boycandra boycandra

3,395 posts   1,331,914 followers   497 followings

BOY CANDRA  Penulis yang suka Nasi Padang. Buku Baru: Dongeng-dongeng yang Tak Utuh. Lagi proses: Seperti Hujan The Movie.

Semakin hari semakin kamu sadar bahwa dia tidak sempurna. Semakin kamu sadar selalu ada kelemahannya. Hari itu, bagimu jatuh hati tidak lagi soal siapa yang paling indah. Tapi siapa yang saling bertahan meski beberapa bagian cerita terasa berbeda. Kamu akan mengerti; jatuh hati adalah soal saling mengisi.

Awalnya kami hanyalah senior dan junior di organisasi kampus. Lalu waktu berlalu dan semua pelan-pelan berbeda. Kami mulai menemukan perjalanan melebihi itu. Menemukan perasaan yang mengikat.

Satu tahun berlalu, dua tahun berlalu, tiga tahun berlalu; kadang bertengkar, kadang baikan, kadang dia minta traktir es krim, sesekali aku minta tebengan. Semua berjalan seperti hubungan kebanyakan. Senormalnya. Tapi, semarah-marahnya kami, kami tahu ada yang begitu kuat mengikat kami. Barangkali perasaan itulah yang membuat kami sampai pada titik ini: sepasang junior dan senior, lalu sepasang kekasih, kini sepasang suami istri. Semoga kami sampai pada halaman-halaman kehidupan berikutnya.

Terima kasih kawan-kawan yang ikut membantu melancarkan acara hari baik kami:
Foto @raycreative_
Video @heytomssss
Dekorasi @sanur_pelaminanpadang
Makeup @filma.syafriani
Henna @yuka_henna
Tari @ukkes_unp
MC @wenieyuliani

🤵🏻

Alhamdulillah. Tidak ada kalimat yang lebih panjang saat ini, selain: mari sama-sama kita bangun rumah tangga dengan hati yang luas, sabar yang banyak, sayang yang tak terhitung. Mari kerjasama ya, istriku @katrinavabiola ❤️

Empat tahun lalu, semesta mempertemukan kami. Saya sudah jatuh hati pada pandangan pertama kepadanya. Seorang penulis novel yang urakan. Lulusan kampus yang tak pernah menjauh dari kampus. Hidup saya saat itu sedang tidak baik-baik saja. Penuh rasa cemas akan masa depan. Sedang mempertaruhkan cita-cita: menjadi penulis yang hidup dari menulis. Tidak punya apa-apa selain setumpuk naskah yang nasibnya masih diragukan. Lalu, dengan deg-degan saya menawarkan diri untuk menikah dengannya melalui telepon. Iya, saya tak mengajak pacaran. Tapi menikah. Hanya saja, ternyata tidak semudah itu.

Kami harus melalui cerita yang lebih panjang. Dia saat itu masih tahun satu kuliah harus terus berproses, dia harus selesai kuliah dulu. Saya yang penulis urakan akhirnya harus terus menulis. Sepanjang perjalanan itu, nasib mulai membaik dan kerja keras mulai berbuah. Buku-buku saya mulai dikenal semakin banyak pembaca. Perjalanan mulai membawa saya ke banyak tempat. Dia menemani saya bertarung dengan impian saya. Mengantar ke bandara sepagi mungkin saat acara ke luar sumatera. Membantu banyak hal yang tak bisa saya selesaikan sendiri. Hingga belajar mengalahkan ego masing-masing saat pertengkaran harus membuat luka. Semua dilalui. Semua mampu terlewati. Ada banyak lelah tapi kami tidak menyerah. Ada banyak sedih, tapi bahagia harus diraih.

Saya barangkali tidak sempurna untuk dia, tapi saya tak pernah pergi untuk meninggalkan dia. Dari awal, niat dan permintaan itu tidak pernah berubah. Semoga baginya, saya jugalah yang dia inginkan melanjutkan cerita hingga kami tua, hingga kami tiada. Seperti pertama kali mengenalnya, saya ingin mengenal dan jatuh hati pada setiap hal yang ada di dirinya. Saya ingin belajar bagaimana meredakan ego dan menyadari: saya begitu menyayangi dia. Saya ingin belajar, setelah berjarak jauh, pulang padanyalah saya kembali merasa utuh.
Setelah perjalanan panjang itu, atas izin Allah. Mohon doakan semua rencana kami berjalan lancar.

Terima kasih sudah mau berjuang bersama saya selama empat tahun ini, @katrinavabiola. Sampai bertemu lagi untuk perjalanan hidup yang lebih panjang. Sampai bertemu di hari baik kita.

Akhirnya, setelah mampu menahan diri untuk tidak terlalu berisik di masa kampanye pilpres, saya memberi suara setelah banyak pertimbangan dalam diri.

Siapa pun yang terpilih nanti sudah seharusnya kita hormati. Sudah seharusnya kita dukung kinerja baik mereka. Kedua calon presiden/cawapres adalah putra terbaik di antara yang ada.

Usai sudahlah perdebatan kubu-kubuan. Setelah ini, mari sama-sama merangkul kembali. Mengobati rasa lelah kita melihat pertarungan —yang kadang berlebihan— selama ini. Sebab, kamu mencintai negeri ini, saya mencintai negeri ini, kita semua mencintai negeri ini.

Bahkan mereka yang tidak memilih dengan alasan yang kuat pun, juga karena mereka mencintai negeri ini. Semoga kita semua saling belajar, persaudaraan jauh lebih penting untuk kita jaga.

Mari berkarya lagi!

Alasan suka sama @katrinavabiola adalah foto dia di slide terakhir. 😅

Kalau suatu hari nanti kamu tidak menemukan aku di rumah. Mungkin aku sedang berada di tempat yang jauh —dan mungkin tak terjangkau lagi olehmu. Aku tahu, tak ada yang abadi. Kita —meski begitu kucintai— juga tak abadi. Maaf, atas salahku yang membuat susah hatimu. Maaf atas segala lepas kendali dari diriku yang membuat luka hatimu. Tidak ada tempat lain selain kepadamu ingin kubagi, tapi jika hatimu tak bisa kau buka lagi. Aku pamit. Hidup barangkali terasa berat olehmu sebab hadirku yang meski tak kuingini nyatanya melukaimu juga.

Tersenyumlah jika suatu saat kau ingat aku tiba-tiba. Di tempat jauh, entah di mana, aku merasakan getar itu. Getar yang mungkin terlambat kau sadari. Getar yang kubawa dengan sesal karena telah melukai hatimu. Sekali lagi, maaf jika tak pernah jadi yang kau harapkan, meski sudah kubangun setinggi-tingginya harapan. Kau mungkin lupa, aku tidak pernah berusaha melupakanmu. —boycandra

Hanya badut yang berusaha menyenangkan semua orang.

Setiap kita pada akhirnya akan melepaskan diri kita sendiri. Melepaskan hal-hal yang kita jaga selama ini. Hanya untuk menyadari, tak ada yang benar-benar kita miliki.

Most Popular Instagram Hashtags