[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

dimassuryoh dimassuryoh

574 posts   754 followers   719 followings

Dimas Suryo H.  My enthusiasm towards history, economics, art, culture, culinary, trains and travel visualised.

http://dimassuryo.wordpress.com/

πŸ‘³: should I remove my shoes?
πŸ€“: no, you don't have to.
Then before he entered the temple, he put off his shoes and said
πŸ‘³: put off your shoes, it is a temple!
😐: ok

Jadi di Gedong Songo itu terdapat banyak candi yang dibangun untuk memuja Dewa Shiwa. Ketika beliau memasuki komplek candi ketiga, beliau tidak melepas sepatu karena candi tersebut kosong. Tapi ketika beliau memasuki candi pertama, dia melepas sepatu karena di inilah satu-satunya candi di Gedong Songo yang terdapat Yoni di dalamnya. Kemudian beliau berdoa sebentar di dalam candi ini.

Lesson learned, from our Indian customer. Besok lagi, siapapun tamunya, apapun sukunya, apapun agamanya, saya akan meminta mereka melepas sepatu terlebih dahulu sebelum memasuki candi pertama, dan candi Hindu lainnya yang terdapat Yoni atau arca lainnya.

Kalau kamu main ke Semarang, saya tidak bisa memberimu Oleh-oleh apa-apa selain cerita langsung dari tempat kejadiannya.

Photo by: @shabara_w

Hari ini 60 tahun yang lalu, mobil dua tak buatan Republik Demokratik Jerman diciptakan. Trabant ini adalah contoh bagaimana sebuah ideologi bisa mempengaruhi ketrampilan suatu bangsa. Coba bandingkan Trabant dengan mobil buatan rekan sesama Jerman di Republik Federal Jerman seperti Mercedes-Benz, Audi, BMW, Maybach, VW. Trabant ini memang tiada duanya...

Indonesian word for church "Gereja" is borrowed from the Portuguese word "Igreja"

Dah gitu aja...

Kawan blusukan gedung tua sedari lama

Sungguh sebuah momen yang langka

bisa berkumpul lagi dengan mereka

Melakukan kegemaran yang sama

Menelusuri peninggalan Islam, Belanda dan Hindu-buddha

Diiringi dengan banyak ujaran jenaka

Mereka salah satu inspirasiku untuk membentuk Bersukaria

Muda, berbahaya, dan bersukaria!

Selamat Hari Sumpah Pemuda dari kota yang memiliki Tugu Muda.

All I want to do in my life is simple actually.

To be like Prof. P. Carey? Well, I think it's too late for that 😜

To be like Prof. Wardiman Djojonegoro? Apalagi πŸ˜‚

All I want to do in my life is I want to be like Mr. Harianto Halim. To be self sufficient enough for myself so that what can I do for the rest of my life is attending History seminars like this.

You know what, to listen about the new finding in history presented in the form of a discussion and seminars like this bring me a lot of joy. I do really wish that I can support some historical research in the future hahaha.

Apart from that, all I want to do with my life is after I achieve the self sufficient stage are reading history books all day long, visiting historical places of my choice. You see, travelling around the world is not my cup of tea. I rather visiting one city like Tokyo, Berlin, New York, London, Moscow, Buenos Aires, Santiago de Chile, etc for weeks just to explore the history of those cities. And also, I would love to purchase a land in Dieng and build a cute Javanese style house on it. Who knows I can build it big enough so that people can stay at my house.

But that will require tons of lot of money, but I know I can do that. Soon...

Solonese Royal Infantry Guards πŸ’‚

Arjuna berkata: O Krsna, apa sajakah tanda-tanda dari seseorang yang kesadarannya berubah menjadi sesuatu yang lebih? Bagaimanakah dia berbicara, dan apakah bahasanya? Bagaimana cara dia duduk dan berjalan?

Dewa Agung Tertinggi berkata: O Partha, ketika seorang menyerahkan segala bentuk harap untuk penghargaan inderawi, yang muncul dari kondisi mental yang bercampur, dan ketika pikirannya disucikan, dia akan menemukan kepuasan dalam dirinya sendiri, saat itulah dia bisa dikatakan berada dalam kondisi kesadaran transedental yang asli.

The fourth book author that I have ever taken a picture with, Om Jongkie Tio.

An author, a photographer, an entrepreneur and a story teller.

Terima kasih buat waktunya, ceritanya, dan wejangannya tadi ya, Om. Mulai dari cerita peperangan 5 hari di Semarang, Pecinan, cerita-cerita masa-masa enak ngga enak pas Actie Politionel dan Orde Baru, cerita-cerita kuliner, Tips bisnis, dan lain-lain yang pokoknya seru deh.

Sehat terus ya, Om πŸ˜ƒ

Dinding ini dibiarkan rubuh seperti ini bukan karena tadinya ada pintu atau terkena tembakan Meriam, bukan.

Alkisah ketika keraton Mataram masih berada di Kotagede, Pangeran Ronggo yang merupakan putra Panembahan Senopati sedang dimarahi ayahnya. Karena tidak terima, Pangeran Ronggo meluapkan amarahnya dengan keluar dari istana dan memamerkan kesaktiannya dengan cara menerobos dinding tebal yang tadinya merupakan dinding pembatas keraton.

Kemudian masyarakat mempertahankan dinding tetap seperti ini. Sayangnya Pangeran Ronggo ini meninggal muda dan beliau dimakamkan juga di kompleks pemakaman raja-raja Mataram di Kotagede.

#wonderfulindonesia #pesonaindonesia #masvacaciones #maribersukaria

Most Popular Instagram Hashtags