agsnti_ agsnti_

128 posts   2,692 followers   693 followings

Fulanah Binti Fulan  💌 Curahan Hati Muslimah || @sahabatchm Join Grup? || WA Admin : 085822087939 || Sharing dan Tanya || Akhwat Only!! 🏠 Owner Olshop @almeeragallery_

Bismillah..
.
.
Aku mungkin keliatan Muslimah dimatamu
Tapi..
Bukan berarti Aku benar2 Solehah
.
Aku mungkin keliatan bersungguh2 mengejar Mujahadah
Tapi..
Bukan berarti Aku mampu mengekalkan Istiqamah
.
Aku mungkin keliatan seakan2 Bidadari Jannah
Tapi..
Bukan berarti Aku benar2 menurut Syari'at
.
Karena Aku yg kau lihat hanyalah sekedar Pandangan
Bukan sebenar2nya Kenyataan
.
Aku yg kau lihat hanyalah Insan yg Lemah
Bukan segagah Bekalan Kurdah
.
Aku perlukan Pimpinan..
Bukan Sindiran..
Aku perlukan Pautan..
Bukan Kayu yg berjatuhan..
Aku perlukan Dorongan..
Bukan Berlian yg menyatakan Simpati dari apa2 yg Aku tuliskan..
.
Dan jangan pernah anggap Aku Solehah atas sebab2
Aku selalu posting berkaitan Ilmiah
Bantu Aku..
.
.
@agsnti_

Bismillah..
.
Setiap kata yg terlontar dari mulut
Setiap ucap yg keluar dari bibir
Setiap pandangan yg melihat yg aneh2
Maka ketika itu hatipun ikut bicara
.
Apakah kita dilahirkan untuk bahan pembicaraan?
Apakah kita keluar selangkah saja dari pintu rumah selalu jadi bahan gosip para ibu?
Atau para tetangga?
Atau para motivator2 yg bijak dalam berpendapat?
Apakah setiap pandangan aneh2 mereka terhadap kita bisa merobohkan niat istiqomah kita?
Maka.. saat itu hatipun ikut berbisik..
"SABAARRR.. TETAP PERJUANGKAN"
.
Setiap kali kita keluar rumah
Setiap kali kita kumpul bersama teman
Setiap kali kita kumpul bersama keluarga
Setiap kali merekapun tetap melihat kita
.
Kita selalu jadi bahan perbandingan
Entah itu dibandingan dengan siapa, akupun tidak mengerti
.
Sering kita dibandingkan dengan wanita zaman sekarang
Sering kita dibandingkan dengan keluarga kita yg lainnya
Sering juga kita dibandingkan dengan teman2 kita
Dan yg paling sering itu terletak di PAKAIAN kita
.
Kenapa?
Karena kita tidak seperti mereka
Kita nggak gaul dimata mereka
Kita terlalu eksrem
Kita bahkan sungkan tegur sapa dengan ajnabi
Kita dipandang sombong saat bersalaman
Kita di kata Riya' saat Ibadah
Kita di kata Ujub dengan beramal
Kita di kata teroris, ninja.. *bahkan Hatori yakk😂
.
Untuk apa peduli dengan kata orang?
Kita terlalu berharga untuk ditampakkan
Kita malu sama Allah yg udah nyiptain pakaian seindah-indah wanita
Kita takut sama adzab Allah
Iyaa.. kita takut lalai kalau kita seperti mereka
.
Memang..
Betul sekali..
Muslimah yg dilahirkan kembali *HIJRAH*
Memang selalu jadi bahan perbandingan
Entah mereka keluarga kita sendiri
Teman kita sendiri..
Sahabat kita..
Tetangga kita..
GIIG (Gerakan Ibu-Ibu Gosip)..
Pastinyaaaa..
Kitalahhh Tema Bahasan Mereka..
.
.
@agsnti_

Memantaskan diri untuk siapa?
Jodoh atau Allah ta'ala?
.
.
.
Iya kalau memantaskan diri haya untuk agar dapat jodoh yg baik, bakalan lama datangnya
Kalau memantaskan diri hanya untuk Allah semata, akan dipermudah usahanya..
Insya Allah..
.
.
Perkara jodoh..
Kalau saja aku tau kapan ia datang..
Seseorang atau ajal?
Aku pasti sudah mempersiapkan diri dahulu untuk menyempurnakan hidupnya
Apakah diterima perkara seperti ini?
Yg ketika mau datang jodoh, baru ia mau berubah
Yg ketika datang yg megkhitbah, baru bilang belum siap
.
.
Perkara maut..
Apakah klo kamu tau ia datang besok
Apakah kamu baru mau betobat?
Apakah baru mau mempersiapkan diri..
.
.
Jodoh..
Maut..
Rezeki..
Itu hanya Allah yg tau
Entah nantinya akan dijemput jodoh, seeorang yg mampu menuntunku kepadaNya
Ataupun maut yg akan menjadi jodohku
Wallahu 'alam..
.
.
.
@agsnti_

Wanita yg baik pasti untuk laki2 yg baik..
Wanita yg hampir sempurna pasti untuk laki2 yg hampir sempurna juga
Karena kesempurnaan mereka hanya tercipta jika keduanya sama2 saling mengisi kekurangan...
.
.
.
Naahhh bagaimana dengan caption yg ada di picture diatas?
Klo seandainya tiba2 ada yg datang mau mengkhitbah kamu
Padahal nggak tau itu orang siapa?
Nggak tau asal-usulnya?
Baru ngefollow akun tiba2 DM pengen datang mengkhitbah..
Nahhh.. merinding jugak ehhh😅
.
.
.
Hmmm akhowaty fillah..
Apakah langsung diterima?
Yahhh pastinya tanya dulu lahyaa kok tiba2 langsung mau ngajak nikah..
Kenapa bisa memilih kita untuk dijadikan istrinya?
Eitttss..
Jangan lupa agamanya islam KTP atau islam Rahmatan lill 'alaamiin?
Wahhh perlu juga tu ukhtinaa kita tau agamanya, manhajnyaa..
Susah klo beda manhaj lohyaaa..
.
.
.
Nahhh besok, siap2 aja ya akhowaty fillah
Akan datang seseorang yg melamarmu tanpa terima kelebihanmu
Namun kekuranganmulah yg membuatnya menerimamu..
Jadi keliatan dong yaaa
Mana lelaki yg hanya modus belaka
Dan mana lelaki yg siap bejuang sama2 denganmu..
.
.
@agnsti_

Bercerita tentang diri tak semuanya bisa mengerti
Mencari jati diri, pun tak semua yg diikuti adalah karekter diri
Menjadi yg terbaik tak perlu menyusahkan diri demi penilaian orang lain
.
.
.
Kalau dulu diri tau bagaimana diri ini
Bagaimana hati ini memilih
Pasti tak perlu berjelajah sejauh ini
Tak perlu menjadikan diri sebagai tokoh dalam penjajahan cinta
Klo pada akhirnya karakter baik pasti untuk yg baik pula
.
.
.
Sudah cukup diri menjadi tokoh dalam cerita
Biarkan episode ini berjalan sesuai progjanya sutradara
Biarkan mereka yg mengaction
Diri hanya sebagai pemeran atau bahkan hanya penonton belaka?
.
.
.
Sudahlah..
Biarkan yg baik milik yg baik
Karena pada akhirnya semua akan kembali kepada pemilik hatinya masing-masing..
.
.
@agsnti_

Manusia hanya bisa merencanakan, Allah lah yg menentukan..
.
.
.
Dulu mungkin pernah aku merencanakan untuk hidup kaya raya seperti seorang bangsawan
Dulu mungkin pernah aku merencanakan untuk menjadi anak kebanggan orangtua dengan mengikuti segala komunitas luar yg memamerkan aurat
Dulu mungkin pernah aku merencanakan membangun rumah mewah untuk kedua orangtuaku
Dulu mungkin aku berpikir klo yg kaya akan terus jadi mulia
Dulu aku juga pernah berpikir klo surga itu mudah didapatkan dengan alasan Allah Maha Mengasihi
Dulu banyak yg aku rencanakan yg berharap akan jadi kenyataan
.
.
.
Tapi sekarang aku sadar..
Kaya raya didunia nanti akan membuat aku lalai akan akhirat
Memamerkan aurat dengan mengikuti berbagai acara komunitas nggak akan membuat orangtua bangga selamanya
Bangga mereka hanya didunia saja
Aku takut nanti jika diakhirat mereka ditanya apa yg mereka didik kepada anak2nya semasa didunia?
Aku takut..
Aku sayang mereka ke-2 orangtuaku
Dengan membangun rumah mewah didunia apa juga akan membuat mereka bangga?
Tidak yaa, menurutku..
Membangun rumah disurga untuk bersama dengan mereka orang yg kita sayang, itu yg lebih membanggakan
Apa selamanya yg kaya jadi mulia namun yg miskin selalu dihina?
Banyak yg miskin lebih mulia..
Banyak juga yg kaya tamak harta..
Dengan berpikir Allah Maha Mengasihi apa akan masuk surga tanpa hisab?
Tiddaaaakk loh yaa..
Tentunya dengan usaha menjalankan syari'at Nya insya Allah akan mempermudah kita menuju surgaNya Allah
Itu hanya beberapa alasanku yg tak semuanya dimasukkan..
.
.
.
Biarlah kita miskin asal mulia dimata Allah
Tidak melupakannya..
Mendapatkan ridhoNya..
Biarlah kita dibenci masyarakat karna menjalankan Sunnah
Asal tidak Allah yg membenci kita
Kita bangun sama2 rumah disurga untuk orang yg kita sayang
.
.
.
Itulah rencanaku..
Tak seperti takdir yg telah ditentukanNya..
Selain belajar Sabar dan Ikhlas, aku bisa apa?
Tujuanku bukan manusia..
Tapi menggapai ridhoNya..
.
.
🌧 14:02, Suhaid (West Kalimantan)
@agsnti_

Jika nanti kamu yg menjadi pelengkap hidupku
Aku mau tau, kamu memilihku karena apa..
.
.
.
Apakah kamu memilihku karena rupaku?
Apakah karena fisik luarku saja?
Apa karena pakaianku yg menjulur ke lantai?
Atau karena cadarku yg aku gunakan?
Atau karena sifatku yg baik dimatamu saja?
.
Percayalah..
Jika kau memilihku karena rupa
Rupaku nantinya juga akan mengerut tua
Jika kau memilihku karena fisik luarku saja
Nantinya kamu akan menyesal dengan memilihku
Jika kau memilihku karena pakaianku yg terlihat syar'i
Suatu saat juga nanti aku akan mengenakan pakaian putih rapi tanpa jaitan
Jika kau memilihku karena cadarku
Belum tentu ilmu agama ku selebar cadarku
Atau jika karena sifatku yg dimatamu seperti tutur kata santun
Percayalah, itu bukan diriku sebenarnya
Itu semua hanya karena Allah lah yg telah menutupi aibku
Jika aibku nampak sebiji zarrah saja
Mungkin aku tak punya orang2 yg baik disekitarku
.
Aku ingin nanti jika kau memilihku
Kau tidak hanya memandang dari lahiriah ku saja
Batiniah juga kau harus tau
Keadaan aku dan keluargaku, kamu juga harus tau
Dan jika kamu sudah tau semua didiriku dan keluargaku
Apakah kamu masih mau menjadikan aku sebagai ibu dari anak2mu kelak?
.
Karena harapanku..
Akan ada seseorang nanti yg menerima semua kekuranganku seperti aku menerima kekurangannya..
.
.
@agsnti_

Aku tawarkan 2 syarat untuk mencintaiku..
.
.
Halalkan (?)
Atau
Tinggalkan (?)
.
.
.
Terimakasih atas kata2 indah yg kau berikan untukku
Namun ketahuilah
Bahwa seharusnya kata2 itu belumlah berhak atasku menerima
Bukan aku tak mau mendengar
Apalagi tidak peduli
Namun, izinkanlah rasa malu ini menjadi penjagaku
Rasa malu kepada Allah yg memang seharusnya aku miliki
Sebelum engkah Halalkan aku
.
Jangan mengumbar janji dan rayuan
Karena semua itu akan justru menjadi perendah atas dirimu sendiri dihadapanku
Aku memanglah wanita biasa
Yg menyukai kata2 manis
Namun izinkan rasa takutku ini berbicara
Aku tak ingin terjebak dalam apapun maksud hatimu
Yg memang tidak aku ketahui suara kami
Aku seorang wanita yg harus menjaga kehormatan sampai aku halal untuk siapapun yg menjadi suamiku nanti
Maka, simpan Janjimu sebelum kau halalkan aku
.
Maafkan aku yg mencintaimu dalam diam
Tapi percayalah, "disini aku senantiasa Menunggumu hingga menjadi Mekasih Halalku
Tak pernah kau tau perasaanku kepadamu
Tak mampu terwakili oleh kata cinta dan sayang
Biarkan do'a ini selalu menjadi pengiring disetiap langkah yg menguatkanmu
Bagiku.
Cinta itu sederjana
Hanya melihatmu bahagia
Itu sudah cukup bagiku..
.
.
@agsnti_

Untuk apa kamu bercadar??
.
.
.
Kembali kepada niat
Tetap jaga rasa malu
Hindari ikhtilat, jangan berkhalwat
Tidak mau difitnah tapi mendekati zona fitnah
Hati2 ukhtina..
Akhwat macam kitapun banyak yg mengguncing
Ujian kita adalah ketika orang lain menganggap kita suci dan bersih
Maka, tetap jaga pandangan
Jaga tingkah laku
Dan terlebih lagi, suara (hati2 dalam berucap)
.
.
.
Jangan karena kita bercadar ikhwan tidak akan tengok kita
Justru kita dapat buat mereka penasaran
Mungkin mereka sudah biasa menundukkan pandangan dari wanita sexy dan semacamnya
Namun dengan akhwat bercadar,
Maka, membuat hati mereka penasaran
.
.
.
"Siapa yaa akhwat ini namanya?"
"Seperti apa ya wajahnya?"
"Masya Allah, calon istri nihh"
"Yg begini nih yg ana pengen"
Dan lain sebagainya..
Wallahu 'alam
.
Maka tetaplah menjaga kemuliaan kita sebagai wanita..
.
.
@✏agsnti | 📝 Ummu Icha

Ukhtina wa solehah
Kalau ada lelaki bukan mahram yg memandang lekat wajah Anda
Anda merasa risih atau tidak?
Kalau Anda pajang foto Anda dalam cadar apalagi tidak, dan lelaki bukan mahram dengan bebasnya memandang lekat wajah Anda
Sembari mengira2 bentuk wajah Anda
Berimajinasi sedang menggerayangi tubuh Anda meskipun balutan jilbab Anda besar dan berwarna gelap
Lalu lelaki itu bangkit gairah birahinya
Anda merasa jijay bajay tidak?
.
Kalaulah Anda merasa sama dengan saya
Maka sebaiknya turunkanlah foto diri Anda entah dalam balutan cadar terlebih jika tidak
Kalau melihat fotonya, tentu fotonya tidak bisa protes
Apalagi memarahi sampai menjitak yg memandangnya
Mau dipandangi lekat2 ya foto itu pasti diam saja
Sehingga yg memandang bisa puas bolak-balik melihat; membayangkan; menikmati pose Anda
Beda halnya jika memandang Anda langsung
Terlebih jika Anda sudah bersuami
Orang yg tlayar-tloyor terlalu berani memandang Anda lekat2 begitu bakalan dipelototi; dimarahi; digetok sama suami Anda
.
Kalaulah Anda merasa bahwa "saya kan sudah bercadar, foto saya tidak bakalan menarik kok"
Itu hanya opini subyektif Anda
Karena mungkin Anda belum tau kenyataan
Bahwa ada orang yg mengalami penyimpangan seksual, justru malah penasaran dan menikmati bergaul, berbicara dan melihat penampilan wanita dalam balutan jilbabnya
Nyatanya foto tetap bisa mengundang birahi
Aalagi kalau mengenakan cadarnya tidak terlalu sempurna, malah justru bikin lelaki yg punya penyakit hati tambah penasaran dan makin membayangkan
.
Jika niatnya hanya untuk dikenali oleh orang lain khususnya teman
Ada cara lain sebetulnya yg bisa membuat mereka mengenali kita
.
Memajang foto bercadar atau tidak di dunia maya, benar2 mengundang bahaya
Meski kawannya wanita semua
Teman2 kontak kita yg berjenis kelamin lelaki bukan mahram kan bisa melihat foto tersebut meski kolom komentarnya ditutup
Belum lagi foto tersebut bisa disalahgunakan oleh oknum yg tidak bertanggung jawab
Entah diedit lalu dijadikan gambar porno lah
Entah dijadikan kenikmatan seksual
Atau malah dikoleksi oleh orang yg doyan mengumpulkan foto wanita berjilbab atau wanita bercadar
.
Sekali lagi
Ayo turunkan yuk foto2 dalam cadar
Bahayaa
.
@agsnti_

Aku Wanita Eksis
___
Kain hitam berjuntai dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Tak luput lapis-lapis purdah menjadi tabir wajahnya.

Lentik jemari tangan pun ditutup hingga tak lagi tampak.

Otomatis tak terlihat sedikit pun tubuhnya kecuali dua bola matanya.

Ia rela cuaca yang panas membuat keringatnya menetes.

Mode fashion dia tinggalkan, berganti kepada busana syar’i.

Dirinya berusaha dia jaga dari pandangan pria yang bukan mahramnya.

Bahkan warna selain hitam dia anggap tak “nyunnah”. Masyaallah.
Namun,

Hijab saja tak cukup ternyata.

Dia unggah fotonya ke instagram.

Ada yang sendiri, ada yang bersama kawan-kawannya.

Dia gonta-ganti DP BBM-nya dengan berbagai hasil jepretan terbarunya.

Busana hitam syar’i di sekujur tubuhnya menjadi profil WhatsApp-nya.

Oh, tak lupa dia posting foto itu di Facebook.

Sekujur tubuh tak tampak, tapi bola mata yang indah itu cukup membahasakan betapa menggodanya dia.

Tampilan tertutup dan dua bola mata yang menggoda cukup untuk memancing para lelaki genit.

Kata mereka, “Cantik sholihah, idamanku.” Yang lain pula, “Bidadari surga. Semoga aku juga bisa mendapatkannya.” Malu,

Kita malu.

Komentar itu bukan untuk kita, tapi kita malu.

Kita perempuan, sesama muslimah, malu bila ada saudari kita yang dikomentari seperti itu.
Subhanallah.

Untuk dia, saudariku …

Ingin kusampaikan isi hatiku,
Berapa banyak sudah fotomu yang sudah dijempoli teman lelakimu di dunia maya?

Berapa banyak mata laki-laki ajnabi melirikmu dengan percikan nafsu?

Berapa banyak laki-laki yang kau rusak hatinya karena rasa penasarannya kepadamu?
Pantaskah kita memajang kegenitan di medsos?

Pantaskah kain syar’i yang membalut tubuh kita malah mengoyak wibawa kita, demi candu yang disebut “eksistensi”? Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam sudah mengingatkan kita,

ما تركت بعدي فتنة اضرّ على الرجال من النساء
“Tidaklah aku tinggalkan setelahku suatu fitnah yang lebih berbahaya terhadap laki-laki daripada (fitnah) perempuan.” (HR. Bukhari dalam kitab Shahih-nya, no. 4808)
.
.
@agsnti_

Most Popular Instagram Hashtags