[PR] Gain and Get More Likes and Followers on Instagram.

act_elgharantaly act_elgharantaly

1392 posts   71911 followers   290 followings

Aan Chandra Thalib  Lebih baik menjadi setitik putih diantara hitam yang banyak ketimbang menjadi abu-abu. . . Tau Lo Hulondalo

.
.
Menjadi Kismis Sebelum Anggur

Mari bercermin…
.
.
Yang paling banyak merusak dan menyibukkan para ulama saat ini adalah perilaku sebagian anak-anak muda yang tergesa-gesa dalam memetik hasil usaha menuntut ilmu. Mereka sangat mudah mengutarakan pendapat dan berfatwa pada setiap masalah. Mengatasi persoalan anak-anak muda seperti ini jauh lebih sulit ketimbang mengatasi persoalan masyarakat awam.

Ingat… Bila engkau masih berstatus pemula dalam menuntut ilmu agama, maka jangan memposisikan diri seolah-seolah dirimu adalah Syaikhul Islam, yang mudah mengeluarkan pendapat pada masalah-masalah besar.

Bersabarlah sampai keilmuanmu benar-benar matang. Bila ada yang bertanya tentang suatu permasalahan yang belum engkau pelajari, maka sarankan agar ia bertanya pada orang yang lebih berilmu darimu, atau berikan kontak ulama yang mumpuni.

Sungguh… Jangan jatuhkan dirimu ke jurang neraka karena berbicara tanpa ilmu.

Ada ungkapan yang mengatakan,

تزبب قبل ان تحصرم
.
. “Menjadi kismis sebelum menjadi anggur yang matang”

Ya, sebelum menjadi kismis, anggur mengalami beberapa fase, yaitu menjadi bunga, kemudian menjadi bakal buah sampai berubah menjadi anggur hijau yang sedikit lunak, kemudian memerah dengan rasa yang lebih manis untuk selanjutnya menjadi kismis. Sebagaimana anggur yang mengalami sekian fase sampai menjadi kismis, maka begitulah seharusnya penuntut ilmu, hendaklah ia melewati setiap fase dalam menuntut ilmu, hingga ia benar-benar layak berfatwa.

Ingat juga bahwa dokter yang keilmuannya setengah-setengah akan sangat berbahaya bagi pasien. Maka begitu juga dengan penuntut ilmu yang setengah-setengah dalam belajar, dia akan sangat berbahaya bagi umat.

Wallahu a'lam
.
. . (Faidah dari majelis sama’ dan ta'liq ‘terhadap Kitab Tauhid karya Imam Ibnu Khuzaimah bersama Syaikh Al Musnid Hamid Akram Bukhory -hafidzahullah-)

Terimakasih ikhwan dan akhwat Hannover. Semoga bisa bertemu kembali dilain waktu dan kesempatan.

Baarakallahu fiikum jamiian...

Karena kita tidak bisa menghapus perbedaan.
Maka yang kita perlukan adalah adab ketika berbeda.

Buku ini sangat bagus untuk dibaca, agar piknik kita gak kejauhan.

يوم فى هامبورغ

Pejuang islam mestilah berilmu, paling tidak berilmu tentang apa yang sedang diperjuangkan. Dalam berjuang, modal semangat saja tidak cukup, karena semangat tanpa ilmu sama saja dengan bunuh diri.

Mungkin aku hanya sebuah lamunan, imajinasi kesedihan yang tak berlatar belakang. Bisikku pun samar, sesamar senja yang bersua dengan malam. Malam tau aku ada, tapi aku tau aku tak ada.
Sekali lagi, ada yang tak tenggelam ketika senja pergi: "Rasa".

Apa kabar rindu..?

TADABBUR

Dari Pemuda Kahfi Kita Belajar

Kisah Pemuda Kahfi adalah kisah tentang sekumpulan pemuda muslim yang hidup di negeri kafir. Mereka bertekad hijrah untuk mempertahankan agama. Ini dilakukan setelah mereka mendakwahi kaumnya lalu mendapatkan penolakan, tekanan, dan intimidasi.
Kemudian Allah melindungi dan mejaga mereka dengan membuat mereka tertidur di dalam gua selama 309 tahun. Saat mereka terbangun, mereka mendapati kaumnya telah berubah. Negeri tempat tinggal mereka dahulu menjadi negeri yang beriman.
Allah azza wa jalla menjadikan bangunnya mereka setelah tidur panjang sebagai tanda kesempurnaan dan kekuasaan-Nya. Juga sebagai penegas bahwa janji Allah tentang kebangkitan pasti benar adanya.

Dari pemuda Kahfi, kita belajar
bahwa sumbu peradaban dunia adalah pemuda. Kucuran keringat mereka yang berpadu dengan pemikiran fundamental dan visioner mampu mendobrak kejumudan berpikir masyarakat tempat mereka hidup. Bermodalkan landasan tauhid dan visi rahmatan lil ‘alamin, mereka mampu merubah mimpi menjadi kenyataan.

Pemuda Kahfi juga mengajari kita bahwa seorang pemuda harus teguh memegang keyakinannya terhadap Rabbnya. Menentang ketidakadilan dan berupaya mengubahnya semata-mata karena ketundukan kepada Rabbnya azza wa jalla.
Segala cinta dan rasa harap hanya ditujukan untuk sang kekasih, Allah azza wa jalla.

Pemuda Kahfi meletakkan keimanan kepada Allah sebagai ruh dalam kehidupannya. Meyakini kebenaran hanya datang dari Allah, yang disampaikan lewat utusan-Nya. Bukan kebenaran versi pemikiran manusia (isme) atau warisan nenek moyang (tradisi/kultural). “Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu". QS. Al Kahfi : 29

Dari pemuda Kahfi kita juga belajar bahwa orang yang memohon perlindungan kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala, maka Allah akan melindungi dan menyayanginya, dan menjadikan nya sebab hidayah bagi orang lain.

Dari pemuda Kahfi kita juga belajar bahwa diantara sumber keteguhan dan keistiqomahan di jalan dakwah adalah hadirnya sahabat-sahabat yang shalih yang senantiasa meneguhkan langkah ketika diri mulai berbisik untuk berhenti.

Wallahu a'lam
Selamat beraktifitas

Qori: @boim97
Follow: @ammarchannel

.
.
RENUNGAN UNTUK INDONESIA

Pada Januari 1960 Syaikh Ali Thantawi membukukan catatan perjalanan beliau ke Indonesia antara tahun 1953-1954. Buku itu di beri judul, "Suwar Min Syarq Asia Indonesia". Namun pada tahun 1992 M, saat buku itu akan dicetak ulang, beliau menulis kata pengantar yang perlu untuk kita renungankan bersama. Berikut petikan pengantar beliau:

Indonesia yang kalian baca dalam buku-ku ini (yang dicetak pada 1960) telah berganti, situasi dan kondisinya telah berubah, sebagian besar orang-orang yang saya sebut dalam buku ini sudah tiada, dan jadilah cerita-cerita di buku saya ini berubah menjadi riwayat sejarah, di mana sebelumnya adalah sebuah fakta yang bisa disaksikan.

Sebenarnya, tabiat tanahnya tidak berganti, pemandangannya tidak berubah, dan keindahannya yang membuat saya mengatakan: “Indonesia itu Swis yang berpindah ke Asia” juga masih ada dan tidak pergi.

Beginilah ciptaan Allah azza wajalla itu, dan ciptaan Allah ta'ala akan tetap ada selama Allah mengijinkannya untuk tetap ada, dan ia tidak tersentuh oleh kerusakan. Ia menjadi rusak jika ada tangan-tangan jahil manusia yang merusaknya.

Bacalah buku ini (yang dicetak pada 1960), lalu lihat dan bertanyalah: dimana Sukarno sekarang? Bukankah nama Sukarno dulu terucapkan oleh semua mulut, gambarnya ada di mana-mana, beritanya selalu menempati posisi head line, wajahnya memenuhi lembaran-lembaran koran dan majalah, radio-radio seakan berdzikir menyebut namanya dan tidak ada media kecuali menggucapkan kata-kata pujian untuknya, bahkan hampir-hampir saja mensucikan dan bertasbih memujinya.?
.
.
Lalu, di mana Sukarno sekarang? Di mana orang-orang yang selama ini berkerumun mengelilinya, takut kalau-kalau terkena murkanya dan mengemis meminta ridha kepadanya?

Ini adalah ibrah yang dapat disaksikan, akan tetapi, adakah yang mau mengambil ibrah?
Di mana mereka-mereka yang mengira dapat menyamai Allah ta'ala dalam kerajaan-Nya, lalu mereka berbuat sombong di bumi ini secara tidak sah? Mereka pun lalu merendahkan dan menghinakan hamba-hamba Allah.? Dan mereka pun lalu memenuhi dunia dengan kerusakan? .
.

Bersambung ke bawah 👇

Most Popular Instagram Hashtags