baweantourism baweantourism

916 posts   4,237 followers   27 followings

BAWEAN TOURISM  "Making Tourism More Sustainable" 📍Bawean, Gresik, East Java, Indonesia 🇮🇩 📧hello@baweantourism.com 📱+62811883367 www.baweantourism.co.id

Kondisi cuaca laut Jawa lagi bagus. Yang belum punya rencana liburan weekend ini, bisa pilih liburan ke Bawean ya

#bawean #baweanisland #baweantourism #pulaubawean

Tamu kita hari ini adalah keluarga Bapak Zaini Ahmad dan Bapak Hamid Ayat, keturunan Bawean yang menetap di Christmas Island dan Perth, Australia.

Mereka bukan tamu pertama kita dari Christmas Island, karena selama tiga tahun ini sudah ada beberapa grup dari Christmas Island dan Australia, yang mayoritas keturunan Bawean.
Selain Singapura, Malaysia dan Vietnam. Australia juga menjadi tujuan migrasi warga Bawean.

Sejarah migrasi keturunan Bawean di Australia berawal dari terjadinya konfrontasi antara Malaysia dan Indonesia pada September 1963 sampai Mei 1965.

Ketika serangan itu terjadi Singapura masih merupakan bagian dari Malaysia. Baru lima bulan setelah peristiwa itu Singapura berpisah dari Federasi Malaysia.

Selama masa konfrontasi, Singapura menjadi salah satu kota Federasi Malaysia yang menjadi sasaran serangan Indonesia. Kondisi ini yang akhirnya membuat para imigran Bawean di Singapura memilih pindah ke Australia yang dirasa cukup aman.

Mereka tersebar di kota Perth dan Christmas Island. Namun akhir-akhir ini sebagian dari keturunan Bawean di Christmas Island mulai pindah ke kota Perth.

Tanggal 10 Maret 1965, pukul 15.07 waktu setempat, bom itu meledak di lantai dasar Gedung MacDonald di Jalan Orchard, Singapura.

Kopral Harun Thohir merupakan putra kelahiran Bawean yang saat itu menjadi anggota KKO (Sekarang disebut Korp Marinir) yang ditangkap di Singapura ketika terjadi konfrontasi.

Kopral Harun Thohir dihukum gantung di Singapura pada tanggal 17 Oktober 1968 karena tuduhan meletakkan bom di MacDonald House.
Peristiwa ledakan MacDonald House tersebut sampai sekarang masih dikenang Singapura. Pemerintah memasang sebuah plakat khusus untuk mengenangnya.

Di Bawean, nama Harun Thahir dijadikan nama Bandar Udara dan menjadi pahlawan nasional.

Sampai saat ini mayoritas keturunan Bawean di Singapura tidak begitu suka membicarakan tentang kepahlawanan Harun Thahir, sekalipun mereka sama-sama orang Bawean. Karena dianggapnya telah mencederai perasaan keturunan Bawean di Singapura.

Pasca keterlibatan Harun Thahir pada peristiwa konfrontasi tersebut, pemerintah Singapura mulai melakukan screening pada imigran dari Bawean.

#bawean #baweantourism

Sebelum jadi destinasi massal, kalian harus segera datang kesini.
Foto: @kang_djun

#bawean #baweanisland #baweantourism #pulaubawean

The Hot Spring Pool.
Jangan kaget jika kalian ke Bawean tidak hanya ketemu pantai. Karena Bawean pulau vulkanik, jadi wajar jika kalian akan bertemu beberapa kolam air panas alami.

Salah satu kolam air panas di Bawean terdapat di Desa Sawahmulya, Kecamatan Sangkapura. Jaraknya sekitar 3 kilometer dari pelabuhan Sangkapura. Jika ditempuh dengan kendaraan bermotor cuma butuh waktu 7 sampai 10 menit.

Kolam air panas ini jadi spot favorite tamu kami. Kita selalu jadikan kolam air panas sebagai destinasi terakhir setelah mereka explore Bawean dan jadi momen untuk relaksasi.

Kolam air panas ini dibagi dua. Yaitu kolam untuk perempuan dan untuk laki-laki.

Kalian cukup bayar 1.000 rupiah untuk berendam disini.

#bawean #baweanisland #baweantourism #pulaubawean

Happiness is blue sea and white sand.

#bawean #baweanisland #baweantourism #pulaubawean

#Repost @sanifoo (@get_repost)
・・・
This is Haji Akhmari, a first generation migrant to Singapore from Bawean Island, Indonesia. Like many others from the little island (north of Surabaya), Hj Akhmari sailed (!) on the rough Java sea to seek fortune in Singapore - to build a better life for himself and his family. Like many others, he had little/no education, except life’s hard knocks topped with a mindset that things Will be better here in Singapore. It was a hard life but what kept him going was that regardless of the situation, this adopted homeland was still better than the island in his memory.

Hj Akhmari found a job as a driver. It was the best job he had. A job he held on until he retired. He raised many kids in Singapore. They attended good schools and had good jobs. And they become good Singaporeans.

Hj Akhmari was not just a “driver”. He was a chauffeur, who drove many post-colonial tycoons in Singapore. Name one famous tycoon in Singapore and highly likely Hj Akhmari had driven him

Hj Akhmari was a unique chauffeur because he belonged to a special breed (and much-sought after) of chauffeurs that dated back to the colonial days. You see, other than that famous tradition of working at the Turf Club, many first generation local Baweanese in Singapore worked as chauffeurs. They were special because they took their “jobs” very seriously. In fact, so seriously that the cars they drove became their second homes. To a Baweanese, a home reflects the state of his well-being. A happy home reflects a good family and a good family reflects good lineage. Baweanese are house proud. Thus a clean, welcoming car is like an inviting home. A boss needs an inviting home after a long day at work. A Baweanese driver took care of these needs Very well.

Hj Akhmari may not have realised much his esteemed profession contributed to Singapore’s nation-building. I am glad to know many, humble 1st generation Baweanese like Hj Akhmari who, regardless of the profession (there were hundreds of chauffeurs like him), worked proudly, professionally and became Very Good at it.

#bawean #baweanisland #baweantourism #pulaubawean #baweanese

Who doesn´t love watching sunsets? That incredible moment when sun goes beyond the horizon and you feel something that cannot be fully described. Just relax and enjoy!

#bawean #baweanisland #baweantourism #pulaubawean

Happy weekend!

Ayo ke pantai. Cuacanya lagi bagus untuk snorkeling ne.. #bawean #baweanisland #baweantourism #pulaubawean

Bukan hanya pantai yang bisa kalian nikmati saat ke Bawean.

Kalian yang suka adventure bisa menjadikan Danau Kastoba sebagai destinasi saat berkunjung ke Bawean.

Danau Kastoba merupakan danau vulkanik yang lokasinya berada di atas bukit, tepat di tengah-tengah Pulau Bawean.

Kalian harus trekking sekitar 20 sampai 30 menit untuk sampai ke Danau Kastoba dengan trek yang masih natural. Jadi kalian harus pakai sandal atau sepatu trekking.

Kalian tidak disarankan untuk berenang sampai ke tengah danau.

#bawean #baweanisland #baweantourism #pulaubawean

Pulau Noko Selayar ini sunset view point yang paling romantis di Bawean.

Kalian tidak harus nunggu punya pasangan untuk melihat sunset disini. Karena berdialog dengan Tuhan saat melihat sunset itu lebih romantis daripada membawa pasangan sekalipun.

Inframe: Melani, Daniel, Roman

#bawean #baweanisland #baweantourism #pulaubawean

Sunset at Noko Selayar Island.

Inframe: Roman Prystawik (Germany)

#bawean #baweanisland #baweantourism #pulaubawean #sunset

Kalau kalian ke Bawean, jangan heran kalau menjumpai warung roti canai.

Roti canai atau disebut roti prata memang bukan kuliner lokal Bawean. Tapi mayoritas orang Bawean menyukainya.

Ada hubungan historis yang kuat antara orang Bawean dan roti canai. Yaitu budaya merantau orang Bawean.

Sampai saat ini, Malaysia dan Singapura adalah negara tujuan migrasi terbesar orang Bawean. Dimana roti canai menjadi kuliner kedua negara tersebut. Walau pada dasarnya roti canai adalah kuliner dari India.

Hadirnya roti canai di Bawean merupakan bagian dari cross culture hasil dari budaya merantau orang Bawean.

#bawean #baweanisland #baweantourism#pulaubawean

Most Popular Instagram Hashtags