[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

eddyd.iskandar.3 eddyd.iskandar.3

205 posts   12226 followers   153 followings

Eddy D Iskandar 

Diantara novel-novel ini semoga ada yang bisa bekerjasama lagi dengan tim Roman Picisan.
Sejujurnya saya ingin membuat chemistry yang sama dengan tim Rompis, misalnya yang menarik ceritanya SELAMAT TINGGAL MASA REMAJA (pernah dimuat sebagai cerber di majalah Gadis) yang kini sedang saya revisi ulang agar konflik tokohnya lebih tajam dengan ending yang berbeda...dan bisa segera diterbitkan lagi. Pernah dibuat film yang dibintangi Rano Karno dan Kiki Maria (puterinya artis legendaris film horor Suzanna) yang disutradarai Frank K. Rorimpandey. (filmnya bisa dicari di youtube).
Filmnya tahun 1979 cukup populer.
Semoga saja terealisasi.....apakah itu dibuat film layar lebar atau sinetron series.
Beberapa novel saya yg pernah dibuat film Musim Bercinta, Biarkan Aku Cemburu, Semau Gue, Cowok Komersil, Sejoli Cinta, Beningnya Hati Seorang Gadis, Bunga Cinta Kasih, Gita Cinta dari SMA, Puspa Indah Taman Hati, dan tentu saja Roman Picisan.

Pasangan yang dianggap berhasil memainkan tokoh utama dalam film atau sinetron cukup banyak. Tentu tak lepas dari popularitas novel - kalau itu diangkat dari novel, juga peran dari penulis skenario, dan sutradaranya. Untuk ROMAN PICISAN the series pemeran Roman dan Wulan, Arbani dan Adinda, begitu melekat dalam pikiran dan perasaan pembacanya.
Segembira dan sepuas apa jika ternyata Adinda dan Arbani tampil lagi dalam ROMAN PICISAN the movie.
Tunggu kepastiannya saat nanti publikasi Roman Picisan the movie seiring shootingnya dimulai.
Bersabar itu....takkan sia-sia.

" Eh, Nik.... kamu ini kenapa sih?"
Unik diam saja tak menyahut.
"Rupanya kamu sedang marah ya?" selidik Angling.
"Ya!" sahut Unik ketus.
"Siapa orang yang membuat kamu marah itu? Biar kuhajar dia!" suara Angling agak berapi-api.
"Kamu!" teriak Unik.
Angling terperanjat.Bingung. Ia merasa tak bersalah, tapi tiba-tiba saja dituding Unik menyakiti perasaan Unik.
"Aku? Memangnya apa sih kesalahanku?"
"Jangan pura-pura nggak tahu!"
"Sungguh, Nik. Aku nggak ngerti. Aku nggak tahu."
Unik menatap Angling, kesal, marah, sedih, hinggga bicaranya mendadak agak tersendat.
"Kamu masih mencintaiku nggak sih?" (hal. 54)

Tania mencubit lengan Clara, kesal.Ketika Tania mengalihkan pandangan ke arah Rayhan, pada saat yang bersamaan, mata Tania dan Rayhan saling beradu pandang. Tania agak gelagapan. Clara memperhatikan sambil tersenyum.
"Yaa, ampuuun. Baru bertemu pandang saja sudah gelagpan. Tenang aja. Tenang, "kata Clara sambil meraba dada Tania.
Tania maumencubit lengan Clara, tapi tak jadi, ketika Guru Bahasa Indonesia memergokinya.
"Hey, lagi napain kalian di dini?"
Keduanya tersentak.
"Eh, Bapak."
Tania dan Clara langsung pasang senyum memikat. (Hal. 13).

Roman tak sabar lagi, ia segera beranjak dari tempat yang agak gelap. Menghampiri Wulandari yang sedang berjalan.
"Wulan!" suaranya pelan dan bergetar.
Langkah Wulandari terhenti. Tertegun menatap ke arah datangnya suara. Dan wajah Wulandari mendadak terkesima. Tatkala menyaksikan wajah Roman yang tenang.
Wulandari terdiam!
Roman mendekat.
"Aku mau minta maaf."
Wulandari masih diam.
"Aku yang salah."
Sejuta perasaan bergolak dalam hati Wulandari. Tak mampu terucapkan. Tak mampu terungkapkan. Roman menunggu dengan harap cemas, menunggu kalimat yang akan terlontar. Menyakitkan atau menyenangkan, bagi Roman tak peduli. Ia ingin mendengarkan. Ia mengharapkannya.
Roman menghela nafas. Terasa lama menunggu Wulandari berbicara.
Wajah Wulandari tengadah, lalu menatap Roman.
Hanya sebentar, setelah itu lalu berbalik meninggalkan Roman.
Roman tertegun.
Meski sekilas, ia dapat melihat bening berguling di pipi Wulandari.
(hal. 256 - 247 -248). Caption kutipannya cocok nggak ya dengan adegan di atas?

Film Roman Picisan pertama (1980), Roman Picisan the series RCTI (2017), dan tahun ini, berkat do'a dan dukungan para pencinta Roman Picisan di dalam dan di luar negeri (terutama yang fanatik dg the series), Insya Allah bisa menyaksikannya di layar lebar, di bioskop. Semoga PU nya sesuai seperti keinginan semuanya. Dan semoga diberi kemudahan dan kelancaran.
Salam...

Cover aslinya bergambar adegan Rano Karno dam Yessy Gusman (pernah dibuat film), yang direkayasa dg foto Arbani dan Adinda dlm adegan akhir ROMAN PICISAN.
Harapannya suatu saat ingin sekali bekerjasama lagi dg team yang sama dg Roman Picisan the series dalam the series lainnya.
Semoga yaaa...entah kapan.

Semua sepertinya ngotot ingin agar pemeran utama Roman Picisan the movies mesti Arbani dan Adinda. Apa yakin kalau keduanya kembali memerankan tokoh Roman dan Wulan untuk film bioskop penontonnya akan mencapai satu juta atau lebih?
Sekedar bertanya saja....seberapa banyak yang menginginkan menyaksikan Bani dan Dinda di layar lebar.
Semoga do'a dan harapan kalian terkabul.

ADINDA sedang berdo'a sehabis salat isya. Matanya berkaca-kaca.
"Ya Allah...ini benar-benar diluar dugaan! Rasanya sulit dipercaya....Papa benar-benar tak berperasaan! Memalukan!!"
Sementara itu, Pak Bram menghampiri Bu Nani yang sedang asyik menyaksikan sinetron di televisi.
"Dari tadi aku tak melihat Dinda. Ke mana dia?"
"Ada di kamarnya."
"Ngapain saja? Memangnya nggak ada kerjaan lebih bermanfaat daripada mengurung diri di dalam kamar?"
Tiba-tiba terdengar alunan suara Adinda sedang mengaji. Suaranya lembut mendayu, menggugah perasaan. Adinda sedang membaca surat Al-Baqoroh.
Pak Bram tersentak. Bu Nani menatap Pak Bram, seakan menyesalkan sikap Pak Bram.
"Papa ini....kenapa selalu berprasangka negatif. Rumah ini terasa sejuk sekali, jika mendengar Dinda sedang mengaji.."
(HAL. 132).

Main gitar, menyanyi, baca puisi, di alam terbuka asyik juga.....
(Novel Bunga Putih Abu-abu).

Film Roman Picisan 2018.....
Semoga banyak diminati masyarakat penonton.

38 tahun yang lalu novel Roman Picisan dibuat film. Salah satu adegan Lidya Kandou sebagai Wulandari dan Ita Mustafa sebagai sahabat Wulandari. Tahun ini...giliran Roman Picisan the movie.

Most Popular Instagram Hashtags