[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

cindycdr cindycdr

116 posts   46055 followers   709 followings

Cyndi Dianing Ratri  Mostly posting about my writings #mengajakmerenung Author My Other Half Brand Ambassador Alter Age Clinic "Sebaik-baiknya diriku, masih baik dirimu"

https://www.instagram.com/galleryshalihaa/?hl=en

Dahulu kala ada seorang pria yang mengerjakan ibadahnya dengan baik selama 60 tahun.

Hingga pada suatu saat ia melakukan pelanggaran dan berzina selama 6 hari dengan seorang wanita.

Pria tua itu kemudian menyadari dosanya lalu segera bertaubat.
Ia meninggalkan kotanya lalu pergi ke suatu tempat tanpa membawa bekal apapun.

Di suatu mesjid ia berhenti untuk beribadah.
Dalam keadaan sangat lapar tanpa ada makanan, seorang laki laki datang memberinya sepotong roti.

Ketika ia hendak memakannya, ia didatangi 2 orang yang mengiba.
Tak tega, ia pun membagi roti itu untuk dua orang tadi.

Allah kemudian meminta malaikat menimbang amal dan dosanya.
Ternyata, dosa 6 hari lebih berat daripada amalan ibadah yang ia lakukan selama 60 tahun (ya Allah😭) Maha Baik Allah yang kemudian, Allah meminta lagi malaikat menimbang dosa 6 hari dengan sepotong roti.

MasyaAllah ternyata lebih besar pahala sepotong roti tadi dibanding dosa yang ia lakukan.

Tak takutkah kita ketika melakukan dosa yang dapat membakar habis amalan berpuluh puluh tahun 😢

Atau masihkah kita meremehkan kebaikan kecil yang bernilai lebih besar di mata Allah, bahkan hanya dengan sepotong roti :") Berinfak di saat kita juga membutuhkannya, bukanlah hal yang mudah.
Terlebih pada hati orang-orang yang cinta terhadap harta dunia.

Semoga kita termasuk hamba-hamba yang takut dan bertaubat.
Aamiin... (Diriwayatkan oleh Nadlr bin Syumail dari perkataan ibnu Mas'ud
dan ibnu Abu Nuaim meriwayatkan juga kisah yang sama dari Abu Musa Al Asy'ari dengan sanad yang shahih)

"Terimakasih sudah menjadi Kakak terbaik untuk ade. InsyaAllah, suatu saat nanti, mbak akan menjadi Ibu terbaik untuk anak-anak mbak"

My Dear Future Imaam.. If you love me, hold my hand and lead me to the right path.
Tell me this is Haram and this is Halaal.
Wake me up for Fajr and tell me: do not miss prayer.
Give me a Quran after Fajr and let's read together (don't let me fall asleep before it)
You'll be someone I always look up to after my father.
So please, help me do good.
Take me as who I am, yet teach me to be a better person.
Talk to me about Jannah, advise me on how to work for the afterlife.
I'll raise your children and be their first right; a good mother.
I'll raise them so they can live as responsible Muslim adults fulfilling the rights of Allah and others.
I'll raise your children so one day they can be our ticket to Jannah...
Stand by me and don't let me do it alone.

Treat me gently as a fragile vessel.
Remember there's always goodness in that vessel.

I'll be a bestfriend for you to share your problems, happiness, or even your sadness. I'm all ears
Most importantly, say my name in your Du'a.
for the day we can still be a couple in Jannah.

Salaam,
Someone you'll grow old and gold with.

10:50 AM

Tidak.
Aku tak ingin menghakimimu,
lalu dengan mudah mengatakan, "sudahlah, lupakan saja" -atas semua sakit yang engkau rasa.
Karena, aku tak pernah benar-benar mengerti bagaimana rasanya menjadi kamu dan segala kacau balau yang sedang memenuhi isi kepala.

Hanya saja...
Aku ingin mengingatkan, sebagai sesama Perempuan yang memiliki rasa dan harapan.
Ingin berapa lama kau simpan rasa kecewa itu?
Tak cukupkah air mata yang selalu kau tumpahkan setiap kali mengingat masa lalu?
Perlu berapa lama lagi kau menyakiti dirimu, dengan menyimpan dendam yang tak pernah selesai dan berkerak dalam otakmu?

Memang..
Memaafkan tak semudah mengucapkannya.
Hanya saja, persoalan ini bukan untuk orang yang dulu meninggalkan rasa kecewa itu.
Melainkan untukmu, yang berhak melangkah maju tanpa harus diikuti oleh kenangan buruk masa lalu.

Sekali lagi,
Aku takkan menghakimimu lalu memintamu untuk segera melupakan.

Karena, kau akan berpikir sendiri dan memutuskan.
Sampai pada akhirnya berkata,
"Memang sudah saatnya. Aku harus memaafkan, menerima, dan melangkah ke depan"

Ini untukmu...
Yang mungkin sedang butuh seseorang untuk sekedar mengingatkan.

#mengajakmerenung
Credits to its author.

Untuk Cinta pertamaku dan selamanya..
Aku ingin mencintaimu sebesar rasa yang engkau punya.
Namun sepertinya, sebanyak apapun hal yang ku lakukan takkan mampu menyaingimu.
Memang, sosokmu bukanlah yang sempurna. Engkaupun menyadarinya, tapi tak pernah sedikitpun engkau memperlihatkannya di depanku.
Karena engkau ingin selalu dapat menjadi laki-laki yang aku andalkan.

Dan, benar..
Papa akan selalu menjadi cinta pertama dan selamanya milikku.
Karena tanganmu yang mengangkatku lembut dihari pertamaku di dunia, menggenggamnya setiap kali kita berboncengan berdua, melindungiku dari hujan dengan dekapan dada, dan yang selalu mengangkatku dengan riang ke udara.
Papa, aku benar-benar menyayangimu.
Aku tak ingin ada penyesalan karena tak sempat mengatakannya, karena kau selalu berhasil lebih dulu mengatakannya kepadaku.

Kini aku paham, mengapa engkau dengan detail menanyakan tentang siapa yang akan menjadi pendampingku.
Karena kau tak ingin sembarangan menyerahkanku. Kepada seseorang yang jika cintanya tak lebih besar darimu padaku.
Jika perlakukannya tak lebih baik dari yang kau lakukan untukku.
Jika usahanya membuatku bahagia, tak lebih hebat darimu.

Pa...
Surgaku masih terletak padamu.
Saat inipun aku masih berusaha untuk bisa menjadi tiketmu menuju ke sana.
Terimakasih sudah menjadi teman hijrahku yang selalu mengingatkanku pada kebaikan, Pa.

Laa Ba'sa thahuruun, InsyaAllah..

😭😭😭 Ya Tuhan kami...
Jadikanlah kami hamba yang selalu bersyukur.
Yang berusaha menggunakan segala nikmat yang Kau berikan hanya untuk kebaikan.
Ampuni kami jika masih banyak kemaksiatan yang kami lakukan dengan penuh kesadaran.
Padahal sungguh, siksaan-Mu nyata dan hari pembalasan itu benar adanya.
Ya Allah,
Limpahkanlah sisa umur kami dengan kebaikan.
Lembutkan lah hati yang keras ini untuk segera meminta ampunan.
😭😭😭

Mungkin...
Kamu adalah satu diantaranya, yang pernah merasa kecewa pada Allah atas ujian yang selalu datang.
Mungkin,
kamu adalah satu diantaranya.
Yang tanpa sadar membandingkan apa yang kamu tak punya, dengan apa yang orang lain dapatkan.
Lalu,
dalam marahmu, kau mengeluh pada Allah sembari bertanya dalam tangis, "mengapa harus aku? Apa salahku...?" Percayalah...
Kita harus menyadari, bahwa Allah tak mungkin salah menguji.
Ia yang menciptakan kita.
Ia yang mengetahui apa yang bisa kita tahan dan hadapi.
Jika ujian malah membuat kita jauh sama Allah, coba tanyakan ke dalam hati, jika kita melepaskan andalan kita pada Allah hanya karena kecewa atas ujian yang sebenarnya di dalamnya banyak kebaikan, kepada siapa lagi kita bisa andalkan?
Setiap kali kita diuji, percayalah bahwa itu adalah cara Allah memanggil kita kembali. Jangan jauh-jauh dari Allah. Karena Allah yang memberikan ujian dan Allah pula yang dapat memberi jawaban.

Aku memiliki seorang sahabat dekat yang sangat kukagumi kesabarannya.
Allah mengambil kedua orangtuanya diwaktu bersamaan.
Di saat ada banyak kata yang belum ia sempat ucapkan, ada banyak hal yang belum sempat ia lakukan, dan waktu kebersamaan yang masih sangat terasa sebentar.

Ia bisa saja marah pada Allah. Ia bisa saja merasa Allah ga adil karena mengambil orangtua yang begitu ia sayangi di saat yang sama.
Namun, tidak...
Ia sama sekali tidak melakukannya😢
Dalam kehilangannya, ia semakin dekat dengan Allah.
Dalam kesedihannya, ia terima ujian itu dengan bermuhasabah.
Dalam satu waktu, ia pernah bercerita, bahwa ia masih pantas untuk bersyukur.
Karena di luar sana, ada orang lain yang mungkin ujiannya lebih besar dari yang ia alami.

Jujur, aku kerap menangis setiap kali ia bercerita.
Hatinya yang besar mengajarkanku banyak hal.
Kehilangan orang tercinta tak membuatnya kecewa pada Sang Pencipta.
Karena ia sadar, semakin berat ujian seseorang adalah bukti Allah menilainya sebagai orang yang kuat.

Untukmu yang masih bertanya mengapa engkau diuji, ketahuilah, Allah paham apa yang kau mampu hadapi.

Tulisan pengingat untukku, yang masih kerap bertanya 'mengapa aku'.

Dulu sekali, seseorang pernah memberikan saya sebuah hadiah.
Namun, ia membungkusnya dengan kertas koran yang hanya diberi lem sekadarnya.
Ketika menerimanya, sempat saya merasa kecewa dan tidak cukup senang dengan pemberian tersebut.
Karena saya sempat mengharapkan sesuatu yang lebih dari barang yang dibungkus koran itu.
Jelek sekali.
Saya ga suka dengan bungkusnya.

Namun bagaimanapun, saya tetap menerimanya.

Ketika membuka bungkus koran tersebut, saya makin kesal.
Ternyata, bungkusan tersebut dibalut berlapis-lapis hingga butuh waktu cukup lama untuk merobeknya.
Setelah berhasil dibuka, bingkisan jelek yang sempat saya benci tadi, berisikan sesuatu yang sangat saya inginkan saat itu.
Dan berhasil bikin saya nangis karena sempat suudzon bahkan memandang sebelah mata hanya dari bentuk luarnya.

Ada lagi cerita lain yang saya ingat.
Dulu karena tidak sempat membelikan hadiah karena undangan yang diberikan telat, seseorang memberikan sekotak tissue yang dibungkus dengan sangat cantik dan apik untuk dijadikan kado.
Sebagus dan secantik apapun bingkisan luarnya, di dalamnya tetap saja berisi tissue.
Sesuatu yang mungkin tidak pernah kita duga karena tampilan luarnya sangat baik.

Dari bingkisan ini, saya kemudian menyadari bahwa Allah selalu menyiapkan berkah dalam setiap musibah.
Ia membungkusnya dengan berbagai masalah yang membuat kita resah dan marah, padahal dalam ujian tersebut selalu ada hikmah.

Kita sudah keburu berpikir buruk dan mengatakan bahwa Allah kok tega ngasih kita ujian seperti ini...
Namun MasyaAllah, Allah ga mungkin dzalim sama umatNya.
Semua sudah direncanakanNya dengan begitu baik.
Kita hanya perlu membuka mata dan ber-muhasabah.
Karena ujian adalah tanda kita disayang Allah atau sebagai penghapusan dosa kita di dunia.

Dan tidak selamanya hal-hal indah itu baik jika kita dijadikannya lalai dan jauh dari Allah.
Jangan lupa bahwa ujian itu adalah bentuk nikmat.
Dan kenikmatan bisa menjadi ujianmu.

Mari kita belajar melihat hidup dengan cara yang lebih baik lagi.
Menjadikan ujian dalam hidup seperti halnya kertas kado yang lusuh dan terlihat biasa saja, namun di dalamnya berisi sesuatu yang berharga.

Jika kala itu datang, mungkin aku sudah terlanjur jauh berjalan.
Memilih untuk melepaskan nama yang sempat ku minta dengan iba pada Tuhan.
Sebentar, aku tak pernah benar-benar lelah dan menyerah, hanya saja aku mengerti.
Sesuatu yang akan menjadi milikku pasti akan kembali.

Tanpa harus ku paksa dan tak perlu ku minta dengan segera.

Jika kau temukan aku sebagai rindumu yang hilang, kau tahu ke mana harus mencariku.
Bukan lagi di dalam kenangan masa lalu, namun di antara rencana masa depanmu.

Pelangi setelah hujan-ku💫

Most Popular Instagram Hashtags