dia tepis.
Afgan : Afgan akan usahakan kontrak itu ditanda tangani sebelum hari Ocha wisuda Pa
Telfon usai. Rossa datang. Sekilas mendengar
Rossa : Om Irwan mau kesini? Benar?
Afgan : Iya. Papa, Anya juga Mama
Rossa : Sungguh? Aku senang sekali. Alhamdulillah
Rossa memekik senang dan berhambur memeluk Afgan. Afgan ikut tersenyum. Apapun alasannya, setidaknya keluarganya bisa hadir di hari bahagia Rossa. Pikir Afgan sembari mengusap rambut Rossa
...
Di kantor Anderson Corp
Tom : Bgmn pukulanku? Lumayan kan?
Afgan : Kalau dalam keadaan imbang. Aku rasa aku bisa membuatmu lebih babak belur
Tom : Akui saja kekalahanmu
Afgan : Aku kalah
Tom : Aneh. Gampang sekali
Afgan tak menjawab. Tom memeriksa berkas ditangannya
Afgan : Pastikan. Ya atau tidak. Kalau ya, cepat tanda tangan. Kalau tidak, aku akan pergi
Tom memberi tatapan menyelidik
Tom : Aku ajukan penawaran. Aku akan tanda tangani kontrak kerjasama kita dengan satu syarat
Afgan : Syaratnya?
Tom : Akan ada acara dari mahasiswa Indonesia sehari setelah Rossa wisuda di kedubes. Aku mau ajak Rossa tampil romantis bersamaku di acara itu. Boleh?
Afgan : What?
Tom : Deal or No deal? 😁😁😁

#FROM_THE_BEGINNING (HOPE)
πŸ“· As Marked
Part 199

Graduation 1
Hari wisuda semakin dekat. Afgan ingin keluarga Pramudya ikut semua. Bu Renata tentu yang pertama. Pak Irwan sempat menolak. Begitu juga Anya
Bu Rena : Pa. Anggap saja ini permintaan Mama
Pak Irwan tdk tega
Pak Irwan : Baiklah. Buat Mama. Toh Papa juga ingin ketemu dengan petinggi Anderson Corp. Anya juga ikut
Anya : Ya Pa? Tapi
Pak Irwan : Sekalian liburan. Mau membantah?
Anya suka. Tentu saja. Apalagi dia sudah kangen dengan Kakaknya, Afgan. Tapi dia sedikit malas bertemu Rossa
...
Pak Tanto dan Bu Nani jelas akan datang. Desy dan Re lain cerita. Usai melahirkan Ansell, Desy ngotot minta Re agar mereka tinggal di rumah sendiri. Mama Re keberatan karena Re anak satu2 nya dan tak mau jauh dari cucunya. Tapi siapa bisa menolak keinginan Desy. Jika alasannya adalah ketenangan mengasuh Ansell. Dia tertekan karena merasa campur tangan Mama Re terlalu dalam ke rumah tangga mereka. Padahal Mama Re pun tidak akan bicara jika Desy tdk keterlaluan
Di rumah Re dan Desy. Sekitar dua bulan usia Ansell. Re yang justru banyak mengurusnya. Begadang hampir tiap malam. Desy hanya sekedarnya. Bahkan malas memberikan ASI
Desy : Aku mau ikut ke London. Bareng Mama dan Papa
Revand : Ansell masih terlalu kecil
Desy : Siapa bilang aku akan mengajak Ansell
Revand : Apa?
Desy : Ayolah Re. Ansell udah biasa aku tinggal. Dia minum botol kan? Dia lebih dekat dengan kamu
Revand : Karena kamu yang tidak dekat dengan dia. Aku bingung dengan kamu Des
Desy : Jika kita teruskan. Kita akan bertengkar. Sudahlah
Revand : Jangan pergi. Toh Ocha juga mengerti keadaan kita
Desy : Aku tetap akan pergi
Re menaikkan nada bicaranya. Desy tetap ngotot
Revand : Hargai aku sebagai suamimu Des
Desy : Aku hanya akan ke London. Tdk kemana mana
Revand : Aku bilang jangan
Desy : Ada Afgan di sana
Desy keceplosan. Re sempat kaget
Desy : Maksudku. Ada Afgan dan Rossa di sana.
Desy sedikit kikuk. Tentu saja. Dia ingin ke London untuk ketemu Afgan. Apa lagi. Orang tdk akan curiga. Karena alasannya jelas. Rossa wisuda
Desy : Rossa kakakku. Seperti apapun hubungan kami, aku hanya ingin jadi adik yang baik. Wisuda master ini adalah impiannya
Desy berdalih

#Repost @prambananjazz (@get_repost)
・・・

#FROM_THE_BEGINNING (HOPE)
πŸ“· Owner
Part 198

Love is the Answer 4 end
Afgan : Cha
Rossa tersenyum. Mengangkat kedua tangannya dan membelai lembut pipi Afgan
Rossa : Aku menyayangimu Gan. Sangat. Aku tidak tahu. Mungkin aku juga
Rossa menghentikan ucapannya. Afgan menyatukan dahi mereka dan menautkan jemarinya
Afgan : Ssst. Tidak usah buru buru. Aku bisa menunggu. Seumur hidup sekalipun. Ketika kata sayang itu berubah menjadi cinta
Rossa mengangguk pasti
Rossa : Aku rasa tidak sulit untuk jatuh cinta padamu
Afgan : Aku senang mendengar nya.
Rossa : Kamu tidak perlu lagi mencintaiku diam diam
Afgan : Sangat melegakan. Akhirnya aku bisa menunjukkan pada dunia bahwa
Rossa : Bahwa ?
Afgan : Bahwa Afgan sangat mencintai Rossa
Rossa kembali meringkuk di pelukan Afgan. Dengan hati yang di rajai rasa hangat. Tak akan lama kata cinta itu akan keluar. Rossa yakin itu. Mungkin sekarang juga sudah. Tapi toh Afgan ada bersamanya. Selalu. Dia bisa membayar ucapan cinta itu nanti. Sekali. Dua kali. Sebanyak yang Afgan mau. Kini dia hanya ingin meresapi kebahagiaan ini.
Afgan menghujani Rossa dengan banyak kecupan di puncak kepalanya. Benar kata Tom. Meski dia abu abu. Meski dia antagonis sekalipun. Cinta akan menunjukkan jalannya. Cinta adalah jawabannya

#FROM_THE_BEGINNING (HOPE)
πŸ“· As Marked
Part 197

Love is the Answer 3
Afgan : Cinta memang kadang egois
Rossa : Biarkan aku membantumu
Afgan : Tidak
Rossa : Kalau begitu aku akan bekerja di perusahaan Tom begitu lulus nanti
Afgan : Baiklah. Kamu bisa membantuku. Aku tdk ingin kamu lelah
Rossa : Tidak akan. Jadi sejak kapan? Knp? Bgmn? Dimana? Kamu mulai mencintaiku?
Afgan : Tdk tahu
Rossa melepas tangan Afgan
Rossa : Kamu yakin mencintaiku? Bukan kasihan, rasa bersalah atau apa atau apa?
Afgan tergelak
Afgan : Apa yang harus aku lakukan lagi agar kamu percaya Cha?
Rossa : Kamu melakukan banyak. Sangat banyak.
Afgan : Mungkin sejak Papa Tanto memintaku menikahimu untuk pertama kali. Melihatmu di atas kursi roda, bermandi cahaya bulan. Menghibur seorang anak. Mungkin saat melihat kegigihanmu menyelamatkan rumah tangga orangtuamu. Mungkin saat kamu ikhlas melepas Re untuk Desy. Mungkin saat kamu memainkan biola di rooftop bareng matahari pagi. Tak peduli sejak kapan, bagaimana dan dimana. Cinta tak butuh alasan. Satu yang pasti, aku jatuh cinta dengan hatimu Cha. Dan aku mencintaimu dengan hatiku
Rossa : Thank you Gan. Aku tak tahu lagi bagaimana mengungkapkan. Betapa aku sangat tersanjung dicintai olehmu
Afgan : Aku yakin kamu telah melupakan Re
Rossa : Tahu darimana?
Ucap Rossa mencoba mengetest Afgan
Afgan : Aku bisa merasakannya. Insting seorang suami. Biasanya pas
Rossa : Ya kamu benar. Tidak ada Re di mataku ataupun di hatiku lagi
Afgan : Bisa ku lihat matamu? Aku mau membuktikannya. Benarkah tak ada Re lagi di sana
Rossa : Tentu
Dua pasang mata itu beradu. Menyelami hingga ke dasar hati masing masing
Rossa : Tidak ada Re kan?
Afgan : Tidak ada
Rossa : Ada siapa di sana? Ada siapa dimataku?
Afgan : Ada aku Cha. Aku ada di matamu. Aku juga ingin ada dihatimu. Bisakah sekarang kamu mencoba mencintaiku?
Rossa beralih menatap bingkai foto pernikahannya dengan Afgan yang terpajang di kamar mereka. Ingatannya menerawang
Rossa : Aku sempat takut kamu kembali ke Karin. Takut kenapa pernikahan ini hanya tentang aku. Takut kehilangan kamu. Sempat berandai jika kita juga punya bayi kita sendiri. Bayi yang lucu seperti Ansell
Afgan tersentak

#FROM_THE_BEGINNING (HOPE)
πŸ“· As Marked
Part 196

Love is the Answer 2
Usai diobati
Rossa : Jadi Tom mengundangmu untuk itu?
Afgan : Ya. Tom, bagaimana dengan kerjasamanya?
Tom : Aku bad mood. Besok aku hubungi lagi
Rossa : Kamu seperti cowok labil Tom. Pakai acara bad mood segala
Tom : Cha, kamu kira gampang apa melepas mantan terindah untuk bahagia? Berat tahu. Hatiku masing terombang-ambing ambing dilautan lepas
Rossa : Siapa mantan terindahnya?
Rossa melongo. Ini anak. Beneran tidak tahu atau pura-pura tdk tahu. Pekik Tom
Rossa : Cepat renang balik ke daratan. Akan ada putri cantik yang nunggu kamu
Tom : Ya ya ya. Aku tahu reputasi ku. Ngantri cewek di belakangku
Afgan : Sudah ngobrolnya? Ayo pulang Cha
Tom bangkit dan berbisik ke Afgan
Tom : Jika kamu mau menuntut atas dasar penganiayaan yang aku lakukan. Ajukan saja. Aku ladeni
Afgan tersenyum tanpa melihat Tom. Tatapannya justru ke Rossa yang menunggu uluran tangannya
Afgan : Thanks Tom. Hari ini adalah awal yang baru buat aku dan Rossa. And it's all because of you
Tom : You know what? Love is the answer. Jawaban untuk keraguanmu, ketidakpercayaan dirimu. Jaga Rossa. Jangan jadi pengecut lagi
Afgan : I Will
...
Afgan kekeh berbaring di bednya yang ada di bawah. Rossa tak kalah kekeh. Memintanya tidur di ranjang
Rossa : Jangan membantah Gan. Kamu lagi sakit
Afgan : Tapi. Aaah
Afgan mengaduh
Dan hutang penjelasan itu dibayar Afgan keesokan harinya
Rossa : Kamu bukan CEO lagi? Ada hubungannya denganku kan? Gan. Aku
Afgan merengkuh kepala Rossa ke dalam pelukannya
Rossa : Kamu mendapatkan posisi itu dengan susah payah. Dari nol. Hilang begitu saja
Rossa terisak di dada Afgan. Menyadari pengorbanan yang Afgan lakukan untuknya.
Rossa : Maafkan aku
Afgan : Tapi lihat gantinya. Aku menjadi suamimu
Rossa : Kamu kerja lembur terus. Tak mengizinkan aku membantu. Karena aku juga?
Afgan : Tom, CEO, kerja. Aku tak menjadikannya beban. Aku senang menjalaninya. Karena ada kamu dan buat kamu.
Rossa : Kamu tidak mengatakannya padaku. Menyembunyikan semua dariku. Memendamnya sendirian. Kamu egois Gan

Most Popular Instagram Hashtags