dimassuryoh dimassuryoh

525 posts   823 followers   774 followings

Dimas Suryo H.  Sahabat di Kala Duka karena ada Bersukaria Tour πŸ˜ƒ | salah satu pendiri @bersukariatour | Storyteller di @bersukariawalk

#travelingwithvirgo

kemarin ada selebgram yang nulis di story-nya tentang karakter jodiak orang dan salah satunya adalah virgo.

Salah satu trait traveling dengan Virgo adalah semua kebutuhanmu akan tercukupi. Ini adalah gear ane waktu ke Kalimantan kemarin, sih. Walau terkesan ribet tapi prinsip traveling ane adalah lebih baik kelebihan daripada kekurangan. selalu ada back up plan dari plan A, B, C, D.... Z, ampe A1 lagi. Sudah bawa jas hujan, masih bawa payung. Eh ternyata dua-dua kepake karena kemarin rekan satu perahu ane ada yang ga bawa payung pas hujan. Padahal ente tau ndiri kalau namanya hutan hujan tropis itu hampir tiap hari hujan. bisa-bisanya doi ga bawa perlengkapan anti hujan.

Hal ini menyenangkan sekaligus membuat Virgo frustasi. Senang karena bisa menolong orang. Frustasi karena ente kurang persiapan banget sih, tong.

TAPI, tidak ada yang bisa membuat Virgo kesal dan kecewa selain dirinya sendiri. Itu sepatu udah didesain anti air. emang bener anti air, pas ane celupin ke aer kagak basah kaki ane. Tapi apesnya ntu sepatu kagak anti licin... Syit... Alhasil semua perlengkapan itu ga semuanya kepake. Tapi ya gimana lagi. Daripada ente kesel gara-gara barang yg dibutuhin ga kebawa, mending nyesel bawa barang kebanyakan. Karena bagi virgo traveling yg hakiki itu merasa berkecukupan bukan berkesusahan. Idup ente udah susah, masak traveling mau susah2an lagi.

Katanya Virgo ga bisa impulsif. this point is somewhat true but not entirely true. We can be impulsive with the risk being calculated meticulously.

Maybe this principal won't take me anywhere but when it does, it will bring me back alive and happier, wiser upon returning back from traveling.

I do really second that traveling is one thing that can make you richer. apart from investing your money in stock market, bonds, mutual funds, properties, commodities, foreign exchange, derivatives, and gold.

Mereka yang berbeda 3% dari kita.

Orangutan itu memiliki kesamaan genetik dengan orangkota/desa sebesar 97%. Tapi lihatlah perbedaan yang cuma tiga persen itu di sekeliking kita. Manusia bisa menciptakan api, listrik, senjata nuklir dan bertanggung jawab atas punahnya megafauna di Australia, diprotodon, glyptodon, mammoth, burung gajah, burung dodo termasuk spesies manusia lain seperti Neanderthal, Homo Florensis, homo erectus, dan spesies lainnya menjadikan kita satu-satunya spesies manusia bergenus homo di muka bumi.

Kadang saya berpikir Homo Sapiens ini sebenarnya berkah atau musibah sih bagi bumi ini?

Kemiripan lain orangutan dengan kita adalah masa inkubasinya yang mirip dengan manusia, sekitar 9 bulan. Lalu sama-sama tidak punya ekor juga. Itulah bedanya monyet dan kera. Kalau monyet itu ada ekornya sedangkan kera itu tidak ada. Manusia bisa juga digolongkan ke dalam golongan ini selain menjadi golongan orang-orang yang merugi, dan menjadi golongan orang-orang yang beruntung.

Apakah kalian tertarik untuk sowan ke Orang Utan langsung ke habitatnya? Tulis di komen dong kalau kalian tertarik... Siapa tau kita bisa Bersukaria bareng di Pangkalan Bun πŸ˜ƒ

Namanya juga hutan hujan tropis. Kalau ngga hujan, ya tropis. Kelembaban nyaris 100%, curah hujan 3000mm. Tapi ya namanya hutan, tetap aja nyaman banget kalau berteduh di dalamnya. Hutan Kalimantan yang menjadi rumah bagi ribuan satwa liar dan langka ini tiap tahun berkurang lahannya digantikan kebun-kebun sawit.

Semoga saja hutannya tidak terus tergerus kalau bisa malah bertambah lahan hutannya supaya anak Cucu kita bisa berfoto di tengah hutan seperti ini. Tidak di museum-museum ilusi optikal dengan latar belakang hutan hujan tropis.

#earthday

Yang berkibar di tiang hotel ini adalah replika dari bendera merah putih biru yang dirobek birunya sebagai pengingat bahwa seluruh bangsa Indonesia kala itu sudah tidak mau lagi dipimpin sama orang Belanda (ya karena 3,5 tahun dipanas2in mulu sama Jepang lewat propagandanya yang gilang gemilang, sih *ops*). Tapi hendaknya peristiwa itu bisa kita gunakan sebagai pengingat bahwa apabila kita bersatu dari Sabang sampai Merauke, cita-cita bangsa bisa tercapai.

Di kota terbesar no. 2 di RI inilah yang baru saja terkoyak oleh ledakan bom, hendaknya kita bersatu lagi seperti tahun 1945, sehingga bangsa Indonesia bisa melakukan lagi hal yang tampaknya mustahil terjadi.

Kawasan Eropa Surabaya.

Kalau di Semarang pasti sudah dibilang kawasan Kota Lama. Yang beda hanya kawasan ini tidak dikhususkan sebagai destinasi wisata. Kawasan ini juga masih aktif.

Walaupun tidak dikhususkan sebagai kawasan wisata, bukan berarti daerah ini tidak menarik untuk dikunjungi. Karena tidak dikhususkan itu justru membuat tempat ini semakin menarik :3

Surabaya tidak butuh tagar, karena dari arti katanya, Surabaya itu singkatan dari SurΓ₯ ing BΓ₯yΓ₯ yang berarti keberanian dalam (keadaan) bahaya.

Kota ini berhasil memukul mundur tentara Mongol dan membuat tentara sekutu kocar-kacir pada tahun 1945.

Di mana-mana itu Kempetai ditakuti, lho! Tapi tidak di Surabaya. Malah setelah markas kempetai diserbu, arek-arek Surabaya bisa memaksa komandannya menyerah dan keluar dari markas dengan membawa bendera merah putih. Bukan bendera Hinomaru, bukan pula bendera putih yang membuat malu. Merah Putih ada di genggamannya sebagai simbol dukungan darinya untuk kemerdekaan Indonesia.

Dibandingkan perjalanan panjang kota Surabaya yang lalu-lalu, rasanya Serangan bom kemarin tidak berarti apa-apa bagi rakyat Surabaya.

Tetap berani menantang bahaya Surabaya!

NB: beberapa hari ke depan saya akan mengunggah destinasi-destinasi menarik di kota Surabaya. Semoga bisa membuat para pemirsa ingin kesana juga setelah melihatnya :3

BEF not British but Bersukaria Expeditionary Force went to East Java :p

Jadi tanggal 23/04/18 kemarin, BEF mengunjungi salah satu obyek wisata populer yang juga merupakan situs bersejarah, saksi penyebaran Islam di Jawa, Masjid Ampel. Expedisi ini dipandu juga oleh mbak Anita dari Surabaya Walking Tour.

Kawasan Masjid Ampel ini bagi kami cukup unik karena dibilang kaya Kadilangu ya ngga kaya Kadilangu, bahkan ketika di pasarnya, rasanya seperti di pasar-pasar di Timur Tengah.
Tapi tentu saja, masih ada bagian Jawanya yaitu gapuranya dan masjidnya itu sendiri. Masjidnya pun bagi saya cukup unik karena atap merunya tidak tinggi seperti Masjid Demak dan pintunya banyak sekali.

Dan di salah satu gapura ini, di gambar/slide terakhir, masih terlihat warisan Surya Majapahit terpahat di atas salah satu pintu gapura Masjid Ampel ini.

@bersukariatour lahir, besar dan tumbuh di tengah rakyat dan akan selalu berada dekat dengan rakyat. Bersama rakyat, Bersukaria Tour kuat.

Bersukaria Tour penyambung plesir rakyat.

Photo was taken at Masjid Ampel Bazaar in the city of Surabaya.

Trowulan = Tempat Bulan?

ini akan jadi seri terakhir saya tentang kerajaan Majapahit dan Trowulan, ya. Mudah-mudahan masih belum bosan.

Penamaan Trowulan ini sendiri bagi saya masih menimbulkan tanda tanya karena lambang kerajaan Majapahit adalah matahari, mengapa ibukotanya Trowulan?

kalau dari penamaannya, ini analisis praktis saya saja sih tentang arti kata Trowulan. Di selatan bekas ibukota Majapahit ini terdapat situs pemakaman islam (jadi Islam itu sudah ada sejak zaman Majapahit, lho... Tapi masih minoritas) bernama Troloyo yang terdiri dari dua kata, Tro = tempat sedangkan Loyo = Lelayu, berkabung. Jadi arti Troloyo adalah tempat berkabung. Berarti Trowulan artinya tempat Bulan, dong? πŸ˜…

Yah ini mohon dikoreksi ya, saya kan bukan arkeolog. Mungkin karena Majapahit ini penganut Budha-Siwa dan bulan itu perlambangan dari sang Dewa Siwa itu sendiri (silakan bisa dilihat sendiri di kepala Dewa Siwa), maka diberilah nama tempat ini Trowulan.

Gambar ini adalah gambar Candi Brahu. terletak di sisi utara kota Trowulan. konon candi ini digunakan untuk tempat perabuan raja-raja Majapahit walaupun belum ada buktinya. Tapi dari sisi pintu candi yang menghadap barat yang merupakan tempat matahari tenggelam, bisa saja memang betul tempat ini dahulu digunakan untuk perabuan. Tapi siapa saja yang pernah diperbukan di sini, masih belum ketahuan.

Candi ini juga memegang peranan penting karena pada masa pertempuran 10 November, arek-arek Surabaya banyak yang bersembunyi di candi ini.

Nanti kalau ada waktu harus ke sini lagi... Ada yang mau ikut? 😝

"A calm and modest life brings more happiness than the pursuit of success combined with constant restlessness." -Albert Einstein-

1) Ulang Tahun Bersukaria Tour tahun lalu.

2) Ulang Tahun Bersukaria Tour tahun ini πŸ˜ƒ

Bersukaria Tour ini berulang tahun di hari buruh sebagai pertanda bahwa ketika para buruh dan bekerja berlibur, kita harus bekerja πŸ˜ƒ

Alhamdulillah kini makin banyak yang mau bergabung dengan Kami untuk memajukan Pariwisata di Jawa Tengah. Dan sejauh ini Kami bangga dengan mereka yang ada di foto ini. Semua memiliki kelebihan dan karakteristik sendiri yang unik-unik. Memgobrol dengan mereka ini sangat asik, semoga klien Kami juga merasakan hal yang serupa ketika bersama Kami.

Dan di tahun yang baru ini, Kami akan selalu menjelajahi wilayah baru untuk mengembangkan ragam pelayanan Kami. Jawa Tengah ini hanya pijakan saja. Semoga di tahun-tahun mendatang, makin banyak pihak dari dalam dan luar negeri untuk mempercayakan acara Bersukaria-nya di Jawa Tengah bersama Kami dan makin banyak lagi ragam pilihan layanan produk yang bisa dirasakan oleh para klien Kami 😊. Kami tunggu kedatangan Anda (kembali) di Semarang 😊😊😊

Tiada pesta yang tidak berakhir.

Warisan kerajaan Majapahit tidak hanya meninggalkan kepada kita warisan bangunan yang kokoh, canggih dan megah tetapi juga menciptakan landasan negara majemuk pertama di Jawa dengan slogan "Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa". Negara yang kuat dan kaya inipun akhirnya runtuh jua.

Ada empat penyebab utama runtuhnya Majapahit:
1. Perang saudara.
2. Kepemimpinan yang lemah.
3. Wilayah yang ingin memisahkan diri.
4. Kuatnya pengaruh asing.

Perang besar berkecamuk di negara ini sampai-sampai ibukota yang konon termahsyur kemegahannya inipun ditinggalkan oleh penduduknya. Bagi penduduk yang beragama Islam, mereka berpindah ke Demak dan mendirikan kerajaan baru bernama Glagah Wangi, sedangkan yang Hindu ada yang berpindah ke Bromo dan Pulau Bali.

Selama dibawah kerajaan Hindu di Jawa, kita takut sekali apabila Dewa murka makannya kebanyakan candi hindu di Jawa dibangun untuk memuja Dewa Siwa. Kini negara baru yang majemuk ini berdiri lagi dengan motto yang sama dan berlambangkan Garuda yang merupakan wahana Dewa Wisnu.

Semoga apa yang terjadi di masa lalu bisa menjadi pembelajaran kepada kita semua bahwa menyebarkan perasaan takut akan dibinasakan bukanlah cara yang bijak untuk menjalankan suatu negara. Suatu negara akan tumbuh dan maju apabila semua penduduknya menjaga dan merawat keharmonisan dan kerukunan di muka bumi Indonesia ini.

Jaya terus Indonesia-ku.

Most Popular Instagram Hashtags