acehworldtime acehworldtime

15,413 posts   150,081 followers   354 followings

AWT  ๐Ÿ”ด๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘‰ @habapeng & @awttv ๐Ÿ”ดIklan /Endorse / kirim info : 0852 7023 6632 (WA) Link WA : ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

๐Ÿ™๐Ÿ™
@acehworldtime
@habapeng

Karena ia akan selalu lari meninggalkan anda sebagai musuh yang menakutkan
dan Karena zaman memang dicipta menjadi musuh orang-orang bertakwa.

Pembodohan publik terhadap Capres 02
.
โ€ขmeugom bangai awak edit

Jadi orang kaya itu bisa jadi karena takdir atau prestasi, tapi jadi orang pelit itu pilihan. Jangan heran ya kalau ternyata gak sedikit lho orang kaya di dunia ini yang punya sifat pelit.

Sifat-sifat orang pelit ini jelas gak kayak orang-orang terkaya di dunia yang gemar berdonasi. Gak jarang, tindakan mereka memang bikin kita ngelus dada atau malah jadi emosi.

Intinya, kebiasaan mereka yang satu ini jangan ditiru deh kalau kamu memang ingin jadi sosok yang inspiratif.

Time telah mengumpulkan nama-nama dari orang kaya yang dinyatakan sebagai orang terpelit di dunia. Penasaran? Yuk simak ulasannya di bawah sini.

1. Charlie Chaplin (1889 โ€“ 1977)

Generasi zaman old pasti kenal sama komedian pantomim yang tajir pada masanya. Bayangin saja, di tahun 1916 dia punya penghasilan US$ 10 ribu dalam waktu sepekan! Itu sih sudah bisa dikatakan super crazy rich.

Kalau dihitung-hitung, uang sebesar itu ya kurang lebih sama saja dengan punya honor Rp 3 miliar di zaman now ini.

Seorang penulis bernama Kenneth Lynn mengatakan bahwa Chaplin memang sering โ€œbelaga kere.โ€ Ketika dia makan malam bersama temannya, dia selalu minta dibayarin tuh.

Aktor senior pemeran Don Vito Corleone (Godfather) bahkan menyebutnya sebagai seorang tiran, dan seorang yang sama sekali gak pernah keluar duit seumur hidup. Dan usut punya usut, Chaplin pernah meminta tukang kayu di studio film tempat dia bekerja untuk membantu proses pembangunan rumahnya, tujuannya ya biar bisa ngirit, daripada bayar tukang lain.

2. J. Paul Getty (1892 โ€“ 1976)

J. Paul Getty, salah satu crazy rich yang dikenal orang pelit. (Wikimedia Commons)
Juragan minyak yang satu ini juga merupakan orang pelit sedunia. Mengapa demikian? Karena dia selalu terbang dengan penerbangan kelas mewah tapi sama sekali gak mau bayar ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Mantaps, Rakyat jangan pernah takut untuk meminta kepastian kepada aparat hukum saat dlam kondisi apapun. Pelajari rambu-rambu razia, jika kawan2 merasa diluar ketentuan hukum. Kawan2 berhak untuk mempertanyakan "why", karena konstitusi sudah menjamin. Ingat, Aparat hanya "PELAYAN" rakyat.

Na video Bak Tanyoe Kirem keu mimin

PIDIE JAYA - Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Pidie, menangkap Cut Nurlina, warga Gampong Mesjid Trienggadeng, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya. Cut Nurlina adalah tersangka perdagangan orang dan perlindungan migran Indonesia.

Kapolres Pidie, AKBP Andi Nugraha Setiawan Siregar SIK melalui Kasatreskrim AKP Mahliadi kepada AJNN, Jumat (22/2) mengatakan, penangkapan terhadap Cut Nurlina itu berdasarkan Laporan Polisi :
LP/18/I/RES.1.16./2019/ACEH/RES.PIDIE/SPKT tanggal 24 Januari 2019. Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi memeriksa sejumlah saksi dan melakukan penyelidikan, hingga bermuara pada penangkapan Cut Nurlina di kediamannya di Gampong Mesjid Trienggadeng. "Setelah kami lakukan penyelidikan, Polres Pidie melakukan penangkapan terhadap tersangka perdagangan orang dan perlindungan migran Indonesia di Gampong Mesjid Trienggadeng, Kamis 21 Februari 2019 sekira pukul 15.00 WIB," kata AKP Mahliadi.

Mahliadi menceritakan, pada tanggal 20 Februari 2018, tersangka mencari pekerja untuk diberangkatkan ke Malaysia sebagai guru mengaji. Syarifah Mauliana, warga Gampong Lameu Meunasah Baro, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, mendapat kabar lapangan kerja tersebut dari saudaranya yaitu Syarifah Taibah.

Selanjutnya, Syarifah Mauliana bertemu langsung dengan tersangka untuk membicarakan pekerjaan di negeri jiran tersebut. Tersangka yang kemudian mengetahui kalau korban lulusan serjana, kembali memberi angin segar dengan cara menjanjikan pekerjaan sebagai asisten pengacara.

Mendapat tawaran pekerjaan yang tergolong elit di Malaysia itu, Cut Mauliana tanpa pikir panjang langsung membuat dokumen berangkat ke luar negeri (paspor) di Banda Aceh, yang juga ditemani oleh anak tersangka.

Kemudian pada tanggal 2 Maret 2018, anak tersangka menjemput korban di Gampong Lameu Meunasah Baro, untuk diberangkatkan ke Medan. Satu hari berada di tempat penampungan di Medan, Mauliana kemudian di berangkatkan ke Malaysia lewat jalur laut melalui Dumai. "Tersangka menunggu korban di Medan, Sumatera Utara. Dari rumah korban dijemput oleh anak tersangka, kalau ke Medan diantar oleh keponakan tersangka," jelas AKP Mahliadi.

AKP Mahliadi melanjutkan, setiba di๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Woe lajuuuu. di gampoeng rabumah, trok u banda ka rara ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰ @habapeng

ES (29), warga Jalan Irian, Kelurahan Tanjung Jaya, Kota Bengkulu, tewas dibunuh oleh suaminya sendiri berinisial RS (30), Kamis (21/2). Diduga motif pelaku menghabisi nyawa korban lantaran kesal tidak tidak dibolehkan melihat isi handphone. Korban yang dalam kondisi hamil, meninggal setelah lehernya ditebas parang oleh pelaku.Dari keterangan sejumlah saksi, pelaku dan korban sempat cekcok hingga pelaku keluar rumah untuk meminjam sebuah parang ke tetangga dengan alasan untuk membelah kelapa.
Lalu pelaku masuk kembali ke dalam kamar, dan menaruh parang tersebut di atas kasur dengan ditutupi selimut. Saat melihat pelaku masuk dan membuka pintu kamar, sontak korban bangun dari tidur.

Di saat korban bangun, kembali terjadi cekcok yang diduga menjadi penyebab pelaku gelap mata sehingga mengambil parang yang telah diletakkannya di atas kasur lalu menebas leher korban.
Pelaku tidak hanya membunuh istrinya, tetapi juga membelah perut korban dan mengambil anak yang ada di dalam perut korban serta meletakkannya di sebelah jendela rumah.
Salah seorang saksi, FA mendengar jeritan tangisan anak bayi baru lahir di sekitar rumah korban. FA kemudian memanggil SS dan melapor ke ketua RT dan ketua RT langsung menyarankan untuk memanggil bidan.
Kasatreskrim Polres Bengkulu AKP Indramawan mengatakan kasus tersebut sedang ditangani Mapolres Bengkulu. "Untuk motifnya belum kita ketahui secara pasti, sebab pelaku masih kita pemeriksa," katanya. Dikutip dari Antara.
Tetangga pelaku, Tuti, korban ES dan suaminya memang sering bertengkar dan adu mulut, hingga pasangan tersebut pernah berpisah tetapi akhirnya rujuk kembali. (mdk/cob)

Sumber : merdeka

Debat kedua Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, 17 Februari, lalu masih ramai diperbincangkan oleh masyarakat hingga saat ini, tak terkecuali mengenai ucapan capres nomor urut 01 Joko Widodo yang mengatakan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto memiliki 120.000 hektar lahan di Aceh Tengah dan 220.000 hektar lahan di Kalimantan Timur.
"Saya tahu Pak Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur sebesar 220.000 hektar juga di Aceh Tengah 120.000 hektar," kata Jokowi saat itu.
Sebelum menyatakan closing statement pada segmen debat, Prabowo sempat menjawab pernyataan Jokowi tersebut dengan mengakui tanah yang disebutkan patahana memang benar miliknya.
"Saya juga minta izin tadi disinggung tentang tanah yang katanya saya kuasai ratusan ribu (hektar) di beberapa tempat itu benar, tapi itu adalah HGU, itu adalah milik negara," jelas Prabowo kala itu.
Setelah ditelisik, perusahaan yang disebut-sebut milik mantan komandan Kopassus itu adalah PT Tusam Hutani Lestari (THL) yang mengelola Hak Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HPHTI) berjumlah 97.300 hektar di empat kabupaten di Provinsi Aceh, yakni di Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Utara dan sebagian kecil di Kabupaten Bireuen.
Staf Bagian Perencanaan dan Administrasi Umum, PT THL, Husein Canto mengatakan, pihaknya tidak memiliki lahan seluas yang disebutkan Jokowi, yakni 120.000 hektar.
Hak penguasaan untuk perusahaan tersebut diperoleh selama 43 tahun, atau sampai dengan tahun 2042, dan berada di beberapa blok, di antaranya blok Gunung Salak, Blang Kuyu, Lampahan, Burni Telong, Bidin dan blok Jambo Aye.
"Kita memiliki izin dari Kementerian Kehutanan hanya 97.300 hektar, hanya saja tidak semua bisa kita kelola. Banyak yang sudah dikerjakan oleh masyarakat, seperti blok Lampahan, di Blang Mancung, Pondok Balik, sudah menjadi ladang tebu masyarakat. Demikian dengan Blok Burni Telong," kata Husein kepada Kompas.com, Rabu (20/2/2018).
Khusus lahan di blok Burni Telong di Kabupaten Bener Meriah, lanjut Husein, selain telah digunakan oleh masyarakat, terdapat pula lahan yang sudah dipakai pemerintah untuk pembangunan dan pengembangan sejumlah infrastruktur.
"Di blok Burni Telong sudah๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Imam Besar FPI Rizieq Syihab memberikan pidato melalui video conference dari Makkah dalam acara Munajat 212 di Monas, Jakarta, Kamis (21/2). Saat memandu doa, Rizieq mengatakan siap untuk menenggelamkan rezim yang durhaka. โ€œKami bertekad melawan kezaliman, menegakkan keadilan dengan jiwa raga, kami siap tenggelamkan rezim durhaka. Rezim pendukung penista agama. Namun tanpa izin-Mu kami tak bisa,โ€ kata Rizieq.
Rizieq sebelumnya menyoroti kondisi penegakan hukum di Indonesia. Ia menilai proses hukum di Indonesia tidak menjunjung asas keadilan.
Rizieq menganggap pengkritik pemerintah kerap diproses hukum hingga masuk penjara. โ€œKami berkumpul memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa negara Ya Allah, kami mengadu dan berkeluh kesah, di negeri kami Indonesia tercinta kezaliman dan ketidakadilan merajalela Ya Allah. Para pengeritik pemerintah dipenjara, kenapa hukum tajam ke pengeritik penguasa?โ€ kata Rizieq.
โ€œSaat ditanya kenapa ini dipenjara dan itu tidak diperiksa, mereka enteng menjawab suka-suka kita. Astaghfirullah, astaghfirullah,โ€ lanjutnya.

Rizieq kemudian mengatakan pemimpin daerah yang mendukung calon presiden hasil ijtima ulama juga menjadi sasaran penegakan hukum. Namun, kata Rizieq, apabila kepala daerah yang tidak mendukung ijtima ulama dapat berkampanye dengan bebas. โ€œDuhai Allah saat sekarang gubernur mengacung jari dua ikut sanubari mendukung pemimpin hasil ijtima ulama langsung dipanggil disidang. Namun puluhan gubernur, wali kota acungkan dukungan penguasa, mereka semua bungkam, kezaliman sangat kasat mata inikah penegakan hukum suka-suka,โ€œ ujarnya.
Aksi Munajat 212 dihadiri sejumlah tokoh seperti Wakil Ketua DPR Fadli Zon, dan Fahri Hamzah, serta aktivis #2019GantiPresiden Neno Warisman, dan Politikus Partai Berkarya Titiek Soeharto. Acara tersebut selesai sekitar pukul 24.00 WIB.

Sumber : kumparan

โ€œURUS sendiri sampahmuโ€. Demikian pesan yang disampaikan pemerintah di kota-kota di Jepang kepada seluruh warganya. Namun bukan berarti kota di Negeri Sakura itu menjadi kotor. Ini adalah peringatan kepada warga agar mengambil tanggung jawab dari sampah yang mereka produksi.

Untuk urusan sampah, Jepang memang melek. Pemerintah membuat kebijakan yang mampu menumbuhkan kesadaran di tingkat masyarakat. Tanggung jawab mengurus sampah tak hanya menjadi beban pemerintah.
Di beberapa kota di negara itu, sampah dan limbah mencapai level zero waste. Artinya, seluruh sampah dan limbah didaur ulang; tak ada yang terbuang. Semua diolah menjadi kertas hingga tenaga listrik.

Di dalam negeri, Kediri, sebuah daerah di Jawa Timur, Kabupaten Kediri, memulai langkah progresif--walau sebenarnya telat--dengan menjatuhkan sanksi bagi pembuang sampah sembarangan. Lewat sebuah peraturan daerah, siapa saja yang membuang sampah sembarangan di Kediri akan didenda atau menyapu jalan setengah kilometer sebagai hukuman.

Larangan membuang sampah sembarangan juga berlaku di Banda Aceh. Sejak awal tahun, Pemerintah Kota Banda Aceh memberlakukan Qanun Kota Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Sampah. Bahkan di kota ini, sanksi yang diterapkan lebih berat. Pelanggar diancam pidana kurungan atau denda Rp 10 juta.

Memang hingga saat ini, aturan itu seperti tak ada. Di jalanan, trotoar, dan selokan, sampah masih berserakan dan menumpuk. Dan memang, aturan ini tidak bisa menyulap Banda Aceh menjadi sebuah daerah yang bersih. Namun kita tentu tak bisa membiarkan sampah-sampah itu menumpuk di hadapan muka kita.
Namun pemerintah kota juga jangan kehilangan akal. Karena tujuan aturan ini adalah mengubah cara pikir masyarakat dalam mengelola sampah. Aturan-aturan pidana dan denda besar, dengan penegakan yang gahar dan sangat birokratis, bisa diganti dengan aturan yang lebih mendidik dan benar-benar mengubah kesadaran.

Untuk hal ini, pemerintah kota mungkin bisa meniru Kediri yang memberlakukan kerja sosial. Menyapu jalan jelas bukan pekerjaan sembarangan. Tidak semua orang bisa melakukannya. Menyapu jalan bagi para pelanggar ringan, seperti membuang sampah di jalanan, mungkin cukup๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Most Popular Instagram Hashtags