aliansipelajarjakarta aliansipelajarjakarta

99 posts   999 followers   126 followings

Aliansi Pelajar Jakarta  Lingkar pertemanan dan wadah pembelajaran luar kelas, menuju pelajar yang merdeka dan memerdekakan seutuhnya. . . . 📩 DM untuk info lebih dalam.

...
(Jakarta) -- Mari merapat! Milisi (A)liansi Perpustakaan Jalanan kembali mengudara, dalam agenda 'MENANAM PERTEMANAN' kali ini. Kami akan memutarkan Film Dokumenter L'amour et La Revolution (Love and Revolution).*
|
"...Ditengah kabut prasangka atas semangat baik yang menggempur maju kemapanan masyarakat, harapan-harapan baru selalu muncul tepat pada waktunya. Krisis yang melanda Yunani selama beberapa tahun terakhir mendorong lebih banyak orang untuk terlibat dalam gerakan anti-otoritarian dan sebuah masyarakat otonom yang baru."
|
Film dokumenter 'Love and Revolution' garapan Yannis Youlountas ini merekam sisi lain dari perjuangan tersebut, yang mana kita seringkali melihat sisi heroik dari pertempuran jalanannya saja dan mengabaikan bagaimana dibaliknya, mereka mencoba berkerjasama tanpa penguasa, dalam semangat kebebasan dan kesetaraan untuk kawasan otonom Exarchia.**
|
Kalian semua diundang! Mari merapat!
22/11/18 - at Wapress Bulungan (South Jakarta)
19:00 - 00:00 --- Gratis seperti udara..
///
Thanks To :
@Wapressbulungan.
Milisi /
@Tarasare_
@Beargarden_
@Kolektifa
@Riangriung_kolektif
@AliansipelajarTangerang
@AliansipelajarJakarta
///
#IdeologiPertemanan*
#AliansiPerpusJalanan
#MenanamPertemanan!

20 november 2018
KRONOLOGI PEMBUBARAN PAKSA OLEH APARAT GABUNGAN PADA PERAYAAN "SATU TAHUN PERJUANGAN RAKYAT @sukoharjo.melawan.racun ". Jam 07.00 rt/rw menyampaikan keresahan karena merasa diintimidasi oleg tni dan polri atas tuduhan acara yg dianggap abal-abal karena perizinan yg tidak sesuai administrasi.

Selepas maghrib acara dimulai

Pukul 19.58 1 kompi dalmas, 1 mobil patroli, 1 mobil polisi,1 mobil bak polisi, 2mobil intel, 1 kompi tni, aparat gabungan membawa senjata api dan gas air mata.

Pukul 20.05 mediasi antara polisi dan rw setempat.

Pukul 20.15 acara diberhentikan paksa dan kawan kawan yg hadir dipaksa untuk meninggalkan lokasi.

Sempat terjadi intimidasi rasial terhadap kawan solidaritas yang berasal dari papua.

Pukul 20.25 Terjadi intidimidasi terhadap seorang pers mahasiswa isi, saat sedang melakukan peliputan dan dokumentasi oleh aparat, dimintai kartu indentitas dan di photo.

Pukul 21.00 seorang kawan solidaritas berinisial AA diintimidasi oleh aparat kepolisian dikarenakan mendokumentasikan situasi dan kejadian dilokasi.

Pukul 21.02 aparat gabungan melakukan pengusiran/pembubaran secara paksa dengan nada tinggi terhadap kawan-kawan yang masih berkumpul di sekitar pemukiman rumah warga saat sedang bersiap untuk membubarkan diri. Disaat yang sama dengan nada tinggi pula aparat gabungan menanyai daerah asal kawan-kawan solidaritas dan meminta kawan-kawan menyerahkan kartu identitasnya masing-masing.

Pukul 21.36 terjadi kembali intimidasi terhadap kawan solidaritas berinisial AA, telinganya ditarik sambil dimintai kartu identitas secara paksa. Dijam yang sama aparat gabungan melakukan pengrusakan karya mural kawan-kawan.

Sampai pukul 22.00 lebih aparat gabungan masih berada dilokasi dan memaksa kawan-kawan yang sedang berada disalah satu rumah warga yang sekaligus melindungi kawan-kawan yang berasal dari luar kota untuk segera meninggalkan lokasi, padahal masih menunggu kendaraan untuk keluar dari lokasi.

Pukul 23.15 aparat gabungan meninggalkan lokasi.

Info lebih lanjut;
@sukoharjo.melawan.racun

[[UPDATE NEGLASARI]]
Selasa 16 oktober 2018 Setelah terjadinya tindakan kekerasan oleh aparatur negara kemarin, hari ini pukul 10:00 alat berat diturunkan & bahkan rumah warga sekitar 400m sudah dikosongkan.
Dan mulai tadi pagi hingga sekarang sudah mulai menghancurkan rumah-rumah warga hingga rata dengan tanah.

Proyek ini akan berlanjut hingga 13000m (1,3km) meski proses berjalannya proyek perlahan - lahan.

Mohon disebarluaskan. Mari jaga yang tersisa.

Info lebih lanjut; @neglasarimelawan @tangerangmelawan @aliansipelajartangerang
#neglasarimelawan #aliansipelajartangerang #tangerangmelawan #tolakpenggusuran #aliansirakyatantipenggusuran

Darurat Demokrasi!
Neglasari 14 Oktober 2018.
|
Neglasari baru saja mengalami Refresif, sanggar yang didirikan warga untuk 'Trauma Healing' kepada anak-anak kecil terhadap isu penggusuran di Neglasari - Tangerang bersama Aliansi Pelajar Tangerang berujung ricuh adu mulut.
|
Kronologis bermula dari pasca sabtu malam warga bersama pelajar mengadakan diskusi dan acara screening film Halo-Halo Bandung. Tiba-tiba saja pada pagi hari sekitar pukul 09:00 ketika pelajar dan mahasiswa sedang beristirahat untuk melakukan kerja bakti jam 12:00 didatangi oleh Lurah, bersama kasatpol PP dan anggota TNI.
|
Melakukan kekerasan secara Verbal dan mengancam akan membakar sanggar oleh kasatpol PP bernama Joseph. Bahkan menarik salah satu orang tamu acara kerja bakti sanggar secara paksa ketika sedang berbicara mengenai kegiatan sanggar belajar - dan mengancam ingin mengangkut semua yang dilokasi ke Polsek.
|
Hingga akhirnya pada Pukul 10:00 polisi pun datang serta warga yang saat itu sedang melakukan pemilu RT - mulai berdatangan dan melakukan pengusiran serta menjelaskan bahwa sanggar ini mendapatkan Izin oleh warga bahkan RT setempat, cekcok pun sempat terjadi. Pukul 11:00 mereka pun pergi namun masih tetap mengancam akan datang kembali. Lalu pak RT pun datang dan para penggiat pun akhirnya menyarankan untuk membuat surat resmi agar mereka lebih percaya bahwa disini sudah diizinkan secara sah.*
|
Pukul 12:00 setelah adzan baru selesai berkumandang, mereka pun datang kembali - dengan anggota lebih lengkap, yaitu anggota Dewan, Babinsa dengan senjata api, Kasatpol PP, lurah dan TNI. Mereka kembali melakukan intimidasi secara verbal kepada para tamu acara kerja bakti disaat para penghuni sanggar sedang pergi keluar.
|
Mereka lagi-lagi memaksa kami untuk menyerahkan KTP, serta mengusir paksa para penghuni sanggar. Hingga pada akhirnya sekitar pukul 12:20 karena kondisi semakin memanas akhirnya para pendatang sanggar memutuskan untuk pergi.
|
Pada pukul 13:00 salah satu anggota Aliansi Pelajar pun mengabarkan bahwa sanggar tempat Trauma Healing anak-anak pun benar dihancurkan paksa oleh mereka atas dalih tanpa izin warga, melakukan kegiatan tidak jelas.

Sabtu sore ini bakalan seru nih cuy!
.
.
.
Atas nama generasi Milineal yang maha pengasih lagi maha penyayang. Kami tongkrongan generasi Z yang kadang terasingkan dari generasi 90'an membentuk sekumpulan pemuda pinggiran Jakarta Selatan dengan nama 'Bear Garden' - Taman Baca Ceria.🌻
.
Which is dalam penerbangan pertama ini. Kami mengajak kalian semua untuk meramaikan lapakan taman baca kami yang semoga cuaca mendukung dan abang parkiran mengizinkan, yaitu bertempat dan bertanggal di :
Lokasi : Taman Barito
Pukul : 16.00 - 00.00
Tanggal : 06 Oktober 2018
.
Diisi dengan rundown acara :
Lapakan buku. | Workshop cukil. | Lapakan Kolektif. 🏖️ | Donasi untuk korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah. | Diskusi ceria 01# Nongkrong kok harus Mahal?.
/
Mari ramaikan kawula muda. Generasi kita juga bisa berkarya dab tidak menye-menye belaka. Jangan lupa bawa buku berdebu kalian jika ingin didonasikan ke Taman Baca Ceria kami. See You! 🐻
----
Narahubung :
Vito - +62895 4120 44352
----
//
#BearNotBeer!
#Readbooksnotdrunk.

Polemik uang operasional para pelajar yang jadi penari Opening Asian Games 2018 masih terus berlanjut. Pada Jumat (28/9), para pelajar SMAN 46 Jakarta melakukan aksi demo di lapangan sekolahnya menuntut transparansi lebih rinci soal pengelolan uang operasional penari Opening Asian Games 2018. Mereka mempertanyakan sisa uang sebesar Rp88.216.000 yang belum jelas pengelolaannya.

Menurut Carissa, Ketua OSIS SMAN 46 Jakarta demo berlangsung dari selepas istirahat pertama sekitar pukul 10.00 sampai pulang sekolah sekitar pukul 11.30. Mereka yang ikut demo nggak cuma yang jadi penari aja sob, tapi pelajar dari dua angkatan sekaligus. Mereka melakukan aksi tersebut lantaran guru pendamping sekolah enggan memberi transparansi lanjutan dari rincian yang telah diberikan, khususnya sisa saldo sebesar Rp88.216.000.

Pelajar SMAN 46 Jakarta Demo Pertanyakan Transparansi Uang Operasional Penari Opening Asian Games 20
Pelajar SMAN 46 Jakarta Demo Pertanyakan Transparansi Uang Operasional Penari Opening Asian Games 20 ()
"Soalnya kata guru pembimbing aku, kita semua sekolah dapatnya sama Rp650.000. Tapi, kita ngerasa nggak adil soalnya sekolah lain fasilitasnya bagus kayak busnya bagus, setiap mau berangkat latihan mereka dikasih sarapan kayak J.Co, Dunkin, semacamnya. Sedangkan kita bisnya nggak layak, AC-nya bocor, panas, makanannya juga nggak mahal-mahal banget," kata Bunga (nama disamarkan), pelajar SMAN 46 Jakarta yang juga jadi penari.

Akhirnya, empat guru pembimbing (satu di antaranya leader pendamping) bersama Wakil Kepala Sekolah, pengawas, perwakilan OSIS, perwakilan ekskul saman (Ratoeh Jaroe), dan perwakilan kelas XI bertemu di ruang Kepala Sekolah. Mereka mencoba mencari jalan tengah dari masalah yang terjadi.

BER(t)ANI KARENA BENAR

Kriminalisasi adalah bentuk kejahatan kemanusiaan yang terus digunakan penguasa hingga hari ini sebagai alat untuk melemahkan perjuangan rakyat atas kedaulatan pangan dan ruang hidupnya. Salah satunya adalah Sawin dan Sukma, petani sekaligus pejuang lingkungan dari Desa Mekarsari, Indramayu, Jawa Barat yang mendapatkan kriminalisasi di Hari Tani Nasional 2018 atas tuduhan yang tidak masuk akal yaitu membalikan bendera merah putih.

Kasus ini jelas mengada-ngada dan rakyat kecil yang selalu menjadi tumbalnya. Padahal apa yang dilakukan Sawin dan Sukma adalah untuk mempertahankan ruang hidupnya dari ancaman pembangunan PLTU Batubara Indramayu 2 yang berkapasitas 2x1000 MW dan menimbulkan banyak dampak buruk bagi buruh tani, nelayan, kesehatan hingga adanya konflik horizontal.
Sampai kapan negara menggunakan arogansinya pada rakyat kecil yang jelas-jelas sebagai penolong negeri. Sudah cukup rasanya kita hanya berdiam diri, mari satukan kekuatan rakyat untuk melawan kesewenang-wenangan ini dengan menyerukan:

STOP KRIMINALISASI PETANI
BEBASKAN SAWIN DAN SUKMA
BEBASKAN PEJUANG LINGKUNGAN

Karya: Biawak Kolektif

(Jum'at, 28 September 2018)

Aksi para Siswa, Guru, TU dan Karyawan SMA N 17 Kota Bekasi menyuarakan aspirasinya terkait kebijakan seorang Kepala Sekolah yang dinilai bersikap otoriter dan kurang tidak bijaksana dengan gaya kepemimpinannya.

Inilah beberapa poin penting yang dijadikan tuntutan para massa aksi, yaitu;
1. Massa aksi menilai selama ini sang Kepala Sekolah bersikap otoriter
2. Pengelolaan anggaran sekolah diduga tidak transparan
3. Massa aksi juga menyoalkan sistem penggajian tenaga pendidik dan kependidikan sering terlambat
4. Menurut massa aksi tidak ada kerja sama yang baik antara Kepala Sekolah kepada Siswa, Guru, TU dan Karyawan Sekolah
5. Mereka menolak adanya pengelolaan kegiatan acara dalam hal ini EO untuk kegiatan internal sekolah
6. Kurangnya kesejahteraan Guru, TU dan para Karyawan Sekolah
7. Dan terakhir, terkait tentang para pegawai ASN yang SKP-nya tidak ditanda tangani atau ditolak oleh Kepala Sekolah

Setelah aksi yang dilakukan pada hari Jum'at tanggal 28 September 2018 kemarin, para Siswa, Guru, TU dan Karyawan Sekolah akan mengantarkan langsung surat "Mosi Tidak Percaya" tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan dilanjutkan ke Dinas Pendidikan Nasional.

#pelajarindonesia #pelajarbekasi #sman17kotabekasi #hiduppelajaryangmelawan #panjangumurpelajaryangmelawan

Demo siswa, Akibat Guru menghukum siswa dengan memaksa kunyah tembakau Angggur Kupu
-- Deiyai, Kabar Mapega--
Ratusan siswa dari SMP YPPPK Waghete lakukan demontrasi di dinas Pendidikan dan Pengajaran kebupaten Deiyai, Senin (24/09) di Wakeitei.

Siswa demo akibat 2 (dua) guru SMP YPPK Waghete disuruh makan anggur kupu kepada belasan anak muridnya. Akibat dari itu, Serfianus Pekei, Siswa kelas IIIC dalam keadaan krisis 12 siswa lainnya pingsan dan belasan lainnya muntah dan muntah darah.

Papan tulis yang terpanpang oleh para siswa pada Demo ini dengan bertulisan:

Sebelum pak guru Agustian Tatogo bersama kepala sekolah Yohakim Tekege di kasih keluar, Kami seluruh siswa SMP YPPK Waghete II tidak akan masuk sekolah. Gara - gara papan tulis dan beberapa kursih hilang  kami siswa SMP YPPK Waghete II disuruh makan anggur kupu 1 bungkus 2 orang kebanyakan yang pingsan dan muntah darah dan 1 orang dalam kondisi parah. Maka kami seluruh siswa/i (minta) pak guru Agustian dan Yohakin harus di (KELUARKAN)

Kordinator aksi Yoseph Badii dirinya kelas IX.C mengatakan, Kami tidak akan masuk sebelum pak guru Agustian Tatogo dan Yohakim Tekege di keluarkan dari Sekolah kami. Karena situasi hancur setelah Agustian dan Yohakim masuk mengajar. Jadi mau tidak mau kepala sekolah Yohakim Tekege dan Agustian Tatogo dikasih keluar. Ungkapnya.

Aspirasi tersebut ditanggapi langsung oleh kepala dinas Pendidikan dan Pengajaran kabupaten Deiyai, Pither Adii, S.Pd

Beliau, menanggapi atas aspirasi, Kita akan bahas bersama. Awalnya kami akan ambil data kepada kedua bela pihak baik guru maupun kepada siswa. Kemudian akan kami serahkan masalah ini kepada Yayasan untuk ambil alih masalah karena masalah ini terjadi dalam halaman yayasan bukan luar.
Setelah masalah ini dibahas, kami akan ganti kepala sekolah dan keluarkan Agustian Tatogo dari honorer atas kesepatan bersama.
Sementara siswa bersangkutan belum pulih, pihak yayasan harus bertanggung jawab karena masalah ini terjadi dalam lingkungan Yayasan.

Kembali hadir kegiatan KELUAR KELAS yang sudah lama sempat terabaikan.
Kali ini mari kita ramaikan lagi agar bisa menjalin keakraban bagi para individu yang selama ini mungkin belum sempat bertukar pikiran mengenai "Peran Pemuda dan Pelajar" sebagai motor penggerak dalam berbagai aspek kehidupan.

Tempat : Kedai KaPeRI (Mampang Prapatan IV no. 80 - Jakarta Selatan)
Tanggal : 29 September 2018
Waktu : 15:00 wib - selesai

Jangan lupa ajak sanak saudara, sahabat atau teman kalian kesini~
#pelajarjakarta #pemudajakarta #jakarta #pelajarindonesia

Di Hari Tani Nasional kemarin justru menjadi hal buruk bagi warga Indramayu khususnya para Petani dan Pejuang Lingkungan.
.
Mari serukan agar segera MEMBEBASKAN SUKMA dan SAWIN !
Mereka Petani Bukan Kriminal !
.
Bertepatan dengan dengan 58 Tahun Hari Tani 2018.Pak Sawin dan Sukma, Petani JATAYU, pembela tanah air dan lingkungan, Korban Pembangunan PLTU Batubara Indramayu 2x1000 MW kembali di kriminalisasi, ditahan di Polres Indramayu atas fitnah dan tuduhan pemasangan bendera terbalik. Padahal berdasarkan pengakuan korban, tidak ada pemasangan bendera terbalik.
#StopKriminalisasi
#BebaskanSukmaSawin
#SelamatHariTaniNasional #HariTaniNasional2018

Selamat menjalankan aktifitas di hari selasa~
.
.
#semuaakantentarapadawaktunya

Most Popular Instagram Hashtags