[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

bem_ur bem_ur

2617 posts   19014 followers   290 followings

BEM Universitas Riau  Official account of BEM UR Kabinet Pilar Peradaban Fb : Kabinet Pilar Peradaban Tw : @bem_unri Line : @hmi3494d Email : bemunivriau@gmail.com

http://bit.ly/SeruanAksiSidangRakyat

[Kabinet Pilar Peradaban_News]

Indonesia Darurat Demokrasi, BEM UR Adakan Aksi Solidaritas Lewat Musikalisasi Puisi dan Nyanyian Untuk Sindir Pemerintah.

Pekanbaru (23/10/2017) — Pasca terjadinya tindakan represif dari aparat kepolisian terhadap beberapa mahasiswa yang tergabung dalam aliansi BEM Seluruh Indonesia, hingga saat ini (23/10/2017), terhitung telah ada 2 mahasiswa Indonesia, yakni Ardi S (IPB) dan Ihsan M (STEI SEBI) telah ditahan di Polda Metro Jaya.Sementara 2 mahasiswa lainnya, yakni Wildan Wahyu Nugroho (Koordinator Pusat BEM SI) dan Panji Laksono (Presiden Mahasiswa IPB) ditetapkan sebagai tersangka. "Penahanan mahasiswa yang dilakukan oleh aparat kepolisian tersebut menjadi bukti terhadap pelecehan gerakan mahasiswa, dimana aspirasi tak lagi didengar. Maka atas nama almamater seluruh mahasiswa Indonesia, BEM UR menyatakan menolak keras terhadap tindak represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian", ujar Aditya Putra Gumesa, salah seorang Mahasiswa Universitas Riau yang juga sebelumnya sempat ditahan di Polda Metro Jaya.

Aksi solidaritas ditunjukkan dengan adanya penampilan musikalisasi puisi dan juga nyanyian-nyanyian yang menyindir pemerintah. Selain itu, massa aksi juga terlihat mengenakan penutup mulut dengan lakban. Hal tersebut menunjukkan adanya pembungkaman suara mahasiswa oleh pemerintah yang anti kritik.

Sebelumnya, aksi sms serentak kepada Kapolri dan Kapolda Metro Jaya telah dilakukan sebagai bentuk solidaritas untuk membebaskan mahasiswa yang masih ditahan dan membebaskan mahasiswa dari tuduhan tersangka. "Kita berharap dengan adanya aksi ini, pemerintah mulai membuka mata untuk dapat dengan segera membebaskan rekan-rekan mahasiswa yang sampai saat ini masih ditahan" ujar Algi Irsanul Ikram, Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Riau. (RN/RDB)

Inisiator Peradaban: Bergerak, Berkarya, Berprestasi!

#BEMUniversitasRiau #KabinetPilarPeradaban #DaruratDemokrasi #RezimPanik
-------------------------------------------------
Kementerian Sosial dan Politik
Kabinet Pilar Peradaban
BEM Universitas Riau

[SAJAK PERADABAN]
.
"Monday is the perfect day to correct last weeks mistakes". Selamat hari senin, armada biru langit! Selamat mengawali hari.

Demokrasi di negeri ini belum begitu baik berjalan, jika diukur seberapa jauh warga negaranya memiliki kebebasan berekspresi dan mengeluarkan pendapatnya di muka umum. Setelah rezim Jokowi berkuasa, nampaknya ada yang salah dengan eksistensi penguatan negara, dimana kritik menjadi salah satu ancaman yang dianggap berbahaya bagi kelangsungan sebuah rezim. Bentuk nyatanya, hingga saat ini, terhitung 4 aktivis terbaik Indonesia justru ditahan setelah sebelumnya mereka melakukan aksi evaluasi 3 tahun Jokowi JK pada Jumat 20 Oktober lalu.

Berbicara tentang kebebasan berpendapat dan perjuangan menyuarakan aspirasi rakyat, Aditya Putra Gumesa, Menteri Sosial Politik BEM Universitas Riau 2017 yang juga seorang saksi hidup dalam aksi sidang rakyat punya pandangannya sendiri. Berikut sajak peradaban yang disampaikan oleh Aditya Putra Gumesa (Menteri Sosial Politik BEM UR 2017-2018) :
.
"Jangan pernah beranjak dari perlawanan terhadap kedzaliman penguasa. Satu kali ditekan, berjuta parlemen jalanan memberikan jawaban. Tetap terus menegaskan identitas bahwa mahasiswa seorang yang akan membawa perubahan." (Aditya Putra Gumesa - Menteri Sosial Politik BEM Universitas Riau 2017)

Inisiator Peradaban: Bergerak, Berkarya, Berprestasi!

#BEMUniversitasRiau #KabinetPilarPeradaban #SajakPeradaban #QOTD
-------------------------------------------------
Kementerian Komunikasi dan Informasi
Kabinet Pilar Peradaban
BEM Universitas Riau

[SERUAN AKSI SMS SERENTAK]

Hidup Mahasiswa!
Hidup Rakyat Indonesia!
Masih adakah keadilan di Negeri ini? Ketika Suara rakyat di bungkam.

Rezim ini tengah ketakutan, mulai Represif dan anti kritik. Ketika para Sosial Kontrol menyampaikan aspirasi di hadiahi Pukulan dan kurungan.
Masihkah Kita diam?? Sudah ada 4 Mahasiswa di tetapkan sebagai tersangka :
1. Wildan wahyu Nugroho (korpus bem si)
2. Panji (Presma IPB)
3. Ardi S (IPB) /ditahan
4. Ihsan M (STEI SEBI) /ditahan

Pelecehan Terhadap Gerakan Mahasiswa harus di Hentikan!

Untuk Seluruh Mahasiswa Indonesia.
SERUAN AKSI SMS SERENTAK Ke Kapolri dan Kapolda Metro Jaya pada :

Minggu-Senin, 22-23 Oktober 2017
Pukul 22.00 s.d 12.00
________________________
Dengan Isi pesan sebagai berikut :

Kapolri dan Kapolda Metro Jaya.
Keluarkan Teman kami sekarang juga! Atau Seluruh Mahasiswa Indonesia akan Bersatu utk menjemput Paksa.
Stop pembungkaman.

Kirim ke :
.
- KAPOLRI (08114871964)
- KAPOLDA METRO JAYA (08121898888)

_________________________
"Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan di sana bersemayam kemerdekaan apabila engkau memaksa diam aku siapkan untukmu: pemberontakan!" (Widji Thukul)

#DaruratDemokrasi
#ReformasiJilid2

Ttd,
Aliansi BEM Seluruh Indonesia

Rilis Resmi Penetapan Koordinator Pusat BEM SI beserta Presiden Mahasiswa IPB Sebagai Tersangka

Evaluasi 3 Tahun Jokowi-JK
#DaruratDemokrasi

SATU DIBUNGKAM, SERIBU MELAWAN!

Sekali lagi kita dihadapkan pada wujud nyata penindasan. Perjuangan ribuan mahasiswa yang tergabung dalam barisan aksi 3 Tahun Jokowi-JK Aliansi BEM Seluruh Indonesia berujung pada pembungkaman. Tak kurang dari itu, beberapa diantaranya mendapat perlakuan represif dengan dituduh telah melakukan tindak pidana. Tepat pada hari ini, berdasarkan surat panggilan yang bernomor S.Plg/11738/x/2017/Ditreskrimum dan S.Plg/11739/x/2017/Ditreskrimum yang dikeluarkan oleh Polda Metro Jaya menyatakan bahwa saudara kita Wildan Wahyu Nugroho selaku Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya Jakarta. Status tersangka juga ditetapkan kepada Panji Laksono selaku Presiden Mahasiswa IPB sekaligus Koordinator Isu Agraria BEM Seluruh Indonesia. Kepada seluruh mahasiswa Indonesia, mereka telah berjuang kawan, disayat panas matahari, dihujam pentungan polisi, lebam wajahnya, dihantam sepatu tepat dikeningnya, dan sebegitu jahatnya dikau jikalau mengeroyok saudaramu sendiri atas perjuangan yang telah ia ikhtiarkan.

Kalaupun ada yang merasa kurang tepat caranya, kritisi substansi pemikiran yang kemudian menjadi alasan pergerakannya, bukan dengan menghakimi orangnya. Sekali lagi, mereka telah berjuang. Sejarah mahasiswa adalah sejarah transaksi pikiran dan perkelahian pemikiran, bukan perkelahian tubir-tubiran. Laiknya apa yang terjadi dan membekas sebagai sejarah bangsa, kita dibentur-hantamkan oleh konflik horizontal dengan tujuan mereduksi kekuatan gerakan. Sehingga kita lalai atas kezaliman yang menimpa saudara kita sendiri. Sejarah kemerdekaan Indonesia adalah sejarah terjalinnya simpul-simpul perjuangan dalam persatuan. Kami tetap berdiri pada khittah perjuangan untuk senantiasa mempersamai kaum-kaum yang ditindas dalam memperjuangkan keadilan. (1/2)

[RILIS AKSI SOLIDARITAS]

Aliansi BEM Se-Sumatra Lakukan Aksi Solidaritas Atas Ditahannya Dua Mahasiswa Pasca Aksi Sidang Rakyat.

Jakarta, (22/10/2017) — Kekecewaan mendalam dirasakan oleh sejumlah mahasiswa atas tindakan represif yang menetapkan dua Mahasiswa sebagai tersangka pada aksi unjuk rasa jumat lalu di depan istana negara. Sebelumnya, terhitung 14 orang Mahasiswa mendapat perlakuan represif dan penangkapan paksa oleh aparat keamanan ke Polda Metro Jaya . Hingga sabtu 21 oktober silam, 12 mahasiswa dilepas dengan status bebas bersyarat, sementara 2 lainnya, Ihsan Munawar (Mahasiswa STEI SEBI) dan Ardi Sutrisbi (Mahasiswa IPB), dibawa ke tahanan dengan status tersangka. Meraka dikenai KUHP 160 yang berkaitan dengan penghasutan untuk melakukan tindak pidana dan KUHP 170 yang berkaitan dengan perilaku kekerasan terhadap orang atau barang di muka umum.

Atas rasa solidaritas bersama, sejumlah mahasiswa yang terdiri dari Mahasiswa Universitas Riau, Universitas Sriwijaya, Politeknik Sriwijaya dan BINHUS melakukan aksi diam didepan gerbang utama Universitas Negeri Jakarta. Aksi diam yang dilakukan pada Minggu (22/10/2017) pukul 13.30 WIB ini diperagakan dengan aksi jalan mundur, aksi tidur di jalan serta aksi terdiam seperti patung dengan mulut tertutup lakban dan memegang spanduk-spanduk bertuliskan darurat demokrasi yang menggambarkan kekecewaan masa aksi atas keputusan yang menjatuhkan status tersangka kepada 2 orang mahasiswa yang melakukan aksi pada Jumat 20 Oktober silam. Rinaldi, Presiden Mahasiswa Universitas Riau yang juga motor penggerak dari aksi diam ini menyatakan bahwa pihaknya akan terus membersamai rekan sesama Mahasiswa yang punya satu visi untuk mengevaluasi 3 tahun Jokowi-JK. (1/2)

[ RILIS EVALUASI 3 TAHUN PRESIDEN JKW-JK ]

#DaruratDemokrasi

SATU BUNGKAM, SERIBU MELAWAN! 'Dua orang kawan kami masih ditahan, diperlakukan bagaikan seorang teroris!' "Saya kangen sebetulnya didemo, karena apa? Pemerintah itu perlu dikontrol, jadi sekarang saya ngomong dimana-mana, 'tolong saya didemo' Pasti saya suruh masuk." Ujar Jokowi

Kekecewaan yang mendalam kami rasakan atas ketidakpedulian penguasa pada suara mahasiswa. Bukan pertemuan guna berdiskusi tentang permasalahan rakyat yang kami dapatkan, melainkan pengepungan, pengeroyokan, hingga provokasi yang mengkambinghitamkan mahasiswa.

20 Oktober, Aksi 3 Tahun Jokowi-JK yang digelar ribuan mahasiswa berjalan dengan efektif hingga malam hari. Konsisten dengan aksi damai, kami percaya kami mampu bertahan sampai Presiden bisa ditemui. Namun yang kami dapatkan hanya sikap tidak peduli Jokowi. Tengah malam, pembubaran dari aparat kami turuti. Belum jauh dari tempat aksi, kami dilempari batu dan dipukuli. Tidak tanggung, hingga darah tertumpah. Empat belas teman kami ditangkap dan dibawa ke Polda Metro Jaya tanpa surat perintah penangkapan.

1. IHSAN MUNAWAR (STEI SEBI)
2. M. YOGI ALI KHAEDAR (IPB)
3. ARDI SUTRISBI (IPB)
4. ADITYA PUTRA GUMESA (UR)
5. GUSTRIANA (UNTIRTA)
6. TAUFIK (UB)
7. MUHAMMAD WAFIQ (UB)
8. SUSILO (IPB)
9. MUHAMMAD YAHYA SIFAHUDIN (IPB)
10. RIFKI ABDUL JABAR (AKA Bogor)
11. RAMDANI (UNPAK)
12. M. GOLBI DARWIS (IPB)
13. FAUZAN ARINDRA (STEI Tazkia)
14. HANDRIAN (IPB)

Penangkapan paksa yang dilakukan aparat jelas melanggar HAM. Tim Advokasi dari Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM) Indonesia berusaha menemani proses hukum, namun hingga pukul 03.00 dini hari, polisi tidak mengizinkan mahasiswa yang ditangkap bertemu dengan kuasa hukum. Teman kami ditahan tanpa diberikan kesempatan mencari pembelaan.

21 Oktober malam, dua belas mahasiswa dilepas dengan status bebas bersyarat. Dua lainnya, Ihsan dan Ardi, dibawa ke tahanan dengan status tersangka. Mereka dikenai KUHP 160 yang berkaitan dengan penghasutan untuk melakukan tindak pidana dan KUHP 170 yang berkaitan dengan perilaku kekerasan terhadap orang atau barang di muka umum. (1/2)

[Kabinet Pilar Peradaban_News]

Sejumlah Aktivis Mahasiswa Ditahan, BEM UR Tolak Sikap Represifitas Aparat Kepolisian Lewat Aksi Solidaritas

Pekanbaru (21/10/2017) — Kegelisahan rakyat Indonesia pada hari ini adalah sebagai bentuk bobroknya rezim Jokowi-JK. Aspirasi-aspirasi yang keluar dari teriakan kebenaran mahasiswa se-Indonesia merupakan bentuk masih peduli dan cintanya mahasiswa terhadap rakyat, bangsa, dan negara Indonesia. Tak hanya itu, aliansi mahasiswa se-Riau bahkan turut merasakan hal yang sama pada aksi Sidang Rakyat Evaluasi 3 Tahun Jokowi-Jk di depan Gedung DPRD Riau.
Bukti nyata bahwa pemerintah anti kritik terlihat jelas pada tindak represifitas aparatur negara pada aksi aliansi mahasiswa se-Indonesia di depan Gedung Istana Negara dengan menahan 13 mahasiswa dari berbagai kampus. Tercatat, seorang mahasiswa Universitas Riau Aditya Putra Gumesa ditahan oleh polisi sejak Sabtu dinihari.

Atas dasar rasa kepedulian, keadilan dan sedihnya kondisi negara pertiwi atas daruratnya demokrasi, maka BEM UR bersama ratusan mahasiswa Universitas Riau dan Mahasiswa se-lingkungan Riau lainnya lainnya menggelar aksi Solidaritas dan Doa Bersama untuk Tolak Represifitas pada sabtu (21/10/2017) sore tadi di wilayah Gerbang UR Panam, depan Hotel Mona. Aksi solidaritas tersebut diawali pada pukul 16.00 WIB dengan melakukan orasi keliling kampus guna menjemput massa aksi di berbagai Fakultas Universitas Riau untuk menuju titik aksi di Gerbang UR Panam.
.
"Hari ini kita menolak tindakan represif oleh pihak-pihak rezim dan diktator. 3 Tahun sudah Jokowi-JK memimpin, 3 tahun kita tersiksa. Dia berjanji menurunkan BBM, tetapi malah sebaliknya, dia berjanji membuka lapangan pekerjaan tapi nyatanya membuka lapangan kerja untuk orang asing", tegas Abdul Khoir selaku Presiden Mahasiswa Kabinet Inspirasi 2016/2017 dalam orasinya.

[SERUAN AKSI SOLIDARITAS DAN DOA BERSAMA]

Aksi Solidaritas Untuk Aditya Putra Gumesa (Mahasiswa UR) dan Doa Bersama Untuk Tolak Represifitas

Panjang umur perjuangan, Hidup Mahasiswa!
Terkait dengan telah diamankannya 12 orang mahasiswa oleh Aparat Keamanan saat melakukan Aksi Evaluasi 3 Tahun Jokowi di Jakarta. Satu diantaranya adalah Mahasiswa kebanggan Universitas Riau, Aditya Putra Gumesha yang hingga kini belum juga dibebaskan.

Oleh karena tindakan represifitas aparat negara yang telah dilakukan, maka BEM UR dengan tegas menyatakan sikap:
1. Menuntut aparat kepolisian untuk membebaskan mahasiswa yang ditahan secepatnya.
2. Menolak keras tindakan represif aparat negara.
3. Mendesak presiden Joko Widodo untuk memenuhi tuntutan mahasiswa dan segera menemui mahasiswa.

Kami juga mengajak seluruh elemen universitas untuk ikut serta dalam aksi "Solidaritas Untuk Adit dan Doa Bersama" pada :

Hari, tanggal : Sabtu, 21 Oktober 2017
Pukul : 16.00 WIB
Titik kumpul : Sekre Juang BEM UR
Titik Aksi : Wilayah Gerbang UR Depan Hotel Mona

UR Satu tak bisa dikalahkan, satu sakit maka semua merasakan.

Nb. Kepada seluruh peserta solidaritas diharapkan membawa dukungan berupa kertas HVS bertuliskan "Bebaskan Mahasiswa yang Ditahan Secepatnya" dan kata-kata dukungan lainnya.

Inisiator Peradaban: Bergerak, Berkarya, Berprestasi!

#URBersamaAdit #PeduliAdit #BebaskanAdit #RezimRepresif
------------------------------------------------
Kementerian Sosial Politik
Kabinet Pilar Peradaban
BEM Universitas Riau

[PERNYATAAN SIKAP BEM UR : Kebenaran Layak Dibungkam di Negeri Tirani]

Darurat! Represifitas aparat hari ini dalam aksi 3 Tahun Jokowi-JK menambah panjang pembungkam di Negara demokrasi. Pada Jumat, 20 Oktober 2017 pukul 23:50 terjadi tindakan Represif dari Aparat Kepolisian RI. Tercatat, satu orang Mahasiswa Universitas Riau, Aditya Putra Gumesa mengalami penganiayaan oleh kepolisian. Mahasiswa dipukuli, dilempar batu, dipukul rotan kemudian ditangkap bersama 12 massa aksi lainnya.

Berikut adalah 12 massa aksi yang dibungkam lewat tindakan keji pemukulan dan penangkapan aparatur kepolisian.
1. Aditya Putra Gumesa (Universitas Riau)
2. Yoga Ali (IPB)
3. Ardi (IPB)
4. Muhammad Wafiq (UB)
5. M. Taufiq (UB)
6. Golbi (IPB)
7. Yahya (IPB)
8. Susilo (IPB)
9. Fauzan (Tazkia)
10. Ramadhani (Unpak)
11. Rizki Abdul (AKPI Bogor)
12. Gustri (Untirta)

Hingga saat ini, 12 massa aksi tersebut masih ditangkap oleh aparat kepolisian dalam keadaan terluka. Mereka ditangkap dan dibawa ke pos kepolisian terdekat dengan menggunakan beberapa mobil yang terpisah.

Begitu mahal dan sulit berbicara benar. Kebenaran memang layak dibungkam di Negeri Tirani. Apa penghuni biru langit akan diam saja?! Jelas ini adalah bentuk pembungkaman terhadap Demokrasi!

Inisiator Peradaban: Bergerak, Berkarya, Berprestasi!

#BiruLangitBersamaAdit #MahasiswaURbersamaAdit #RezimRepresif #ReformasiJilid2 #BEMUR #KabinetPilarPeradaban
#SidangRakyat #RakyatNelangsa #PolisiRepresif #JokowiMangkir

[Kabinet Pilar Peradaban_News]

Sampaikan Aspirasi Rakyat Lewat Aksi Sidang Rakyat, 1 Mahasiswa Riau Dapat Perlakuan Represif dari Aparat Keamanan.

Pekanbaru (21/10/2017) — Pasca aksi sidang rakyat, pemberitaan mengenai oknum polisi, yakni Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto yang terkena lempar batu dan kepala berdarah telah marak di media. Pemberitaan yang terkesan mencoreng nama baik aliansi mahasiswa se-Riau tersebut telah menimbulkan rasa emosional pada oknum polisi yang terlibat, sebab pemberitaan tersebut dinilai kontradiktif dan tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Kenyataannya, perjuangan mahasiswa mendesak dan mendorong pagar kantor DPRD Riau tersebut disambut dengan pukulan oleh oknum polisi kepada salah satu massa aksi, yakni Rafi Reno dari Universitas Islam Sutan Syarif Kasim (UIN SUSKA RIAU). Rafi mengalami luka di bagian kepala dan tangan pada saat massa aksi ingin masuk ke dalam kantor DPRD. Selain Rafi Reno, terlihat juga 2 mahasiswa lainnya yang mengalami luka akibat tindakan represif aparat keamanan, yakni Eggy dan Zikri Mahasiswa Teknik UMRI yang mendapatkan tendangan di kakinya.

Sebelumnya pihak mahasiswa telah meminta kepada pihak kepolisian untuk memperlihatkan dengan jelas korban dan luka yang dialami oleh polisi tersebut, namun pihak kepolisian menolak dan hanya menunjukkan kepala yang di perban saja. Ketika Alvian Syahrizal selaku koordinator lapangan aksi sidang rakyat kali ini meminta kepada pihak polisi untuk membuka perban luka, pihak kepolisian malah buru-buru membawa oknum yang terluka ke Rumah Sakit Syafira, namun setelah di cek oleh pihak mahasiswa ternyata tidak ada perawatan atas nama Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto di RS. Syafira.

Kejadian ini sangat disayangkan, seragam coklat kini tak lagi bersahabat, tak lagi memperjuangkan nasib rakyat, tak lagi memikirkan masa depan negara Indonesia. Pemuda harus terus berjuang hingga tetes darah penghabisan. Jika napas pergerakan itu selalu terhembuskan, maka kegelisahan rakyat dapat tersampaikan. (RN/RDB)

Inisiator Peradaban: Bergerak, Berkarya, Berprestasi!

#BEMUR #KabinetPilarPeradaban
#SidangRakyat #MenagihJanji #3TahunJokowi #TurunkanJokowi #RakyatNelangsa

[Kabinet Pilar Peradaban_News]

Lakukan Aksi Sidang Rakyat, Aliansi Mahasiswa dan Organisasi Kepemudaan Riau Tuntut Jokowi-JK untuk Turun.

Pekanbaru (20/10/2017) — "Bimbing Pemuda dengan organisasi, bimbing pemerintahan dengan perlawanan" (Pramoedya Ananta Toer). Problematika yang dihadapi Indonesia saat ini merupakan fenomena krisis dan terdegradasinya sifat jujur oleh pemimpin negeri pertiwi. Keadilan telah terancam keberadaannya. Janji-janji kini yang tertinggal hanya dusta belaka. Atas nama bangsa Indonesia, atas nama keadilan rakyat Indonesia, atas nama almamater mahasiswa se-Riau, menuntut atas turunnya rezim Jokowi-JK yang tidak mampu mengelola negara Indonesia dengan baik.

Atas dasar itu semua, maka mahasiswa, ormas-ormas dan organisasi kepemudaaan yang ada di Riau, yang di motori oleh BEM Universitas Riau menggelar aksi Sidang Rakyat di depan Kantor DPRD Riau pada Jumat (20/10/2017). Ribuan massa aksi yang terdiri dari berbagai kampus dan organisasi kepemudaan, diantaranya UR, UMRI, UIN SUSKA, ABDURRAB, PCR, IMM dan KAMMI turut mewarnai jalanan dengan almamater, bendera dan atribut kebanggaan masing-masing kampus pada saat menuju titik aksi.

Aksi sidang rakyat kali ini dinilai sangat mengecewakan. Pasalnya pihak kepolisian yang selama ini dinilai sebagai rekan mahasiswa turun ke jalan, yang seharusnya membela negara atas nama rakyat, namun malah bertindak sebagai lawan, mereka tidak memperbolehkan massa aksi masuk ke dalam gedung DPRD untuk melaksanakan sholat ashar. Sebelumnya pintu gerbang sempat terbuka akibat massa aksi yang mendesak dan memaksa untuk terus masuk, kemudian aksi bentrok juga sempat terjadi antara pihak kepolisian dengan mahasiswa.

[Kabinet Pilar Peradaban_Live Report]

Tentang sebuah keyakinan dan kepemimpinan. Hidup Mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia!

Siang ini tepat pukul 14.00 WIB Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Riau beserta BEM selingkungan Riau maupun ormas lainnya turun aksi dalam sidang rakyat menagih janji dan evaluasi 3 tahun Jokowi-JK, aksi siang ini dimulai dengan penjemputan massa aksi di masing-masing titik kumpul yang kemudian akan menuju ke Gedung DPRD Riau.

Singsingkan lengan almamatermu, jangan biarkan almamatermu tersimpan rapi, harumkan ia dengan keringat perjuangan!

Hidup Mahasiswa! Panjang umur perjuangan!

Narahubung :
Alvian Syahrizal (082283009214)

Inisiator Peradaban: Bergerak, Berkarya, Berprestasi!

#BEMUR #KabinetPilarPeradaban
#SidangRakyat #MenagihJanji #3TahunJokowi #TurunkanJokowi #RakyatNelangsa
------------------------------------------------
Kementerian Sosial Politik
Kabinet Pilar Peradaban
BEM Universitas Riau

Most Popular Instagram Hashtags