amaliahrh amaliahrh

202 posts   28269 followers   1578 followings

ama  IKHWAN NO DM ⛔ Est97 👧 Makassar, South Sulawesi, Indonesia 🇮🇩 #MADRIDISTA Negative comment? Delete ❌

Awalnya cuma janjian sama @srihermawatiningsi ke @publice.ice via facebook, tiba-tiba pas menuju ke TKP ada kejadian tak terduga.

Alhamdulillah, bisa ketemu dengan mereka secara QADARULLAH itu buat hari ini menjadi sempurna.

Yang paling terharu pas ketemu dengan @siti.khadijahh_ tuk sekian lamanya tak bersua, tiba-tiba berteriak heboh sendiri dan langsung peluk mungkin efek rindu.

Semoga bisa dipertemukan kembali dengan keadaan sehat wal afiat sekaligus statusnya sudah mulai berubah dari single menjadi sold out.

Aamiin,

Love you💙

Silent
Calm
Believe
Be patient
And
Keep du'a.

Soon, the happiness is true.

Akan tiba saatnya,

Dimana seseorang mulai mencari siapa dirimu
Namamu
Tentangmu
Asalmu
Dan akhirnya mendatangi rumahmu.

Saat dimana dia ingin menemui orangtuamu
Walau hanya sekedar bertamu
Bersilaturahim sebagai awal proses perkenalan diri.

Dia akan duduk bersama secangkir kopi hangat
Di sofa yang telah tersedia di ruang tamu
Ada ibu,
Ibu akan mulai bertanya
Entah itu tentang apa?
Mungkin saja pendidikan atau keluarganya.

Iya, semua akan tiba saatnya.

Dimana suasana menjadi genting
Canggung tuk memulai percakapan
Diam namun ingin berbicara
Gelisah tak menentu.

Ketika ingin mengutarakan niat
Atas izin Allah dia memberanikan diri
Hingga detak jantung pun mulai tak beraturan.

Ya, dia hanya ingin mengungkapkan satu hal
Dimana ia mulai meminta dihadapan orangtuamu.

Suatu harapan yang disemogakan olehnya,
Agar kelak mampu menjadi nyata.

Jangan pernah mengharapkan bahwa dia sempurna
Sebab tugasmu lah yang menyempurnakan apa yang menjadi kurangnya.

Maka hargailah jika telah ada yang mendatangimu
Dengan caranya yang tak terduga.

Untuk yang pertama kalinya.

Bersabarlah,
Do'akan dia yang sedang berusaha
Untuk menghalalkanmu.

Salam, @amaliahrh.

Ajari aku,

Sebelumnya,
Kau hadir mengisi duniaku
Tak lama kau mengajariku untuk
Bagaimana caranya agar aku jatuh hati kepadamu.

Dari sekian lama aku membatu bersama rasa
Kau mengikis nya dengan caramu yang berbeda,
Kau mengajariku tuk bertahan
Kau mengajariku tuk berjanji
Kau mengajariku tuk bersabar.

Namun, kau melupakan satu hal
Dari sekian banyaknya hal-hal yang engkau ajarkan terhadap diriku.

Kau lupa,
Lupa mengajariku tuk pergi
Lupa mengajariku tuk menghilang
Lupa mengajariku tuk membenci
Kau benar-benar membuatku harus belajar dengan kesendirian.

Mengapa?
Apakah kau lelah?
Bosan?
Justru kasihan?
Sebab melihatku tetap ada untukmu
Walau kau telah berbeda?

Mungkin saja kau jenuh akan kondisiku
Memang, aku tak sama
Aku berbeda
Namun aku punya satu hal yang mestinya kau jaga.

Aku punya hati
Ada cinta,
Ada kasih sayang,
Ada rindu,
Dan kau menghancurkan bahkan mematahkannya.

Aku tak mengerti
Bagaimana bisa kau membuatku terluka?
Aku ini siapa?
Siapa aku di matamu wahai penghancur mimpi indahku?

Jika memang kau hanya berniat
Untuk menyakiti perasaanku
Membuatku menangis tak berdaya saat mengingat betapa menyedihkannya dirimu
Harusnya kau jangan mendatangiku.

Cukup,
Cukup,
Cukup,
Hentikan.

Biarkan aku yang diberi duka olehmu
Biarkan aku yang diberi luka karenamu
Untuk terkahir kalinya,
Aku hanya memohon kepadamu
Jangan lagi menghancurkan hati yang lain.

Aku rela bila kau telah menjatuhkan rasamu
Terhadap hati yang baru,
Yang pada akhirnya membuatku tersadar
Bahwa kau bukanlah seseorang yang aku pinta.

Salam, @amaliahrh📝

Ini namanya, cinta ditolak dukun bertindak.

Yah, kalau sudah kayak gini jatuhnya main ancam dengan hal-hal yang syirik dimata Allah.

Jangan pernah melakukan sesuatu yang dibenciNya,

Kalau mau ngajak nikah yah datangi orangtuanya.

Btw, ini lucunya dimana? Krik :'v

Karena terlalu kekinian, makin memperlihatkan lekuk aurat dibilang sexy sedangkan yang menutup rapat aurat dengan pakaian longgar dibilang kampungan bahkan dihujat sebagai ikut aliran tertentu. Kamu sehat?

Karena terlalu kekinian, memajang foto dengan lawan jenis yang bukan mahrom di sosmed dianggap lumrah tuk dilakukan sedangkan yang tidak memajang foto sama sekali dianggap terisolasi akan dunia maya. Kamu sehat?

Karena terlalu kekinian, memiliki pacar adalah hal yang wajar dibanding menjomblo dicaci maki dengan kata "kurang laku" tanpa takut akan dosa mendekati zina. Kamu sehat?

Karena terlalu kekinian, mengikuti budaya barat dianggap karena zaman sudah modern dibanding orang-orang yang mengikuti sunnah dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kau anggap itu terlalu fanatik? Bahkan terorist katamu? Kamu sehat?

Karena terlalu kekinian, belum tentu itu mengandung unsur kebaikan justru hanya memberi dosa. Alasan karena zaman katamu? Zaman apa? Ini hanyalah dunia yang tempatnya menghadapi fitnah hari akhir. perintah dariNya kau benci namun larangan dariNya kau puji. Kamu sehat? Berfikirlah!

Assalamu'Alaykum.

Malu rasanya jika aku harus mengungkapkan segalanya kepadamu.
Namun tak mengapa, cukup aku menulis sedikit harapan agar kau mampu tuk mengartikan apa maksud dan keinginanku selama ini.

Sekiranya kita sudah sama-sama dewasa
Sudah saatnya untuk mencari atau dicari sebagai pelengkap separuh agama.
Tapi mengapa kau masih berdiam diri?
Tak usahlah pikirkan karirmu.
Tak usahlah pikirkan pekerjaanmu.
Jika telah mampu?
Pilihlah yang sesuai pada hati nuranimu.

Mungkin bagimu sulit?
Butuh banyak materi untuk melakukannya
Sebab bukan perkara yang dianggap bercanda
Karena itu terlalu sakral
Janji sehidup semati akan terucapkan
Dihadapan para saksi kau akan membuktikan keseriusanmu itu.

Apakah kau tak pernah merasa sendiri?
Jika iya, memang sudah saatnya kau melangkahkan kakimu tuk menuju kehidupan baru selanjutnya.
Jangan ragu.
Biarkan kehadiran seseorang yang akan menemani kisahmu sekarang, esok dan selamanya.

Aku hanya ingin membuatmu yakin
Dan semoga kau mempercayainya.
Semoga kau paham.
Semoga hatimu tergugah.
Tulisan ini bisa kau ingat sebagai proposal dariku.
Proposal yang tak tahu bagaimana jawabannya.

Walau aku bukan wanita yang terhormat layaknya Khadijah Rhadiyallahu Anh.
Aku takkan sungkan tuk mengatakan.
Abang, apakah aku bisa menjadi sisi pelengkap dari ibadah dalam agamamu dan agamaku?
Pastikan kau tahu, ke mana kakimu mencari arah untuk menemui kedua orangtuaku.

Cukup sekian, maaf jika kau terganggu atas
Kalimat yang tak nyaman untuk kau baca.
Semoga Allah menjagamu ditiap-tiap langkahmu.
Salam, dari wanita yang kini menanti sebuah jawaban atas impiannya.

Salam, @amaliahrh.

Diam.
Bukan berarti aku acuh
Bukan berarti aku tak peduli.

Aku hanya lelah
Berbicara pada dunia
Tentang keluh kesahku yang tiada habisnya.

Diamku tuk menyepi
Tak berarti aku enggan berada dalam keramaian
Ya, aku juga rindu berbaur bersama suasana.

Hanya saja aku ingin menyendiri
Berlari dari hal yang membuatku rapuh
Menyelamatkan hatiku dari rasa ketidakpastian.

Aku diam
Mendiamkan mereka yang mulai menghancurkan impian
Menghasutku untuk membenci harapan.

Jangan, sebab itu bukan inginku
Biarkan saja aku bercita-cita
Aku berangan-angan.

Iya, aku memang bodoh
Sulit bagiku tuk melepaskan
Berat bagiku tuk meninggalkan.

Yang memberiku rasa sakit
Yang memberiku rasa kecewa
Yang memberiku luka.

Aku tak rela
Aku belum bisa membohongi perasaanku
Aku baru saja memulainya.

Melangkah tuk bertahan
Mengikuti alur kisah yang tak menentu.

Percayalah, aku kuat.
Justru ini memberiku arti dari apa itu bersabar
Menghadapi apa yang baru saja ku alami
Cukup do'a yang meyakinkan ragaku agar tak mudah menyerah.

Walau harus diam
Tak saling bertutur sapa
Menatap dari kejauhan.

Yang pasti ada satu hal yang mulai terobati
Yaitu rindu
Bila suatu saat rasa jenuh menghampiriku?
Aku akan diam.

Diam yang tak berarti aku bergegas untuk pergi
Namun diam untuk kembali mengingat
Disini, dimana aku berteman sepi.

Yaitu tempat saat diamku lebih bermakna
Yang aku sebut itu, cinta.

Salam, @amaliahrh.

Dengarkanlah sedikit untaian untukmu, masa depanku.

Tahukah engkau?
Aku takut dengan apa yang terjadi setelah kita menjadi satu dalam ikatan yang halal.

Aku tak bisa membayangkan
Jika suatu hari nanti akan ada guncangan dari hubungan kita sebagai seorang pasangan suami istri.
Aku tahu, bahwa kehidupan ini bagaikan roda berputar.
Kadang diatas dan kadang juga dibawah.

Tapi aku benar-benar khawatir.
Sebab rasa ego kita yang mengalahkan sebuah ikatan janji suci
Apalagi berbicara tentang kehidupan mu
Ingatlah, aku ini orang asing yang harus beradaptasi kepada seseorang yang baru memasuki dunia ku.

Apakah kau tak malu jika suatu hari nanti ada yang berkata bahwa istrimu itu....
Ah sudahlah, mungkin kau sudah pahami maksudku.

Orang bilang, aku ini berbeda.
Anti sosial.
Bagi mereka yang masih awam atas keberadaanku
Atas apa yang ku yakini selama ini
Apakah aku tak pantas tuk hidup bahagia dengan kepercayaanku ini?
Dan apa kamu bisa mengimbangi segala asumsi negatif itu saat bersamaku?

Aku mohon, jangan menyerah karena aku juga sedang berjuang untuk menjaga diri
Sebagai seorang wanita yang berusaha melewati kerasnya akhir zaman.

Aku harap kau beserta keluargamu merasa beruntung
Meskipun aku asing dimata dunia, namun di akhirat kelak
Aku mampu mengurangi hisabmu sebagai seorang suami
Yang menanggung segala amal perbuatan
Seorang istri semasa hidup di alam yang bersifat sementara ini.

Apakah engkau dapat menerimaku?
Menerimaku dengan setulus hatimu?
Menerima segala yang ada pada diriku?

Percayalah
Aku akan memastikan bahwa ketika kita bisa melawan dunia dibentengi oleh iman yang kuat?

Hidup berumah tangga yang menjalankan serta mengikuti kewajiban dan sunnahNya bersama-sama?

Allah akan menghadirkan kasih sayangNya dengan mempererat hubungan cinta diantara kita
Hingga takdir dari Allah yang akan memisahkan, yaitu kematian.

Jadi?
Apakah kau telah siap untuk mengarungi kehidupan bersamaku?

Dariku yang mungkin saja adalah jodohmu.

Karena menuju halal itu, baik.

Salam, @amaliahrh.

Wanita Adalah Madrasah Pertama Bagi Keturunannya.

Wahai ikhwan.
Apa engkau tahu?
Saat seorang akhwat (wanita) memberanikan diri melangkahkan kaki keluar dari rumahnya.
Tidak lebih.
Hanya untuk mencari ilmu.

Namun, kami kadang lelah.
Saat setumpuk tugas dari para guru.
Tak mengenal waktu.
Harus terkumpul sesuai inginnya.
Enggan menerima alasan saat tugas tak dikerjakan.
Sakit hati saat semua itu terjadi.
Apalah, kami seorang akhwat.
Yang identik dengan sisi lemah dan gemulainya.

Tapi apakah kamu mengerti? Ikhwan.
Berpikirlah.
Kami juga tidak ingin dikatakan "bersekolah/kuliah karena derajat dapat lebih tinggi dari suami kelak". Tidak.
Kami melakukannya.
Agar keturunan kita kelak.
Lebih berpendidikan meskipun ibu nya tak secerdik ayahnya.

Kami takut.
Ketika seorang anak bertanya.
Mungkin tentang perhitungan.
Justru mempertanyakan hal-hal yang mengenai kepercayaan kita.
Siapa yang akan menjelaskannya?
Mungkin gurunya?
Ayahnya?
Atau, justru ibunya?

Ikhwan.
Suka duka kami menuntut ilmu.
Jauh lebih menakutkan.
Mengapa?
Kami lebih rawan akan fitnah.
Andaikan kamu dapat memahami.
Mungkin kamu akan menyuruh kami untuk tinggal saja di dalam rumah.
Namun, bagaimana dengan ilmu?
Ilmu itu harus dicari bukan?

Kami juga tak ingin diam saat ditimpa oleh ketidaktahuan.
Kami ingin menjawabnya.
Maka kami belajar.
Menuntut ilmu sepertimu.
Tanpa terlalu mengharapkan sebuah gelar yang begitu tinggi.
Karena gelar bukan sebagai landasan pintarnya seseorang.

Bukankah akhwat, saat dewasa kelak akan menjadi seorang istri?
Ibu?
Bukankah ikhwan, menginginkan pasangannya kelak cermat dalam urusan rumah tangga?
Maka jangan memandang remeh perjuangan seorang akhwat.
Sungguh, kami adalah madrasah pertama untuk generasi islam selanjutnya.

Salam, @amaliahrh.

Semuanya telah selesai
Tentang rasa
Tentang kisah
Tentang rindu
Tentang kita.

Tak ada lagi cerita
Tak ada lagi mimpi
Harapan telah menghilang
Angan-angan telah sirna.

Menyendiri
Bukan lagi tuk menanti
Menyepi
Bukan lagi tuk menunggu.

Namun aku mencoba
Menyembuhkan luka
Menyembunyikan duka
Mengendalikan amarah.

Lihatlah!

Aku berhasil
Aku mampu menyelesaikan drama kehidupan ku
Aku bisa menyelamatkan hatiku
Tanpamu, aku melakukannya seorang diri.

Inilah saatnya aku memberanikan ragaku
Untuk kembali bertemu denganmu
Tanpa ragu
Tanpa canggung
Aku akan menemuimu.

Di tempat biasa kita bersua
Aku tak mesti berlari
Aku tak harus menghindar
Sebab aku menganggapmu begitu asing.

Hingga aku sendiri lupa
Di bagian mana aku pernah menjatuhkan hati
Kepada dirimu?
Sudahlah, itu hanya masa lalu.

Dan sekarang, aku akan melanjutkan perjalan hidupku
Jujur saja, aku telah nyaman dan lebih tenang
Ketika kau telah tiada.

Walau kau adalah bagian kisah patah hatiku
Setidaknya ada rasa terimakasih telah memberi pelajaran yang sangat berkesan
Hingga menjadikan diriku seseorang yang bijaksana untuk mengendalikan antara hati dan logika.

Yang kadang berperang hanya untuk melepaskan dirimu seutuhnya.

Terimakasih, sampai disini saja.

Usai.

Salam, @amaliahrh.

Ketika aku berhijrah.
Apakah yang ada dibenakmu sahabat?
Apakah ada rasa senang atau justru sebaliknya?

Ketika aku berhijrah
Jilbabku yang dahulu sangat minimalis kini memanjang menutupi auratku yang semestinya.

Apakah yang ada dipikiranmu sahabat?
Menjauhi diriku yang sedang menuju dan meraih cintaNya atau tetap berada disisiku untuk bersama-sama meraih jannahNya serta melewati ujian agar tetap istiqomah dijalanNya?

Ketika aku berhijrah
Jika sikap dan jilbabku tak sesuai.

Apakah engkau akan menyalahkan agama serta kewajiban dari Allah yang kita cintai dibanding diriku ini?

Yang masih belajar memperbaiki akhlak sebagaimana semestinya dijalani oleh seorang muslimah wahai sahabatku?

Ketika aku berhijrah
Wajah memang bukanlah aurat namun ketika aku menutupinya sebab telah ada dalil yang ku jadikan hujjah.

Apakah engkau akan berkata bahwa diriku bagaikan Ninja?
Teroris?
Fanatik?
Anti sosial?
Aliran sesat?
Bahkan hal-hal yang berbau negatif lainnya?

Dari mana lagi engkau mengambil asumsi seperti itu wahai sahabatku?

Ketika aku berhijrah
Tolong!
Beritahu kepada mereka bahwa berhijrah tak perlu mendapatkan hujatan namun yang dibutuhkan adalah sebuah dukungan untuk tetap istiqomah.

Jika ada yang berkata bahwa aku memasuki sebuah aliran yang tertentu? Katakan padanya bahwa hanya 'islam' lah yang pantas ku junjung tinggi didalam hatiku sesuai Al Qur'an dan Sunnah.

Jika mereka mengerti atas proses hijrah seseorang.
Maka berterima kasihlah dan do'akan semoga ia bisa ikut berada dijalanNya tanpa menunggu kesiapan dan umur yang mendekati ajal karena ini adalah sebuah kewajiban.

Dan islam bukanlah sebuah prasmanan yang hanya menjadi pilihan dan mengambil apa yang kita inginkan.

Salam, @amaliahrh.

Most Popular Instagram Hashtags