bookishcomotable bookishcomotable

114 posts   724 followers   568 followings

Aya Hans | O.R.D ⬆⬆⬆  The Script's Family ⚫ Scriptette ⚫ Bookstagrammer ⚫ Inklethinkleyinkle ⚫ Blogger (BBI 2011

Kalau lagi laper padahal udah mau masuk kelas paling enak beli makanan yg praktis. Tempat beli nya ngga jauh cuma di Gd P. Itu lho lorong sebelum ke GRK. .
.
Deket banget nggak perlu jauh-jauh ke kantin. Apalagi bayarnya cepat nggak perlu lama" ngantri. Yang paling favorit gue sih sosis gulung nya, enak banget, yang pasti bikin kenyang dan sehat. .
.
Happy birthday KOPMA UNJ yg ke 26. Terimakasih udah memebersamai gue dan teman-teman pengurus selama hampir 2 tahun ini. Semoga sukses, semakin maju bidang usahanya, makin dikenal dan semakin sejahtera anggotanya. 🌹🌿.
.
#HUTKopmaUNJ #KopmaUNJ26 #lombafotoproduk #KopmaUNJ #MajuBersamaAnggota

Ready Player One - Movie Review .
.
Di masa depan situasi dunia akan menjadi kacau. Manusia tidak lagi berpijak pada realita namun menemukan dunia baru sebagai pelarian, menuju The Oasis, sebuah dunia game virtual yang mempertemukan orang-orang dari seluruh penjuru dunia dengan dibantu kacamata dan sarung tangan khusus. .
.
Begitu juga yang dialami Wade Watts, pasca kematian kedua orang tuanya ia tinggal bersama bibi dan kekasih bibinya yang menyebalkan. Tidak ada yang bisa mengerti Wade di dunia nyata, makanya ia menjadikan The Oasis sebagai pengalihan dan menemukan teman-teman yg memahaminya bahkan cinta pertamanya disana. .
.
The Oasis diciptakan oleh seorang yg juga maniak game yaitu Jim Hallways. Setelah Jim mati orang-orang berusaha mencari 3 kunci dan telur emas. Siapapun yg berhasil pertama kali menemukannya akan menjadi pewaris atas saham kepemilikan The Oasis. .
.
Sejak novel Ready Player One menjadi booming, aku termasuk kubu yg menantikan bagaimana eksekusi filmnya. Dan yeah, aku tercengang, mungkin kagum bahkan hangover atas eksekusi filmnya yang berdurasi sekitar 2 jam an. .
.
RPO memberikan sentuhan efek visual yang kelewat apik, bagaimana world building The Oasis yg terdiri atas banyak planet sampai visual avatar tokoh-tokohnya. Kece parah.

Aku suka dengan hampir keseluruhan film nya, karakternya yang lucu dan khas, teka-teki, sampai isu sosial yang diselipkan di dalamnya bahwa orang-orang sudah tidak lagi terhubung di dunia nyata. Internet, khususnya game mengubah tata kehidupan sosial saat ini.
Keren. Ini keren banget.
Worth it buat ditonton, terutama kalau kalian ngaku sebagai gamers dan butuh 'pelarian' seperti halnya Wade dan kawan-kawan. Kalian bakal suka dengan film ini.

#movieoftheyeaar #favoritemovie #gaming #virtualworld #readyplayerone #moviereview

Judul: I am You: Forever Yours
Pengarang: Ty Sakumoto
Penerbit: Grasindo
Kategori: Dewasa, Drama, pernikahan
.
.
Oke, membaca buku ini kurasa adalah sebuah kesalahan. Mengapa? Aku awalnya tidak mengecek bahwa I am You ini adalah buku ketiga seklaigus penutup dari kisah Hashiko dan Mamoru.

Padahal ceritanya menarik, hanya saja aku mulai membacanya tanpa tahu bagaimana buku pertama dan keduanya. Diceritakan bahwa Hashiko dan Mamoru ini berniat untuk membatalkan pernikahan mereka. Padahal Mamoru sangat mencintai Hashiko, berharap gadis itu juga akan mencintainya. Tapi apalah daya Hashiko tidak jua membalas perasaannya. Pilihan terakhir adalah dengan membatalkan pernikahan itu.

Mamoru adalah CEO dari rumah produksi Senritsu Music, yg terkenal gila uang, sibuk karena banyak hal yg harus dikerjakannya. Tidak jarang ia membuat Hashiko kecewa.

Namun berdasarkan keputusan pengadilan tidak mengabulkan gugatan keduanya. Hashiko dan Mamoru harus mempertahankan pernikahannya. Untuk memastikan pernikahan mereka dapat berhasil datanglah seorang konsultan pernikahan, Lala Lambada. Dengan bantuannya ia memberikan sejumah to do list yg dianggapnya dapat merekatkan hubungan keduanya agar kembali harmonis.

Menurutku nggak banyak novel yg bisa mengedukasi pembaca tentang bagaimana menjaga keutuhan rumah tangga. Tapi tentu saja yg terpenting dari suatu hubungan adlaah terjalin komunikasi yg baik. Berbagai masalah dapat dapat dari luar untuk menggoyahkan pernikahan. Tapi suami & isteri harus melalui semua itu sekeras apapun mereka ingin meninggalkan.

Aku sangat terharu dengan Hashiko dan Mamoru. Hal-hal aneh yg mereka lalui berdua, saran dan tugas yg awalnya menjengkelkan yg diberikan Lala Lambada justru memutar balikkan keadaan pernikahan mereka menjadi lebih baik. #IRRC2018

Judul : Tentang Kamu
Pengarang: Tere Liye
Penerbit : Republika
Kategori: Fiksi,
Rate: 4/5
.
.
Buku ini suer tebal, awalnya sempat bikin aku jenuh padahal aku sudah memiliki buku ini di hari saat launching di Sentral Park. Agak malu sebenarnya saat memulai kembali membaca Tentang Kamu yg sudah dibubuhi tanda tangan penulisnya.
Sulit untuk mengkategorikan buku ini sebagai apa. Fiksi? Misteri? Entahlah. Tapi aku suka buku ini, walaupun alurnya agak lambat dan membuatku sempat jenuh diawal. Tentang Kamu adalah paket komplit sebuah sastra dan diksi indah.
.
.
Zaman adalah tokoh utama di buku ini. Sri Ningsih adalah pusat perputaran dunia. Ya seperti itulah aku menganggap keduanya. Zaman si pengacara muda yg sebenarnya berbakat tapi tidak menganggap dirinya pintar-pintar amat, ia ditugaskan untuk mengurusi aset warisan yg dimiliki oleh mendiang Sri Ningsih. Sungguh mengejutkan bahwa Sri memiliki kekayaan yg sangat banyak. Namun tidak ditemukan siapa ahli waris yg berhak menerima kekayaan milik Sri Ningsih.
.
.
Akhirnya Zaman, menyusuri masa lalu Sri ke negara asalnya Indonesia. Diketahui bahwa Sri lahir di pulau Bungin, yg merupakan pulau tempat desa nelayan tinggal. Ia bertemu dgn orang-orang yg pernah jadi saksi kehidupan Sri. Mau tak mau karena kurangnya data Zaman harus menyusuri kota ke kota dan mengilas balik kehidupan Sri yg pahit.
.
.
Dari awal kemunculan buku ini di timeline penulis aku sudah bersemangat untuk menantikan buku fisiknya. Dan benar saja Tentang Kamu adalah kepuasan tersendiri karena bukan Cuma ceritanya yg menarik, tapi bagaimana proses karakter utamanya utk menuntaskan kasusnya.
.
.
Jika di buku rindu aku dibuat jatuh cinta pada Ambo Uleng, disini aku menyukai kegigihan Zaman. Ia kuat pendirian, pantang menyerah dan cerdas. Aku salut terhadap usahanya, walaupun diawal cerita ia menyebut dirinya tidak secemerlang mahasiswa lainnya. Tapi itu semua terbantahkan ketika melihat langsung ia dalam mengusut kasus Sri ini.
Penulis sangat jago membawa pembaca untuk kilas balik dari masa ke masa. Dari pernyataan saksi ke saksi lainnya.
# #IRRC2018 #IndonesiaxNSJanuaryRC

Movie Adaptation – Dilan 1990

SPOILER FREE

Aku menonton Dilan tanpa ekpektasi apapun. Mungkin itu jugalah yg semestinya dilakukan oleh kalian yg ingin menonton adaptasi Dilan. Sebetulnya nggak menyangka bahwa hasil garapan Fajar Bustomi sang sutradara bersama Pidi Baiq bisa menghadirkan visualisasi Dilan yg sebagus ini.
.
.
Dilan (Iqbaal Ramadhan) seperti benar-benar menjiwai sosok Diilan. Iqbaal mungkin tidak menunjukkan wajah atau dialek yg Sunda banget, bahkan dibilang bad boy pun tidak. Tapi Iqbaal berhasil menghidupkan karakter Dilan yg karismatik, suka bercanda tapi sangat protektif sama Miilea.

Sementara Milea (Vanesha Prescilla) bisa dibilang kelewat cantik dari bayanganku saat membaca bukunya. Pembawaannya dia cukup menyilaukan mata, karena memang dia cantik banget di film. Tapi aku kurang suka dengan penampilannya yg tampak kurang natural, gaya bicaranya yg kaku dan ketawanya yg dibuat-buat. Ewh.
.
.
Justru perhatianku tertuju pada side character Beni (Brandon Salim) dan Kang Adi (Refal Hady). Agak disayangkan dialog mereka sangat sedikit. Dan dikalahkan oleh sepik-sepik gombal Dilan-Milea. Ukh.
.
.
Dari segi jalannya cerita hampir 95 persen persis dengan versi bukunya. Dari segi visual agak mengecewakan, karena nggak berasa feel tahun 90an nya. Malah kayak sinetron ala kids jaman now. Yg membedakan paling di poster Ayatollah Ruhollah Khomeini yg semula ada di buku tapi diganti jadi quote Ronald Reagan.

Kalau ditanya bagian favoritku, ada dua, scene saat Dilan lagi nelpon Milea lewat telpon umum dan saat dia lagi kelahi sama Anhar. Perkelahiannya terasa banget seperti beneran, aku deg-degan sih pas part itu. .
.
Menurutku film Dilan ini memuaskan, terutama kalau kamu udah baca bukunya dijamin nggak jauh beda. Kuakui banyak gombal-gombalan disini jadi ya siapin mental aja, barangkali bisa jadi bikin penonton baper tapi juga bikin bosen lama-lama.

It’s all up to you mau nonton apa nggak. Kalaupun bosan bisa pindah ke teather sebelah, lumayan ketemu Thomas dan kokoh Newt yg ganteng. LOL.

N.b: Big thanks to @shintyaza, berkatnya nonton jadi nggak keliatan jomblo-jomblo amat. :v
#Dilan1990 #movieadaptation #moviereview #iqbaal

Judul: Episode Cinta
Pengarang: Ken Terate
Penerbit: GPU
Kategori: Teenlit, romance

Seperti judulnya, buku ini memang untuk membahas hal tentang cinta, cinta dan cinta. Pelakornya adalah Jo dan Rajiv. Yeah, akhirnya mereka resmi berpacaran.
Di sekolah Jo kedatangan murid baru yang namanya Izzy. Izzy yg notabenenya adalah selebritis langsung merebut perhatian gadis, termasuk Sally-sahabat Jo. Sebenarnya dalam hati Jo ingin bisa menyukai Izzy tapi ia ingat sudah memiliki Rajiv dihatinya.

Urusan cinta memang bikin gila, yeah bukankah cinta itu memang tidak ada logika? Setelah mereka jadian Jo masih merasa tidak percaya bahwa dirinya akhirnya berpacaran. Karena bagi Jo itu semua adalah hal baru untuknya.

Tapi nggak cuma urusan cinta monyet tapi novel ini juga mengangkat konflik bullying yg sering melanda anak-anak remaja. Dengan khas gaya bercerita Ken Terate yg ringan, konflik seperti ini jadi topic yg menarik untuk dibaca.

Walaupun sebagian besar cerita terasa klise dan cheese, tapi karakterisasi masing-masing tokoh sangat kuat. Tentu yg paling kufavoritkan disini adalah Jo dan Rajiv. Bayangkan saja Jo yg polos dan gampang khawatiran itu bisa menjadi sangat polos ketika bertemu Rajiv yg romantis namun tulus. .
.
Aku tidak menyangka serial Jo berakhir di buku ketiga ini. Sejak SMP aku sudah menyenangi kisah Jo dan gaya menulis Ken yg ringan, seru dan bikin senyum-senyum sendiri. Rasanya nggak ingin cerita Jo berakhir begitu aja. .
.
#NSJanuaryReadingChallenge #IndonesiaxNSJanuaryRC

Jurnal Jo: Online
Penulis : Ken Terate
Penerbit : GPU
Kategori : Teenlit, .
.

Jo akhirnya masuk SMP! Wohoooo! Seriusan deh kalau udah ngikutin awal kisah Josehine atau Jo ini pasti kesenengan sendiri. Karena memang Jo ini anaknya seru banget, polos da nada aja problem yg dihadapinya. Tapi di buku kedua ini Jo dihadapkan pada era dimana anak-anak seumurannya main Facebook.
.
.
Sementara di keluarganya sendiri nggak membolehkan dia punya handphone.. Tidak hanya itu, Jo juga lagi bermusuhan sama geng Sakura Girlz, ikut kegiatan sekolah bareng Nadine yg notabenenya anggota Sakura Girlz dan belum lagi mantan kekasih Jo-Andre yg mendadak ngajakin balikan.

Duh, ditengah problem itu untungnya ia masih memiliki Rajiv-cowok keturunan India yg lagi dekat dengan Jo yg selalu menjadi pendengar keluh kesahnya. .
.
Singkat kata, Jurnal Jo: Online ini adalah kelanjutan dari buku sebelumnya. Jo atau Josephine ini adalah gadis usia 13 tahun asal Jogja yg lagi hangat-hangatnya dekat dengan teman-temannya. Tidak salah kalau ia juga ingin ikut-ikutan mengikuti apa yg teman lainnya lakukan seperti membuat akun FB.

Buku ini mengangkat krisis pengetahuan remaja tentang etika dalam bersosial media. Remaja adalah sasaran sekaligus rentan terhadap cyber crime. Nggak jarang ada penculikan, kekerasan dan penganiayaan berawal dari sosial media.
.
.
Penulis terlihat sangat concern dalam menyisipkan konflik itu dalam buku ini. Pembaca jadi ikut was-was sekaligus aware pada karakter-karakternya. Karena sungguh memprihatinkan bagaimana anak-anak sekarang sudah ketagihan sosial media namun belum memahami etika dalam bermedsos.

Buku ini cocok banget untuk kamu yg rindu masa remaja khususnya SMP. Ken Terate mampu membuat pembacanya hanyut dalam cerita, tutur bahasa yg ringan dan ceplas-ceplos sunggu menghibur.

#NSJanuaryReadingChallenge #IndonesiaxNSJanuaryRC

Judul : Rindu
Penulis : Tere Liye
Penerbit: Republika
Kategori : Sastra, sejarah, fiksi

Aku paling excited ketika harus membaca ulang buku Tere Liye. Entahlah, mungkin karena kepiawaiannya dalam bercerita membuatku tidak merasa bosan. Apalagi buku yg kubaca ini adalah Rindu, perjalanan kapal uap yg mengangkut jemaat haji tahun 1938.

Buku ini mengisahkan 5 tokoh utama, Ambo Uleng, Ahmad Karaeng, Daeng Andipati, Bonda Upe dan pasangan suami istri Mbah Kakung Slamet dan Mbah Putri. Masing-masing punya cerita masing-masing, kemudian dipertemukan dalam satu atap menuju satu tujuan. Serambi Mekah.

Sebenarnya mengulas buku ini dalam caption Instagram yg terbatas bukanlah keputusan tepat. Karena kalau kemungkinan aku akan spoiler atau ulasanku tidak akan mencakup seluruh detail isi buku ini.

Karena setting waktu yg masih era 30an belum ada media transportasi haji yg memungkinkan selain kapal. Kapal yg memiliki nama Blitar Holland buatan Belanda itu singgah di beberapa pelabuhan Indonesia, bermula dari Makassar, Surabaya, Sumatra Barat dan akhirnya sampai di Mekkah.

Walaupun singgah hanya sementara tapi penulis berhasil memvisualisasikan itu semua dengan baik. Penulis berhasil melakukan riset dgn baik utk segi konsep, latar, dan settingnya. Buku ini kental sekali dengan sejarah masa lalu, tapi bagi penikmat historical fiction mungkin akan menikmatinya dgn baik.

Kekurangan yg dirasa dari buku ini adalah kemonotonannya dalam bercerita. Perjalanan haji kala itu membutuhkan waktu berbulan-bulan. Dalam waktu selama itu penghuni kapal akan melalui rutinitas yg sama, bertemu orang yg sama dan adegan repetitive yg membuat pembaca bisa bosan.

At least, buku ini kaya akan pesan moral, penerimaan hidup dan kualitas penulisan yg baik. Membaca buku Rindu membuatku rindu dgn karya Tere Liye yg lainnya.
Manakah buku karya Tere Liye favorit kamu?

#NSJanuaryReadingChallenge #IndonesiaxNSJanuaryRC

Kisah ini bermula saat kepindahan Milea ke Bandung pada 1990. Ia terpaksa pindah beserta keluarganya krn ayahnya yg harus pindah tugas dinas. Milea kemudian jadi gadis yg cukup dikenal di sekolah krn ia cantik, pintar dan Dilan menyukainya.
.
.

Di hari pertama ia masuk sekolah saja Dilan sudah mendekatinya. Tapi Dilan punya cara yg unik, ia meramal akan bertemu Milea dlm waktu dekat. Dan benar saja mereka akhirnya bertemu di sekolah. Sesuatu yg receh tapi kudung bikin Milea penasaran.
.
.

Dilan adalah anak geng motor yg dikenal suka ikut tauran. Bisa dibilang Dilan ini badung tapi ia sangat pintar dan lucu. Arah pikirannya nggak ketebak termasuk cara ia memperlakukan Milea gadis yg disukainya.
.
.

Seberapa excited kamu ketika tau sebentar lagi Dilan akan hadir dalam wujud visual? Aku mencoba mengenang kembali sosok Dilan dgn membaca ulang buku ini. Aku mungkin termasuk kubu yg sudah membaca bukunya tapi entar-entaran utk menonton filmnya.
Buku ini menceritakan sosok Dilan melalui POV Milea. Sangat jelas semua diceritakan lewat Milea krn ia melalui banyak hal bersama Dilan. Ini bagaikan pembaca dibawa mundur ke masa lalu utk menyusuri kenangan yg pernah ditinggalkan Dilan.
.
..
Menurutku buku ini bila menjadi hype agak berlebihan. Karena kenyataannya buku ini tidak lebih dari teenlit pada umumnya. Ada kisah cinta, persahabatan dan keluarga. Aku akui tutur bahasa Pidi Baiq disini sangat luwes, biasa saja dan mengalir begitu saja. .
.
Semua perempuan mungkin akan menganggap Dilan romantis. Padahal menurutku jokes dan rayuan gombalannya termasuk biasa saja. Masih banyak buku-buku dgn book boyfriend yg lebih baik daripada Dilan.
.
.

At least, penggambaran kota Bandung jaman doeloe-nya dapet banget, hanya kurang di konflik dan terbatasnya POV Milea ini saja. .
.
#NSJanuaryReadingChallenge #IndonesiaxNSJanuaryRC

Judul: Refrain (Movie Tie-in)
Penulis: Winna Efendi
Penerbit: GagasMedia
Kategori: teenlit, romance

Nataniel Wirawan (Nata) dan Nikola Ciputra (Niki) sudah sejak kecil bersahabat. Maklum saja rumah mereka berdekatan, sehingga persahabatan itu terjalin dengan sendirinya. Tap begitu memasuki SMA Nata merasakan ada ketertarikan pada Niki. Ia merasa Niki lebih cantik, lebih indah dari yg ia kenal sebelumnya.

Mereka masih satu SMA yg sama, Nata mengembangkan kemampuan musiknya sementara Niki bergabung dengan team cheerleader. Niki sangat mendukung Nata apalagi ia sangat pandai bermain musik. Tapi perhatian Niki kini teralihkan dengan adanya Oliver, cowok populer atket basket sekolah yg sedang mendekati Niki.

Tidak sampai disitu persahabatan mereka terusik dgn masuknya Annalyse, anak dari super model teramat cantik yg ternyata menyukai Nata. Kemanakah alur cinta ini akan berakhir? Siapakah yg nantinya akan patah hati?

Kisah persahabatan jadi cinta mungkin adalah tema paling mainstream yes. Akui saja, tapi entahlah justru tema seperti ini malah yg jadi favoritku. Apalagi ini dieksekusi oleh Winna Efendi yg punya gaya menulis yg lembut, santai dan memukau. *lebay mode on*. .
.
Tapi jujur memang kisah Nata dan Niki ini lembut sekali, penulis tidak terburu-buru membeberkan siapa menyukai siapa. Ia membawa pembaca utk menikmati kebersamaan tokoh-tokohnya. Dari proses itu menyaksikan masing-masing karakter menyadari apa yg telah mereka lalui bersama disitulah kenikmatan buku ini.
. .
Kekurangan yg ada di novel ini hanya di kurangnya penajaman konflik cinta segi tiganya. Padahal karakter yg terlibat cukup banyak, mestinya Winna bisa memaksimalkan ini. .
.
Aku merasa Nata kurang bereaksi dengan perasaan yg dipendamnya dan memilih menutup rapat-rapat. Sementara Anna sangat penyabar dan tidak memaksakan perasaan. Astaga, sungguh ini bakalan jadi lebih menarik kalau lebih dikembangkan lagi. .
.
.
#MusicxNSJanuaryRC #NSJanuaryReadingChallenge #winnaefendi #refrain

Dunia mimpi diambang kehancuran. Warga harus segera mengungsi, Kol Ibri lah yg diperintahkan oleh Raja Kasih utk mengemban tugas itu. .
.
Seorang laki-laki di Lembah Es kehilangan Hatinya. Kini ia berwujud sbg kura-kura pengelana, berkelana membawa ukulele bersama luka Hati yg menganga. Kemudian ia bertemu Kol Ibri dan melakukan perjalanan bersama utk menyelamatkan jiwa jiwa yg lain. .
.
Sementara itu di ujung pelangi, Gadis Penenun Mimpi masih melakukan tugasnya yaitu menenun mimpi. Ia berada pada titik nadir, melihat orang orang berdatangan meminta bantuannya. Sementara benang mimpi semakin habis. Mampukah ia menyelamatkan hati orang-orang itu? Bagaimana nasib Dunia Mimpi nantinya?
.
.
Seandainya bisa kembali ke masa kecil, dongeng masa kecil apa yg selalu kamu ingat dan nggak pernah bosan mendengarnya? .
.
Aku sendiri sudah lupa mana dongeng yg jadi favoritku, aku suka Pinocchio, 1001 Malam, Putri Salju, Rapunzel, etc. Tapi itu sudah lama sekali, dan novel Gadis Penenun Mimpi adalah satu bacaan dongeng istimewa yg kubaca.
.
.
Gadis Penenun Mimpi memiliki gaya bercerita yg tidak biasa, penulis menganggap pembaca sebagai 'Kawan'. Pembaca seolah dilibatkan dalam seluruh perjalanan tokoh tokoh di buku ini. .
. .
Buku ini juga punya tutur bahasa yg imajinatif, setiap kalimat seringkali berima dan banyak sekali kumpulan sajak bertebaran didalamnya. Karakter rekaannya pun kerap melagukan syair-syair itu sebagai lagu. Aku penasaran sekali bila buku ini diadaptasi menjadi teater musikal.
.
.
Aku sendiri sampai sekarang masih bingung bila harus menuliskan review atas buku ini. Karena menurutku dongeng yg diangkat punya cita rasa yg beda sama dongeng yg sudah ada saat ini. .
.
Aku harap penulisnya akan lebih banyak menulis buku yg seperti ini 😊.
.
.
#MusicxNSJanuaryRC #NSJanuaryReadingChallenge

Judul: Till We Meet Again
Penulis: Yoana Dianika
Penerbit: Gagas media
Rate: 2.5/5

Demi meraih impiannya untuk menjadi pemain biola seperti ibunya, Elena Sebastian Atmadja menempuh pendidikan seni di Universitas di Wina, Austria.

Elena yg merupakan keturunan Indo-Austria sebenarnya memiliki tujuan lain. Ia ingin menemukan pria yg dulu pernah menolong utk menemukan liontinnya 8 tahun silam. Sebelum ia mengetahui namanya Elena sudah keburu pindah ke Indonesia bersama ayahnya. .
.
Selama di Austria Elena ditemani oleh beberapa teman dekat, Dupont gadis asal Perancis yg sangat paham ttg cinta. Dan Kimiko gadis keturunan asal Jepang yg kerap centil dan kekanak-kanakan. Ia juga berkenalan dgn pria sebrang kamar apartmentnya, Chris-yg sejak awal sudah bikin Elena penasaran. .
🎻
🎻

Aku nggak sengaja bertemu dengan buku ini di salah satu kios buku preloved. Aku akui covernya cantik dan kebetulan pas dgn tema bacaan yg aku cari. Tapi aku agak kaget, semestinya aku tidak menilai buku dari sampulnya. .
.
Buku ini mengingatkanku dengan novel Winter in Tokyo. Terdapat beberapa kesamaan, seperti Elena yg kehilangan liontin (sedangkan di WIT kalung), kewarganegaraan side karakter Kimiko dan Dupont yg sekelibat sama dgn Autumn in Paris. .
.
Dan yg paling terlihat adalah usaha di penulis yg menyampaikan cerita dgn POV 3 namun dengan tutur bahasa yg baku, kadang puitis dan sedikit berlebihan. .
.
Aku suka dengan premis cerita yg bersetting di kota Wina. Kuakui penulis jago sekali utk hal itu, membuatku merasa seolah benar-benar sedang di Wina, menyaksikan kota yg indah dan kaya seni disana.
. .
Aku jadi lebih memahami karakter Elena dan mimpi yg sedang ia gapai. Menurutku Elena karakter yg menyenangkan, ditambah lagi dgn sahabat sahabat yg selalu memguatkan dia.
.
.
Tapi aku nggak merasakan ada konflik yg menarik disini. Alurnya sedikit lambat, aku menantikan kejutan apa yang akan diberikan oleh penulisnya. Aku tidak menemukan hal itu di novel ini.
.
.
#MusicxNSJanuaryRC #NSJanuaryReadingChallenge

Most Popular Instagram Hashtags