dionagam dionagam

749 posts   1,057 followers   571 followings

Dion Agam  A man who want to tell a story about Indonesian culture. • hi.dionagam@gmail.com

Kata orang, pencapaian tertinggi seorang seniman salah satunya adalah berpameran. Bukan untuk unjuk keren, tetapi untuk mempertanggung jawabkan karya yang telah dibuat. Tiga tahun berjalan di Nusantara, mencari dan merekam peradaban mereka, seakan berlalu begitu saja. Rasanya belum pantas untuk berpameran tentang mereka, tetapi harus. Kritik harus dijemput untuk menjadi lebih kaya.

Teman, biarkan saya mengajak kalian untuk datang dan berdiskusi dalam pameran tunggal fotografi saya. Berisikan karya tentang apresiasi saya untuk peradaban mereka, serta pengalaman dalam mencari dan merekam jejak tradisi Nusantara. Biarkan saya bercerita tentang apa yang mereka ceritakan kepada saya melalui fotografi.

Teman, pameran ini bukan tentang saya, tetapi tentang mereka. Tentang peradaban mereka, yang saya sebut “Pelestari Tradisi”. #PelestariTradisi

‘Hagu Laso’, gabungan simbol budaya suku Nias yang ada di rumah raja (Omo Sebua). Terdapat beberapa simbol yang mempersatukan golongan masyarakat Nias, seperti ‘Ni’osukhu’ sebagai simbol wanita bangsawan yang terawat. ‘Ni’ogolilimo’ yang merupakan melambangkan segmen berbeda namun semuanya dipersatukan. Ada juga ‘Ni’okindrö’ yang melambangkan daun janur yang di anyam sebagai ornamen suku Nias.

Do you know? Desa Bawömataluo berada di ketinggial 324 meter dari permukaan laut dengan tujuan defensif, agar musuh kesulitan untuk menyerang desa tersebut. #PelestariTradisi

Foto 1 & 2:
Tāfang, busur dan anak panah yang dipake dulu dipakai buat perang dan berburu. Busur dibuat dari rotan dan talinya dari akar kayu beringin yang makin lama makin kuat. Kalo anak panahnya terbuat dari batang pohon Awur dan ujungnya dari batang pinang yang digabung dengan tulang ayam yang udah tajam.

Foto 3:
Kamol, tempat menyimpan tembakau, sirih dan pinang saat berperang atau berburu. Terbuat dari anyaman rotan dan akar sebagai talinya.

Foto 4:
Sora, parang yang menjadi personalisasi orang Abui. Gagang dan pelindungnya terbuat dari kayu Fungker yang tidak memiliki daun serta dibalut rotan. Terdapat campuran rambut dari buntut sapi, kuda, dan jenggot kambing sebagai penghormata kepada leluhur.

Ada yang tau alat-alat tradisional ini dari daerah mana? #PelestariTradisi

Something interesting story is coming up. Soon! #PelestariTradisi

Tano Batak yang selalu indah dan misterius.

Calm is super power.🍃

Waktu lagi norak main ke Papua🚣🏽‍♂️ #throwback

Ada satu cerita leluhur dari Timur sana, dimana manusia dan alam hidup berdampingan. Mereka menyebutnya “Oel Fani On Na’, Nasi Fani On Nafus, Afu Fani On Nesa, Fatu Fani On Nuif”. #Mollo

Masih penasaran sama Tano Batak. Semuanya tersembunyi rapih disana. Waktu itu belum saatnya. Seperti cerita orang Abui, “suatu hal baik akan bertemu pada waktunya. Ketika angin terdengar bergemuruh samar, itulah tandanya”.

Di Indonesia timur sana, ada cerita tentang kebaikan. Di sana, kebaikan terlihat dalam bentuk apa saja dan kapan saja, seperti dulu. Kapan kebaikan itu akan dirasakan lagi? Pergilah ke timur sana, disitu semuanya seakan kembali. #Mollo

Wild for a while. #nature

Soon!

Most Popular Instagram Hashtags