_handrijay _handrijay

219 posts   2,376 followers   393 followings

Handri Sanjaya  Indonesia based 🇮🇩 Part of @exploreindonesia team

Sometimes you don't need anything but a very good view and do nothing just enjoy the moment.

Banda Neira, Indonesia.
#exploreindonesia

I have decided to stop complaining and see the brightside in the everything in my life, it's not easy, but I've seen the changes because of that, so I'll continue doing it! #exploreindonesia

Banda Neira merupakan salah satu pulau di Kepulauan Banda, Maluku. Desain perkotaan di Banda Neira masih mempertahankan nuansa kolonial karena dahulunya dihuni oleh para pendatang dan penjajah dari Eropa. Pada abad ke 19 Banda Neira pernah menjadi wilayah kekuasaan VOC dan menjadi pusat perdagangan pala dan kota penghasil rempah - rempah bernilai tinggi di dunia. Di kota kecil ini, tersirat sejarah panjang yang dimulai dari datangnya Portugis hingga menjelang kemerdekaan Indonesia. Peninggalan dari masa itu adalah bangunan - bangunan tua bergaya arsitektur Eropa seperti istana tua, bekas kantor, rumah - rumah Belanda bahkan benteng pertahanan.

Benteng Belgica, yaitu benteng yang dibangun oleh Portugis kemudian diduduki Belanda pada abad ke 17, benteng ini berada di atas perbukitan Tabaleku di sebelah barat daya Pulau Naira, dan terletak pada ketinggian 30,01 mdpl. Benteng yang dibangun pada tahun 1611 dibawah pimpinan Gubernur Jenderal Pieter Both ini memiliki suatu keunikan, yakni dibangun dengan gaya bangunan persegi lima yang berada di atas bukit, namun apabila dilihat dari semua penjuru, hanya akan terlihat empat buah sisi, tetapi jika dilihat dari udara nampak seperti bintang persegi atau mirip dengan Gedung Pentagon di Amerika Serikat, bahkan benteng ini dijuluki The Indonesian Pentagon. Oh ya! Di bagian tengah benteng ini terdapat sebuah ruang terbuka luas untuk para tahanan, di tengah ruang terbuka tersebut terdapat dua buah sumur rahasia yang konon menghubungkan benteng dengan pelabuhan dan Benteng Nassau yang berada di tepi pantai.

Benteng ini sebenarnya merupakan salah satu benteng peninggalan Portugis yang awalnya berfungsi sebagai pusat pertahanan, namun pada masa penjajahan Belanda, Benteng Belgica beralih fungsi untuk memantau lalu lintas kapal dagang. Pada setiap sisi benteng terdapat sebuah menara, untuk menuju puncak menara tersedia tangga dengan posisi nyaris tegak dengan lubang keluar yang sempit, dan dari puncak menara ini kita dapat menikmati panorama sebagian daerah Kepulauan Banda, mulai dari birunya perairan Teluk Banda, sunset, puncak Gunung Api yang menjulang, sampai rimbunnya pohon pala di Pulau Banda Besar. #exploreindonesia

My dream house in the boat.

Misool masih menjadi salah satu tempat favorit di Indonesia yang pernah saya kunjungi dan berharap untuk dapat kembali lagi. Meskipun saat itu langit di Misool sedang mendung tetapi tidak menutupi keindahannya karst dengan warna air laut yang khas di Misool.

Oh ya! Jangan lupa baca cerita tentang pengalaman saya di Misool, di exploreindo.com atau cek link di bio @exploreindonesia. #exploreindonesia

Indonesia selalu gak pernah membosankan untuk di eksplorasi, bahkan mengunjungi tempat yang sama pun kita akan selalu menemukan hal yang baru. Salah satu destinasi yang jadi andalan Indonesia tentunya laut dan pantai, seperti Misool di Raja Ampat bagian selatan ini, pemandangannya selalu menakjubkan, lautnya jernih, koral dan biota lautnya beraneka ragam,, pemandangan yang akan membuat kita bersyukur banget tinggal di Indonesia.
Kalau destinasi seru dari pengalaman kalian apa? #exploreindonesia

Selayang Pandang Kepulauan Banda, Kepulauan Banda merupakan kumpulan dari 10 pulau, yaitu Pulau Neira, Banda Besar, Gunung Api, Hatta, Sjahrir/Pisang, Run, Ai, Manukang, Nailaka, dan Karaka. Setiap pulau yang berada di Kepulauan Banda memiliki keunikan tersendiri, mulai dari biota laut, gunung api yang menyuguhkan pemandangan dari ketinggian, hingga sejarah tentang pengasingan tokoh - tokoh pejuang kemerdekaan, semua itu dapat ditemukan di Kepulauan Banda.

Dimulai dari Pulau Neira, dimana Mohammad Hatta, Sultan Sjahrir, Dr. Tcipto Mangunkusumo dan Iwa K Sumantri tiba di tempat pengasingan pada pertengahan abad 20. Mundur beberapa abad sebelumnya para pedagang juga hadir dari berbagai penjuru datang meramaikan kegiatan perdagangan di Banda jauh sebelum kedatangan bangsa Portugis pada tahun 1512, hingga pada akhirnya bangsa Eropa yang tertarik untuk melakukan perdagangan di Banda. Kantor VOC di daerah Hindia Belanda pun pertama kali didirikan di Banda Neira, tak hanya itu, bahkan pulau Run juga pernah diklaim oleh Ratu Inggris pada tahun 1602 sebagai bagian dari kerajaan Inggris. Semua keistimewaan kisah sejarah Kepulauan Banda tersebut tak lain berasal dari kualitas komoditi pala yang unggul. Kehadiran bangsa kolonial di Banda membutuhkan perjuangan yang besar, bahkan dalam salah satu upaya menguasai Banda, bangsa Belanda tak segan - segan untuk membantai masyarakat Banda pada tahun 1621.

Oh ya! Jika kalian berkunjung ke Banda Neira tidak ada salahnya untuk mengunjungi beberapa tempat bersejarah yang ada di Pulau Neira dan Banda Besar. Seperti Istana Mini, Rumah Pengasingan, Monumen Parigi Rante, Gedung Ok. Makatita, Benteng Belgica, Rumah Pengasingan Dr. Sjahrir, Rumah Budaya dan Rumah Captain C. Colle yang terdapat di Pulau Neira, sedangkan Parigi Pusaka, Benteng Hollandia, Kubur Satu Jinggkal, dan Batu Berdarah yang berada di Pulau Banda Besar.

Pulau Banda Besar, Maluku.

Misool is one the best amazing place with an incredible view I've ever seen, one place you have to visit before you die.

Sesampainya saat itu saya di Banda, tujuan utama saya ialah mengunjungi Pulau Hatta! Pulau ini merupakan sebuah desa sekaligus pulau yang terletak di sebelah timur Kepulauan Banda tepatnya di Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah.

Akhirnya rasa penasaran sayapun terbayarkan sudah setelah saya sampai di pulau ini. Pulau yang dulunya disebut dengan nama Pulau Rozengain ini merupakan salah satu pulau yang menyimpan banyak sekali cerita sejarah yang menarik untuk dikulik, terlebih pulau satu ini adalah saksi hidup pengasingan wakil presiden pertama Indonesia yakni Muhammad Hatta. Bersama Sutan Sjahrir sang revolusioner kemerdekaan Indonesia, Bung Hatta dibuang oleh pemerintah Belanda setelah partai yang dipimpin, Partai Nasional Indonesia (PNI) dianggap radikal. Selama kurang lebih 6 tahun kedua tokoh nasionalis tersebut harus tinggal di Banda Neira, menulis berbagai artikel yang bersifat perjuangan untuk media ditanah air. Sebelum akhirnya, Bung Hatta dan Sjahrir kembali ke IbuKota untuk merumuskan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1942.

Disamping itu, selain menyimpan begitu banyak cerita sejarah, Pulau Hatta memiliki panorama yang sangat memikat hati, hamparan pantai pasir putih yang bersih dibalut dengan birunya air laut khas kepulauan Banda, keaneka ragaman biota laut dan terumbu karang yang masih terjaga, menjadikan daya tarik tersendiri bagi tiap pelancong yang datang ke pulau ini. Dan yang terakhir! ini yang membedakan pantai di pulau ini dengan pantai - pantai lainnya di kepulauan Banda Naira yakni Palung Laut, yang hanya berjarak beberapa meter saja dari batas air, sehingga tidak butuh waktu lama untuk dapat melihat permukaan laut yang dalam atau biasa disebut dengan Palung Laut. Such an amazing sight! #exploreindonesia

Mind full of unsaid thoughts.

I was quite surprised to find out that today is Saturday. Well, when view like this happens daily, Saturday or Sunday doesn't even matter anymore. Every day is a holiday *arrogant.

Hatupia Cliff, Ora Beach.
Maluku - Indonesia

Banda Neira, sebuah kepulauan terpencil di timur Nusantara. Kerap absen di dalam peta, Banda sejatinya pernah memainkan peranan penting dalam sejarah perekonomian global.

Alasan kenapa Banda begitu berarti di masa lampau adalah karena pala, rempah beraroma wangi yang di abad pertengahan berfungsi sebagai penyedap, obat, sekaligus bahan pengawet. Dulunya hanya tumbuh di Banda, pala dihargai begitu mahal di pasar Eropa. Rasanya wajar jika mencari lokasi Banda, juga pulau rempah lainnya di Maluku, kerap dianggap salah satu motivasi terbesar di balik pelayaran akbar bangsa Eropa. Tapi lantas pala juga menjadi sumber malapetaka, tergoda keuntungan berlimpah, Belanda dengan VOC-nya membantai hampir seluruh rakyat Banda pada tahun 1621dan melaksanakan monopoli dagang selama berabad - abad.

Kini zaman telah berubah dan pala tak lagi langka. Banda, yang terperangkap di antara kelamnya masa lalu dan masa depan yang tampaknya belum menjanjikan apa - apa, bagai dilupakan begitu saja. Dibalik kisah gemilang petualangan para pelaut Eropa mencari pulau rempah, narasi mengenai dampak panjang dari perburuan itu terhadap masyarakat lokal seringkali dilewatkan begitu saja.

Most Popular Instagram Hashtags