[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

duniaira duniaira

1800 posts   1887 followers   1066 followings

DUNIAIRA  Perempuan yang suka selfie, jatuh cinta pada langit laut dan mata kamu

http://www.duniaira.blogspot.com/

RUMAH AIR MATA

Lalu apalagi yang kita tunggu
Waktu berjalan begitu cepat tapi kita masih sibuk saja bernostalgia

Yang tak pernah kau ketahui aku telah bekerja keras membuat rumah di hatimu
Rumah yang aku bangun dengan banyak harapan dan air mata. Rumah yang aku bangun dengan pondasi mimpi kita berdua yang berserak

Apalagi yang aku inginkan selain menetap disana dan tidak kemana mana lagi

Rumah di hatimu hampir selesai tapi kau tak pernah menyadari. Engkau yang tak pernah berkenan membuka pintunya untukku

Rumah dengan pondasi air mata yang membuatku tenang dan selalu memintaku untuk segera pulang 🚢 Pelabuhan Tanjungwangi

#duniaira #banyuwangi #puisi #dermaga #langit #laut

"Ya. Kenapa? Kau kira seorang penari erotik, pelacur, sundal tidak perlu membaca buku? Ah tolol sekali. Nah, ini juga termasuk dari keharusan perempuan; membaca buku supaya tidak bodoh, tidak melulu dikibuli lelaki, hanya di pandang sebagai melulu obyek, padahal kalau mau bicara soal menang dan sama-sama kalah, perempuan juga adalah subyek seperti halnya lelaki.

Tapi bintang yang lahir di barat otomatis akan bercahaya sampai ke timur. Dan di sini tidak ada langit yang bisa membuat sinar bintangku cerlang.

Tidak ada tantangan. Segala di ukur menurut moralitas statistik. Ini terpengaruh budaya lokal yang serba kolektif. Sampai sampai termasuk membuat kesalahan yg juga kolektif. Akibatnya untk menjadi diri sendiri tidak ada peluang, sebab tidak ada orang lain yang ingin juga tampil sebagai dirinya. Dengan begitu, artinya tidak ada juga saingan yang dapat memicu kreativitas.

Dan namaku Mata Hari. Dan kamu bima sakti supaya cahaya bisa terlihat beda-beda di sana, sebab matahari, aku, akan bergerak mengelilingi pusat galaksi bima sakti "Pelik, sederhanakan saja. Lumrahnya lelaki kumbang, perempuan kembang

Kalau kita sempat menjadi kumbang dan kembang. Jangan harap kita kembali menjadi manusia lagi

Baiklah. Aku laki-laki, dan kau tetap perempuan

Itu realistis. Iyaa realistis naturalistis" (Novel Nama ku Mata Hari)

Finish! Imajinasi saya menjadi-jadi "Naakt ben ik uit mijne mooders buik gekomen, en naakt zal ik daarhenen wederkeren"

Dengan telanjang aku keluar dari rahim ibuku, dan dengan telanjang pula aku akan kembali ke dalamnya

#duniaira #banyuwangi #paulocoelho #matahari

Dan nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan.
Nikmat itu bernama liputan saat lebaran, lelah, lapar dan pecel pitik
@badbudi
@om_angger angger
@ffuadona 📷 @adysasmita

#duniaira
#banyuwangi #barongiderbumi #kemiren

Lambat atau cepat orang-orang itu semua akan terlupakan dari sejarah, tapi aku yakin orang-orang akan selalu mengingat aku, Mata Hari "Sun" di Inggris, "Sonne" di Jerman, "Soleil" di Prancis, atau "Zon" di Belanda

My Name is Raa..... #duniaira #banyuwangi

Repost @om_angger
Jadi kapan ke Banyuwangi?

#banyuwangi

Dan jangan lupa menjalin silaturahmi dan meminta maaf serta memaafkan kesalahan para mantan

Mari kembali hidup normal kawan.

Engkau yang mencintai langit dan aku yang mencintai laut.
#duniaira #puisi #banyuwangi

Lebaran

Dulu mungkin hanya keluarga kami yang tidak memiliki kendaraan buat keliling lebaran. Keluarga yang terdiri ibu,emak,aku dan mas nurul. Ketika semua sudah mengendarai motor, kami tetap tidak punya motor.

Kami hanya silaturahmi di tetangga sebelah rumah dan timur rumah karena kebetulan rumah sukowidi berada tepat di pinggir jalan raya besar. Saya sempat sedih dan bertanya mengapa kita tidak memiliki motor seperti orang lainnya sehingga kita bisa kemana man. Ibu tidak menjawab apa apa.

Pada malam setelah sholat Id, ibu selalu menyewa lin kuning dan mengajak saya mas nurul dan emak serta beberapa kerabat lainnya unjung unjung ke orang yang lebih sepuh. Saat itu saya memilih duduk di depan bareng emak. Ibu jarang ikut karena dia lebih memilih dirumah untuk jaga rumah. Mungkin ada alasan lain karena bapak nggak ada, sudah meninggal jadi ibu lebih memilih menyendiri bertahun tahun lamanya menjauh dari hiruk pikuk lebaran.

Dan saya sekarang memahami keputusan keputusan ibu saat itu. Memilih di rumah saja walaupun saya bisa kemana mana.
Saya yang menyederhanakan lebaran. Mengembalikan kenangan tentang ibu,bapak,emak di setiap sentimeter rumah ini.
Makan banyak seorang diri di dapur numpang di rumah bu Ipah dan bu Ang agar layak hari ini di sebut lebaran. Kembali ke rumah dan menyadari kembali bahwa saya harus berdamai dengan keadaan. Tidak ada siapa siapa bahkan saya sendiri tidak tahu harus menunggu siapa dan menemui siapa.

Menghabiskan banyak stok salad buah di lemari es seorang diri. Naif jika saya meminta pesta ini segera berlalu.
Hal yang menguntungkan hari ini hanyalah HBO, Fox Movie, Star World menayangkan film film kece dan parasetamol yang harus saya minum karena tubuh saya yang tiba tiba panas tinggi yang memaksa saya untuk beristirahat sejak siang hari tadi.

Dan akhirnya nikmati saja setiap detik mu jika kamu mencintai keluarga. Karena waktu kadang tak pernah berpihak pada keinginan dan mimpi kita.

Sungguh. Cintai keluargamu setiap waktu.

Lebaran tahun ke lima

Ini tahun ke lima saya merayakan Lebaran di Banyuwangi yang berarti tidak ada tradisi mudik, tidak adalagi euforia di kampung halaman atau harap harap cemas mengatur jadwal kembali untuk bekerja.

Di tahun kelima ini lebaran saya semakin sederhana. Semua berjalan seperti biasa hanya menambah sedikit kue di toples yang selalu terisi di meja depan serta mengganti taplak dan sprei yang berdebu.
Sebagian berkata saya memilih melakukan ini karena saya tidak punya anak, tidak punya pasangan atau apapun istilahnya. Mungkin ada benarnya juga alasan itu tapi mencukupi beberapa kebutuhan kerabat saya lebih penting dari pada merayakan secara berlebihan.

Akhirnya saya memilih menghadapi Lebaran ini seorang diri tanpa perlu ngungsi ke rumah saudara hanya karena takut kesepian dan sendirian. Semacam laga peperangan saya berani berdiri di depan. Ketika saya meyakini bahwa dimana mana bumi Tuhan itu sama. Langit milik Tuhan juga sama.

Ibu sempat berkata kau lahir sendirian, mati pun sendirian jadi tak perlu takut sendirian. Ada Tuhan. Saya yang memilih menikmati semua perasaan seminggu terakhir jelang Ramadhan ini. Sedih, kacau, nelangsa, haru, rindu, marah, bahkan benci dan cinta.

Kau mungkin tak percaya jika saya benar benar melewati malam lebaran seorang diri? Mempersiapkan semuanya untuk saya sendiri. Sungguh. Tidak ada yang saya tunggu. Tidak ada yang menunggu

Maka bersyukurlah kamu yang bisa berkumpul dengan keluargamu, pasanganmu, anak anak mu. Jangan pernah sia siakan waktumu. Jika mereka pergi baru kau menyadari bahwa merekalah alasanmu untuk tetap berdiri.

Malam Lebaran. Saya semacam prajurit yang baru saja menyelesaikan perang. Iya. Perang batin. Lelah luar biasa.

Maka doa doa baik malam ini. Semoga tahun depan bertemu Ramadhan kembali.
Maafkan. Lepaskan beban. Berdamai dengan kenyataan

Selamat merayakan Syawal. Selamat Lebaran.
#duniaira

Lebaran bukan sekedar baju baru dan ketupat opor ayam. Tapi bagaimana kamu menjaga silaturahmi dan membahagiakan banyak orang.

Selamat lebaran

Rumah adalah aku yang menunggumu
#duniaira #banyuwangi

Most Popular Instagram Hashtags