[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

dcplur dcplur

593 posts   959 followers   562 followings

Fakhry Mar-i Fathaniy  ๐Ÿš… Hanya pemaksiat yang berusaha dekat dengan orang baik, agar ia (terlihat) baik ๐Ÿƒ Cuma mau berbagi manfaat, silakan follow atau unfollow Why ๐Ÿ‡ฆ๐Ÿ‡ช?

http://janganmatilangkah.tumblr.com/

Pernah engkau mencoba mengurung diri dalam gelapnya kamar
Lalu engkau berlari ke halaman dalam siangnya terang?
Silaukah?
Berkernyitkah dahimu?
Olengkah kakimu?

Tentu akan kau picingkan sekejap lagi matamu
Mencari kegelapan yang mula tadi
Dan kembali perlahan-lahan mencoba membuka mata
Agar terang yang datang perlahan-lahan bukan menyerang

Pernah engkau saat memberikan nasihat kebaikan dan akhirnya kawan yang kau sayangi menolak?
Mungkin saja ia juga merasakan terang yang menyerang
Dan ia belum cukup kuat menerima spektrum yang cukup keras dari nasihatmu
(Anggap saja untuk sementara kalau nasihatmu benar dan ia perlu dinasihati)

Maka, ia kembali memicingkan hatinya
Namun, momen ini adalah waktu yang genting
Kalau-kalau picingan hati ini berbuah pada penolakan cahaya nasihat tadi
Ia tak hanya berpicing, tapi lari pada kegelapan yang lebih
Tentu akan bertambah rusuh saat kawan yang kita cintai nyatanya menjauh dari kebaikan
Apatah lagi menjauh setelah nasihat kita ia terima

Seandainya saja dari awal kita tahu kalau proses itu penting
Tentu, kebaikan yang perlahan lebih utama kita hadapkan padanya
Agar ia tak merasa kalau cahaya terlalu silau untuk membuka mata
Paparkan saja sedikit demi sedikit
Mulailah sesaat demi sesaat

Dan shalihpun juga seperti itu, kata guru kami
Bukanlah shalih saat ia berada pada kebaikan yang sama
Tapi ia adalah shalih jika ada "penigkatan" pada proses menuju dan dalam kebaikan

Maka benarlah saat dakwah harus disampaikan pada waktu, dengan cara, serta oleh orang yang tepat

Tapi jangan sampai usaha sedikit demi sedikit ini menjadi pembenaran akan kemalasan para pendakwah
Tak mengusahakan perkembangan dengan dalih dulu seperti itu, dulu tak begini
Karena ada saja masa yang Allah berikan agar akselerasi tadi bisa terlaksana
Maka mulailah dakwah dengan hati dan cinta
Karena ia tak akan menyepelekan kawan dan momen disekitarnya

"Bg, pernah abg merasa, saat shalat sudah abang niatkan semenjak takbiratul ihram agar ingat hanya Allah saja, tapi saat sudah mulai pikiran abg melayang entah kemana?"
Tiba-tiba adik ini bertanya sembari menampar dengan pertanyaan yang rasanya memang benar menceritakan saya. Keringat setelah zuhur yang panas di sini berubah menjadi keringat dingin.
.
"Pernah. Kenapa rif?"
.
"Ndak tau bg, apakah itu bagian dari munafik? Sebab di iftitah kita sampaikan pada Allah kalau shalat, ibadah, hidup, mati untuk Allah, di awalnya kita sampaikan bahwa kita patuh dan pasrah menghadapkan wajah pada Allah, tapi kita seakan-akan berbohong dengan lari-larinya pikiran kita, seakan-akan kita ingkar dengan tak lagi hati ini menuju Allah, seakan-akan amanah untuk shalat kita sia-siakan."
.
"Emm, iya kah?"
.
"Ndak tau juga bg, agak terngiang-ngiang beberapa hari ini seperti itu."
.
"Abang juga belum tau jawabnya, berat pertanyaan arif. Mungkin ada kaitannya dengan maksiat kita, atau kita terlalu meremehkan perkara kekhusyukan dalam ibadah, lupa kita kalau kita berhadapan dengan Allah.
Mungkin sombong kita sehingga saat berhadapan dengan Allah, kita lengahkan Dia dalam shalat.
Padahal seharusnya kita disuruh seakan-akan melihat Allah dalam ibadah, pun kalau tidak bisa, pasti Allah melihat kita.
Mungkin rasa ini yang kurang."
.
"Benar juga bg, atau mungkin hati ini memang lebih tertarik pada maksiat sehingga ia menjauh dari nikmatnya beribadah pada Allah.
Sudah pura-pura menangispun, nyatanya masih hambar bg. Entah bagaimana nanti saat kuliah seperti abg. Mungkin lebih susah lagi kan bg?"
.
"A..., iya. Susah. Susah sekali rif. Tabung saja ketaatan sekarang dulu, mudah-mudahan arif tak lengah seperti abang.
Dan jawaban tadipun hanya kira-kira saja, nanti abg cari tau atau kalau arif dapat jawabannya kabari juga abg."
.
.
.
-Arif, siswa penggalang dana #SaveRohingya

Sajadah Baru

Dulu, sekali waktu
Saya dan Bg Bib (@fakhry_emil_habib) pernah berlomba
Berlomba siapa yang melaksanakan shalat terlebih dahulu
Tapi bukan
Bukan agar mendapatkan pahala atau menghindari instruksi berulang dari ayah, ibu, ataupun enek untuk shalat
Tapi karena kami berlomba agar bisa shalat dengan sajadah baru
Yang benar-benar baru saja ayah beli
Tapi hanya sebuah, tidak dua

Jarak masjid/mushalla terdekat kurang lebih 7 menit berjalan kaki
Karena kami harus berjalan memutar meskipun kubahnya terlihat dari jalan di depan rumah
Tapi saat itu ayah belum memulai progam shalat berjamaah ke masjid dan azan ke masjid untuk kami :v

Masjid tersebut memiliki menara yabg tinggi
Karena saking tingginya suaranya tetap syahdu saat sampai di telinga kami
Sehingga saat alunan kalimat pertama kami sudah berlari pulang untuk menyelamatkan sajadah baru tadi
Tapi kira-kira hanya seminggu lomba penyelamatan sajadah tadi berlangsung karena ada kejadian yang membuat Bg Bib tak lagi mau berlomba menyelamatkan sajadah baru tersebut :v

Kini, agaknya
Ada rasa ingin mengulangi semangat masa kecil yang lama
Karena nyatanya waktu tak selalu membuat seseorang berada pada titik yang lebih baik
Karena seseorang tadi lupa alasannya berbuat
Atau mungkin hatinya lelah karena terlalu jauh dari hidayah-Nya

Saat-saat Allah beri kemudahan untuk shalat berjamaah di awal waktu, sering terlalaikan kemudahan tersebut dengan alasan istirahat agak sejenak yang ujung-ujungnya membuat diri terkapar terlindas waktu

Saat Allah berikan kawan yang bukan ingin mengalah-menangkan diri namun lebih karena merasa iba pada kawannya yang semakin sedikit tabungan pahalanya mengingatkan agar bersegera shalat, sering juga terlengahkan kiranya diri sedang menikmati hiburan penghilang letih

Ada saja,
Ada-ada saja
Banyak kita tahu kalau kita sedang sakit dan "sakit"
Bahkan sudah ditunjukkan oleh dokter dan "dokter" apa obatnya
Tapi kita saja yang tetap madar
Menganggap sakit-"sakit" ini biasa

Pada ujungnya kita menyerah, kita terperangah
Saat nafas benar berada pada ujung tenggorokan
Kita sesali yang sudah lalu
Kita sesali yang telah terlewatkan
Ingin mengulangi
Tapi semuanya sudah tak bisa terperbaiki.

ูƒูŠูุŸ

Selamat wisuda author: @komik_ubapotoi @hariadisyaifer, S.Sos

Selamat menikmati jerih payah kuliah selama ini (meskipun dapat pekerjaan sebelum wisuda ๐Ÿ˜Ž).
.
.
.

P.S: Beliau masih jomblo, usia kemarin 23 tahun 3 bulan
Dan ekspresi menentukan status :v

#FreshGraduate
#FreshFromOven

"Tidaklah merdeka suatu negara sampai ia berhasil memerdekakan negara lainnya"
.
.
.
"Indonesia beloemlah mendjadi negara jang berkonstitusi hingga rakjatnya memperdjoeangkan kemerdekaan di seloeroeh dunija"
.
.
.
Kalau kita belum familiar dengan quote ini, mungkin nasionalisme kita hanya "angek-angek cik ayam" :v

Dan setiap orang akan galau pada waktunya
Penyebabnyapun beragam
Bisa karena berharap mendapat kebaikan ataupun karena berharap terhindar dari keburukan

Maka beruntunglah saat kita menyerahkan masalah pada Allah
Berdo'a Allah berikan yang terbaik untuk kita
Bukan memaksa Allah pada apa yang kita sukai
Karena Allah yang Maha Mengetahui setiap seluk beluk kebutuhan dan kerentanan kita

Kebetulan, kali ini ramai ramai berita tentang haji dan ceramah serta khutbah tentang haji
Agaknya saya galau dengan perihal ini
Semoga Allah segerakan

Semoga jamaah haji yang berangkat bisa mendapat haji mabrur dan sehat sebelum, saat, setelah perjalanan
Semoga kami yang belum, Allah izinkan ke sana.
.
.
.
*Foto Ramadhan kemarin, dari angku @hazazinuradli , baru terlihat kembali setelah nge-chat dengan beliau ๐Ÿ˜‚

Suatu kali, saat dalam perjalanan pulang ke kampung halaman
Ada penumpang yang naik di tengah perjalanan dan duduk di samping saya

Sebenarnya, untuk beberapa kali saya tak ingin terlalu akrab dengan orang di samping saya
Berhubung saya lebih suka menghabiskan waktu perjalanan dengan tidur
Biasanya saya langsung ambil posisi mendekap tas dengan earphone terpasang di telinga

Namun, saat itu agak berbeda
Di tengah galau dalam menyelesaikan tugas akhir khuliah dan ruhiyah tak kunjung sehat
Allah jadikan penumpang tersebut sebagai jalan perbaruan iman di hati

Beliau buka cerita dengan mengatakan kalau naik di tengah perjalanan lebih mudah
Karena jika kita naik dari awal, supir akan memastikan angkutannya hampir penuh baru bisa berangkat
Benar, tapi saat naik di tengah jalan, peluang kursi yang punya sandaran punggung tentu sangat kecil
Hanya sanggah dalam hati

Beliau menanyakan saya kuliah dimana dan sudah berapa biaya yang habis beberapa tahun terakhir untuk membiayai semua kuliah dan kehidupan kuliah saya
Saya agak tertegun, karena tak pernah memikirkannya

Tapi beliau hanya sampai di sana menanyai saya
Lanjutnya, beliau bercerita tentang motivasi
Kalau-kalau kapanpun saat saya sibuk, jangan pernah lalaikan shalat
Karena shalatlah yang menuntun beliau, tamatan SMK dibidang arsitektur, tapi punya proyek besar dan bekerja sama dengan orang-orang dari negeri luar

Benar, saat sibuk ada sisi hati yang permisif
"Akhirkan saja sedikit, nanti masih ada 'jamaah telat' kok"
Padahal seharusnya, kesibukan yang kita atur agar lebih awal terselesaikan
Seakan-akan shalat adalah kegiatan insidentil tanpa ada jadwal yang pasti
Saya pun menangguk-angguk pasrah

Beliau memotivasi lebih lanjut
"Kalau untuk desain masjid, biasanya abang peraikan, ia akan jadi sedekah jariyah nantinya"
Lagi-lagi saya tercekat untuk berkata, akhirnya hanya mengangguk-angguk pasrah lagi

Kadang kita lalai saat ada peluang amal, bahkan amal jariyah
Kita anggap angin lalu saja
Minimal ilmu yang kita punya untuk dijariyahi
Tak rugi, tak bertambah tumpul akal kita saat berbagi

Agaknya masih banyak yang belum tertulis di sini tentang perjalanan kami
Sedikit yang tertulis, mudah-mudahan jadi i'tibar

Kaligrafi di Salahsatu Pintu Masjid Al-Aqsha (Pintu Silsilah).
.
.
"Tidak Akan Pernah Kalah Ummat Yang Pemimpinnya Bernama Muhammad".
.
.
#HopeSmileFuture
#SaveAlAqsha
#Sayyidina #Muhammad
@infoknrp

Maukah engkau Masjid Al-Aqsha ternodai?
Hanya Rakyat Palestinalah yang menyelimuti agar sucinya tetap bernilai

Lantas, saat ada yang mengira ini kelakar
Tentu hanya serabut iman dalam bentuk akar

Source: Kiriman Peserta Munasharah Palestina (ู…ู†ุงุตุฑุฉ ูู„ุณุทูŠู†)

Berani tidak membuat cepat mati.
Pengecut tidak menunda kematian.
Hidup mulia di dunia.
Atau hidup mulia di sisi Allah.
(Hazem Sholah Abu Ismael)

#FreePalestine
#ShotonOnePlus

@infoknrp - Lagi! Koreo bendera Palestina terbentang di laga PSS Sleman vs Persibangga, semalam (26/7).. Bangga atas bentuk kepedulian dari teman-teman suporter.. (Sumber: @liga_indonesia2017)

#freepalestine #FaktaPalestina #SavePalestine #HopeSmileFuture #SaveAlAqsa - #regrann

Most Popular Instagram Hashtags