duniaira duniaira

2,261 posts   2,204 followers   1,182 followings

DUNIAIRA  Jurnalis, Blogger, Food Lover & Travel Addict. Pecinta langit dan mata kamu

Anjani tetap melukis dengan tangannya yang kecil yang memegang kuas besar dan garis yang tebal. Lama kelamaan aku menyadari dia sedang melukis seorang lelaki yang diculik oleh beberapa orang yang mengendarai kuda. Perlahan lahan aku mendekat dan mempelajari tokoh tokoh yang digambarkannya. "Aku tak paham mengapa Rama diculik?" "Ini bukan tokoh Rama. Cerita ini memang terinspirasi kisah Ramayana" "Paham. Kenapa justru suaminya yang diculik, kan seharusnya Sita, lalu Rama menyelamatkan dia" "Dalam ceritaku, justru sang suami yang diculik oleh raja berkepala sepuluh yang berniat menyiksa dan membunuhnya dan sang istri yang akan berperang menyelamatkan dia"

Anjani menjawab dengan wajah dan mata yang tetap terfokus pada lukisannya. "Bedanya, nanti ketika mereka bersatu, sang istri tak perlu meminta sang suami membuktikan kesetiaannya dengan terjun ke dalam kobaran api. Sang istri percaya bahwa cinta telah mempertahankan segala kehormatan" (Laut Bercerita - Leila S Chudori)

#duniaira #lautbercerita

"Diskusi penting. Bergulat pemikiran itu wajib"

Ketika itu Bram mendiskusikan bagaimana menariknya membandingkan situasi politik Cile di masa pemerintahan Salvador Allende tahun 1973 dengan Indonesia tahun 1965. Bagaimana kedua negara sama-sama agak didominasi pemikiran kiri, tapi lantas dihajar oleh kekuatan militer. "Kita adalah generasi yang harus bergerak, bukan hanya mendiskusikan undang undang yang mengekang kita selama puluhan tahun di bawah tekanan dari jempol" "Masih berharap suatu hari, entah kapan, keadilan akan tiba" (Laut Bercerita - Sebuah Novel Leila S.Chudori)

Banyak perjalanan. Banyak pertemuan. Banyak yang harus di perjuangan. Bertemu petani petani yang bermimpi sejahtera. Bertemu para buruh yang terbungkam.

Kadang buat lelah dan pesimis. Tapi bukankah kita dilahirkan di negara ini sebagai Pejuang?

Selamat merayakan Rabu kawan baik

#duniaira #banyuwangi

Ketika kamu tanya siapa aku, aku adalah definisi dari gemah ripah loh jinawi - @budesumiyati

#duniaira

Nasi Kuning Legendaris

Nasi Kuning Mbak Anik ini bertahan sudah selama 23 tahun lebih. Tempatnya di selatannya masjid Baiturrahman. Jalan kaki saja setelah jembatan, timur jalan berdampingan sama praktek dokter. Tepatnya depan Koperasi Modern.

Saya lebih suka pesan dengan lauk daging, walaupun ada pilihan lauk lainnya seperti ayam, telur, ati ampela dan kawan kawannya.

Walaupun tempatnya sempit dan kadang harus makan dengan duduk di bangku trotoar, nasi kuning ini layak untuk diperjuangkan.

Dan jika makan ditempat, mending bawa minum sendiri soalnya beberapa kali makan disini, ibunya lupa buatin minum soalnya yg beli selalu antri. Tapi tetap ada pilihan es teh dan teh hangat kok. Atau air putih yang ambil sendiri.

Pesan penting hari ini

Jika kamu kurang tenang dan bahagia? Mungkin kamu sedang kelaparan.

Silahkan komen jika ada tempat makan yang harus saya datangi.

Selamat Pagi. Salam Ngunyah!!! #duniaira #kulinerbanyuwangi
#nasikuning

Mak Wah Comunity....
#duniaira

Adat kebiasaan negerinya tidak memungkinkan Ni untuk mendapatkan perlindungan dari hati kedua orang tuanya. Bila hatinya sedang sedih, ia hanya akan dapat menemukan hiburan dari sahabatnya yang tak pernah bergeraj yaitu : "buku-buku". Ia selalu gemar sekali membaca, namun kini kesenangannya terhadap bacaan sudah menjadi sebagian hidupnya. Apabila ia telah menyelesaikan pekerjaan yang di tugaskan kepadanya, ia segera memegang buku atau surat kabar. Ia membaca semuanya yang tertangkap bola matanya. Ia melahap semua bacaan. Bercampur antara yang baik dan yang buruk.
Banyak sekali buku yang dinikmatinya, buku yang tak terkatajan bagusnya yang membuatnya dapat melupakan semua kesedihan dalam hidupnya. Tabiat tabiat yang baik, pandangan hidup yang mulia, jiwa dan pikiran beaar, semuanta membuat hatinya berkobar kobar kegirangan dan gemetar karena berbesar hati. Ia menghayati sepenuhnya semua yang dibacanya. Dan tidak kekurangan bacaan : ia cukup mengulurkan tangannya dan meraih dalan kotak bacaan yang tiap minggu membawa bahan bacaan baru. Dan ayahnya yang suka sekali menyenangkannya memanjakannya dengan hadiah hadiah buku. (Surat dari Kartini kepada Nyonya R.M Abendanon - Mandri)

______________

Surat surat Kartini sangat banyak bukan hanya sekedar kutipan kutipan potongan surat yang menyebar di google. Membacanya utuh akan menjawab banyak pertanyaan dan pertentangan yang selama ini sering diperdebatkan. Membaca utuh surat surat Kartini sama saja membaca "Indonesia" pada masanya.

Selamat membaca. Selamat Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia.

Tertanda saya yang merasa ganteng

#duniaira #kartini #haribuku

Nggak ada alasan kamu nggak suka baca buku, hanya saja kamu belum menemukan buku yang cocok untuk kamu.

Jadi temukan bukumu lalu segerakan juga temukan jodohmu. Kalo bukunya sudah banyak tapi jodohmu belum juga ketemu, terima saja itu sudah nasibmu.

Selamat hari buku.

#duniaira #banyuwangi #haribuku

Mengevakuasi Kucing

Hari ini ada lomba Kucing. Ada yang cat show, ada yang fashion.

Handphone saya menunjukkan suhu mencapai 32 derajat. Suhu yang sangat tidak bersahabat dengan binatang berambut dan lucu.

Beberapa pemilik kucing, memilih membatalkan ikut lomba dan mengevakuasi dibawa pulang. Kucing yang stress dan kelihatan kepanasan bahkan membuat beberapa pemilik kucing terlihat menangis. Sumpah! Benar benar menangis karena nggak tega ngeliat kondisi binatang peliharaan.

Mungkin kelak jika ada lomba sejenis, harus ada pertimbangan 'berperikebinatangan.' Mari pulang Lolo. Ke tempat yang lebih nyaman.

Binatang bukan untuk dieksploitasi tapi di sayangi.

Ini frame @shinranee dan Lolo serta Iteng
#duniaira

KUPAT LODOH

Lodoh ini dibuat lebih dahulu dari kelapa yang sudah tua, lalu diparut dan disangrai tanpa minyak. Setelah kering proses selanjutnya adalah ditumbuk sampai halus dan keluar minyak. Bentuknya seperti pasta yang lembut.

Sementara bumbunya adalah merica, kemiri, ketumbar, pala, jahe, jinten, kayu manis, cabai besar, cabai rawit, laos, kunir, serai, garam dan gula lalu dihaluskan. Orang Using menyebutnya bumbu genep.

Kemudian bumbu halusnya ditumis lalu ditambahkan sedikit air baru kemudian masukkan pasta 'lodoh' nya. Setelah mendidih tambahkan potongan ayam kampung yang sudah digoreng sebentar.

Seporsi Kupat Lodoh akan semakin sempurna dimakan dengan potongan ketupat dengan tambahan telur pindang ; telur yang direbus dengan berbagai macam campuran seperti kulit bawang merah dan daun jambu klutuk serta kawan kawannya, serta rempah; makanan khas using yang terbuat dari parutan kelapa yang biasanya dicampur dengan potongan daging sapi atau ikan Lemuru.

Kupat Lodoh ini hanya muncul setiap lebaran. Rasanya? Istimewa. Kuah coklat yang gurih seimbang dengan potongan kupat yang lembut.

Bersyukur menemukannya saat jalan jalan tanpa harus menunggu lebaran. Kurang beruntung bagaimana dirimu Raa.... Oh yaa ada yang tanya kamu bisa masak Raa. Bisalah. Masak air dan juga mie instan tapi sayangnya di rumah gas nya lagi habis dan hampir seminggu ini belum sempat ganti. Tabung gas paling tahan lama karena minimal isi ulang 4 bulan sekali bahkan bisa 8 bulan sekali.

Selamat hari Minggu.

Dan tiba tiba saya ingin liburan.

#duniaira
#kulinerbanyuwangi

TEMU MISTI

Terlahir atas nama Misti pada 20 April 1953, Maestro Gandrung ini telah diramal bakal menjadi penari Gandrung yang terkenal sejak masih umur 1 tahun. Menari Gandrung Terob untuk pertama kalinya di usia 15 tahun, Mbok Temu tetap setia dengan profesinya sebagai penari Gandrung hingga detik ini.

Kepopulerannya tidak sebanding dengan materi yang didapatkannya. Setelah masa kejayaan Gandrung pada tahun 70-an, penghasilan mbok Temu semakin lama semakin berkurang. Bahkan warung sederhananya di depan rumah terpaksa tutup karena tidak ada modal.

Pada tahun 1980-an, suara emas Gandrung Temu direkam oleh Smithsonian Folkways, Amerika Serikat dan album Song before Dawn yang berisi suara Gandrung Temu dirilis pada tahun 1991. Menurutnya, ada 11 lagu Gandrung yang saat itu direkam antara lain Delimoan, Chandra Dewi dan Seblang Lukinto. Dia mengaku hanya dibayar Rp.250 ribu rupiah tanpa ada kontrak kerjasama. Selain itu, dia hanya mendapatkan sampul album Songs Before Dawn yang di pigura dan sempat dipajang di dinding rumahnya. Selama bertahun-tahun, dia tidak mengetahui jika suara emasnya dijual di sejumlah situs bisnis di Amerika dan Eropa,

Pada tahun 2015, dia sempat menari Gandrung di Jerman membawa misi budaya. Pada tahun yang sama juga ada program dari Kegiatan Belajar bersama Maestro di Program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan dan Mbok Temu menjadi salah satu maestro yang menjadi jujugan untuk belajar.

Walaupun Gandrung identik dengan Kabupaten Banyuwangi, namun nasib para seniman Gandrung tidak berkembang lebih baik. Memang tidak elok membandingkan keadaan Gandrung pada zaman dulu dan zaman sekarang, namun bagaimana memberikan panggung kepada seniman Tari Gandrung untuk tampil kembali di 'akar rumput'. Memberikan Jaminan kepada mereka bahwa Gandrung Terop tidak adakan punah.

Selamat Mengulang Syukur Mbok Temu. Selamat Hari Kartini. Selamat menginspirasi.
#duniaira #gandrung

Kertas untuk menulis puisi

Siang ini ketika matahari lagi panas panasnya, saya lewat jalan dan melihat gadis kecil berdiri sambil memunguti kertas putih berantakan yang memakan hampir sebagian jalan.

Sempat saya ingin membiarkannya tapi kok ya nggak tega hingga akhirnya saya memutuskan untuk memarkir motor dan membantu memunguti kertas putihnya. Dari obrolan singkat, gadis kecil itu namanya Marsha. Dia siswa SD di Taman Baru. Saya sulit menangkap apakah dia kelas 4 atau di SD Taman Baru 4. Menurut pengakuannya, kertas putih itu dia beli menggunakan uang tabungan dan uang yang dikasih ayahnya.

Saat saya tanya untuk apa. Katanya untuk menulis puisi.

Karena kepanasan, Marsha membuka bajunya dan hanya menggunakan kaos singlet untuk menutup kepala. Untungnya ada orang baik yang juga berhenti dan membantu kami memunguti kertas kertas yang jumlahnya sangat banyak. Hingga akhirnya kami berenam termasuk Marsha. Sebagian kertas putihnya rusak karena dilindas oleh kendaraan yang lewat.

Saya memasukkan kertas kedalam tas plastik bekas yang selalu saya bawa dan menawarkan diri untuk mengantarnya pulang. Marsha menolak dan mengatakan takut dimarahi neneknya.

Baiklah saya menghargai keputusannya dan mengantarkannya sampai di halaman mushola Taman Baru. Lalu dia masuk gang dan hilang dari pandangan mata saya.

Sebenarnya masih banyak pertanyaan yang ingin saya ajukan kepada anak itu, sehingga menjadi cerita yang utuh dan runut. Terutama tentang puisi apa yang ingin dia tulis di kertas putih sebanyak itu.

Tapi biar sajalah menjadi rahasia, karena tidak semua cerita harus dikisahkan.

Bukan pula sebuah kebetulan saya bertemu dengannya siang bolong seperti hari ini.

Semoga Mbahnya nggak marah yang Marsha.... Semoga benar nanti kamu menulis puisi dan kelak saya punya kesempatan untuk membacanya.

Dan terimakasih kepada mas, embak dan ibu yang tadi sudah membantu Marsha memunguti kertas. Karena saya yakin jika hanya saya dan Marsha, butuh waktu yang lama untuk memberesi semuanya. *Noted
Saya ambil foto saat sebagian kertas sudah dimasukkan dalam kresek.

Eh sebenarnya Tuhan selalu kasih kesempatan kita untuk berbuat baik. Cuma kita mau mengambil kesempatan itu atau nggak.

Soto Pak Hasyim ada sejak tahun 1977

Bapak di foto namanya Pak Sofyan. Dia adalah anak dari Pak Hasyim yang sudah berjualan soto sejak tahun 1977. Menurut keterangan beliau, Pak Hasyim masih sehat hingga saat ini.

Hingga tahun 2018, ada empat cabang soto Pak Hasyim selain di Rogojampi yaitu di Srono dan Banyuwangi Kota yang semuanya dikelola oleh anak-anaknya secara bergantian. Pak Sofyan punya jatah jualan pagi hingga jelas sore dan menghabiskan 5 ayam kampung.

Saat saya beli, stoknya hampir menipis sehingga dia minta kiriman dari warung soto Pak Hasyim yang lainnya. Jika beruntung bisa juga pesan tambahan isian yaitu telur muda alias uritan atau kulit ayam dan bagian brutu. Atau tambahan ati dan ampela.

Disini termasuk kategori soto campur jadi antara soto dan nasi dicampur dalam satu mangkok. Saya mengikuti saja cara penyajiannnya walaupun masuk kategori tim soto dipisah. Tapi pesannya adalah nasinya separuh, karena kalau nasi ketemu makanan berkuah maka akan mengembang dan menjadi banyak (sekali). Mungkin bagi orang lain, sotonya biasa tapi buat saya luar biasa. Dari pengamatan satu jam duduk di depan pak Sofyan jualan dan melayani pelanggan, saya tahu ada banyak unsur kelapa disana. Salah satunya adalah koya.

Selama ini, kebanyakan penjual soto menggunakan koya yang terbuat dari bawang putih goreng, kerupuk udang goreng yang digerus jadi satu. Sehingga gurihnya kebablasan. Nah soto Pak Hasyim ini menggunakan Koya yang asli terbuat dari parutan kelapa di sangrai kemudian ditumbuk walau tidak terlalu halus.

Nah yang menarikadalab kecapnya yang terbuat dari kecap lokal Surabaya Hwan King Hien Cap Jeruk Pecel Tulen. Rasanya? Gurih gula Jawa dan saya yakin terbuat dari kelapa. Sangat dominan. Saya mencicipinya langsung dengan sendok.

Kecap dari botol plastik dipindah ke botol lebih kecil sebelum diletakan di atas meja.

Dengan rasa tradisional ini, maka saya tahu alasan mengapa Soto Pak Hasyim bertahan sejak tahun 1977 hingga hari ini

Selamat makan siang kawan. Biar kuat menghadapi kenyataan. *Noted
Foto ini saya ambil di warung soto Pak Hasyim dipertigaan Pasar Rogojampi
#duniaira
#soto

Most Popular Instagram Hashtags